NovelToon NovelToon
Dua Wajah Cinta

Dua Wajah Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Poligami / Pelakor
Popularitas:15.7k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Lima tahun menikah, Stella merasa hidupnya sempurna bersama Abbas, suami yang penyayang. Kehadiran Annisa—yang diperkenalkan Abbas sebagai adik sepupu yatim piatu—bahkan disambut Stella dengan tangan terbuka layaknya adik kandung sendiri.
​Namun, fatamorgana itu hancur saat Stella menemukan slip reservasi hotel di saku jas Abbas. Bukan sekadar perjalanan bisnis, slip itu mencantumkan paket Honeymoon Suite untuk Mr. Abbas & Mrs. Annisa.
​Kebenaran pahit terungkap: adik sepupu yang datang ternyata adalah istri siri suaminya selama setahun terakhir. Terjebak dalam pengkhianatan di bawah atap yang sama, Stella harus memilih: bertahan demi janji suci yang telah ternoda, atau pergi demi harga diri saat Annisa mulai menuntut pengakuan sah sebagai istri kedua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

...Beberapa hari berlalu, dan suasana rumah keluarga Permana kini jauh lebih ceria. ...

...Trauma malam mencekam itu perlahan terkikis oleh kehadiran Khan yang hampir setiap saat memastikan kondisi kesehatan dan mental Stella. ...

...Kekuatan fisik Stella telah pulih sepenuhnya, begitu pula dengan semangat profesionalnya yang kembali membara....

...Stella sudah kembali bekerja di perusahaannya. Mengenakan setelan kantor yang elegan, ia melangkah masuk ke lobi kantor dengan kepercayaan diri yang baru. ...

...Ia ingin membuktikan bahwa kejadian kemarin tidak akan bisa mematahkan sayapnya sebagai seorang pengusaha....

...Siang ini, ia akan bertemu dengan kliennya di sebuah hotel berbintang di pusat kota untuk membahas kontrak kerja sama baru. ...

...Meskipun jadwalnya padat, ada satu hal yang kini menjadi kebiasaan barunya: tidak ingin membuat orang-orang yang mencintainya merasa khawatir....

...Sebelum turun dari mobilnya, Stella mengambil ponselnya. ...

...Ia menghubungi Khan untuk meminta izin, atau lebih tepatnya, memberi kabar agar calon suaminya itu tahu keberadaannya....

..."Halo, Khan?" sapa Stella begitu sambungan telepon diangkat....

..."Iya, sayang? Ada apa? Kamu merasa pusing lagi?" suara Khan terdengar sedikit cemas dari seberang sana, ciri khas seorang dokter sekaligus calon suami yang sangat protektif....

...Stella terkekeh pelan mendengar nada khawatir itu. ...

..."Tidak, aku sehat sekali. Aku hanya ingin memberi kabar kalau siang ini aku ada pertemuan dengan klien penting di Hotel Grand Astoria. Aku mungkin akan sibuk sampai sore."...

...Terdengar helaan napas lega dari Khan. "Baiklah, tapi janji jangan terlalu lelah, ya? Jangan lupa makan siang. Perlu aku jemput nanti sore setelah praktikku selesai?"...

..."Tidak perlu, Pak Dokter. Aku bawa sopir kok hari ini," jawab Stella dengan nada menggoda. ...

..."Aku cuma ingin kamu tidak mencariku kalau aku sulit dihubungi saat rapat nanti."...

..."Terima kasih sudah memberi tahu, Stella. Itu sangat berarti buatku. Work hard, but stay safe, ya. Aku mencintaimu."...

...Stella menutup telepon dengan senyum yang merekah di bibirnya. ...

...Merasa memiliki seseorang yang sangat peduli padanya membuat langkah Stella menuju lobi hotel terasa jauh lebih ringan. ...

...Ia tidak lagi merasa sendirian menghadapi dunia....

...Mobil sedan hitam itu berhenti tepat di depan lobi mewah yang megah. ...

...Dengan langkah anggun, Stella menuju ke Hotel Grand Astoria, tempat pertemuan pentingnya hari ini. ...

...Aroma parfum mahal dan denting piano di lobi menyambut kehadirannya, memberikan kesan profesional yang kental....

...Sesampainya di sana, ia disambut oleh asisten Tuan Rangga, seorang pria muda bersetelan rapi yang langsung mengantarnya menuju area private lounge. ...

...Di sudut ruangan yang eksklusif, tampak seorang pria sedang memperhatikan beberapa berkas....

...Begitu menyadari kehadiran Stella, pria itu berdiri. Rangga yang sangat tampan dan berwibawa berdiri menyambut kedatangan Stella. ...

...Ia mengenakan setelan jas custom-made yang pas di tubuhnya, dengan sorot mata tajam namun memikat....

..."Maaf, sepertinya saya sedikit terlambat," ucap Stella sambil tersenyum tipis, merasa sedikit tidak enak karena harus terjebak macet di persimpangan jalan tadi....

...Rangga tidak langsung menjawab dengan kata-kata. ...

...Alih-alih hanya bersalaman secara formal, Rangga mencium tangan Stella dengan gerakan yang sangat sopan namun penuh percaya diri....

..."Untuk wanita sepertimu, menunggu beberapa menit bukanlah sebuah masalah bagi saya, Stella," jawab Rangga dengan suara bariton yang lembut namun berwibawa....

...Stella sedikit terkejut dengan sambutan yang begitu hangat dan berani itu. ...

...Ia segera menarik tangannya perlahan, berusaha tetap menjaga batasan profesional di antara mereka. ...

...Di balik keramahan Rangga, Stella bisa merasakan aura pria itu yang sangat dominan, mengingatkannya bahwa pertemuan bisnis kali ini mungkin akan jauh lebih menarik—atau mungkin lebih rumit—dari yang ia bayangkan sebelumnya....

...Rangga memberikan isyarat kepada pelayan untuk segera menghidangkan menu spesial yang telah ia pesan sebelumnya. ...

...Suasana di private lounge itu terasa begitu eksklusif, jauh dari kebisingan kota yang baru saja Stella lalui....

..."Sebelum membahas kerja sama kita, lebih baik kita makan siang dulu," ujar Rangga dengan nada yang sangat ramah namun tidak menerima penolakan. ...

..."Saya percaya bahwa keputusan besar paling baik diambil saat perut dalam keadaan nyaman, bukan begitu?"...

...Stella menganggukkan kepalanya setuju. Ia merasa tawaran itu cukup wajar untuk sebuah pertemuan bisnis tingkat tinggi. ...

..."Anda benar, Tuan Rangga. Lagi pula, aroma hidangan di sini sepertinya sangat menggoda selera."...

...Sambil menunggu makanan disajikan, Rangga sesekali melemparkan pertanyaan ringan tentang perkembangan perusahaan Stella, namun matanya tetap menatap Stella dengan intensitas yang sulit dibaca. ...

...Stella berusaha tetap tenang dan profesional, meski dalam hati ia terus teringat pesan Khan untuk tidak terlalu lelah....

..."Silakan dinikmati, Stella," ucap Rangga saat sepiring hidangan gourmet diletakkan di depan mereka. ...

..."Saya harap selera saya tidak mengecewakanmu hari ini."...

...Stella tersenyum sopan dan mulai menyantap hidangannya. ...

...Di tengah obrolan santai itu, ia tidak menyadari bahwa Rangga terus memperhatikan setiap gerak-geriknya dengan minat yang lebih dari sekadar rekan bisnis. ...

...Pertemuan ini baru saja dimulai, namun Stella bisa merasakan bahwa Rangga adalah tipe pria yang sangat detail dan tahu persis apa yang dia inginkan....

...Makan siang itu berlangsung dengan suasana yang jauh lebih cair dari yang Stella duga. ...

...Rangga ternyata bukan hanya seorang pebisnis yang kaku; ia memiliki selera humor yang cerdas dan mampu membawa suasana menjadi sangat nyaman....

...Mereka terlibat dalam obrolan santai saat makan siang, mulai dari membahas tren industri kreatif hingga pengalaman unik Rangga saat melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri. ...

...Rangga menceritakan sebuah kejadian lucu tentang salah paham bahasa yang pernah ia alami di sebuah desa kecil di Italia....

...Stella tertawa kecil saat mendengar lelucon Rangga. Suaranya yang renyah memenuhi sudut ruangan, membuat Rangga sejenak terdiam hanya untuk menikmati senyum di wajah wanita di hadapannya itu....

..."Saya tidak menyangka Anda memiliki sisi humoris seperti ini, Tuan Rangga," ucap Stella setelah tanyanya mereda, sambil menyeka sudut matanya dengan tisu....

..."Panggil Rangga saja, Stella. Di luar jam rapat, saya lebih suka dianggap sebagai teman," jawab Rangga dengan tatapan yang semakin hangat. ...

..."Dan melihat Anda tertawa seperti itu, sepertinya misi saya untuk membuat makan siang ini berkesan sudah berhasil."...

...Stella hanya tersenyum tipis, mencoba menyembunyikan rasa kikuknya. ...

...Meski suasana terasa sangat menyenangkan, di benaknya masih terbayang wajah Khan yang selalu menunggunya dengan kabar sabar di rumah. ...

...Baginya, keramahan Rangga adalah bonus dalam profesionalisme, namun hatinya tetap tertambat pada pria yang kini sedang sibuk di rumah sakit....

...Setelah piring-piring kosong disisihkan oleh pelayan, suasana santai di meja makan itu perlahan kembali berubah menjadi lebih serius dan profesional. ...

...Asisten Rangga segera meletakkan sebuah map kulit berkualitas tinggi di hadapan mereka, berisi dokumen-dokumen yang telah mereka diskusikan poin-poin utamanya selama beberapa minggu terakhir....

...Setelah makan siang, mereka tanda tangan kontrak kerja. ...

...Stella meneliti setiap klausul dengan saksama, memastikan semua kesepakatan mengenai proyek besar tersebut sudah sesuai dengan visi perusahaannya. ...

...Rangga memperhatikannya dengan sorot mata yang penuh penghargaan atas ketelitian wanita itu....

..."Ini adalah awal dari kolaborasi yang luar biasa, Stella," ucap Rangga setelah ia membubuhkan tanda tangannya di atas materai, disusul oleh tanda tangan Stella yang tegas....

...Mereka kemudian berdiri dan bersalaman secara formal. Genggaman tangan Rangga terasa mantap, menandakan dimulainya kemitraan strategis yang sangat menguntungkan bagi kedua belah pihak....

..."Terima kasih atas kepercayaannya, Rangga. Saya yakin tim saya akan memberikan hasil terbaik untuk proyek ini," ujar Stella dengan senyum profesionalnya yang paling menawan....

...Rangga tidak segera melepaskan jabatan tangan ...

...itu. ...

..."Saya tidak meragukannya sedikit pun. Sekarang, karena urusan bisnis sudah selesai, bagaimana kalau saya antar kamu ke lobi?"...

...Stella mengangguk sopan, merasa lega karena tugas penting hari ini telah selesai dengan sukses. Sambil berjalan keluar dari lounge, ia diam-diam merogoh tasnya untuk mengecek ponsel, tak sabar ingin memberikan kabar gembira ini kepada Khan....

1
Uthie
sebelumnya ada kata Stella mengikat janji di altar atas ucapan salah satu adiknya di Bab sebelum-sebelumnya....
tapi ada nunggu masa iddah juga di sini 🤭🙏
Uthie
bagussss 😏😏
Uthie
Bagus dehhh.. sat-set tikus di rapikan 👍😏
Uthie
Saya baru ngeh niii.... Stella menikah di Altar dengan suaminya..
dan suaminya menikah siri dengan Annisa ?!?? Hmmm..... 🤔🤔🤔
Uthie
semoga semua nya di penjara itu 😡
Uthie
tunggu kehancuran kalian berdua 😡
Uthie
Wahhh... Bibi ikutan jahatin Stella 😡
Uthie
dasar laki gak tau diri 😡
Uthie
dasar Pelakor biasanya emang gak tau diri 😡😡😡
Uthie
tempat kotor emang pantas buat Pelakor yg mainnya juga kan kotor 😝
Uthie
baru mampir 👍
falea sezi
pergi aja Khan batalin. pertunangan Stella ini ttp. bodoh
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
Halo aku mampir kak👋
my name is pho: terima kasih kak
total 1 replies
cinta semu
beruntung Stella punya teman yg cerdas ...😎
cinta semu
smg aja Stella instingnya tajam ...
tiara
wah wah ternyata sudah setahun toh mereka menikah siri,tunggu saja kalau stella tau rasain kalian
tiara
wah ga beres Si Abbas nih, sepertinya, ga tau diri tuh orang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!