NovelToon NovelToon
The Ghost Detective: Sam’S Last Gift

The Ghost Detective: Sam’S Last Gift

Status: tamat
Genre:Misteri / Identitas Tersembunyi / Slice of Life / Tamat
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: Phida Lee

Seorang arwah anak yang terlupakan sejak 1987. Seorang detektif perempuan yang bisa melihatnya di tahun 2020. Bersama, mereka memecahkan kasus-kasus mustahil.

Tetapi setiap kebenaran yang mereka ungkap membawa Lisa dan Rhino semakin dekat pada misteri terbesar, identitas Rhino yang sebenarnya. Sebuah rahasia kelam yang, jika terungkap, bisa membebaskannya atau justru memisahkan mereka untuk selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phida Lee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Pelabuhan feri Johor Bahru meriah dengan deru mesin kapal yang bergema di atas permukaan air, diselingi suara klakson yang bersahutan seperti nyanyian yang tidak teratur dari dunia kelautan. Udara pesisir yang asin dan lembap menyengat kulit setiap kali menghantam wajah, menciptakan suasana gerah yang menyesakkan dan membuat setiap napas terasa berat. Truk kontainer berukuran raksasa bergerak dengan laju lambat di jalur khusus mereka, sementara kerumunan calon penumpang berdesak-desakan di depan gerbang pemeriksaan tiket, sebagian membawa tas besar dan sebagian lagi hanya dengan barang bawaan tangan yang sedikit.

Lisa berdiri di antara rerumputan yang tumbuh liar di pinggir jalan raya yang menghubungkan jalan utama ke pelabuhan, matanya mengintai setiap sosok yang lewat dengan ketelitian yang luar biasa. Keringat mengalir deras di bawah kerah kemeja polisi yang sudah lembap, namun ia tidak memperdulikan hal itu. Setiap inci tubuhnya terasa siap bergerak, seperti panah yang sudah ditempatkan di atas busur dan hanya menunggu sinyal untuk melesat ke arah target.

Dan kemudian ia melihatnya.

Di tengah kerumunan yang berwarna-warni, sosok pria berjaket gelap berdiri mencolok seperti duri di atas kulit. Meski sedang berada di bawah terik matahari siang hari yang menyengat, ia tetap mengenakan jaket yang tebal dengan kerah yang dinaikkan setinggi dagu, seolah ingin menyembunyikan wajahnya dari pandangan orang lain. Gerakannya terburu-buru dan penuh dengan ketegangan, langkah kaki yang panjang membawa dirinya dengan cepat menuju dermaga keberangkatan yang sudah terlihat jelas di kejauhan, di mana kapal feri berwarna putih dan biru sudah siap untuk berlayar.

"Itu dia! Firman!"

Kata-kata itu keluar dari mulut Lisa dengan suara teriak yang nyaring, hampir terlindung oleh kebisingan yang memenuhi pelabuhan. Ia melihat ke arah pintu masuk pelabuhan di mana Inspektur Razak dan pasukan kepolisian lokalnya masih tertahan oleh antrian kendaraan yang panjang dan pemeriksaan keamanan yang ketat. Tidak ada waktu lagi untuk menunggu mereka. Setiap detik yang terbuang adalah kesempatan bagi pelaku yang telah mereka cari selama berbulan-bulan untuk melarikan diri selamanya.

𝘈𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘪𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘢𝘣𝘶𝘳.

Tanpa berpikir dua kali, ia memacu tungkainya dengan kecepatan maksimal. Sepatu laras hitam yang dikenakannya menghantam permukaan aspal dengan irama cepat dan teratur, membuat bunyi 𝘵𝘢𝘬-𝘵𝘢𝘬-𝘵𝘢𝘬 yang berirama setiap kali menyentuh tanah. Ia membelah kerumunan manusia yang terkejut dengan lincah, beberapa orang terpaksa mundur untuk menghindari tabrakan, sebagian lagi hanya menatapnya dengan tatapan bingung ketika seorang wanita dengan pakaian polisi berlari dengan penuh semangat melewati mereka.

Di sampingnya, Sam melayang dengan kecepatan yang sama persis dengan Lisa, tubuhnya yang biasanya tampak jernih kini terlihat sedikit kabur akibat kecepatan gerakannya. Wajahnya penuh dengan ketegangan, alisnya terangkat tinggi dan matanya yang teduh terpaku pada sosok Firman yang semakin dekat dengan gerbang feri menuju pulau Batam.

"Dia akan kabur lewat jalur laut, Lisa! Cepat!" Seru Sam dengan suara yang keras namun nyaris tenggelam oleh kebisingan mesin kapal dan teriakan pekerja pelabuhan yang sedang mengatur lalu lintas. "Jika dia sampai ke kapal, kita akan sulit untuk menangkapnya—batas wilayah kepolisian tidak berlaku di laut!"

Lisa hanya mengangguk tanpa menoleh, fokus sepenuhnya pada target di depannya. Ia melihat Firman sudah melewati pemeriksaan tiket dengan cepat dan mulai berjalan menuju jembatan gangway yang menghubungkan dermaga dengan kapal feri. Jarak antara mereka semakin menyempit, namun jalan yang harus ditempuh Lisa tidaklah mulus. Jalur logistik yang padat dengan truk kontainer dan gerobak barang menghalangi jalan, memaksa ia harus mencari jalan pintas yang lebih berbahaya.

Tanpa ragu, Lisa nekat memotong jalur lalu lintas logistik yang sedang ramai. Ia melompati pembatas jalan yang terbuat dari besi kuning dengan lincah, lalu berlari lurus menyeberangi jalur keluar truk kontainer yang sedang aktif. Ban besar truk yang berlalu lalang membuat aspal bergetar dengan kuat, getaran itu merambat hingga ke tulang-tulang kakinya. Ia bisa merasakan hembusan udara panas dari knalpot truk yang lewat di sebelahnya hanya beberapa sentimeter dari tubuhnya.

Namun keberaniannya itu hampir membawa malapetaka.

Dari arah buta di balik sebuah gudang besar yang berwarna abu-abu dan berdiri kokoh di pinggir dermaga, sebuah truk raksasa bermuatan penuh kontainer menderu kencang dengan laju yang jauh lebih cepat dari yang seharusnya di area pelabuhan. Sopirnya yang sedang memperhatikan jalan di depannya tidak melihat sosok ramping wanita yang tiba-tiba muncul di jalurnya. Pada saat sopir menyadari keberadaan Lisa, jarak antara mereka sudah terlalu dekat untuk bisa melakukan pengereman darurat yang cukup.

Klakson truk itu membahana dengan suara yang sangat keras, memekakkan telinga dan membuat beberapa orang di sekitarnya terpaksa menutup telinga mereka dengan tangan. Bunyi itu seperti simfoni kematian yang semakin dekat, membawa bayangan kematian yang jelas menyelimuti tubuh Lisa dari kejauhan.

Lisa terpaku di tempatnya. Dunianya seolah bergerak dalam gerak lambat yang menyakitkan hati. Cahaya lampu depan truk yang besar menyilaukan matanya hingga ia hampir tidak bisa melihat apa-apa lagi, dan ia bisa merasakan getaran mesin besar itu merambat melalui aspal yang panas tepat di bawah kakinya. Suara mesin yang semakin keras menggema di dalam kepalanya, menyatu dengan denyut jantungnya yang sudah berdebar sangat cepat hingga terasa sakit di dadanya.

𝘈𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪. 𝘚𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘶𝘴𝘢𝘩𝘢 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢 𝘪𝘯𝘪 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘪𝘢-𝘴𝘪𝘢 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘬𝘦𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘤𝘪𝘭𝘬𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘤𝘦𝘳𝘰𝘣𝘰𝘩.

Tubuhnya sudah tidak punya waktu lagi untuk menghindar. Truk raksasa itu sudah berada tepat di depannya, badannya yang besar seperti gunung yang akan menghancurkan segalanya yang ada di depannya.

"TIDAK!"

Suara teriak Sam terdengar dengan kekuatan yang luar biasa, jauh lebih keras dari suara klakson truk atau kebisingan pelabuhan lainnya. Kali ini, suaranya bukan sekadar getaran udara yang hanya bisa didengar oleh Lisa atau makhluk lain di alam gaib—suaranya jelas terdengar oleh beberapa orang di sekitar mereka, membuat mereka menoleh ke arah sumber suara dengan tatapan bingung.

Sam tidak lagi memikirkan aturan dunia metafisika yang telah mengikatnya selama ini—aturan yang melarang makhluk seperti dirinya untuk melakukan kontak fisik dengan manusia atau mengganggu alur kehidupan dunia nyata. Ia tidak peduli jika eksistensinya akan terancam atau bahkan lenyap total akibat apa yang akan ia lakukan. Segala sesuatu yang ada di dalam dirinya hanya fokus pada satu hal: menyelamatkan Lisa.

Dengan kecepatan yang belum pernah ia tunjukkan sebelumnya, Sam memusatkan seluruh sisa energi kehidupannya—seluruh inti jiwanya yang masih tersisa setelah hari-hari yang penuh dengan perjuangan dan penderitaan—ke kedua tangannya yang tampak seperti dibuat dari cahaya dan embun pagi. Ia menerjang maju dengan penuh kekuatan, bukan dengan cara menembus tubuh Lisa seperti yang biasanya ia lakukan, melainkan dengan tujuan yang jelas untuk menghantamnya dengan seluruh kekuatan yang ia miliki.

𝘉𝘜𝘔!

Sebuah tekanan tak terlihat yang luar biasa kuat menghantam bahu kiri Lisa dengan gaya yang sangat besar. Tubuhnya terlempar dengan keras hingga dua meter ke arah trotoar yang terletak di pinggir jalan, tubuhnya berguling beberapa kali di atas permukaan aspal kasar sebelum akhirnya berhenti dengan dada yang menghadap ke atas. Lisa bisa merasakan rasa sakit yang menusuk di lengannya yang menyentuh tanah pertama kali, dan ketika ia melihatnya, kulitnya sudah terbuka dengan luka gores yang dalam dan mengeluarkan darah merah pekat.

Tepat pada saat yang sama, truk raksasa itu melesat lewat di tempat ia berdiri satu detik yang lalu, ban besarnya hanya beberapa sentimeter dari tempat tubuhnya baru saja berada. Angin kencang dari laju truk itu mengibarkan rambut Lisa yang kusut dan membuat kemejanya bergerak dengan liar, sebuah peringatan yang sangat jelas betapa tipisnya batas antara hidup dan mati di dunia ini.

Lisa terengah-engah dengan napas yang sangat cepat, luka gores di lengannya berdenyut dengan rasa sakit yang menusuk setiap kali ia bernapas. Namun rasa sakit itu tidak bisa menghentikan tekadnya yang sudah terbakar dengan kuat. Ia melihat ke arah dermaga dan menemukan Firman yang sedang berdiri tertegun beberapa meter dari gangway, wajahnya penuh dengan kaget ketika menyaksikan kecelakaan nyaris maut yang hampir terjadi di depan matanya. Ia tampak sedang ragu apakah akan melanjutkan pelariannya atau kembali untuk melihat apa yang terjadi.

Tak membuang sedetik pun waktu, Lisa menarik kekuatan dari dalam dirinya yang hampir habis dan bangkit dengan cepat dari tanah. Ia berlari dengan cepat menuju Firman yang masih terpaku di tempatnya, dan sebelum pria itu bisa bereaksi, ia sudah berada tepat di depannya. Dengan gerakan yang cepat dan tepat sasaran yang sudah terlatih dengan baik selama bertahun-tahun sebagai detektif, Lisa memberikan sapuan kaki yang kuat pada tungkai bawah Firman, membuat keseimbangannya terganggu dan tubuhnya mulai terjatuh.

Ketika Firman sedang terjatuh, Lisa cepat mengambil posisi di belakangnya dan memberikan kuncian leher yang mematikan dengan lincah, membanting wajah pria itu ke lantai semen dermaga yang dingin dan kasar. Tubuh Firman bergoyang-goyang dengan kuat dalam upaya untuk melepaskan diri, namun Lisa tidak melepaskan cengkeramannya sedikit pun.

"Habis riwayatmu, Firman!" Desis Lisa dengan suara yang penuh dengan kemarahan dan kepuasan, sambil menekan wajah pria itu lebih kuat ke lantai semen. "Kau tidak akan pernah bisa melarikan diri dari kejahatan yang kau lakukan!"

Baru saat itu, Inspektur Razak dan pasukannya yang akhirnya berhasil melewati kemacetan tiba di lokasi dengan kecepatan tinggi. Mereka mengepung lokasi dengan cepat, beberapa petugas segera mendekat untuk membantu Lisa menahan Firman dan memasangkan borgol logam di pergelangan tangan pria itu yang terus berusaha melawan. Suara keributan mulai muncul dari sekitar mereka, dengan beberapa penumpang yang sedang menunggu kapal feri berbondong-bondong datang untuk melihat apa yang terjadi.

Setelah borgol terkunci dengan aman di pergelangan tangan "Sang Jagal" yang selama ini menjadi buruan mereka, Lisa berbalik dengan napas yang masih memburu, tubuhnya merasa sangat lelah dan sakit. Namun pikirannya hanya fokus pada satu hal: menemukan sosok yang baru saja menyelamatkannya dari kematian yang pasti.

"Sam?"

Ia melihat sekeliling dengan cepat, mencari sosok yang biasanya selalu ada di dekatnya setiap kali ia membutuhkannya. Dan kemudian ia melihatnya—di sudut jalan yang jauh dari kerumunan, tepat di bawah teduhan sebuah pohon cemara yang tumbuh di pinggir dermaga.

Sam tampak mengerikan. Sosoknya yang biasanya hanya sedikit transparan kini hampir sepenuhnya tembus pandang, seolah-olah ia hanya sekadar gumpalan uap tipis yang siap tercerai-berai oleh setiap embusan angin laut yang bertiup. Pendar kemerahan yang biasanya terlihat jelas di ujung rambutnya sudah padam total, digantikan oleh warna putih kebiruan yang pucat. Wajahnya yang biasanya tampan dan penuh dengan ekspresi kini tampak sangat pucat dan kosong, seperti kain yang sudah dipukuli hingga hilang bentuknya.

"Sam! Kau dengar aku?!"

Lisa berlari mendekat dengan langkah yang terengah-engah, luka di lengannya membuatnya merasa sakit setiap kali menggerakkan tangannya. Ia mengepung tempat di mana Sam berada, tangannya terulur ke depan seolah ingin menggapai sosok teman setimnya yang sudah hampir tidak terlihat lagi. Namun tangannya hanya menyentuh udara kosong yang dingin dan lembap, tanpa bisa menyentuh apa-apa pun.

Sam tidak bisa bicara. Ia hanya bisa menatap Lisa dengan mata yang sayu dan penuh dengan rasa lelah yang tak terlukiskan dengan kata-kata apa pun. Bibirnya bergerak perlahan tanpa mengeluarkan suara apa-apa, seolah ingin mengatakan sesuatu yang penting sebelum waktunya habis. Namun sebelum ia bisa menyampaikan apa pun, tubuhnya yang sudah sangat lemah itu mulai goyah. Ia jatuh terduduk di atas tanah yang dingin, meskipun tidak ada bagian tubuhnya yang benar-benar menyentuh permukaan tanah. Setelah beberapa saat lagi, ia perlahan-lahan jatuh pingsan—menghilang secara bertahap ke dalam keheningan yang lebih dalam daripada kematian itu sendiri, seperti nyala lilin yang akhirnya padam setelah menyala dengan lemah. Energi metafisikanya habis total akibat pemaksaan kontak fisik yang ia lakukan untuk menyelamatkan Lisa.

Lisa berlutut di tempat itu, tangan kirinya yang tidak terluka masih terulur ke depan ke arah tempat Sam terakhir kali terlihat. Air mata mulai mengalir deras di wajahnya yang kotor oleh debu dan keringat, air mata kemarahan atas kejahatan Firman dan ketakutan kehilangan teman satu timnya bercampur menjadi satu.

Di tengah riuh penangkapan pelaku yang paling dicari dan kegembiraan pasukan kepolisian yang akhirnya berhasil menangkapnya, Lisa merasa sangat kesepian seolah-olah dirinya adalah satu-satunya orang yang ada di dunia itu. Partner yang telah menemaniinya melalui berbagai kesulitan dan bahaya telah mengorbankan segalanya demi menyelamatkannya.

"Jangan pergi dulu, Sam. Kita belum selesai. Kita belum tahu siapa nama aslimu... dan kita belum menemukan kebenaran yang sebenarnya tentang siapa kamu dan dari mana kamu berasal."

Di kejauhan, kapal feri yang seharusnya menjadi sarana pelarian Firman mengeluarkan suara klakson yang panjang, memberitahu bahwa kapal akan segera berlayar tanpa penumpang yang telah menjadi buruan mereka.

.

.

.

.

.

.

.

ㅡ Bersambung ㅡ

1
si kecil nikkey
sedihnya Lisa, pengalaman seumur hidup yang tidak bakal terlupakan,sayang bukan jodoh yaa..Sam kan udah gak ada lagipula umur sam 3 dekade 🤣
si kecil nikkey
sedihh bngett apakah Samuel mencintai Lisa? perasaannya LBH dalam dr cinta ya?
si kecil nikkey
babi yg sudah terlalu gemuk sebaiknya di potong aja
si kecil nikkey
pantesan dia anak angkat pngen nguasain harta dan gelar ahli waris sam....serakah gak tau diri gak tau trimaksh
si kecil nikkey
mantaapp Thor akhirnya si tua iblis kepolisian kicep
si kecil nikkey
otak cetek Lisa kok bisa sih Thor jadi detektif?
si kecil nikkey
si Lisa ini apa2 tanpa persiapan, harusnya kan tau kalau dia itu selama ini di intai,dg santainya pergi ke sana ke mari tanpa plan b atau proteksi gtu,jadi Sam terus yg melulu nolong dia....jadi TDK salah Lisa lah penyebab lama2 SM menghilang
si kecil nikkey
ngebayangin muka Peter bahng kaya babi congkak😄
si kecil nikkey
akhirnya si babi akan terima karmanya
si kecil nikkey
sakit hatinya sampai terasa bnget thorr
si kecil nikkey
,seruu bnget ikut deg deg an
PengGeng EN SifHa
HENDRY OPO DIBALIK KEMATIAN IKU YA ??
PengGeng EN SifHa
partner terbaik meskipun di anggap gila..
dan bagaimanapun kita memang berdampingan dengan mereka☕️☕️☕️☕️☕️☕️☕️☕️☕️☕️
PengGeng EN SifHa
secercah harapan yg terpatahkan
si kecil nikkey
seruuu suatu saat pasti banyak yg mampir baca thor
PengGeng EN SifHa
Cerita yang sangat amat menyentuh hati...
apakah si SAM korban pembunuhan ?
Phida Lee
Terima kasih kritik dan sarannya kak, baik. 🙏
Zainuri Zaira
sdh bab 7 tp aq blom paham gimna ceritax. terlalu byk kalimat yg ngk di pahami.singkat aj biar kita cpat paham
si kecil nikkey
seruuu bngeettt👍
si kecil nikkey
halo Thor cerita yg seru tapi tolong jangan terlalu bala dg kata2 yg gakmoerlu d bahas, singkat aja yaa spya gak cape bacanya
Phida Lee: Terima kasih kritik dan sarannya kak, baik. 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!