Mahasiswa magang dari universitas A, dan mereka semua kembar berjumlah 6 orang. Tentunya hal itu sering membuat siswa dan guru salah mengenali mereka. saksikan kisah mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadiya Nafras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Metopel
" Bukan aku saja yang anak fakultas bahasa dan sastra, tapi ada si Gina kemudian intan dan juga ira." jelas Grace
" Jadi menghadapi metopel setiap hari Kamis itu siapa?" tanya Jenny
" Aku dan juga Intan itu setiap hari Kamis." ucap Grace
" Aku dan juga Ira setiap hari Selasa." ucap Gina
" Aku dan juga Irma itu setiap hari Jumat." ucap indah
" Pantas aja kalian sudah seperti orang pusing, belum sampai membahas mengenai skripsi saja kepala kalian sudah pusing. Sungguh universitas kalian ini cukup aneh karena di semester 4 kan sudah belajar metopel." ucap Jessica
" Bukan universitas kami yang salah Jessica, tapi itu adalah peraturan kampus dan hal ini bisa terjadi karena kedua kampus kita berbeda kurikulum." jelas Intan.
" Iya lagi kedua universitas kita beda kurikulum, dan aku juga tidak tahu mana kurikulum yang lebih baik." ucap Jovita
" Sudahlah kita tidak usah membandingkan kurikulum mana yang lebih baik, setiap kampus pasti memiliki kurikulum dengan pertimbangan yang lebih baik. Jadi kita tidak perlu meragukan kurikulum mana yang lebih baik, kita ikuti saja peraturan yang ada di kampus kita masing-masing." ucap Khalid
" Nah itu sangat benar sekali, jadi kita tidak perlu berdebat mengenai kurikulum mana yang lebih baik. Kita serahkan saja kepada pihak kampus dan juga menteri pendidikan." ucap Irma
" Itu adalah keputusan yang sangat baik, lagian nggak ada gunanya berdebat. Sekarang yang ingin kita bahas adalah mengenai tempat sekolah kita magang, dan kami berharap kejadian yang menimpa kami tidak akan pernah terjadi kepada kalian semua." ucap Kenan
" Ya sudah kalau begitu kan ceritakan saja semua pengalaman kalian selama magang di sana, dan hal itu bisa menjadi sebuah pelajaran untuk kami semua. Semoga saja kesalahan yang telah kalian lakukan tidak akan kami ulangi, Jadi kami tidak akan merasakan apa yang kalian rasakan yang sangat menyakitkan itu." ucap Grace
Mereka pun berdiskusi mengenai apa saja yang mereka alami, tadi sebelumnya mereka menceritakan secara singkat. Dan saat ini mereka bercerita satu demi satu, tentunya mereka semua sangat terkejut. Ternyata mereka berenam memiliki kisah yang saling berbeda, dan tentunya urusan mereka tidak bersama dengan guru yang sama.
Kisah-kisah itu membuat mereka berenam sangat terkejut dan takut akan mengalami hal yang sama, Mereka takut kejadian itu akan terulang kepada mereka. Apalagi mereka akan berada di sekolah itu masih 3 bulan lagi, dan mereka sangat takut jika akan melakukan kesalahan itu. Mereka harus belajar dari pengalaman yang telah diceritakan oleh Jenny dan juga teman-temannya, karena kisah itu pasti akan terulang dan mereka tidak boleh sampai melakukan hal yang fatal.
Mereka semua terus berbincang hingga tanpa sadar waktu sudah menunjukkan sore hari, Mereka pun akhirnya memutuskan untuk kembali ke kosannya masing-masing. Dan mereka akan melanjutkan percakapan mereka esok hari, di mana pastinya akan banyak rintangan yang akan mereka lalui besok hari.
...🌳🌳🌳...
Sang surya telah menyapa, udah ketemuan sudah berkumpul di lingkungan per sekolahan. Tentunya saat ini mereka sedang melakukan rutinitas pagi seperti biasanya, ada beberapa dari mereka yang berjaga di pintu gerbang. Dan juga ada beberapa dari mereka yang mengecek kelas para siswa, dan memastikan siswa-siswa yang belum tiket juga.
Tentunya Apa yang dilakukan mereka semua meringankan tugas-tugas para guru, dan guru-guru itu sangat senang dengan keberadaan para mahasiswa magang itu. Dengan keberadaannya tugas menjadi ringan, mungkin tidak jarang dari mereka juga datang sering terlambat. Tentunya tidak ada yang marah dengan kedatangan mereka yang terlambat, karena semua tugas-tugas kalau dijalankan oleh para mahasiswa magang itu.
Tidak lama setelah itu baru masuk pun berbunyi, Mereka pun melakukan rutinitas seperti biasanya yaitu apel pagi dan juga menjaga siswa yang datang terlambat. Seperti biasa setiap paginya ada siswa yang akan melaksanakan apel pagi di depan, bentuk kali ini siswa menampilkan pantun dan juga puisi. Tentunya semuanya bertepuk tangan dengan sangat meriah, dan bagi mereka itu adalah penampilan yang bagus.
Setelah semuanya selesai Mereka pun kembali ke ruangan kelasnya masing-masing, mereka saat ini sudah masuk sesuai dengan jadwal yang telah dituliskan sebelumnya. Tentunya tetap ada dari mereka yang kedapatan jam kosong dan berada di meja piket, Mereka pun menjaga meja piket dan siapa yang sakit atau ada orang tua yang datang. Tentunya mereka akan melapor kepada guru piket sesungguhnya jika ada tragedi seperti itu, karena walau bagaimanapun mereka tidak memiliki tanggung jawab atas hal tersebut.
Tampak seluruh siswa sangat antusias dengan pembelajaran, dan guru-guru itu pun merasa senang karena para siswa tampak aktif. Tapi tentunya ada beberapa kelas yang justru membuat guru pusing, karena kelas itu sangat ribut dan tidak bisa diatur. Jangankan mahasiswa magang, guru asli di sekolah situ saja ada juga yang kewalahan dengan siswanya.
Jenny pada saat ini sedang berada di meja pijat, tentunya karena Ia memang tidak ada jadwal masuk ke kelas. Dia pun melaksanakan piket seperti biasanya, dan tiba-tiba saja ada orang tua siswa yang datang. Iya pun langsung memberitahukan hal tersebut kepada guru piket yang sesungguhnya, dan kemudian siswa pun segera dipanggilkan untuk menemui orang tuanya itu.
Setelah itu guru piket yang sesungguhnya aku membuatkan surat izin untuk siswa tersebut, kemudian siswa itu bersama orang tuanya pun segera pulang ke rumahnya. Karena memang orang tua siswa itu memberikan alasan yang cukup logis, yaitu ada kabar duka di rumah siswa tersebut. Tentunya guru piket memberi izin karena itu memang adalah kabar duka, dan mereka juga tidak bisa melarang siswa tersebut untuk pulang.
Kegiatan taruh saja berjalan, hingga akhirnya jam istirahat telah tiba. Mereka semua saat ini berkumpul di meja piket, dan Jenny pun menjelaskan kejadian yang terjadi sebelumnya. Mereka semua pun terkejut ketika mengetahui hal tersebut, mereka sangat mengenal baik siswa yang pulang tadi. Dan oleh karena itu mereka sangat terkejut ketika mengetahui kalau ia harus pulang karena ada berita duka, dan mereka meyakini kalau siswa tersebut saat ini pasti sedang bersedih.
Tentunya siswa itu menjadi topik pembicaraan mereka, karena mereka semua memang mengenal baik bagaimana karakter siswa tersebut. Grace yang memang belum lama berada di sekolah itu juga sudah mengenalnya, mereka juga mengetahui bagaimana karakter dari siswa tersebut. Dan kini yang mereka semua khawatir akan berdampak pada pembelajaran siswa itu, mereka tahu kalau siswa itu sangat pintar tetapi mereka tidak bisa ikut campur kalau berhubungan dengan keluarga dan juga dana.
" Kita doakan saja supaya hal ini tidak akan berdampak pada pembelajarannya, sangat disayangkan jika ia harus menyerah pada pendidikannya."
etto... sampulnya kurang menarik perhatian (sorry kalau menyinggung☹️)