NovelToon NovelToon
The End Of Before

The End Of Before

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:9k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di usia 27 tahun, Vivian Wheeler mengira hidupnya sempurna—hingga ia mendapati dirinya menjadi "pelakor" tanpa sengaja dalam satu hari yang sama.

Setelah memergoki pengkhianatan George, Kekasihnya, yang ternyata telah beristri, Vivian kembali dihantam badai saat dituduh sebagai selingkuhan oleh seorang remaja histeris yang mengamuk hingga merusak mobil Porsche-nya.

Penyebabnya? Logan Enver-Valerio, pemuda 20 tahun yang angkuh, menggunakan foto Acak Vivian sebagai alasan palsu untuk memutuskan Moana.

Tak terima dihina "wanita tua" dan dijadikan tameng, Vivian mendatangi kampus Logan dengan penampilan yang menipu usia, siap memberi pelajaran pada bocah ingusan tersebut.

Pertarungan ego antara sang pewaris tegas dan brondong ini pun dimulai. Siapakah yang akan menyerah saat mulai mencampuradukkan dendam dan obsesi?

🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#1

Aroma kopi panggang dan roti kayu manis biasanya menjadi favorit Vivian Wheeler untuk memulai pagi yang produktif. Namun, siang ini di The Gilded Bean, salah satu kafetaria paling eksklusif di pusat Los Angeles, aroma itu berubah menjadi bau pengkhianatan yang menyesakkan.

Vivian berdiri kaku di samping meja nomor dua belas. Matanya yang tajam menatap nanar pada George—pria yang selama satu tahun terakhir ini mengisi hari-harinya dengan janji-janji manis tentang masa depan. Di depan George, duduk seorang wanita cantik dengan gaun sutra berwarna champagne. Tangan George masih berada di atas tangan wanita itu, sebuah gestur posesif yang sangat Vivian kenal.

Darah Vivian mendidih. Dia bukan tipe wanita yang akan menangis di pojokan. Dia adalah seorang Wheeler.

"Jadi, ini alasanmu membatalkan reservasi makan malam kita, George?" suara Vivian memotong kebisingan kafetaria seperti pisau bedah.

George tersentak, wajahnya memucat sesaat sebelum berubah menjadi topeng ketenangan yang dingin. Namun, Vivian tidak memberinya kesempatan untuk bicara. Dengan gerakan anggun namun mematikan, dia meraih gelas berisi iced americano milik George dan menyiramkannya tepat ke wajah wanita di depan pria itu.

Kafetaria itu mendadak sunyi. Detik berikutnya, gumaman kaget pecah di mana-mana.

"Apa ini?!" teriak wanita itu, berdiri dengan tubuh gemetar karena cairan dingin yang membasahi gaun mahalnya. "Siapa kau?!"

Vivian melipat tangan di dada, dagunya terangkat tinggi. "Siapa aku? Seharusnya aku yang bertanya, kau ini apa? Pelakor? Berani-beraninya kau menyentuh milikku."

Wanita itu tertegun sejenak, lalu tawa sinis yang getir keluar dari bibirnya yang bergetar. Dia mengusap wajahnya dengan tisu yang diberikan George dengan terburu-buru. "Pelakor? Kau bilang aku pelakor?"

Wanita itu merogoh tasnya dan membanting sebuah dompet kulit ke atas meja, membukanya lebar-lebar untuk menunjukkan sebuah kartu identitas dan sebuah foto pernikahan yang terselip di sana.

"Aku istrinya yang sah, jalang. Kami sudah menikah selama empat tahun," ucap wanita itu dengan penekanan di setiap kata.

Deg.

Jantung Vivian seolah berhenti berdetak. Dunianya yang selama ini ia bangun dengan penuh percaya diri runtuh seketika. "Istri... sah?" suaranya mencicit, nyaris tidak terdengar.

Vivian menoleh ke arah George, mencari bantahan, mencari tawa remeh yang mengatakan ini semua hanya lelucon. Namun, George hanya bersandar di kursinya, dengan tenang mengelap sisa kopi di tangannya tanpa sedikit pun rasa bersalah di matanya.

"Kau tidak pernah bertanya apakah aku sudah menikah atau belum, Vivian," ucap George enteng. "Kau hanya menikmati hadiah-hadiahku dan perhatianku. Jangan bersikap seolah kau adalah korban yang paling suci di sini."

Ternyata... akulah pelakornya?

Vivian terdiam. Keberaniannya menguap, digantikan oleh rasa malu yang membakar seluruh permukaan kulitnya. Dia bisa merasakan ratusan pasang mata di kafetaria itu kini menatapnya dengan pandangan menghakimi. Bisikan-bisikan mulai terdengar, lebih tajam dari sebelumnya.

"Lihat itu, dia yang berteriak pelakor, ternyata dia sendiri yang merusak rumah tangga orang."

"Cantik-cantik tapi tidak punya malu."

Vivian terpaku di tempatnya. Dia ingin lari, tapi kakinya terasa seperti beton. Dia berdiri di sana, di tengah-tengah kafetaria yang kini terasa seperti arena gladiator di mana dia adalah mangsa yang sedang dikuliti. George dan istrinya meninggalkan meja itu tanpa kata lagi, meninggalkan Vivian yang hancur dalam kehinaan yang ia ciptakan sendiri.

Dua puluh menit berlalu seperti selamanya. Vivian baru berani melangkah keluar setelah kafetaria itu sedikit sepi, meskipun rasa perih di dadanya belum juga reda. Dia menarik napas panjang, mencoba membenahi sisa-sisa harga dirinya yang tercecer.

Namun, saat kakinya menginjak trotoar, matanya membelalak. Mobil sport Porsche biru metalik pemberian Daddy-nya—mobil kesayangannya yang selalu ia banggakan—kini tampak mengenaskan. Kaca depannya retak seribu, dan di sepanjang bodinya tertulis kata-kata kasar dengan pilox merah terang.

"Ouuuhh... siapa yang melakukan ini?!" teriak Vivian histeris, berlari mendekati mobilnya.

Belum sempat dia memeriksa kerusakan lebih lanjut, seorang gadis remaja dengan rambut dikuncir tinggi dan pakaian streetwear yang mencolok berlari ke arahnya sambil menunjuk-nunjuk wajahnya.

"Dasar pelakor! Wanita tua tidak tahu diri!" teriak gadis itu dengan suara melengking yang menarik perhatian pejalan kaki.

Vivian tertegun. Lagi? "Apa?! Siapa kau?!"

"Rupanya kau yang menjadi kekasihnya Logan Enver-Valerio! Logan memutuskan aku demi wanita tua sepertimu?" Gadis itu tampak sangat marah, matanya berkaca-kaca namun penuh kebencian.

"Tua?" gumam Vivian, menyentuh pipinya sendiri. "Umur 27 tahun bukan tua untukku, kau anak kecil!"

Tapi melihat gadis di depannya ini—yang mungkin baru saja lulus SMA atau baru masuk kuliah—Vivian merasa dunianya benar-benar terbalik. Ini memalukan. Sangat memalukan. Drama macam apa yang sedang dimainkan takdir hari ini?

"Aku tidak mengenal siapa yang kau bicarakan," ucap Vivian, mencoba tetap tenang meski tangannya gemetar. "Siapa namanya tadi? Logam? Logam mulia?"

"Logan! Logan Enver-Valerio, dasar tua!" teriak gadis itu lagi. "Namaku Moana Aden, dan Logan adalah kekasihku sampai dia menunjukkan fotomu dan bilang dia jatuh cinta pada wanita yang lebih dewasa!"

Vivian memijat pangkal hidungnya. "Dengar, Moana. Los Angeles ini sangat luas. Ada ribuan wanita bernama Vivian atau siapapun itu. Aku tidak mengenalmu, apalagi pria bernama Logam itu. Kau pasti salah orang."

"Salah orang dari mana?!" Moana mengeluarkan ponselnya dan menyodorkan sebuah foto ke depan wajah Vivian.

Deg.

Itu memang foto dirinya. Foto yang diambil secara diam-diam saat dia sedang duduk di sebuah kafe minggu lalu, mengenakan kacamata hitam dan menyesap wine. Vivian ingat hari itu, tapi dia tidak ingat ada pria bernama Logan di sana.

"Ini fotomu, kan?! Jangan mengelak!"

Vivian menatap foto itu, lalu menatap Moana yang masih meledak-ledak. "Kekasihmu... Logan itu... berapa usianya?"

"Dua puluh tahun! Dan dia bilang kau jauh lebih menarik!"

Vivian hampir saja tertawa jika situasinya tidak semiris ini.

"Apa?! Dua puluh tahun? Apa kau gila? Aku tidak suka brondong! Aku baru saja dikhianati oleh pria matang yang ternyata punya istri, dan sekarang kau menuduhku berselingkuh dengan bocah berumur dua puluh tahun? Drama murahan apa ini!"

Vivian menyandarkan tubuhnya pada mobilnya yang rusak, menatap langit Los Angeles yang cerah namun terasa sangat kelabu baginya. Dalam satu jam, dia kehilangan kekasih, kehilangan martabat, mendapatkan predikat pelakor dua kali dari dua arah yang berbeda, dan sekarang mobilnya hancur.

"Dengar, bocah," ucap Vivian dengan suara rendah yang berbahaya. "Ambil Logan-mu, ambil Logam-mu, atau siapapun itu. Aku punya masalah yang jauh lebih besar daripada sekadar memperebutkan anak ingusan yang bahkan mungkin belum becus mencukur kumisnya sendiri."

Vivian masuk ke dalam mobilnya yang rusak, mengabaikan teriakan Moana yang masih memanggilnya "wanita tua". Saat dia menghidupkan mesin, dia bersumpah dalam hati: hari ini adalah titik terendah dalam hidupnya, dan dia akan memastikan siapapun yang terlibat dalam kekacauan ini—George, Logan, atau siapapun—akan merasakan bagaimana rasanya berurusan dengan seorang Vivian Wheeler yang sedang murka.

1
Ita Putri
kalo gk salah setting ceritanya di los angeles ya Thor
gimana bisa ada gunung Argopuro ya
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Keputusan Logan yg terbaik utk kluarga 👍👍👍
ren_iren
pokoknya dar der dorrr🤭😂
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Aduh, Daddy udh tau ini 🙈🙈🙈
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④: Hi hi 🤭🤭🤭
Amiiinnnnnnn 😇🤲🙏
Ade juga y, Sehat Slalu, GBU ❤️🤗😘
total 8 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Biar cinta segi4 mreka mnemukan jalan keluar terbaik wlau hrs mlewati neraka 🙈🙈🙈
Ros 🍂: ngakak ya tuhan 🤣🤣
total 5 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Dad, Mom, itu Kedua Putra Putri kalian udh mlakuan ksalahn & mnyebabkn Flo hancur 🤦🤦🤦
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④: Ok, Ade ❤️🤗😘
total 9 replies
Nasya Sifa Aura
sdh lu tebak apa elowen tau y klau itu bkn kk kandung ny
Ros 🍂: ayo main tebak-tebakan kak😭🤣🤣🙏
total 1 replies
Ros 🍂
Nah Benar.🥰🤣
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Tnyata oh tnyata, Elowen ...
Ros 🍂: Huhuhu terharu 🥹😭🤣
total 5 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Jd inget Kartun, Flo & Al sperti Tom & Jerry 🤦🤦🤦
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④: Bener, Ade 🤣🤣🤣
total 2 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Moveee, Felix, klo gk mau, cwe yg kau cintai direbut Ade mu 🤦🤦🤦
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Blummm... msh otw jd kekasih 🤣🤣🤣
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④: Hi hi 🤣🤣🤣
total 2 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Wkwkwkw siapa yg pernah ke neraka 🤭🤭🤭
ren_iren
nah loh bau bau huru hara akan terjadi.... 🤭
Ros 🍂: Wkwkw siapkan diri kak 🤣🙏🥰
total 1 replies
Dev..
Vivian keterlaluan banget, dia dominan di hubungkan pernikahan, padahal harusnya ada proses diskusi utk ambil keputusan..😌
Ros 🍂: Nah benar kak🥰
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Logan gk mau Putra ny mngalami hal yg sama sperti diri ny dulu 👍👍👍
Ros 🍂: Benar kak🥰
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Aduh, Logan, ini Putra mu, bikin 'mual' 🤣🤣🤣
Ros 🍂: besar dimulut kak😭🥰
total 3 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Auuu auuu suka hewan purba ternyata 🤭🤭🤭
Ros 🍂: cap Dino nggak tuh 🫶🤣
total 1 replies
Nasya Sifa Aura
thor aku blm, ngantuk msh di tggu up selanjut ny
Ros 🍂: kak🫶🥰
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Jd kacian liat nasib Flo 😔😔😔
Ros 🍂: huhu 🥹
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!