Sarah menjalani kehidupan pernikahan yang tampak sempurna dengan Haris, seorang pengusaha yang sukses. Namun, segalanya hancur saat Sarah menemukan bukti perselingkuhan Haris dengan Karin. Di tengah kehancurannya, hadir Raka, sahabat masa lalu yang menawarkan perlindungan dan bahu untuk bersandar.
Seiring Sarah menyelidiki alasan di balik pengkhianatan suaminya, ia justru masuk ke dalam masalah yang lebih gelap. Terungkaplah bahwa pernikahan mereka bukanlah tentang cinta. Ada banyak rahasia di dalammnya.
Apakah rahasia itu? Apa yang akan terjadi pada pernikahan Sarah dan haris? Lalu siapa karin dan Raka? apa kaitan mereka terhadap Sarah dan Haris? Dan ada hubungan apa antara kedua orangtua Sarah dan Haris?
Penasaran kan? Yukk, kepoin novelnya. Ini Novel pertama saya, Tolong dukungannya ya teman-teman. Tolong dilike dan dikomen, dan disubscribe . Terimakasih sebelumnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sari22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Haris Meledak
Pagi itu, langit Jakarta tampak mendung, seolah ikut merasakan ketegangan yang terjadi di depan gerbang rumah lama ayah Sarah. Haris menghentikan mobilnya dengan rem mendadak yang mencicit tajam, menghalangi jalan mobil Raka yang baru saja akan bergerak. Haris keluar dari mobil dengan gerakan kasar, membanting pintu hingga suaranya menggema di jalanan yang sepi. Matanya merah, bukan hanya karena kurang tidur, tapi karena amarah yang sudah meluap dari dadanya.
Ia melangkah lebar menuju kaca mobil Raka dan menggedornya dengan kepalan tangan. "Keluar kamu, bajingan! Keluar!" teriak Haris, suaranya parau dan bergetar hebat.
Raka perlahan membuka pintu mobil. Ia melangkah keluar dengan tenang, sebuah ketenangan yang justru semakin membakar api di kepala Haris. Di dalam mobil, Sarah tampak mematung, wajahnya pucat pasi menatap suaminya yang sudah kehilangan kewarasan.
"Mau kamu bawa ke mana istriku, Raka?" desis Haris tepat di depan wajah Raka. Napasnya memburu, aroma alkohol dan rokok tercium kuat dari tubuhnya. "Kamu pikir dengan status 'sahabat lama' kamu bisa mencuri milikku begitu saja?"
Raka menatap Haris dengan pandangan dingin, tanpa rasa takut sedikit pun. "Dia bukan barang milikmu, Haris. Dan dia tidak sedang dicuri. Dia sedang menyelamatkan dirinya sendiri dari pria yang hanya tahu cara menghancurkan."
Pukulan pertama mendarat telak di rahang Raka. Haris melayangkannya dengan seluruh sisa tenaga dan rasa marahnya. Raka tersungkur ke aspal, sudut bibirnya pecah dan mengeluarkan darah segar. Sarah menjerit dari dalam mobil, mencoba membuka pintu, namun Raka memberi isyarat tangan agar Sarah tetap di dalam.
"Istri?" Haris tertawa getir, tawa yang terdengar seperti tangisan yang tersamar. "Selama lima tahun aku memberinya segalanya! Aku memberinya rumah, kemewahan, nama besar! Dan sekarang kamu datang seolah-olah kamu pahlawan?"
Raka bangkit berdiri, menyeka darah di bibirnya dengan punggung tangan. Ia tidak membalas pukulan itu. Ia justru menatap Haris dengan tatapan kasihan—tatapan yang paling dibenci Haris.
"Kamu memberinya penjara, Haris. Bukan rumah," ucap Raka dengan suara yang tetap terkontrol. "Kamu menikahinya untuk membalas dendam pada pria yang sudah mati, lalu kamu selingkuh untuk menghukum dirimu sendiri. Kamu pengecut, Haris. Kamu terlalu takut untuk mencintainya secara utuh karena kamu merasa itu mengkhianati ibumu. Jadi kamu biarkan dia layu perlahan di sampingmu."
"Diam!" bentak Haris. Ia menerjang Raka lagi, mencengkeram kerah kemeja Raka dan mendorongnya hingga menghantam bodi mobil dengan keras. "Kamu tidak tahu apa-apa tentang beban yang aku pikul! Kamu tidak tahu rasanya melihat keluargamu dihancurkan oleh pria yang dipuja semua orang!"
"Aku tahu lebih banyak darimu!" balas Raka, kini suaranya meninggi. "Aku tahu kamu sedang menghancurkan wanita yang tidak berdosa hanya karena kamu terlalu lemah untuk menghadapi kenyataan masa lalumu sendiri! Lihat dia, Haris! Lihat wajah istri yang kamu bilang kamu cintai itu!"
Haris menoleh ke arah kaca mobil. Ia melihat Sarah yang sedang menangis histeris, menempelkan telapak tangannya di kaca seolah ingin memisahkan mereka berdua. Untuk sesaat, tangan Haris yang mencengkeram kerah Raka melemas. Ia melihat ketakutan yang luar biasa di mata Sarah—ketakutan terhadap dirinya.
"Lepaskan dia, Haris," ucap Raka lirih namun tajam. "Kalau kamu memang laki-laki, biarkan dia memilih jalannya sendiri. Jangan paksa dia tinggal di dalam neraka yang kamu bangun hanya untuk memuaskan ego dendammu yang salah sasaran itu."
Haris melepaskan cengkeramannya dengan sentakan kasar. Ia mundur beberapa langkah, menatap tangannya yang gemetar hebat. Dadanya naik-turun dengan cepat. Ia merasa dikuliti di depan umum, rahasia terdalamnya ditelanjangi oleh pria yang selalu ia remehkan.
"Pergi," gumam Haris, suaranya nyaris tak terdengar.
"Apa?" tanya Raka memastikan.
"Bawa dia pergi sebelum aku berubah pikiran dan membunuh kalian berdua!" teriak Haris lagi, memalingkan wajahnya agar tidak perlu melihat Sarah masuk ke mobil pria lain.
Haris berdiri mematung di tengah jalan saat mobil Raka perlahan melaju melewatinya. Ia tidak mengejar. Ia hanya berdiri di sana, di bawah langit yang mulai meneteskan hujan, menyadari bahwa ia baru saja menyerahkan satu-satunya hal berharga yang tersisa dalam hidupnya demi mempertahankan sebuah dendam yang kini terasa sangat hambar dan sia-sia.
sudah tau rasanya sakit di khianati oleh orang2 terdeki...
namun ternyata pada akhirnya dia sendiri menjadi pelaku dari rasa sakit yg diberikan 😡😡😡
yg udah tau bagaimana sakitnya dikhianati, namun dia menjadi orang yg menyakiti tsb!!!! 😡😤
lihat dulu novel novel para suhu,
sayang loh, ceritanya seru, tapi penulisan nya bikin kita mals baca.
tulisan nya di kasih jarak KA, buat gak kek baca koran
padahal ceritanya menarik loh, aku suka awalan nya