Menceritakan seorang wanita agen mata-mata bertransmigrasi ketubuh seorang Putri kerajaan dalam novel yang dia baca.
Semenjak kematiannya ditangan musuh, wanita itu masuk ketubuh barunya menjadi seorang putri yang tertindas. Setelah dirinya masuk ketubuh putri yang sering tertindas itu, dia berusaha merubah alur cerita dan mencegah satu kejadian dimana dia meninggal mengenaskan ditangan wanita licik.
Terus simak dan mampir jika kalian berminat membaca cerita ini, maaf kalau ada kalimat atau cerita yang sama karena ini murni ide dan khayalan saya sendiri.
Terimakasih banyak yang bersedia mampir dan singgah sebentar 🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu 0325, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 28.
Sementara didepan kamar Victoria, lebih dari tujuh prajurit yang bertugas menjaga kediaman istri pertama dan putrinya. Berkumpul dan berdiri berbaris kebelakang menghadap yang mulia kaisar.
Kaisar telah berdiri didepan para prajurit dengan tatapan serius menahan kekecewaan diwajahnya, akibat para prajurit yang telah lalai dalam menjalankan tugas mereka.
"Tugas kalian adalah untuk menjaga kediaman ini, bagaimana kalian begitu ceroboh sampai musuh datang menerobos dan nyaris menyakiti Victoria kalian semua tidak mengetahuinya."teriak Kaisar dengan lantang menatap semua prajurit penuh kekecewaan
Ketika mengetahui ucapan kaisar, semua prajurit sontak menjatuhkan dirinya dan berlutut dihadapan kaisar. Bahwa mereka semua selalu berpatroli tanpa henti dan tidak pernah lengah sama sekali.
"Mohon maafkan kami, yang mulia kaisar. Tetapi kami selalu berpatroli tanpa henti dan bergantian setiap saat."ucap ketua tim diantara tujuh prajurit dengan rendah menjelaskan bahwa mereka semua telah berpatroli setiap saat
Ketika kaisar mendengar penjelasan ketua tim diantara tujuh prajurit lain, kaisar memandangi mereka dengan ekspresi datar tetapi sedikit tenang terdiam mendengarkan.
Jika prajurit selalu berjaga setiap saat, bagaimana bisa ada orang masuk dan berniat ingin melukai putrinya. Mungkinkah apa yang dikatakan putranya adalah benar.
Saat kaisar terdiam sejenak dan sedang memikirkan siapa yang telah melukai Victoria. Adipati Daniel yang telah kembali menemui kaisar dengan hormat langsung menundukkan kepalanya dengan rendah memberi hormat.
"Hormat hamba yang mulai kaisar!."ucap Adipati Daniel memberi salam setelah pergi beberapa saat
"Apa kamu sudah menyelidiki apa yang kuminta?."toleh kaisar dengan tatapan dingin, melirik kearah Adipati Daniel menunggu hasil yang dirinya minta
Adipati Daniel sedikit mengangkat kepalanya kembali tegak meski sedikit tertunduk, lalu menyerahkan apa yang dia temukan saat melakukan penyelidikan sebelumnya.
"Izin berbicara yang mulia kaisar, saat melakukan penyelidikan hamba menemukan sebuah asesoris dibawah jendela kamar nona Victoria mungkin benda ini milik pelaku, dan menurut saksi mata ada salah satu prajurit melihat sekilas melihat bayangan hitam keluar dari kamar nona Victoria ditengah malam."jelas Adipati Daniel mengatakan penyelidikannya
Adipati Daniel lalu menyerahkan asesoris yang dia temukan kepada yang mulia kaisar. Kaisar langsung menerima benda itu, saat kaisar memandangi sebuah jepit rambut bermotif bunga camellia seketika mengingatkan kaisar siapa pemilik asesoris ini.
"Terimakasih, kamu telah melakukan tugasmu dengan baik!."ucap kaisar menolehkan wajahnya kearah Adipati Daniel berterimakasih
"Sama-sama yang mulia Kaisar, sudah menjadi tugas hamba!."jawab Adipati Daniel dengan kepala tertunduk hormat
Arah tatapan kaisar terus memperhatikan asesoris ditangannya, kemudian dengan dahi yang berkerut marah. Kaisar dengan raut wajah kesal langsung berjalan pergi dengan terburu-buru menuju ke pemilik asesoris ini.
Memandangi kepergian kaisar yang buru-buru, Adipati Daniel lantas turut pergi mengikuti kaisar. Dan sebelum pergi dia langsung meminta para prajurit kembali berjaga dan bubar.
Dengan kelegaan dihati mereka, para prajurit langsung patuh akan perintah mereka semua secara bersamaan menghela napas lega dan senang.
Karena mereka tidak jadi dihukum oleh kaisar atas keteledoran mereka, namun ini yang terakhir kali bagi mereka agar tidak ceroboh dalam menjalankan tugas.
Setelah berjalan beberapa saat, kaisar telah sampai disebuah kamar kemudian tanpa pikir terlalu panjang suara ketukan pintu terdengar ditelinga kepemilik kamar tersebut.
Ketika pintu kamar terbuka lebar, dan memperlihatkan seorang wanita dengan ekspresi lugu dan polos, sejenak terkejut melihat kedatangan ayahnya yang jarang datang kekamarnya.
"Ayah, ada apa ayah datang kemari!."ucap Bianca menatap wajah ayahnya sambil mempertanyakan kedatangannya
"Apa ayah boleh masuk kedalam sebentar!."ucap Kaisar dengan nada serius ekspresinya tenang namun sorot matanya dingin
Bola mata Bianca seketika bergerak cepat saat memandangi wajah ayahnya, tetapi demi bersikap lugu dan polos didepan ayahnya. Bianca menarik napasnya perlahan, lalu mempersilahkan ayahnya masuk kedalam kamarnya.
Saat Kaisar masuk kedalam kamar putrinya, kaisar sama sekali belum duduk sama sekali melainkan berdiri diruang tengah sambil memandangi wajah putrinya penuh kecurigaan dibenaknya.
"Apa ayah bisa bertanya sesuatu padamu?."tanya Kaisar memandangi wajah putrinya serius
Saat Bianca memandangi wajah ayahnya yang sedang dalam suasana hati yang tidak baik, diam-diam dirinya menahan kepanikan diwajahnya saat menatap wajah ayahnya yang begitu tajam.
"Memangnya apa yang ingin ayah tanyakan!."jawab Bianca berusaha tetap tenang meski debu detak jantungnya mulai berdetak kencang panik
Kenapa ekspresi wajah ayahnya begitu serius dan tajam, bahkan Bianca mulai merasakan firasat buruk akan terjadi padanya.
"Apakah ini milikmu?."tanya Kaisar mengangkat satu tangannya kedepan menunjukkan asesoris jepit rambut bermotif bunga camellia warna merah muda
Ketika arah pandangan Bianca tertunduk dan menatap apa yang ada ditangan ayahnya, Bianca sontak terkejut dalam ekspresi tenangnya. Darimana ayahnya bisa menemukan jepit rambutnya, dan bagaimana bisa berada ditangan ayahnya.
Akan tetapi dengan ekspresi tenang, Bianca menyembunyikan kepanikannya dan harus lebih berhati-hati dalam berucap.
"Jepit rambut ini bukan milikku, ayah. Aku sama sekali tidak memiliki jepit rambut seperti ini, lagipula aku lebih menyukai jepit rambut bermodel permata."jawab Bianca dengan berpura-pura tidak mengakui bahwa jepit rambut itu miliknya
Bianca dengan hati-hati berusaha terlihat seakan dirinya tidak memiliki jepit rambut itu, meski sebenarnya jepit rambut itu adalah miliknya pemberian dari ibunya saat ulangtahunnya saat itu.
Saat mendengar bahwa asesoris ini bukan milik putrinya, kaisar sejenak menarik tangannya kembali kebelakang. Kemudian dia menghela napasnya lega dan ternyata dia telah salah menduga putrinya sendiri yang melakukannya.
"Oh, bukan milikmu ya!."jawab Kaisar dengan nada rendah telah salah mengira karena seingatnya dirinya pernah melihat jepit rambut ini namun tidak terlalu ingat dimana
"Memangnya ada apa ayah menanyakan soal jepit rambut itu?."tanya Bianca menatap ayahnya dengan rasa ingin tahu
Tetapi melihat ekspresi wajah ayahnya, sejenak membuat Bianca menghela napas lega ternyata dia tidak salah dalam berucap. Mungkinkah ayah mencurigai sesuatu padanya, atau apakah ayahnya telah mengetahui apa yang terjadi pada Victoria kemarin malam.
"Jangan-jangan ayah yang menemukan jepit rambutku pada saat aku datang kekamar kak Victoria kemarin malam. Untung saja aku berbohong soal jepit rambut itu, kalau tidak pasti ayah sudah memarahiku."batin Bianca seketika menghela napas lega
"Sebenarnya kemarin malam ada seorang yang berniat ingin menyakiti kakakmu, tapi orang itu belum ditemukan. Jepit rambut ini adalah bukti dari pelaku yang ditemukan, karena itu ayah menanyakannya padamu."jelas Kaisar mengatakan maksutnya tadi
Mendengar ayahnya selesai bicara, Bianca mengangkat kedua tangannya didekat dada lalu dengan raut wajah sedih terpancar diwajahnya ketika ayahnya mencurigainya.
"Apakah ayah menuduhku melakukan perbuatan itu pada kak Victoria!."ujar Bianca terdengar sedih yang dibuat-buat seolah dia tidak tahu apa-apa mengenai kejadian yang menimpa kakaknya itu