NovelToon NovelToon
Tertawan Pesona Ibu Susu Bayaran

Tertawan Pesona Ibu Susu Bayaran

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu susu / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: Hernn Khrnsa

Dalam satu waktu, Giana kehilangan dua hal paling berharga dalam hidupnya. Bayi yang ia nantikan sejak lama, dan suami yang memilih pergi saat ia sangat rapuh. Di tengah duka yang belum sembuh, satu-satunya penghiburnya hanyalah suara tangis bayi yang baru lahir.

Namun, takdir justru mempertemukannya dengan Cameron Rutherford, presdir kaya dan dingin yang tengah mencari ibu susu untuk keponakannya yang baru lahir. Sebuah kontrak pun disepakati. Giana mendadak jadi Ibu susu bagi keponakan sang presdir.

Awalnya, semua berjalan seperti biasa. Giana melakukan tugasnya dengan baik. Tetapi kemudian, semuanya berubah saat Cameron merasa terpesona oleh ibu susu keponakannya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hernn Khrnsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Malam mulai turun di London. Lampu-lampu kristal di rumah keluarga Rutherford menyala terang, memantulkan kemewahan yang selama bertahun-tahun menjadi kebanggaan keluarga itu. Namun di balik kemegahan tersebut, suasana hangat justru terasa semakin sulit ditemukan.

Jamuan makan malam keluarga berlangsung formal seperti biasa. Michael duduk di ujung meja panjang dengan wibawa yang selalu mendominasi ruangan. Di sisi lain, keluarga Regina tampak menikmati percakapan mengenai rencana pertunangan yang terus berkembang. Mereka membahas lokasi acara, daftar tamu penting, hingga kerja sama bisnis yang mungkin terjalin setelah pernikahan itu resmi terjadi.

Semuanya terdengar sempurna. Setidaknya bagi mereka.

Namun tidak bagi Cameron. Pria itu duduk dengan tenang sambil memainkan gelas di tangannya, tetapi pikirannya sama sekali tidak berada di meja makan itu. Ia hanya menjawab seperlunya, dan selebihnya memilih diam.

Dan Regina mulai lelah melihat sikap Cameron yang terus saja memikirkan perempuan itu.

“Kurasa kita harus menentukan konsep acaranya dari sekarang,” ujar ibu Regina dengan senyum lebar. “Media pasti akan menyorot pertunangan ini besar-besaran.”

Michael mengangguk setuju. “Tentu saja. Acara pertunangan ini pasti akan diliput oleh berbagai media, baik itu dalam negeri maupun luar negeri.”

Semua orang tampak antusias, kecuali Cameron. Tatapannya terlihat kosong dan jauh, seolah ada sesuatu yang terus mengganggu pikirannya. Sampai akhirnya Regina tidak bisa lagi menahan kekesalannya.

“Kau bahkan tidak terlihat tertarik dengan pembicaraan ini.”

Suasana meja makan mendadak hening..Bianca langsung melirik Regina, mencoba memberi isyarat agar wanita itu menahan diri. Namun Regina sudah terlalu kesal untuk peduli.

Cameron mengangkat pandangannya perlahan. “Aku mendengarkan,” jawabnya datar.

“Tapi kau terus saja melamun, seolah pembicaraan ini sama sekali tidak menarik. Ayolah, Sayang. Ini acara pertunangan kita, setidaknya tunjukkan sedikit rasa antusiasmu,” balas Regina cepat. “Tapi apa ini? Kau terlihat seperti pria yang dipaksa duduk di sini.”

Michael langsung mengernyit mendengar nada bicara itu.

“Regina,” tegur ibunya pelan.

Namun Regina justru tertawa kecil, meski terdengar getir. “Kenapa? Apa aku salah bicara? Atau memang ada hal lain yang lebih penting daripada pertunangan kita?”

Tatapan Cameron berubah dingin. “Jangan mulai sekarang.”

“Aku hanya ingin tahu,” lanjut Regina tanpa gentar. “Apa sebenarnya yang kau pikirkan setiap saat?”

Hening kembali memenuhi ruangan. Kali ini bahkan Bianca mulai merasa tegang karena ia tahu jawaban dari pertanyaan itu. Giana dan Cayden. Namun tentu saja, hal itu tidak boleh sampai terbuka di depan Michael.

Cameron meletakkan gelasnya perlahan. Rahangnya mengeras. “Aku sedang lelah,” katanya singkat.

Namun jawaban itu justru terdengar seperti bentuk penghindaran.

Regina tersenyum tipis. “Lelah karena pekerjaan atau karena memikirkan wanita lain?”

Suara sendok Michael jatuh pelan ke atas piring, tetapi cukup membuat suasana semakin menegang. Tatapan pria tua itu langsung beralih pada Regina. “Apa maksudmu?” tanyanya tajam.

Regina tersadar bahwa emosinya hampir membuatnya terpeleset. Ia segera tersenyum kecil dan menggeleng. “Ti-tidak, bukan apa-apa, Paman. Aku hanya … aku hanya asal bicara saja. Maaf, aku terlalu gugup untuk acara ini sementara Cameo justru terlihat tenang, itu membuatku sedikit emosional.” 

Namun Michael bukan orang yang mudah dibohongi. Tatapannya kini bergantian mengarah pada Regina dan Cameron, seolah mencoba mencari sesuatu yang disembunyikan dari dirinya.

Sementara itu, Bianca mulai merasa gelisah di tempat duduknya sendiri. “Mana mungkin Cameron memiliki wanita lain selain dirimu, Regina,” sela Bianca mencoba mengalihkan pembicaraan.

Namun, Cameron berdiri tiba-tiba. “Aku sudah selesai makan. Permisi.”

Tanpa menunggu respons siapa pun, ia langsung berjalan meninggalkan ruang makan. Regina menatap punggung pria itu dengan emosi yang semakin sulit ditahan.

Untuk pertama kalinya sejak hubungan mereka dimulai, ia merasa benar-benar kehilangan kendali atas Cameron.

Sementara di tempat lain, suasana malam terasa jauh lebih tenang. Giana baru saja selesai menidurkan Cayden. Bayi kecil itu tertidur pulas di dalam pelukannya setelah cukup lama rewel malam itu.

Perlahan, Giana meletakkan Cayden di atas ranjang kecil di samping tempat tidurnya. Ia lalu duduk di tepi ranjang sambil mengusap wajahnya pelan.

Hari itu terasa melelahkan. Namun anehnya, rasa lelah itu tidak lagi terasa menyiksa sejak ada Cayden di sisinya. Bayi itu seperti mengisi ruang kosong yang selama ini hancur di dalam dirinya.

Ketukan pelan di pintu membuat Giana sedikit terkejut.

“Nona Giana?” 

Suara wanita paruh baya itu terdengar lembut dari luar. “Ada kiriman untuk Anda.”

“Kiriman? Kiriman apa? Dari siapa?” tanya Giana bingung. Lalu, ia segera membuka pintu dan menerima sebuah kotak kecil berwarna putih. 

Wanita itu menggeleng. “Saya tidak tahu. Orangnya hanya menitipkan itu lalu pergi.”

Giana semakin bingung. Perlahan, ia menutup pintu kembali lalu duduk di ranjang sambil memandangi kotak tersebut.

Tidak ada nama pengirim, bahkan tak ada tulisan apa pun.

Dengan hati-hati, ia membukanya. Napasnya langsung tertahan. Di dalam kotak itu terdapat sebuah ponsel baru, beberapa kartu ATM, dan sebuah amplop.

Dengan tangan sedikit gemetar, Giana membuka amplop tersebut. Matanya langsung mengenali tulisan tangan itu.

Tulisan Cameron.

“Gunakan semuanya untuk kebutuhanmu dan Cayden. Jangan menolak. Anggap ini sebagai bentuk tanggung jawabku. Aku akan menemuimu secepatnya.”

Giana terdiam cukup lama. Tatapannya turun kembali pada surat itu..Entah mengapa, dadanya terasa hangat sekaligus sesak dalam waktu bersamaan. Ia tidak tahu sejak kapan, tetapi keberadaan Cameron perlahan mulai menjadi sesuatu yang ia tunggu.

Dan itu membuatnya takut. Karena ia sadar hubungan mereka seharusnya tidak sejauh ini. Namun semakin ia mencoba menjaga jarak, semakin hidupnya justru terikat dengan pria itu.

Sementara di London, Cameron berdiri sendirian di balkon kamarnya. Angin malam berhembus dingin menerpa wajahnya, tetapi pikirannya jauh lebih kacau daripada udara di sekelilingnya. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia mulai mempertanyakan keputusan-keputusan yang selama ini ia anggap benar. Dan untuk pertama kalinya pula, pertunangannya dengan Regina terasa seperti sesuatu yang tidak lagi ia inginkan.

1
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Berarti kamu aman Giana 🤭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
modus 🤭
awesome moment
menghilang bersama. keknya lbh keren. bikin smua blingsatan. tp...ttp mengendalikan sumber uang. regina pasti menggila. bianca antara cemas, lega dan kangen. ayah cameron tiba2 dpt boom dri bianca. bhw cameron melindungi anak cassie. ato...munculkan asal usul giana. yg...sdh pasti tdk bisa diabaikan. kn keren tu.
HK: Kak, thank u km sudah memberiku ide 🥺👏👏👏
total 1 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Semoga kamu ketahuan selingkuh Regina 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
mungkin dikira Cameron itu ayahnya 🤭
awesome moment
😄😄😄buka kaki lebar2 y, Regina. service hra paripurna utk hasil yg memuaskan
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Wah hatimu sudah berpaling 🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
bersabarlah Giana 🤭
awesome moment
kapan cameron akan memilih cay dan giana. regina makin arogan
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Dasar ulat bulu 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kamu merindukan mereka 🤭
awesome moment
yg ptg Giana dan Cay, aman dlu. buat bianca tersiksa rasa bersalah. tp...jgn smp bocor ke regina
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Ibu harus minta maaf pada Giana 😒
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
sekarang cari lg Cayden 🤭
awesome moment
akhirnya...cay dan giana aman.
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Ayo pulang Cameron 🤭
elief
cameron harus nya lebih tegas, batalin aja pertunangannya thor. jadi gemes ih
awesome moment
nha kn bener. kasihan cay. ditolak ibunya. pamannya jg g bisa melindungi. biarkan giana dan cay menghilang lg j. g ush ketemu cameron. buat p? g guna. klo toch ketemu jg g bakalan bisa melindungi. cameron akan ttp tunduk ke keingan kelg. menghilamg lagi lah. giana dan cay. hidup berdua dgn nyaman meski g berlimpah. jgn smp jd korban plin plannya cameron. pergi yg jauh. klo perlu...g ush kembali.
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
betul 🤭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Wah sembarangan nih 😤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!