NovelToon NovelToon
The Antagonist From Paris

The Antagonist From Paris

Status: tamat
Genre:Fantasi / Bad girl / Antagonis / Tamat
Popularitas:32.4k
Nilai: 5
Nama Author: Vanilla Ice Creamm

Pantanganya hanya satu, TIDAK BOLEH MENIKAH. Jika melanggar MATI MEMBUSUK

Putus asa dan hancur, Bianca Wolfe (25) memilih mengakhiri hidupnya dengan melompat dari apartement Le Manoir d'Argent yang mewahnya di pusat kota Paris, Perancis. Namun, maut menolaknya.

​Bianca terbangun di ranjang mewahnya, dua tahun sebelum kematian menjemputnya. Di sebelahnya cermin, sesosok kuasa gelap bernama Lora menagih janji: Keajaiban tidaklah gratis.

​Bianca kembali dengan satu tujuan. Ia bukan lagi gadis malang yang mengemis cinta. Dengan bimbingan Lora, ia menjelma menjadi wanita paling diinginkan, binal, dan materialistis. Ia akan menguras harta Hernan de Valoisme (40) yang mematahkan hatinya, dan sebelum pria itu sempat membuangnya, Bianca-lah yang membuangnya lebih dulu.

​Kontrak dengan Lora memiliki syarat: Bianca harus terus menjalin gairah dengan pria-pria lainnya untuk menjaga api hidupnya tetap menyala dan TIDAK BOLEH MENIKAH.

Jika melanggar, MATI.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vanilla Ice Creamm, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28. Membalas Mahesa

"Benar. Lora tidak memberiku keabadian fisik seperti dirimu, dia memberiku waktu dan akses. Aku menua, aku bisa mati, tapi setiap jengkal kekayaan dan kuasa yang kupunya adalah bayaran karena aku telah menjadi perpanjangan tangannya di dunia nyata. Aku yang membangun 'sangkar' mewah ini untukmu, Bianca."

Di ujung lorong, terdapat sebuah pintu kaca tebal tanpa bingkai. Saat pintu itu terbuka, Bianca terpana. Itu adalah sebuah studio pribadi yang menghadap langsung ke tebing. Namun, yang menarik perhatiannya bukanlah pemandangan laut, melainkan ratusan sketsa yang tertempel di dinding—semuanya adalah desain properti mewah, resor, dan vila yang tersebar di seluruh Bali.

"Semua bangunan ini adalah milikku. Dan semuanya dirancang dengan satu tujuan: untuk menjerat orang-orang seperti Simon agar mau menaruh uang mereka di sini, sementara kita tetap berada di balik bayang-bayang," jelas Mahesa sambil berdiri di belakang Bianca, tangannya kembali melingkari perut wanita itu.

Ia menunjuk sebuah sketsa vila yang sangat terisolasi di atas tebing tinggi. "Itu tempat tinggalmu yang baru jika kau memutuskan untuk menetap. Sebuah sangkar emas yang aku buat khusus untuk kecantikanmu yang tidak akan pernah pudar. Kau tidak akan butuh Simon, tidak butuh investor lain. Hanya butuh aku untuk mengurus segala urusan duniamu."

Bianca merasakan jemari Mahesa mulai meraba tekstur gaunnya lagi. "Kau ingin aku menjadi tawananmu?"

"Tawanan? Tidak, Bianca. Di luar sana kau adalah ratu bagi mereka yang fana. Tapi di dalam bangunan-bangunan yang aku ciptakan ini... kau adalah milikku. Aku yang memastikan dunia tidak akan pernah melihat keretakanmu."

Mahesa memutar tubuh Bianca agar menghadapnya. "Sekarang katakan, apa kau lebih suka kebebasan palsu yang membosankan, atau sangkar nyata yang penuh gairah bersamaku?"

"Apa kau akan memberiku uang dan membiarkanku traveling dengan bebas, seperti yang Simon berikan? Hidupku abadi, tapi hanya terkurung dalam gairahmu?" Bianca menggeleng. Jika Mahesa bisa menekannya, maka Bianca juga punya aturannya sendiri.

​"Uang bukan masalah, kau bisa membeli apa pun yang kau mau. Tapi jangan samakan aku dengan Simon. Dia memberimu kemewahan untuk pamer, sedangkan aku memberimu segalanya agar kau tidak perlu lagi mencari validasi dari orang lain. Kau boleh berkeliling dunia, tapi ingat, ke mana pun kau pergi, Lora dan bayanganku akan tetap mengikutimu."

Tanpa ingin menjawab tawaran Mahesa, Tubuh Bianca, yang semalam ringkih tak bertulang, kini bangkit dengan kekuatan baru.

"Aku ingin mandi bersamamu," bisik Bianca, "Dan mencobamu, di ranjangmu."

"Malam ini, giliranmu merasakan apiku."

Mahesa, yang tadinya tenang, kini menatap Bianca dengan kening berkerut. Senyum tipisnya meluntur, diganti dengan gurat minat yang berbahaya.

Bianca tidak menunggu jawabannya. Ia melangkah mendekat, jemarinya yang dingin merayap perlahan di lengan Mahesa, menelusuri bisep kokoh itu hingga ke bahu.

"Semalam kau hanya mencicipi kulitku. Malam ini, aku akan menunjukkan isi hatiku yang paling gelap."

Ia menarik Mahesa menuju kamar mandi, tatapan dominasinya tak berkedip. Air hangat mulai memenuhi bathtub marmer, uapnya memenuhi ruangan, mengaburkan garis antara realita dan hasrat. Bianca tidak membiarkan Mahesa mengambil alih. Jemarinya yang cekatan membuka seolah sedang menelanjangi rahasia yang tersembunyi.

Di bawah pancuran yang mengucur deras, Bianca membalikkan tubuh Mahesa, menekannya ke dinding pualam. Ia membiarkan air membasahi rambut Mahesa yang gelap, sementara bibirnya menjelajahi leher pria itu, mencicipi kulit yang asin dan maskulin. Mahesa mendesis, kepalanya sedikit mendongak, merasakan pergeseran kendali yang begitu tiba-tiba.

"Ini belum seberapa."

Ia menarik Mahesa keluar dari kamar mandi.

Bianca menekan Mahesa ke atas ranjang, menatap pria itu dari atas. Senyumnya kini penuh kemenangan, matanya berkobar-kobar, bukan lagi karena nafsu semata, tapi karena ambisi yang membara.

"Ini milikku. Ini adalah balasku." Mahesa balas mencium, awalnya dengan kejutan, lalu dengan kemarahan yang membara, mencoba merebut kembali kendali yang telah direbut Bianca.

Malam itu, ranjang Mahesa menjadi medan perang gairah. Pertarungan yang seimbang, dua predator yang saling menguji batas, tanpa Lora yang mengawasi, tanpa Simon yang menelepon. Hanya ada dentuman jantung yang berpacu, desahan yang tertahan.

Mahesa terlelap tengkurap dengan dengkur halus yang teratur. Bianca meraih sekotak rokok, lalu menyambar kaos longgar milik pria itu untuk menutupi tubuhnya.

​Ia menarik napas dalam, memantapkan tekad. Baginya, setiap negara hanyalah persinggahan. Tujuannya adalah kesenangan, bukan ikatan emosional yang menjerat. Bali cukup sampai di sini; ada misi lain yang memanggil di Paris. Ia harus menemukan Vivienne Dubois—atau Aline. Bianca tidak butuh pengakuan, apalagi pelukan dari wanita pergi demi harta. Ia hanya ingin menatap mata wanita itu.

​Langkah kakinya membawa Bianca ke teras yang sunyi. Ia meraih ponsel, berniat menghubungi Simon yang katanya sedang terjebak audit besar-besaran.

​Nada sambung berbunyi tiga kali sebelum panggilan akhirnya terangkat.

​"Salut, chéri..."(halo, sayang) sapa Bianca pelan dalam bahasa Perancisnya.

​Namun, kalimatnya membeku. Alih-alih suara berat Simon yang penuh rasa bersalah, telinganya justru menangkap lenguhan ambigu seorang wanita. Suara itu dalam dan berirama, seolah sedang dihantam gairah yang hebat.

​Bianca tertegun. Ia menjauhkan ponsel dari telinga, memeriksa layar dengan tatapan tak percaya. Nama di sana tidak berubah: 'Mr. Italia'.

Meski kedatangannya ke Bali memang untuk berselingkuh dengan Mahesa, kenyataan bahwa Simon mengkhianatinya tetap terasa menyengat.

​Bukan karena cinta, tapi ego. Bianca merasa harga dirinya tersayat begitu perih. Ia meletakkan ponsel di atas meja kayu, lalu menghisap rokoknya dalam-dalam, membiarkan asap menyesakkan dadanya sebelum diembuskan ke udara malam.

​Mahesa tak perlu tahu. Pria itu pasti akan menertawakannya, atau lebih buruk lagi, menggunakan momen ini untuk merayunya agar menetap lebih lama dalam sangkar emasnya.

Pagi harinya, Bianca terbangun dengan lingkaran hitam di bawah matanya tepat saat Mahesa terjaga.

"Bangun, Bianca. Kita cari sarapan. Setelah itu kita cari gaun untukmu, lalu aku ingin menghabiskan waktu seharian di resortmu. Malamnya, aku harus ke beach club baruku."

"Beach club?"

"Ya. Dan kau ikut bersamaku."

Saat sarapan di sebuah rumah makan yang bersih dan tenang, Bianca tampak tenggelam dalam baju terkecil milik Mahesa dan celana pendeknya; semuanya kedodoran di tubuh rampingnya.

​"Kau baik-baik saja?" tanya Mahesa menyelidik.

​"Hah? Tentu... makanan ini enak. Apa nama menunya?" sahut Bianca, mencoba mengalihkan tatapan.

​"Itu Nasi Jinggo kelas atas. Nasi porsi kecil dengan suwiran ayam sisit pedas, tempe manis, dan sambal serai yang tajam," jawab Mahesa sambil menyesap kopinya. "Sangat sederhana, tapi bumbunya jauh lebih jujur daripada kemewahan palsu yang biasa kau santap di Eropa. Makanlah yang banyak, kau butuh tenaga untuk menghadapi malam nanti."

1
Addb_Rh
Bianca.. dr sekian pria perkasa, mana yg paling Jos Gandosss, Bianca.. jawab? 😩🤣
Vanilla Ice Creamm: kalau menurut author sih brandon, soalnya dia yg paling tulus sblm ktmu belahan jiwanya, elias 🥰
total 1 replies
Addb_Rh
Simon aya awewe na, ribet ceunah.. coba cari bujang laen, yg single meuren😌
Pengabdi Uji
cieh elah udh kadung jatuh cinta yak sama si bianca🤭 gimana ituu insting liyar nya bkin smgt yaa
Laila Sarifah
Tugas berat Bianca itu buat muasin Friedrich🤭
Alfatia🌷
Aline juga korban dari Ibunya. Tapi jadi Bianca lebih sakit.
mama Al
cermin? kok horor ya?
Addb_Rh
aku suka kata-kata mu Bianca..
"Menikmati pria-pria tampan di setiap negara" 🤣😭
Laila Sarifah
Kalau Bianca udh nggak haid lagi, habislah dia sama Friedrich🤭
Pengabdi Uji
bianca,bgitu soalnya dlu ama hernan hampir di bun bun kan jd waspada bat dy
Its me
ini ceritanya kayak reinkarnasi gitu?
Vanilla Ice Creamm: time travel kak
total 1 replies
Alfatia🌷
Aline masih punya naluri sebagai ibu. Hanya saja dia haus harta, egois, ambisius.
aska
udah sama sama selingkuh.... kelarin dulu aja🤣
Alfatia🌷
Lora itu sejenis iblis yang terbentuk dari kegelapan. Tapi disini Lora gak nahan Bianca, dia malah bantu Bianca buat lepasin kutukan itu.
aska
baru kali ini Bianca digituin.... kasian juga jadinya
Laila Sarifah
Apa Friedrich nggak ada keinginan untuk menikahi Bianca ya😣
Pengabdi Uji
apa anke bakal bantu bianca buat kabur ya🫠 kayanya kasian jg bianca di kungkung lora,tp di tanah fred jg ksian bgt idupnya🫠
Addb_Rh
Herman, jan tinggalin Bianca dulu ya. hartamu belum di kuras habis soalnya. Tunggu dong, 😌
Alfatia🌷
Lora, aku kira kamu iblisnya. Ternyata ada yang lebih inlis dari kamu😭
aska
ni orang gak ada capek nya napa
Laila Sarifah
Benar-benar Bianca dijaga alias terpenjara oleh Friedrich😌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!