NovelToon NovelToon
Susahnya Jadi Mantan Pacar

Susahnya Jadi Mantan Pacar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / CEO
Popularitas:18.9k
Nilai: 5
Nama Author: Muhammad Robby Ido Wardanny

Menceritakan tentang Novita gadis berumur 27 tahun yang bekerja di sebuah perusahaan besar PT Kencana samudra jaya. perusahaan yang sangat bagus untuk memperbaiki kehidupannya. Namun semuanya tidak berjalan sesuai keinginannya saat mantannya dulu muncul sebagai direktur di perusahaan. Andra yang dulu dia kenal sebagai Arya muncul kembali. Dia berusaha keras menghindar dari masa lalunya namun masa lalunya justru datang kepadanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Robby Ido Wardanny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Pak Danu menarik napas panjang sebelum melanjutkan ceritanya. Suasana ruangan terasa tenang. Dari jendela, cahaya siang masuk dengan lembut, menerangi meja tempat mereka duduk berhadapan. Bu Rika menatapnya dengan wajah serius, memperhatikan setiap kata yang keluar dari mulut pria paruh baya itu.

"Saya sudah mengenal keluarga Novita sejak lama, Bu Rika," kata Pak Danu perlahan. "Bahkan sebelum Novita lahir."

Bu Rika mengangguk kecil. "Sejak dulu sekali, Pak?"

"Iya," jawab Pak Danu. "Kakeknya Novita dulu hanya seorang sopir angkot. Penghasilannya pas‑pasan. Tapi beliau harus menghidupi empat orang anak. Hidup mereka benar‑benar sederhana. Kadang untuk makan saja harus dihitung betul."

Pak Danu berhenti sejenak, seolah melihat kembali masa lalu di benaknya.

"Ibu Novita adalah anak ketiga," lanjutnya. "Dia sebenarnya anak yang baik. Rajin membantu orang tuanya, tidak pernah macam‑macam. Tapi…"

Ia menunduk sesaat.

"Waktu dia masih SMA, terjadi hal yang sangat buruk. Dia hamil di luar nikah."

Bu Rika sedikit terkejut, tetapi ia tetap diam dan mendengarkan.

"Karena kejadian itu dia terpaksa putus sekolah," kata Pak Danu. "Kakek Novita sangat terpukul. Tapi yang lebih membuat beliau marah adalah laki‑laki yang menghamili anaknya tidak mau bertanggung jawab."

Pak Danu menghela napas panjang.

"Saya yang waktu itu tahu kejadian itu langsung mencari laki‑laki itu. Saya datangi dia, saya kejar, saya paksa dia untuk bertanggung jawab."

"Lalu bagaimana akhirnya, Pak?" tanya Bu Rika pelan.

"Akhirnya mereka menikah," jawab Pak Danu. "Tidak ada pesta besar, tidak ada apa‑apa. Yang penting anak itu lahir dengan status yang jelas. Dan beberapa bulan kemudian lahirlah Novita."

Ruangan kembali hening beberapa saat.

"Awalnya kehidupan mereka tidak terlalu buruk," lanjut Pak Danu. "Walaupun sederhana, mereka masih bisa hidup bersama. Tapi lama‑lama masalah mulai muncul."

Pak Danu menatap meja di depannya.

"Ibunya Novita sering pulang ke rumah orang tuanya sambil membawa Novita yang masih bayi. Hampir setiap minggu begitu. Kadang datang dengan mata sembab karena menangis."

"Ayahnya Novita?" tanya Bu Rika.

Pak Danu menggeleng pelan.

"Mereka sering bertengkar. Tapi waktu itu saya sudah menikah dengan tetangga mereka. Jadi saya tidak bisa terlalu ikut campur."

Ia tersenyum tipis.

"Padahal sebenarnya saya cukup dekat dengan keluarga itu. Saya dulu pernah dianggap seperti anak angkat oleh kakeknya Novita."

"Jadi melihat keadaan mereka membuat saya ikut sedih. Yang bisa saya lakukan hanya membantu sedikit‑sedikit. Kadang membantu kebutuhan rumah, kadang mengantar kakeknya ke dokter."

Pak Danu terdiam beberapa detik.

"Kakek Novita sangat terpukul dengan keadaan anaknya. Lama‑lama beliau sering sakit‑sakitan. Sampai akhirnya… beliau meninggal dunia."

Bu Rika menunduk pelan, ikut merasakan kesedihan yang diceritakan.

"Setelah itu keadaan semakin buruk," lanjut Pak Danu. "Orang tua Novita akhirnya bercerai."

Pak Danu menggeleng pelan.

"Ibunya depresi. Dia seperti kehilangan semangat hidup. Bahkan… dia tidak mau merawat Novita yang masih kecil."

"Tidak mau merawat?" tanya Bu Rika kaget.

"Iya," jawab Pak Danu lirih. "Kadang Novita dibiarkan begitu saja. Tidak jelas sudah makan atau belum. Tidak ada yang benar‑benar memperhatikannya."

"Neneknya yang melihat keadaan itu sangat sedih," lanjutnya. "Akhirnya saya mengusulkan sesuatu."

Bu Rika menatap Pak Danu penuh rasa ingin tahu.

"Saya bilang pada neneknya, 'Kalau ibu tidak keberatan, biarkan saya membantu merawat Novita. Setidaknya anak itu bisa hidup lebih layak.'"

"Neneknya langsung menangis waktu itu," kata Pak Danu. "Beliau bilang tidak tahu harus bagaimana lagi."

Pak Danu tersenyum kecil, seolah teringat sosok Novita kecil.

"Novita waktu kecil itu cantik sekali, Bu. Tapi juga sangat lugu."

"Mertua saya waktu itu punya toko sembako kecil yang juga menjual jajanan anak‑anak. Hampir setiap sore Novita sering berdiri di depan toko itu."

"Dia tidak masuk," lanjut Pak Danu. "Hanya berdiri saja sambil melihat jajanan yang tergantung di etalase."

"Saya yang melihatnya merasa kasihan."

Pak Danu menirukan percakapannya waktu itu.

"Novita," panggil saya.

Anak kecil itu menoleh pelan.

"Iya, Om?"

"Kamu mau jajan? Ambil saja."

Pak Danu tersenyum mengingat jawabannya.

"Tidak, Om," katanya pelan.

"Kenapa tidak?"

"Novita tidak punya uang."

"Sudah, tidak apa‑apa. Ambil saja."

"Tidak boleh," jawabnya. "Nanti Nenek sedih kalau Novita makan jajan tapi Nenek tidak bisa membelikan."

Bu Rika yang mendengar cerita itu menutup mulutnya perlahan, menahan haru.

"Saya sampai tidak tahu harus berkata apa waktu itu," lanjut Pak Danu. "Anak sekecil itu sudah berpikir sejauh itu."

Pak Danu tertawa kecil mengingat kejadian berikutnya.

"Besoknya Novita datang lagi ke toko."

"Dia berdiri di depan saya sambil membuka tangannya."

"Di telapak tangannya ada satu koin lima ratus rupiah."

Pak Danu menirukan suara kecil Novita.

"Om… Novita mau beli jajan."

"Saya tanya, 'Mau yang mana?'"

Novita menunjuk salah satu jajanan.

"Yang itu, Om."

"Saya akhirnya memberikan satu renteng jajanan penuh," kata Pak Danu sambil tersenyum. "Tapi saya hanya mengambil satu koin lima ratus dari tangannya."

"Sisanya saya bilang bonus."

"Dia tersenyum lebar waktu itu. Senyumnya benar‑benar polos."

Bu Rika mengusap sudut matanya yang mulai basah.

"Saya tidak menyangka masa kecil Novita seberat itu," katanya pelan.

Pak Danu hanya mengangguk.

"Makanya sampai sekarang saya tidak bisa benar‑benar menutup mata terhadapnya," ucap Pak Danu. "Bagi saya… Novita itu seperti anak sendiri."

Ruangan kembali hening beberapa saat.

Namun kali ini keheningan itu dipenuhi perasaan haru.

Di dalam hati, Bu Rika mulai memahami sesuatu. Cerita yang baru saja ia dengar membuatnya semakin yakin bahwa tuduhan yang pernah ia dengar tentang Novita terasa sangat tidak masuk akal.

Ia teringat ucapan Andra sebelumnya.

Tuduhan bahwa Novita hanya mendekati orang karena uang.

Bu Rika menghela napas pelan. Setelah mendengar semua cerita ini, ia justru merasa sebaliknya. Gadis yang sejak kecil tidak mau menerima jajan gratis karena takut membuat neneknya sedih, rasanya mustahil menjadi seperti yang dituduhkan.

Namun Bu Rika tidak mengatakan apa pun kepada Pak Danu.

Ia tahu betul bagaimana perasaan pria itu terhadap Novita.

Jika Pak Danu tahu ada orang yang menuduh Novita sebagai wanita murahan hanya karena bantuan uang yang pernah ia berikan, pria itu pasti akan marah besar.

Dan Bu Rika tidak ingin menambah masalah.

"Terima kasih sudah menceritakan semuanya, Pak," kata Bu Rika akhirnya dengan suara lembut.

Pak Danu tersenyum kecil.

"Tidak apa‑apa, Bu Rika. Saya hanya… kadang merasa senang kalau bisa menceritakan tentang anak itu."

Bu Rika melihat ekspresi itu.

Ekspresi seorang ayah yang bangga.

"Jam istirahat sepertinya sudah hampir selesai," kata Bu Rika sambil melirik jam di dinding.

"Oh iya," jawab Pak Danu. "Saya juga harus kembali bekerja."

Bu Rika berdiri dari kursinya.

"Saya pamit dulu, Pak."

"Silakan, Bu Rika."

Bu Rika berjalan keluar ruangan dengan pikiran yang masih dipenuhi cerita tentang Novita.

Sementara itu Pak Danu tetap duduk sebentar di kursinya, dengan senyum kecil di wajahnya.

Baginya, membicarakan Novita selalu menghadirkan perasaan hangat.

Seperti seorang ayah yang bangga melihat putrinya tumbuh menjadi gadis baik, meskipun harus melewati masa kecil yang begitu sulit.

1
gaby
Nyentuh apaan tuh Novita yg bukan kunci mobil?? Mungkin kunci utk mencegah populasi bumi musnah🤣🤣
Black Rascall: laki-laki adalah kunci👍👍👍
total 1 replies
Rahayu Tina
up mu ugal²an thorrr kasih⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️
Black Rascall: siap besok kalau veiw 15k update lagi 10
total 1 replies
Lempongsari Samsung
makasih crazy up nya..... ❤❤❤❤❤
Black Rascall: sama-sama
total 1 replies
Ais Islamiyah
waaa jangan² sengaja dikempesin Andra nih🤭🤭🤭
Black Rascall: tolong jangan curiga pak Heru beliau cuma satpam 🤫🤫🤫
total 1 replies
gaby
Puas bgt tiba2 dpt jackpot crazy up👍👍
Black Rascall: hanya ingin ngerayain pencapaian baru 👍👍👍
total 1 replies
gaby
Tumben thor upnya Gila2an. Biasanya sehari cm 1×, smangat thor👍👍👍💪
Black Rascall: soalnya dapat view banyak jadi pengen ngerayain aja dengan ngasih bonus ke para pembaca🤫🤫🤫
total 1 replies
gaby
Kasih upah atau bonus dong Pak Andra buat Yanti & Risa, biar smangat jd mak comblangnya🤣🤣
Black Rascall: nanti di belikan cilok
total 1 replies
Black Rascall
update tor nanti aku gift
Black Rascall
terlalu datar
Salfarina Hasimu
lanjut Thor,,,
Black Rascall: siap kak besok update kok nanti kalau udah 5000 view di kasih bonus 10 bab
total 1 replies
Sri Hafizah
lnjut
Black Rascall: tunggu besok kak
total 1 replies
Black Rascall
baik kak terimakasih dukungannya👍👍👍
Sri Hafizah
lanjut ka
Black Rascall: sudah saya siapkan bab terjadwal sampai 70 bab di tunggu ya kak
total 1 replies
viellia
duhhh,,,, 😭 bgt bacanya. ank sekecil itu udh bisa brfikir dan bicara sprti itu. 😭😭
Black Rascall: anak sekecil itu berkelahi dengan jajan 😭😭😭
total 1 replies
viellia
next yuuuk kaaak
Black Rascall: udah aku buatin update terjadwal sampai 48 bab jadi di tunggu ya kak tiap jam 9
total 1 replies
UniQue❤️
seneng aja bacanya, kosakatanya rapi, alur ceritanya menarik buat dibaca, dan selalu bikin penasaran lanjutan ceritanya
Black Rascall: kebetulan sekarang ada AI yang bisa bantu karena dulu harus ngerapiin sendiri sekarang tinggal tulis nanti di tata Ama AI
total 1 replies
gaby
Resign dong. Bukannya wkt itu Novita bikin beberapa surat lamaran. Masa iya satu pun ga ada yg manggil. Atau jgn2 othornya lupa sm jalan critanya. Gimana nasib surat lamaran itu smua
Black Rascall: mengingatkan saat itu belum ada 19 JT lapangan pekerjaan jadi susah nyari dan Novita bisa kerja berkat om Danu yang merekomendasikan Novita ke HRD jadi tunggu ya kak 19 JT lapangan pekerjaannya 🙏🙏🙏
total 1 replies
falea sezi
bos kurang ajar mundur aja resain
Black Rascall: tunggu 19 JT lapangan pekerjaan dulu kak baru resain
total 1 replies
falea sezi
moga bagus ampe ending
Black Rascall: gak yakin karena baru pertama kali nulis genre seperti ini jadi mohon maklum
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!