NovelToon NovelToon
THE CHEF STORY

THE CHEF STORY

Status: tamat
Genre:TimeTravel / Fantasi Wanita / Transmigrasi / Tamat
Popularitas:826.5k
Nilai: 5
Nama Author: Delia Ata

Bagaimana jika jiwa seorang Chef dari dunia moderen abad 25 yang cantik, kaya-raya, berstatus lajang, serta menguasai banyak tehnik beladiri, terbangun ditubuh seorang gadis diera dinasti kuno 3000 tahu lalu.

Liu Liyan, gadis cantik yang amat dimanja oleh ayah & kedua kakak lelakinya. Kadang suka berbuat sesuka hati, keras kepala & juga urakan.

Tapi setelah menikah, ia harus menjani hidup miskin bersama suaminya yang tampan tapi cacat.

Belum lagi ia harus dihadapkan dengan banyaknya konflik keluarga dari pihak suaminya.

Beruntung ibu mertua & adik ipar amat baik serta begitu menyayanginya, mendukung juga mempercayai.

Apakah ia bisa menggunakan keterampilannya didunia modern, untuk membantu keluarga suami juga keluarga kandungnya sendiri..?

Bagaimana lika-liku kehidupannya didunia yang serba kuno tanpa internet & listrik..?

Mari ikuti kisah Chef Claudia diera dinasti Song & menjadi Liu Liyan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak sampai 2 bulan

"Tabib Zhang, bagaimana keadaan suamiku..? kaki dan tangannya bisa sembuh kan..?"

Liu Liyan amat cemas, ia tak sabaran untuk mengetahui hasilnya. Padahal tabib Zhang belum juga selesai memeriksa.

Tabib Zhang pun terkekeh lucu.

"Untuk kaki hanya cidera, bagian pergelangan ini cuma bergeser tidak sampai patah. Aku akan melakukan pijat refleksi dan akupuntur, dalam waktu satu minggu suamimu sudah bisa berjalan lagi."

Sontak saja senyum bahagia terbit sempurna dari bibir Liu Liyan, Xiao Yun, Guo Xia, Xiao Yue dan Xiao Yan.

Pijat refleksi selama satu jam dilakukan tabib Zhang, lalu dilanjutkan dengan akupuntur yang memakan waktu enam puluh menit.

Xiao Yue datang membawa segelas susu kedelai jahe jujube dan donat.

Mata tabib Zhang berkedut, melihat warna-warni donat manis yang nampak amat lezat.

Makanan apa itu..?

Cantik dan sepertinya sayang jika dirusak.

Bibirnya melengkung tipis, kala mencium aroma manis susu kedelai yang masih mengepulkan asap tipis dipermukaan.

Guo Xia mempersilahkan lelaki berusia 67 tahun itu untuk mencicipi suguhan.

Setelah selesai menancapkan lima puluh jarum dikedua kaki Xiao Yun, tabib Zhang beristirahat sebentar.

Donat cokelat menjadi pilihannya, sebelum meneguk susu kedelai hangat.

"Apa ini..?" tanya tabib Zhang penasaran penuh minta.

Liu Liyan pun menjelaskan dengan gamblang, dua jenis suguhan yang tersaji bagi pria tua itu.

"Aku baru tahu kalau kedelai bisa dijadikan susu. Aku pikir cuma untuk tahu dan sup saja."

"Kedelai bisa diolah menjadi banyak makanan. Lain kali jika aku membuatnya, tabib Zhang orang pertama yang akan kami undang untuk mencicipi."

Janji Liu Liyan yang disambut tawa senang tabib Zhang.

Setelah beristirahat sebentar, proses pengobatan dilanjutkan.

Sekarang bagian tangan kanan Xiao Yun yang patah.

Ringisan langsung terdengar ketika tabib Zhang melepaskan kain penyangka yang menggantung dipundak Xiao Yun.

Perlahan tangan patah itu diluruskan, ruas tulang disatukan, yang semakin membuat erangan Xiao Yun terdengar nyaring.

"Ambil bungkusan yang berwarna merah dikotak obatku, larutkan dengan air panas."

"Baik...!"

Liu Liyan mematuhi titah tabib Zhang.

Larutan bubuk berwarna merah kehitaman beraroma herbal nan tajam serta kental pekat memenuhi mangkuk.

"Siapkan papan kayu dan tali. Tangan ini harus terus lurus agar proses regenerasi penyambungan tulang patahnya tidak terhambat."

Liu Liyan kembali bergerak, mencari papan kayu yang kokoh tapi ringan lalu mencucinya hingga bersih.

Sedangkan untuk tali, Guo Xia merobek salah satu bajunya menjadi beberapa bagian.

Dengan telaten, tabib Zhang mengurut ruas demi ruas otot dan jaringan tulang tangan Xiao Yun.

Satu jam berlalu, jarum akupuntur dikaki kini berpindah ketangan pria tampan itu.

Salep berwarna merah pekat, tabib Zhang oleskan kekaki kemudian dibalut perban yang sudah dibasahi dengan cairan alkohol herbal.

"Setiap malam ganti perbannya, oleskan salep dan juga herbal alkohol ini."

Liu Liyan menerima pemberian tabib tua itu.

Satu jam berlalu, jarum akupuntur ditarik lepas.

Bubuk ramuan yang tadi dilarutkan Liu Liyan, dioleskan secara menyeluruh ketangan Xiao Yun.

Tahap kedua pembalutan perban, kemudian diapit memakai papan lalu diikat, agar tangan itu tetap diposisi lurus.

"Tiga hari lagi aku akan berkunjung, tapi nanti kalau kau sudah bisa berjalan, kau yang harus datang sendiri keklinik untuk perawatan tanganmu."

Xiao Yun mengangguk "baik, terimakasih tabib Zhang..!"

Tabib Zhang mengambil kertas dan kuas, menulis beberapa nama tanaman lalu menyerahkannya pada Liu Liyan untuk ditebus.

"Ini resep yang harus dibeli, minum tiga kali sehari."

"Baik...!"

Tabib Zhang menghela nafas lega "tidak sampai dua bulan, tanganmu akan kembali normal dan kau bisa mengikuti ujian provinsi."

Liu Liyan dan Guo Xia memekik senang. Mereka saling merangkul dengan netra berembun haru.

Begitu pula Xiao Yue dan Xiao Yan.

Kalau Xiao Yun, pria tampan itu jauh lebih bahagia lagi. Impiannya untuk membahagiakan sang istri, ibu dan kedua adiknya dimasa depan bukan cuma angan belaka saja.

"Maaf tabib Zhang, berapa aku harus membayarmu..?"

Tabib Zhang tersenyum "cukup biaya obatnya saja, lima tahil perak."

Liu Liyan gegas mengambil guci uang yang ia taruh diatas meja.

"Terimakasih tabib Zhang, terimakasih banyak." ucap tulus Liu Liyan menyerahkan upah jasa tabib Zhang.

"Ini sudah menjadi tugasku, tidak perlu sekaku itu."

Sebagai cindera mata, Guo Xia memberikan enam botol guci susu kedelai semua varian rasa, sekotak donat dan satu guci gula putih.

Tak lagi sungkan dan malu, tabib Zhang dengan senang hati menerimanya.

Setelah tabib Zhang pergi, Liu Liyan langsung memeluk posesif sang suami. Dua garis airmata bahagia menghiasi pipinya.

"Bukannya aku akan sembuh, kenapa menangis...?" tanya Xiao Yun yang padahal ia tahu arti tangisan istrinya itu.

"Kau sudah tahu jawabannya kan..?"

Xiao Yun terkekeh, memeluk erat tubuh ramping sang istri menggunakan tangan kirinya.

"Terimakasih, aku sangat beruntung karena memilikimu. Istriku ini yang paling baik dan terbaik."

"Aku jauh lebih beruntung karena bisa bersamamu."

Keduanya saling menatap, dengan jarak wajah cuma satu jengkal saja.

Terlihat jelas dari mata mereka, bahwa cinta itu teramat sangat dalam. Bukan cuma obsesi tapi tulus dari dasar hati.

Tidak perlu diragukan, pesona Xiao Yun mampu menjerat jiwa Chef Claudia untuk menaruh hati dan cinta.

Rasa yang kini ada sungguh amat tulus tanpa batas, gabungan kasih dari raga asli Liu Liyan dan jiwa Chef Claudia.

Tidak heran, jika kini rasa Liu Liyan dua kali lipat lebih besar dari sebelumnya.

"Aku mau membantu ibu memasak dulu ya..?" izin Liu Liyan setelah pergulatan bibirnya bersama sang suami terlerai.

Xiao Yun mengangguk "jangan lama-lama, aku sudah lapar."

"Oke..!"

Liu Liyan menuju kedapur. Ternyata ibu dan Xiao Yue sudah selesai memasak.

Akhirnya ia cuma membuat susu kedelai gojiberry merah kayu manis saja.

Nampan besar berisi nasi, sup telur, tumisan kacang polong dan sosis serta daging panggang. Liu Liyan bawa kekamar untuk disantap bersama sang suami.

1
Randra Dewi
lah ky gitu dibandingkan anak pejabat manja g bs apa2, g mau kotor, mikirnya cm dikasih duit byk. hidup hedon ya bum8 sama langit lah
Atik Kiswati
mksh buat ceritnya thor.....🙏
Datu Zahra
seneng kalo cerita soal kekaisaran kuno tapi keluarganya harmonis, rnggaka da selir²n
Datu Zahra
aku rontok rambut malah karena kurang uang 🤣
Datu Zahra
sampai disini ceritanya tetap seru, enggak datar ngebosenin, keren 😍
Datu Zahra
kak autor, kau ini chef ya..? kek'y tahu banget makanan 😍
Datu Zahra
sejahat²y mereka, untungnya saling menyayangi. Xiao Muli berbakti sama ibunya, bibi Mei juga melindungi putrinya.
Datu Zahra
candu banget, udah baca ulang masih tetap enggak ngerasa bosen 👍
Rumi Yati
Terima kasih thor,
Datu Zahra
🤣🤣🤣🤣
Datu Zahra
mewek aku, Liyan terbaik 😍
Datu Zahra
mantap Yun 😍
Datu Zahra
nongol juga itu parasit 😡
Datu Zahra
kayanya perlu dicoba ini bikin saus kaviar
Datu Zahra
selamat empat sekawan, kalian keren 😍
Datu Zahra
mantap Liyan 🥳🥳🥳
Datu Zahra
Liyan, kalau pusing ngehabisin duitnya, bagi aja ke aku ya 🤑
Datu Zahra
mampus 🤣🤣🤣🤣🤣
Datu Zahra
dapet juga warisan penindasan 🤣🤣🤣
Datu Zahra
gas poll, semangat 🥳🥳🥳
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!