Seorang Kaisar Abadi yang sedang melewati rangkaian Ujian Langit, mengalami kegagalan karena diserang oleh Pasukan Berjubah. Dirinya yang mengalami luka cukup parah sebab gagal melewati Ujian Langit, serta merasa geram terhadap Pasukan Berjubah. Menggunakan sebuah Teknik Terlarang untuk melawan Pasukan Berjubah hingga menyebabkan tubuh dan jiwanya hancur.
Lima Ribu Tahun kemudian, Ia terlahir kembali sebagai seorang Tuan Muda dari Klan Xiao. Namun sayangnya, Ia terlahir dengan kondisi lautan energi yang tersegel sehingga membuat dirinya tidak bisa berkultivasi.
Tetapi, kondisi yang kurang baik tersebut tidak membuat dirinya menyerah. Ia akan berusaha keras untuk mendapatkan kembali seluruh kekuatannya seperti di masa lalu, demi membalaskan dendamnya serta melindungi orang yang ia cintai!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AnginBiru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 28 - Kebenaran Tentang Xiao Zi
Xiao Yun kembali mengabaikan ucapan serta keberadaan Xie Yuefan di depan matanya. Hatinya lebih mengkhawatirkan kondisi Xiao Zi karena harus melawan dua kultivator tahap Master Duniawi Lapisan Ketiga. Walaupun, tingkat kekuatan Xiao Zi juga setara dengan seorang kultivator tahap Master Duniawi. Namun, masih terdapat sedikit jarak perbedaan yang menguntungkan Kelompok Kalajengking Darah.
Di sisi lain, Xiao Yun terlihat tidak terpengaruh oleh aura yang dipancarkan Xie Yuefan sebagai kultivator tahap Master Energi Lapisan Kelima. Sikapnya yang lebih mengkhawatirkan kondisi Xiao Zi dibandingkan dirinya, membuat api amarah Xie Yuefan semakin berkobar.
"Dasar bocah sombong! Beraninya kau mengalihkan pandanganmu ke arah Serigala itu! Apa kau tidak menganggap kehadiranku?!" bentak Xie Yuefan seraya mengarahkan ujung bilah pedangnya
Xiao Yun hanya terdiam. Sifat arogan yang ditunjukkan Xie Yuefan tidak memaksa dirinya untuk bereaksi berlebihan. Menunggu dan mengamati, merupakan keputusan yang Xiao Yun ambil untuk menghadapi superioritas Xie Yuefan. Ia ingin mengetahui tujuan sebenarnya dari Kelompok Kalajengking Darah yang sangat menginginkan Xiao Zi.
Sebab instingnya terus berbisik, bahwa terdapat fakta menyakitkan di balik keinginan mereka tersebut. Sementara itu, amarah Xie Yuefan yang sudah mencapai puncaknya. Langsung menggerakkan seluruh anggota tubuhnya untuk menyerang Xiao Yun dengan pedang berwarna hitam legam. Kedamaian di atas padang rumput itu pun seketika pecah oleh suara dentingan mata pedang yang saling berbenturan bersama beberapa dentuman menggelegar.
Serangan brutal dari Xie Yuefan yang dikendalikan api amarah, membuat Xiao Yun harus menahan seluruh tebasan pedang yang mengarah pada setiap anggota tubuhnya. Walaupun serangan tersebut sangat mengancam nyawanya, ekspresi Xiao Yun tetap terlihat tenang. Rasa ingin tahu pada lubuk hatinya tentang tujuan asli Kelompok Kalajengking Darah terasa lebih kuat dibandingkan kekuatan bertarung milik Xie Yuefan.
Sedangkan Xiao Zi, kondisinya saat ini tampak semakin memburuk. Kemampuan bertarungnya yang sudah berkembang pesat berkat berlatih bersama Xiao Yun, masih belum cukup kuat untuk menghadapi dua kultivator tahap Master Duniawi Lapisan Ketiga secara bersamaan. Xiao Zi hanya dapat melawan balik dengan kekuatan cakar kakinya atau menghindar menggunakan gerakan langkah kaki biasa.
Dirinya belum mempunyai serangan yang mematikan serta hebat seperti Napas Api Beracun milik Harimau Api Miasma. Satu hal yang unggul dari Xiao Zi hanyalah ukuran tubuhnya saja. Di bawah serangan pedang tak terhentikan milik dua Pengawal Xie Yuefan, tubuh Xiao Zi terlihat mulai kehilangan kekuatannya.
Tebasan-tebasan pedang yang terus berdatangan melalui dua sisi berbeda, membuat aliran darah segar segera mengalir keluar dari balik bulu putihnya yang tebal. Dan beberapa detik kemudian, ledakan besar tiba-tiba mengguncang tempat Xiao Zi bertarung hingga menarik perhatian Xiao Yun yang berada di sudut lain. Bola mata Xiao Yun pun seketika membulat penuh, saat melihat kondisi tubuh Xiao Zi yang terbaring lemas dengan dipenuhi luka parah.
Ledakan besar yang ia dengar sebelumnya, telah melempar keras tubuh Xiao Zi dan mengalahkan dirinya.
"Xiao Zi!!" teriak Xiao Yun. Konsentrasinya langsung terpecah-belah akibat kondisi buruk yang dialami kawan kecilnya tersebut. Di sisi lain, Xie Yuefan segera memanfaatkan kelengahan pada diri Xiao Yun. Langkah kakinya bergegas melesat cepat menuju tempat Xiao Yun berdiri dengan membawa serangan yang terukur dan kuat. Gerakan tangkas yang dilakukan oleh Xie Yuefan, membuat kesadaran Xiao Yun tersentak kaget.
Tubuhnya seketika bereaksi cepat, menahan serangan Xie Yuefan menggunakan bilah pedangnya yang diatur dalam posisi sejajar. Namun, kekuatan hebat dari kultivator tahap Master Energi Lapisan Kelima tidak akan bisa semudah itu ditahan oleh kekuatan Xiao Yun saat ini.
TRANG! TASH!
COUGH!
Pedang Xiao Yun langsung hancur berkeping-keping. Tubuhnya terlempar telak dengan seteguk darah segar yang keluar dari area mulutnya. Dominasi yang dimiliki oleh Kelompok Kalajengking Darah telah berhasil menundukkan kemampuan bertarung Xiao Yun serta Xiao Zi. Situasinya pun menjadi sangat berbahaya bagi Xiao Yun. Sebab amarah yang masih belum hilang dari tatapan mata Xie Yuefan, akan membawa malapetaka kepada dirinya.
"Dasar bocah payah. Apa kau kira, kekuatan lemah yang kau miliki itu dapat mengalahkan diriku?!" tanya Xie Yuefan seraya berjalan menghampiri Xiao Yun
Sorot mata Xie Yuefan terlihat semakin dingin setiap dengus napas berat keluar tanpa halangan dari rongga hidungnya. Ia menatap tajam tubuh Xiao Yun yang tertunduk tidak berdaya sambil mengarahkan mata pedangnya ke arah kepala Xiao Yun. "Aku sudah memberikanmu kesempatan untuk menyerahkan Serigala Langit Ungu itu secara baik-baik. Tetapi kau, justru menolak niat baikku dan bersikap seolah-olah dirimu sangatlah kuat dan tak terkalahkan." Xie Yuefan melontarkan pernyataan tegas kepada Xiao Yun.
Sebagai bagian dari Kelompok paling kejam di Kota Bulan Malam, Xie Yuefan tidak akan segan untuk menghukum siapapun yang berani menentang dirinya.
"Kekuatanmu tidak akan pernah bisa mengalahkanku atau bahkan menggores jubahku, bocah. Dan sekarang, waktu yang tepat untuk melenyapkan keberadaanmu dan membawa pulang Serigala Langit Ungu beserta seluruh Kristal Ungu Abadi yang terdapat di Gua tempat kau beristirahat." ujar Xie Yuefan dengan suara yang dingin hingga menusuk tajam kedua telinga Xiao Yun.
Informasi penting yang baru saja ia dengar, hampir membuat bola matanya keluar dari rongganya. Xiao Yun tidak menyangka kalau Kelompok Kalajengking Darah sudah mengetahui keberadaan Kristal Ungu Abadi di Gua Ungu.
Lalu, tangan kanan Xie Yuefan segera mengangkat tinggi pedangnya, bersiap menghabisi nyawa Xiao Yun dalam satu gerakan mematikan. Akan tetapi, tangan Xiao Yun langsung terangkat ke depan pada detik-detik terakhir sebelum bilah pedang Xie Yuefan melakukan tugasnya. "Tu, tunggu sebentar.." Xiao Yun menyela tindakan Xie Yuefan dengan suara yang gemetar. "Jika kau ingin melenyapkan nyawaku."
"Tolong jawablah terlebih dahulu dua pertanyaan terakhirku ini. Aku mohon padamu." Xiao Yun mengharapkan sebuah penjelasan untuk memenuhi hasrat terpendamnya.
Dagu Xie Yuefan pun kembali terangkat tinggi. Keputusasaan yang diperlihatkan oleh Xiao Yun membuat kepercayaan dirinya meningkat drastis. "Katakanlah." serunya dengan postur tubuh yang berdiri tegak
Setelah mendapat persetujuan dari Xie Yuefan. Xiao Yun segera melontarkan dua pertanyaan terakhirnya agar Xie Yuefan tidak menarik kembali keputusannya tersebut. "Tolong beritahu padaku, kenapa kau sangat menginginkan Xiao Zi? Dan bagaimana caramu mengetahui keberadaan Kristal Ungu Abadi?" tanya Xiao Yun sembari menahan rasa sakit pada tubuhnya
Senyum lebar seketika merekah di sudut bibir Xie Yuefan. Hatinya tiba-tiba merasa senang dan puas saat mendengar pertanyaan terakhir dari Xiao Yun. "Baiklah. Aku rasa, tidak masalah jika memberi tahu informasi penting yang kupunya ini kepadamu." Pandangan Xie Yuefan sontak menjadi berat dan intens. "Kami.. Kelompok Kalajengking Darah, sudah mengetahui keberadaan Kristal Ungu Abadi di Gua itu sejak lama."
"Tetapi, kami tidak bisa langsung mengambil seluruh bongkahan Kristal itu karena penjagaan lima ekor Serigala Langit Ungu."
"Lima Serigala Langit Ungu, katamu?!" tatapan mata Xiao Yun kian melebar sebab tidak percaya
"Itu benar. Lima Serigala Langit Ungu, termasuk Serigala kecil milikmu yang di sana." jelas Xie Yuefan seraya menunjuk Xiao Zi dengan pedangnya. Kemudian, dirinya kembali menjelaskan informasi yang lebih rinci kepada Xiao Yun. "Meskipun terdapat sedikit masalah yang menghalangi jalan kami. Namun, keinginan yang berada di dalam diri kami jauh lebih kuat dibandingkan kekuatan lima ekor Serigala Langit Ungu."
"Di bawah perintah ayahku, sebagai Ketua Kelompok Kalajengking Darah. Beberapa ahli kuat Kelompok Kalajengking Darah langsung menyerang kelima Serigala itu dengan kekuatan penuh. Dan hasilnya, kami berhasil melenyapkan empat Serigala Langit Ungu tingkat Lima."
"Tetapi sayangnya, ada satu Serigala kecil yang berhasil selamat dari genggaman kami." bola mata Xie Yuefan segera melirik tajam ke arah tubuh Xiao Zi. Jemarinya terlihat mengepal dengan kuat, seolah terdapat kebencian mendalam di lubuk hatinya terhadap keberadaan Xiao Zi. "Serigala milikmu itu berhasil kabur karena diselamatkan oleh serangan telak keempat Serigala lainnya, sebelum nyawa mereka terbunuh di tangan para ahli Kelompok Kalajengking Darah."
"Serangan terakhir itu bukan hanya berhasil menyelamatkan nyawa Serigala kecil milikmu. Namun juga memberikan kerugian besar kepada pihak kami, sehingga tujuan awal dari Kelompok Kalajengking Darah untuk mengambil seluruh Kristal Ungu Abadi kembali tertunda."
"Begitu rupanya." kepala Xiao Yun langsung tertunduk pasrah. Sebuah fakta menyakitkan tentang Xiao Zi yang ia dengar secara jelas dari mulut Xie Yuefan. Membuat rongga dadanya terasa sesak hingga menyulitkan dirinya untuk bernapas dengan nyaman. "Lalu, apa yang akan kau lakukan setelah berhasil membawa Xiao Zi dariku? Apa kau juga ingin melenyapkannya?"
"Tepat sekali. Aku akan membunuhnya seperti keempat Serigala yang lain. Kemudian, mengambil beberapa bagian tubuhnya yang berharga sebagai bentuk pembalasan dendam karena sudah menghalangi jalan kami."
Aura dominasi yang kuat terus ditunjukkan oleh Xie Yuefan melalui setiap kata-katanya. Sementara itu, posisi tubuh Xiao Yun semakin tertunduk tak berdaya. Tatapan matanya terlihat kosong, tidak ada kilauan cahaya indah yang selalu menghiasi mata birunya. Kondisi mentalnya telah jatuh ke dalam jurang keputusasaan setelah selesai mendengar semua penjelasan dari Xie Yuefan.
"Dua pertanyaan terakhirmu sudah berhasil terjawab. Dan sekarang, waktunya bagiku untuk mengambil nyawamu."
Xie Yuefan kembali mengangkat tinggi pedangnya. Kilatan cahaya pada mata pedang yang berasal dari sinar matahari, menjadi kejelasan informasi betapa tajamnya mata pedang tersebut. Akan tetapi, sebuah senyum menyeringai mendadak terukir di wajah Xiao Yun pada detik-detik terakhir. "Terima kasih karena sudah bersedia menjawab pertanyaanku."
"Aku tidak pernah menyangka, kalau kau sangat murah hati dan.. Mudah untuk ditipu!!"
DRAP!!
Xiao Yun langsung membangkitkan tubuhnya dengan satu langkah tegas, membawa posisi tubuhnya mendekat ke arah Xie Yuefan. Lalu, kobaran api yang sudah terbentuk sempurna pada lengan kanannya segera menghantam tubuh Xie Yuefan dengan kuat.
"TELAPAK API!!"
BAMM!
Tubuh Xie Yuefan yang tidak sempat bereaksi, seketika terlempar keras hingga beberapa belas meter dari tempatnya berpijak. "Tuan Muda!!" Dua Pengawal yang berhasil mengalahkan Xiao Zi pun langsung bertindak. Salah satu Pengawal bergegas menghampiri tubuh Xie Yuefan.
Sedangkan satu Pengawal lainnya yang memiliki janggut pendek, segera melesat cepat menuju tempat Xiao Yun berada dan melancarkan sebuah serangan tebasan pedang. Namun Xiao Yun, mampu menghindari serangan yang datang ke arah dirinya menggunakan Teknik Jejak Bayangan Phoenix.
Bayangan dirinya seketika menghilang dari hadapan mata Pengawal Xie Yuefan. Lalu kembali muncul di dekat tubuh Xiao Zi. Kemudian, Xiao Yun langsung menekuk salah satu lututnya dan mengeluarkan sebuah pil obat dari cincin ruangnya. "Bertahanlah, kawan kecil. Kau akan baik-baik saja setelah menelan pil ini." ucapnya seraya memasukkan pil obat tersebut ke dalam mulut Xiao Zi