Aluna Wistania gadis yang berumur 16 tahun jatuh dari atap gedung sekolah akibat temanmya Tasya Putri. Aluna tidak mati melainkan jiwa Aluna pindah kedalam tubuh seorang wanita yang bernama Xing Xing Calistia Hutomo.
Jiwa gadis 16 tahun pindah kedalam tubuh wanita cantik yang berusia 25 tahun dan putri bungsu dari keluarga Hutomo. Aluna tidak tau kalau tubuh yang ditempatinya itu memiliki tunangan.
__
"Xing Xing aku mohon bicaralah, katakan sesuatu. Kamu boleh memukulku, Aku tidak mau kamu seperti ini. Aku mohon jangan diamkan aku seperti ini." Dylen mencengkram bahu Xing Xing, bingung dengan gadis didepannya itu.
"Biarkan aku pergi dari tempat terkutuk ini. Kita hanya partiner, jadi biarkan aku pergi." Lirih Xing Xing, tatapan matanya kosong.
"Aku akan melakukan apapun kecuali hal itu. Xing Xing apa kamu tidak lelah terus mendiamkan aku terus seperti ini." Kata Dylen lembut, menatap maniak mata hazel Xing Xing.
..
___
Bagaimana Xing Xing akan menghadapi masalah besar yang akan menimpanya..
ikuti terus..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Acin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 28
Dreett
Dering ponsel Xing Xing, membuat pemiliknya mengalihkan pandangannya kearah suara itu. Xing Xing meraih ponselnya disana terterah nama manusia lalat.
"Hallo. Ada apa?" Tanya Xing Xing cuek
Tidak ada suara, Xing Xing menjauhkan ponselnya melihat apa ada yang salah, lalu menempelkannya lagi ditelingannya. Merasa tidak mendapat jawaban Xing Xing mematikan ponselnya memulai pekerjaannya yang tertunda.
Di perusahaan Dylen
Dylen memegang dadanya, jantungnya berdetak sangat kencang. Dylen melirik Kelvin meminta penjelasan, Kelvin hanya mengangukkan kepalanya paham.
"Itu artinya kamu suka sama gadis itu walaupun hanya dengar suaranya." Jelas Kelvin, Dylen hanya mengangukkan kepalanya paham.
...****************...
"Xing Xing apa pekerjaanmu sudah selesai?" Tanya Cris yang menghampiri Xing Xing.
Xing Xing menatap Cris aneh, masih ada banyak tumpukkan kertas yang harus diselesaikannya sekarang juga.
"Belum." Jawab Xing Xing cuek, matanya fokus ke kertas.
Cris duduk disamping kursi kosong menatap Xing Xing dengan tatapan yang aneh,dan Xing Xing hanya bisa pura-pura tidak tau.
"Apa mau Kakak?" Tanya Xing Xing sudah tidak tahan lagi dengan tataoan Cris.
"Tidak ada." Jawab Cris tersenyum tampan.
"Kalau gak ada kenapa liat aku kayak gitu?" Tanya Xing Xing menatap Cris.
Cris tidak menjawab, dirinya hanya mengelengkan kepalanya dengan cepat. Xing Xing menghela napas dengan kasar, dirinya tidak suka dengan tatapan Cris padanya.
"Xing Xing apa... Ee.. engak jadi deh." Kata Cris meninggalkan Xing Ximg yang menatap Cris Aneh.
...****************...
"Momy..." Panggil Xing Xing berlari kecil langsung memeluk Calistia.
Calistia tersenyum lepas, sikap putrinya jadi kanak-kanakan dan kadang sangat dewasa. Calistia melepaskan pelukannya, menatap tajam putrinya Xing Xing mengalihkan tatapannya kearah lain.
"Jangan bilang kamu membujukku dengan pelukkan?" Kata Calistia menyipitkan matanya.
"Engak tuh Momy. Aku hanya sangat rindu Momy." Kata Xing Xing, membujuk Momynya.
"Hem..." Dehem Dylen, membuat Xing Xing melepaskan pelukannya melihat siapa yang datang.
Calistia menatap tajam Dylen, dirinya tidak terlalu suka dengan Dylen. Karena menurut Calistia Dylen merebut putrinya dari sisinya.
"Momy." Panggil Xing Xing menyadarkan lamunan Calistia, Calistia menatap Putrinya.
"Aa... Silahkan duduk dulu." Kata Calistia mempersilahkan lalu meninggalkan Xing Xing dan Dylen diruang tamu.
Dylen mendadak jadi canggung dengan Xing Xing, apalagi saat ini jantungnya berdetak sangat cepat. Xing Xing melirik Dylen lalu menatap kearah dapur melihat Momy.
"Aku tau aku sangat tampan." Kata Dylen, menaikan kedua alisnya.
"Sangat narsis." Keluh Xing Xing, ini pertama kalinya ada laki-laki yang dengan sendirinya mengakui dirinya tampan.
Suasana disana mendadak sangat canggung, Xing Xing bangkit dari duduknya mebuat Dylen terkejut lalu meraih tangan Xing Xing. Xing Xing menatap Dylen heran.
"Kamu mau kemana?" Tanya Dylen tidak berani menatap mata Xing Xing.
"Yah mau kekamarlah. Emang mau kemana lagi?" Tanya Xing Xing balik, Dylen segera melepaskan tangannya dirinya sangat malu saat ini.
"Aneh.." Gumam Xing Xing, menaiki anak tangga, melirik Dylen bentar. Xing Xing melihat Dylen sedang melihat tangannya yang baru saja memegang tangan Xing Xing.
Xing Xing yang melihat itu mukanya mendadak memerah, seketika berlari masuk kedalam kamarnya. Xing Xing yang bersandar dipintu memegang mukanya.
"Kenapa mendadak jadi panas begini?" Kata Xing Xing mengibaskan tangannya di sekitar wajahnya.
Calistia menyajikan teh untuk Dylen, menatap Dylen penuh selidik, "Kenapa Mafia ini bisa tertarik pada putriku." Teriak Calistia dalam hatinya.
Dylen meminum tehnya, tatapan matanya tidak pernah lepas dari pintu yang tadi dimasuki Xing Xing. Calistia yang melihat Dylen mencoba mengikuti tatapan Dylen. Calistia melihat Dylen menatap kamar Cris yang ada disamping kamar Xing Xing.
"Jangan bilang kalau dia tertarik pada Cris jadi melalui Xing Xing." Pikir Calistia, menatap Dylen misterius.
Dylen yang dari tadi mendapat tatapan aneh, melirik Calistia, muka Dylen mendadak datar lalu aura dingin mulai menyelimuti ruangan itu.
"Sayang kenapa kamu bawa koper?" Tanya Calistia kaget melihat koper besar yang dibawa Xing Xing. Calistia menghampiri Xing Xing.
"Aku mau pindah kerumah Dylen Mom." Kata Xing Xing
Coba baca novelku, judulnya 'Secret Marriage'. Tentang pernikahan yang penuh dengan RAHASIA. baca sinopsisnya dulu, siapa tahu suka. klik profilku buat baca...