NovelToon NovelToon
Lelaki Berkacamata

Lelaki Berkacamata

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Tamat
Popularitas:644.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: tompealla kriweall

Suyitno merubah namanya menjadi Alex, semua bermula dari ketidak sengajaan yang terjadi disebuah persimpangan jalan.

Seiring berjalannya waktu Suyitno menemukan jati dirinya yang sebenarnya, rahasia yang tidak pernah dia ketahui sepanjang umurnya. Bahkan ibunya yang selalu menutup cerita darinya tentang masa lalu yang terjadi sehingga dirinya hadir di dunia ini.

"Kamu bukan orang lain untuk diriku, tapi ada hubungan darah yang lebih dari itu" kata tuan Ali suatu hari pada Alex.

"Ibu bukannya tidak mau bercerita yang sebenarnya, tapi ada hal yang harus ibu lakukan untuk melindungi dirimu" ucapan ibu Suyitno semakin membuat Suyitno penasaran tentang siapa dirinya yang sebenarnya.

Mungkinkah Suyitno adalah takdir dan karma lain dari kehidupan dimasa lalu, mampukah Suyitno menerima segala hal yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya?

Lalu ke mana cintanya akan berlabuh setelah semua terbuka dan mengetahui siapa dirinya ?

"Cinta tidak memandang dari apa yang ada, tapi lebih dari sebuah rasa untuk selalu ada bagaimana pun keadaanya."

Siapa yang berkata demikian saat Suyitno tidak mempercayai cintanya?
Mirna, Meilan atau mungkin mis Lina?

Waktu memang membuat rahasianya sendiri untuk kehidupan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tompealla kriweall, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Romansa Tersembunyi

Waktu kadang tidak punya rasa kompromi dalam urusan apapun yang datang mendadak. Apalagi urusan rasa hati yang tidak bisa dirumuskan seperti logaritma, atau adakah yang menemukan rumus rasa yang tak sengaja datang di hati?

Seiring berjalanya waktu dan intensitas pertemuan yang terjadi ada banyak hal yang tidak bisa dijabarkan akan rasa yang tiba-tiba mendominasi, apapun rasa itu hanya mereka yang mempunyai hati serta Tuhan yang mengetahuinya.

Selama misi penyelidikan om Tio memang mencurahkan segala daya upaya tenaga dan waktu agar bisa menghasilkan sesuai yang diharapkan. Om Tio pun tidak urung harus minta bantuan mis Lina yang tentunya lebih paham jika berurusan dengan tingkah para pejabat, bukankah mis Lina adalah guru kepribadian yang sebagian besar peminatnya adalah anak dari keluarga para pengusaha dan para petinggi yang berkuasa? om Tio akhirnya menyampaikan maksudnya saat dilihatnya mis Lina berkunjung untuk yang kesekian kalinya. Kebetulan yang tidak bisa datang dua kali untuk sekedar ngobrol karena Alex belum pulang kantor untuk memulai pelajarannya.

Dengan sedikit ragu dia mencoba menegur mis Lina yang tampak serius mengetik sesuatu di benda pipih sejuta umatnya.

"Hai Lin, serius banget. Boleh duduk disini?" tanya om Tio sambil menunjuk sofa diseberang tempat mis Lina duduk.

Mis Lina tampak terkejut mendengar suara yang datang secara tiba-tiba, karena dia berpikir jika dirumah ini sedang tidak ada orang kecuali mbok Narti yang menyambutnya tadi. Saat mis Lina mengangkat wajahnya tampak wajah om Tio yang terlihat tampan dan berwibawa dimatanya. Dengan sedikit gugup dan debar didada yang tiba-tiba datang, mis Lina hanya mampu mengangguk tanpa bersuara. Suaranya seakan hilang tidak mampu keluar, dan ada apa dengan dadanya? kenapa tiba-tiba berdetak lebih cepat, apakah ada hal serius sehingga dia perlu periksa ke dokter setelah ini?. Mis Lina mengelengkan kepala dan sikapnya ini tidak lepas dari pandangan om Tio.

"Ada masalah?" tanya om Tio tiba-tiba setelah duduk dengan nyaman didepan mis Lina. Dengan menahan malu dan rasa yang entah bagaimana lagi mis Lina kembali mengeleng. Mis Lina terlihat frustasi menangapi perasaan yang dia rasa saat ini.

Suasana yang sedikit kaku masih belum mencair dengan masing-masing pribadi yang terus terdiam hingga om Tio berdehem, mencoba mencairkan suasana yang membuatnya susah berkata-kata.

"Lin, bisa bicara?" tanya om Tio ragu, karena dilihatnya Lina masih sibuk dengan hape ditangannya dan mengacuhkan kehadirannya. Lina yang merasa gugup mencoba mengatur nafas dan kemudian menatap om Tio didepannya dengan kikuk. Lina tidak habis pikir dengan dirinya sendiri yang tiba-tiba tidak percaya diri dan gugup didepan teman om nya ini.

Padahal sebelumnya tidak ada perasaan apapun yang dia rasakan seperti sekarang ini. Bahkan Lina sudah lupa rasa ini bisa diartikan apa? sudah bertahun-tahun dirinya mengendalikan rasa ini dan tidak seorangpun yang bisa merubahnya tapi kini dengan om Tio, sahabat dan juga orang kepercayaan om nya? apakah rasa ini salah, ada apa dengan dirinya? Bahkan dulu saat masih bersama Vino tunangannya, Lina tidak merasakan rasa aneh yang seperti sekarang.

*****

POV Om Tio

Lina yang aku kenal adalah sosok gadis manis juga mandiri yang tidak mengandalkan kekayaan orang tuanya, bahkan dia sudah memisahkan diri dari keluarganya sedari SMA karena tidak mau pindah ke Belanda ikut mamanya yang mendapat orang sana setelah papa Lina meninggal dunia. Lina memilih sekolah dan bekerja apa saja yang bisa dilakukan sehingga dia menjadi sesosok gadis yang kuat dan tidak tergantung dengan orang lain.

Dulu aku melihat dirinya untuk pertama kali saat Ali mengajaku dalam acara tunangan Lina dengan kekasihnya. Ali yang menjadi wakil orang tua Lina saat itu, karena papanya sudah meninggal.

Papa Lina adalah saudara Tuan Ali dari ibu yang sama tapi berbeda ayah. Entahlah, aku tidak pernah tertarik dengan silsilah keluarga orang-orang yang mungkin sedikit rumit. Apalagi keluarga Ali termasuk bangsawan dan biasanya orang seperti aku tabu untuk sekedar membicarakannya.

Sekarang aku melihat Lina sebagai sosok gadis yang cerdas dan menarik. Aku pun tidak tahu apa yang terjadi dengan diriku sehingga sering pula memikirkannya. Mungkin juga karena lebih sering bertemu karena misi penyelidikan ini.

Kembali bertemu dengan Lina seperti ini adalah hal yang aku impikan selama aku menenangkan diri di Semarang. Aku berharap Lina masih sendiri karena kabar terakhir yang aku dengar dia batal menikah. Berita itu aku dengar sebelum kembali ke Semarang.

Kegagalan pernikahan yang dialami Lina juga pernah aku rasakan bertahun-tahun yang lalu, sehingga aku memutuskan bekerja untuk Ali agar bisa melupakan sakit hati dengan kesibukan dan tempat yang baru.

Di dalam ruang tamu rumah besar Ali ini hanya ada aku dan Lina, mbok Narti masih sibuk di dapur untuk persiapan makan malam. Alex belum kembali dan Ali sedang ke Bekasi bersama pak min. Aku masih betah menatap wajahnya yang memerah dan sedikit gugup, entah apa yang Lina rasakan dan pikirkan. Semoga apa yang aku harapanku juga sama yang ada dihatinya.

"Bisa kamu membantuku Lin?" Aku bertanya setelah sekian menit terdiam. Lina mengalihkan pandangannya ke arahku seakan bertanya.

"Bantu aku mencari sosok Aditama"

POV Om Tio and

*****

POV Lina

Waktu terus berjalan, mengharuskan kepada semua orang untuk tetap mengikutinya. Tentang apapun, dalam hal apapun. Bukankah waktu adalah bos dari segalanya tanpa manusia sadari? dan memang seperti itulah pada kenyatannya.

Aku sosok gadis yang katanya kuat dan mandiri yang tidak terbiasa merepotkan orang lain bahkan keluargaku sekalipun. Aku memutuskan hidup sendiri saat mama menikah lagi dengan orang Belanda setelah tiga tahun papa meninggal dan mengikuti suami barunya tersebut. Karena tidak mau meninggalkan indonesia dengan segala kenangan dan cita-cita, aku memutuskan hidup mandiri saat masih usia SMA.

Saat ditawari om Ali untuk tinggal bersamanya yang sendiri mengurus Alex, aku pun tidak mau. Aku memilih kost didekat sekolah dan hanya mengiyakan untuk sering bermain ke rumah sekedar menemani Alex ataupun membantu dalam hal apa pun.

Mama memang menanggung semua biaya hidupku tapi aku memilih untuk menabungnya dan hanya mengunakan seperlunya, selebihnya aku bekerja untuk mengisi waktu dan membiayai keperluan sehari-hariku.

Om Ali juga sering menawarkan bantuan dan memberikan pekerjaan yang bisa aku lakukan tapi aku tetap saja tidak mau tergantung padanya, aku hanya mengambil seperlunya dan sebisa aku membantu.

Sungguh aku tidak ingin hidup seperti benalu dan parasit bagi kehidupan orang lain.

Aku tidak pernah menyadari kapan tepatnya rasa ini datang, aku seperti remaja labil yang sedang jatuh cinta saja saat ini jika bertemu om Tio.

Sosok om Tio aku kenal pertama saat acara pertunangganku dengan Vino, kekasihku saat itu. Kekasih yang pada akhirnya meninggalkan diriku disaat waktu mendekati hari pernikahan.

Namun aku tetap bersyukur karena tidak harus terjebak dengan drama pernikahan jika memang harus terjadi.

Tragis memang, seperti hal nya yang sering terjadi dalam sinetron televisi yang tidak pernah aku tonton atau cerita-cerita novel yang kadang aku baca.

Vino berselingkuh dengan temanku sendiri di yayasan tempat aku mengajar.

Saat itu aku merasa jika kehidupan tidak adil denganku, karena kebahagian yang aku impikan kandas sebelum aku merasakan. Om Ali menasehati agar sabar dan bersyukur karena semuanya ketahuan sebelum pernikahan terjadi.

Aku semakin terluka saat tidak lama Alex yang sudah aku anggap adik pergi dari dunia ini dengan keadaan yang tidak wajar. Pengawalnya yang bernama om Tio pun merasa sangat bersalah dan melakukan penyelidikan secara tersembunyi karena kematian Alex pun dirahasian om Ali.

Tapi entah kenapa tiba-tiba om Tio menghentikan penyelidikan dan pulang kesemarang. Kata om Ali dia mau menenangkan diri dan pikiran terlebih dahulu.

Tak lama om Ali terbang keluar negeri dan memberikan kabar pada kantor jika Alex bersamanya. Aku tidak memahami apa yang ada dipikiran om Ali saat itu tapi setelah beberapa bulan kemudian aku baru tahu.

Om Ali menghubungiku dan meminta bantuan untuk mengurus seseorang. Seseorang yang ditemukan secara tidak sengaja oleh om Ali disuatu persimpangan jalan saat dirinya pulang perjalanan dari Bekasi.

Seseorang yang kemudian aku tahu juga jika masih ada darah yang sama mengalir ditubuhnya antara dirinya dengan diriku.

Hal ini tentu harus aku syukuri meskipun tanpa orang itu ketahui detail sebenarnya.

Beberapa waktu yang lalu om Ali kembali menghubungiku dan memintaku datang untuk mengajari Alex. Seseorang itu sekarang menjadi Alex dalam versi kami.

Karena hal ini pula aku kembali bertemu om Tio, seseorang yang dekat dengan om Ali serta Alex. Dekat dalam artian bukan sekedar interaksi antara bos dan bawahan tapi lebih dari itu meskipun mereka tidak ada ikatan darah sekalipun.

Setelah beberapa bulan kami berada dalam suasana sedikit tegang tapi akrab membahas segala sesuatu sesuai rencana, aku pun tidak menyadari rasa ini yang semakin terasa kuat.

Rasa yang sering aku kesampingkan dan tidak aku hiraukan karena takut terluka seperti saat dulu. Tapi apakah sekarang aku bisa menghindar? menghindar dari rasa yang semakin kuat entah berawal dari mana. Aku sering terjebak suasana canggung yang tercipta jika berhadapan dengan om Tio. Gugup dan juga cemas serta rasa yang aku sendiri tidak tahu.

"Hai Lin, serius banget. Boleh duduk disini?" tanya om Tio sambil menunjuk sofa.

Aku yang sedang sibuk mengetik dihape tentu saja kaget dan terkejut mendengar suara yang akhir-akhir ini mengikuti seperti hantu.

Aku pikir tidak ada orang dirumah selain mbok Narti yang tadi menyabut kedatanganku dan sekarang sibuk di dapur. Aku yang belum bisa menguasai diri hanya bisa diam dan mungkin terlihat aneh dimata om Tio.

Sekarang dia malah melihatku dengan intens, membuatku semakin gugup serta malu sekaligus ditatap seperti itu. Dan kenapa dengan dadaku yang berdetak sekarang, kenapa lebih cepat dan ini membuatku mengeleng tanpa sadar. Sialnya sikapku ini diketahui om Tio sehingga diapun bertanya.

"Ada masalah?" tanya om Tio tiba-tiba setelah duduk dengan nyaman didepanku. Aku tentu saja malu dan gugup, mungkin sekarang mukaku memerah, memalukan.

Aku mengeleng dan kamipun kembali terdiam beberapa saat hingga om Tio mengatakan sesuatu.

"Bisa kah kamu membantuku Lin?" tanya om Tio setelah sekian menit kami terdiam. Aku kembali mengalihkan pandangan ke arahnya, berharap dia tahu aku bertanya dengan permintaanya tersebut.

"Bantu aku mencari sosok Aditama." Kata om Tio dan berlanjut bahasan tentang siapa Aditama yang dicarinya dengan sesekali diselingi tingkah kami yang sama-sama canggung dan mungkin terlihat konyol bagi orang seumuran kami.

POV Lina and.

1
Herliani Lilis
jadi Suyitno ana pak Abram🤦, oaalhhhhh pie toh Sri Sri
TK: piye to, Sri.... 😁😁
total 1 replies
Herliani Lilis
haduhhhh ceritanya ngegantung,,,, udah penasaran sama faktanya,tapi di loncat loncat bikin penasaran, seru sih tapi capek Thor udah harap harap cemas
Rohad™
Izin jejak thor, 😄
30-10-2023 | 14.40
TK: ok, kakak.
silahkan dilanjutkan 👍
total 1 replies
Rohad™
Cihh, dasar freak si Meilan 😡
TK: huh 😑😑😑
total 1 replies
Rohad™
Kasihan si Alex (Suyitno), rupanya selama ini dia di khianati. 😓
TK: yah beginilah 😑
total 3 replies
Rohad™
Parah si Melan, Freak bener 🤦‍♂️
Rohad™: sama-sama 😄
total 2 replies
sasip
lah ini pemerannya tau ya dia tokoh dalam novel? 😉😅
TK: hahaha
lucu-lucuan aja 😎
total 1 replies
Mustaqim Namaqoe
kok berulang2 ya?
TK: iya, maaf gan.
ini novel pertama, dan tidak tahu caranya menghapus bab yang doble.
sengaja dibiarkan begitu untuk pengalaman. terima kasih
total 1 replies
dementor
up terus sampe tamat ceritanya..
TK: udah tamat kak ini 😁😁✌️
total 1 replies
dementor
banyak typo ya author.. tolong perbaiki typonya.. terima kasih.. 🙏🙏🙏
TK: iya kak terima kasih 🙏🙏

ini karya pertama TK
sengaja untuk pengingat bahwa TK juga belajar dari nol 🙂🙂
total 1 replies
Sri Bayoe
😭😭😭😭
TK: duh, sedih ya kak 😥😥
maaf 😭😭😭
total 1 replies
Sri Bayoe
masih ambigu
TK: semoga bisa dimengerti.
maaf, ini novel pertama TK yang masih awam tentang penulisan 😁😁🙏
total 1 replies
A.dinart
jempolan
EkaYulianti
kurang satu huruf ini Thor, bikin traveling 😂
TK: eh, hahaha 😂😂✌️
total 1 replies
Yuli Kohunussa
bagus👍
TK: makasih Kakak 😍😍
total 1 replies
Mariana Frutty
✅✔️
TK: thanks kak 🙏😍
total 1 replies
Dyah Oktina
haduh... d pancing u tanya.. tp d gantung jawabannya...
TK: ehhhh
total 1 replies
Dyah Oktina
aamiin yra
Dyah Oktina
wah...kasihan mb sri... d senengin/d pakai bapak & anak... mana masih menyimpen trauma 😢😢😭😭😭
TK: huwaaaa 😭
total 1 replies
Dyah Oktina
wah... punya ayah... tanam bibit d mana aja... kan jd bingung... mana ada yg dendam... haduh
TK: ihsss
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!