Baru 3 tahun usia pernikahan Audy Danita dan Faiz Wiratama sudah dilanda berbagai konflik. Padahal diawal pernikahan semua berjalan baik dan romantis. Hingga akhirnya ketika sudah hadir buah hati mereka, keadaan di dalam rumah semakin berubah tidak menentu. Yang seharusnya kehadiran seorang anak menjadikan sebuah keluarga semakin harmonis, namun yang terjadi malah sebaliknya. Faiz jadi jarang di rumah. Pulang kerja telat dan sesampai di rumah selalu sibuk dengan gadgetnya. Sehingga Audy merasa Faiz tidak memperhatikan dia dan anak-anaknya lagi. Audy pun menyadari mungkin Faiz bosan terhadapnya karena kini penampilan tidak secantik dulu lagi. Audy full mengurusi rumah dan anak-anak saja setelah Faiz menyuruhnya resign dulu setelah menikah. Apa yang membuat Faiz berubah? Akan kan Audy mempertahankan rumah tangganya setelah kerap ribut dan Faiz menyebut kata "cerai"? Atau Audy berusaha untuk kembali menjadi dirinya sendiri seperti masa lajang sehingga banyak yang mengaguminya walaupun bergelar istri? Berakhir Talak kah rumah tangga mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indah dwi julianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 28
Hari ini Audy akan bersiap-siap ke dokter kandungan bersama Faiz. Faiz akan menjemputnya pukul 10 pagi setelah ia absensi dan meminta izin di kantor. Jadi pagi-pagi sekali Cindy ikut serta papanya langsung diantar ke rumah oma.
"Jam 10 aku pulang dan menjemputmu. Jadi kamu bisa bersiap-siap sebelumnya." pesan Faiz sebelum ia dan Cindy masuk mobil.
"Iya." jawab Audy singkat.
"Oiya, sarapan dulu kalo bisa. Biar kamu gak terlalu lemas. Sedikit roti saja sudah cukup." sekali lagi Faiz mengingatkan. Entah kenapa hal sekecil itu pun membuat Audy merasa sangat bahagia. Kalau bisa berpotong-potong rotipun akan ia lahap.
Audy mengangguk.
"Hati-hati di jalan. Bye Cindy. Nanti sehabis dari dokter mama jemput Cindy di rumah oma ya." Audy mencubit kecil pipi putri sulungnya. Sebentar lagi Cindy akan menjadi seorang kakak.
Setelah Faiz melajukan mobilnya, Audy masuk untuk segera mandi dan bersiap-siap.
Ketika sedang di depan meja rias, tiba-tiba ponselnya berdering. Panggilan dari Devin.
Audy: Halo, ada apa Dev?
Devin: Halo, maaf kalo gue ganggu lo sepagi ini. Lo ada di rumah? Gue sama Marissa mau anterin sesuatu. Gak enak gue pegang amanah orang lama-lama.
Audy: Ada. Tapi sebentar lagi gue mau ke dokter kandungan nih.
Devin: Oke gue juga cuma sebentar kok. Karena Marissa ada pameran fashion di Mall Flaminggo.
Audy: Oke.
Setelah memutuskan panggilan dari Devin, Audy bergegas menyelesaikan berpakaian.
Tak lama kemudian terdengar deru mesin mobil di luar pagar. Mobil Devin.
Tok tok tok
Suara ketukan pintu yang segera Audy buka.
"Hai.. Gimana hari ini? Kamu dan calon bayi sehat kan?" Marissa langsung memeluk Audy.
"Hai.. Kalian cuma berdua kan? Gak ada Chiko kan?" Audy langsung celingak celinguk ke belakang.
"Gue masih waras, Audy" jawab Devin.
"Gue gak enak badan. Mual muntah mulu. Kecapean." Audy mengajak tamu-tamunya untuk masuk.
"Suami lo udah berangkat kerja?" tanya Devin.
"Udah. Tadi sekalian nganterin Cindy ke rumah omanya." jawab Audy.
"Dy, sorry ya.. Gue ke sini cuma mau nganterin amanah dari Chiko. Gue gak tau isinya apaan" Devin memberikan sebuah kotak kecil di bungkus rapi dengan kertas kado.
Audy tak menjawab. Tak mungkin ia menolaknya karena Devin dan Marissa hanya mengantarkannya.
"Oh iya, ini honor project kita. Sorry gue kasih cash ya. Karena klien ngasih uang cash untuk pelunasan. Klien puas dengan hasil kerja kamu, Dy. Gue harap kita bisa terus kerja sama. Gue sama Marissa udah anggep lo keluarga dan Tim terbaik." Devin tau Audy tak nyaman dengan kerja sama yang dijalin Chiko. Tapi Devin tak mau kehilangan tim sebaik Audy yang selalu totalitas dan profesional. Cara kerja Audy pun sangat bagus.
"Devin, Marissa, gue terimakasih banyak sama kalian berdua. Semoga kandungan gue sehat dan kuat biar bisa terus kerjasama dengan kalian. Tapi kalian bisa maklumin kondisi gue sekarang kan." jelas Audy.
"Lo gak usah stres dan banyak pikiran. Lo bisa cerita ke gue kalo ada apa-apa. Gue sama Devin pamit dulu ya. Takut macet gue telat sampe lokasi." Devin dan Marissa pun meninggalkan rumah Audy.
Audy ragu untuk membuka hadiah kecil dari Chiko. Tapi ia penasaran juga. Dibuka kotak kecil tersebut, ternyata isinya sebuah jam tangan berlapis emas 18 karat tiffani & co berikut dengan sertifikat keasliannya. Betapa terkejutnya Audy. Bahkan Faiz belum pernah memberinya hadiah mewah seperti ini. Tapi tetap saja hatinya masih berpihak pada Faiz. Karena Faiz laki-laki yang berani menemui papinya dan mengajaknya menikah. Bukan Chiko.
Disimpannya di dalam laci lemari hadiah dari Chiko. Ia berniat mengembalikannya pada Chiko nanti.
Audy duduk di ruang TV sambil menunggu Faiz yang akan menjemputnya setengah jam lagi.
..
so baik..
jgn konflik trs Thor yg di sajiin bosen yg bacanya
aku jdi ikut emosional