Memiliki suami yang penyayang dan pengertian merupakan suatu anugerah yang patut di syukuri oleh setiap wanita, suami yang bertanggung jawab dan selalu jujur tentang apa pun. namun sayang semuanya sirna ketika sang suami menyembunyikan suatu rahasia besar yang akan menghancurkan rumah tangga yang bahagia itu. akan kah rahasia itu terbongkar ataukah akan tetap tersembunyi dengan rapat? nantikan kelanjutannya yahh!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon janda#hot, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.28
"Maaf, mas. Uangnya sudah habis buat beli kebaya sama gamis," ucap Kanya sambil menunduk, mata Arga membulat sempurna karena kaget mendengar penjelasan dari Kanya.
"salah kamu sendiri, Kanya. Kenapa malah buat foya foya sih? sekarang kamu harus sabar dulu untuk mendapatkan uang itu, karena sampai sekarang mas juga belum mendapatkan penghasilan. Saat ini tak mudah mendapatkan pekerjaan dan kamu bisa lihat sendiri keadaan kita masih murat-marit kaya gini!" jelas Arga.
Kanya memanyunkan bibirnya sembari mendengus kesal.
"Kenapa kamu yang kesal sih? seharusnya aku yang ada di posisi itu karena kamu menyelewengkan amanah dari Lia!" ucap Arga.
"Sudah beberapa kali mas kirimkan lamaran pekerjaan tapi sampai sekarang juga belum ada panggilan kalau memang kamu mau buru-buru, bantu lah mas kerja gimana?" ucap Arga lagi.
"Maksudmu aku harus bekerja mas?" tanya Kanya.
Arga mengangguk pelan, sedangkan Kanya terlihat sedikit kaget melihat Arga menganggukkan kepalanya.
"Kerja apa dong, mas. Selama ini kan Lia yang selalu memanjakan aku bahkan memintaku untuk fokus kuliah saja tanpa harus capek-capek kerja karena itu wasiat terakhir dari ibunya tapi sekarang kamu malah memintaku bekerja untuk melunasi biaya kuliah? Kamu gimana sih mas?" ucap Kanya mulai merajuk memainkan bibirnya.
"itu dulu, Nya. Keadaan kita sekarang sudah berbeda, kamu harus bisa beradaptasi dong. Percayalah, pelan-pelan semua akan teratasi jika kita mau bersabar," ucap Arga memberi pengertian kepada istrinya.
"Sabar sampai kapan, mas? sudah dua minggu kamu belum juga mendapatkan pekerjaan, Apalagi sekarang kita tinggal di rumah ibu makin jauh kuliahku, capek pulang pergi tapi kalau mau kos di sana lagi bayarnya pakai apa!" ucap Kanya lesu.
"Makanya kamu sambil kerja dong, sayang. Sementara aja yang penting kuliahmu beres dulu, uang pesangon itu nggak cukup untuk melunasi kuliahmu sebagian sudah aku gunakan untuk membayar cicilan mobilku, mengertilah sedikit dengan kondisi ku saat ini," ucap Arga.
Ponsel Kanya bergetar, dengan malas Kanya mengusap layarnya dan membuka pesan di aplikasi hijaunya.
{Kanya misal aku kirimkan video ini ke teman-teman kuliahmu gimana ya reaksi mereka nanti} sebuah pesan dari Lia membuat Kanya semakin kesal dan marah.
"Mas lihat nih, Lia makin gak waras apa gimana sih? dia mengancam aku juga seperti kamu waktu itu!" ucap Kanya kesal memberikan ponselnya kepada Arga.
"Sepertinya dia memang mengancam mu juga, Nya!" ucap Arga.
{maksudmu apa sih Lia?} Balas Kanya singkat. Tak berselang lama Lia kembali mengetik pesan balasan.
{Batalkan wisudamu atau ku kirimkan video syur ini ke salah satu temanmu, pasti akan heboh dan ramai. Daripada nantinya kamu didepak dari kampus mu bukankah lebih baik kamu mengundurkan diri dengan secara sukarela!"} Balas Lia.
"lihat nih mas, Lia makin semena-mena sama kita karena punya video itu! sekarang dia mengancam ku akan menyebarkan video itu, kalau benar dia mengirimkan video kita itu bisa menghancur semuanya mas! mau taruh di mana mukaku nanti? lagian ngapain kamu simpan video begituan sih mas? kurang kerjaan banget kamu, mas. Jadi repot semuanya kan?" ucap Kanya terlihat begitu gelisah dan emosi saat menatap layar ponselnya.
"Kalau harus putus kuliah sayang banget dong, aku udah capek-capek bikin skripsi meski belum sepenuhnya kelar tapi aku udah semangat banget kejar target biarlah ikut wisuda bulan depan yang penting aku selesaikan skripsi ku dulu. Akan sangat ribet banget kalau harus ikut wisuda tahun depan! banyak biaya, Los time juga, apalagi jika pindah ke kampus lain malah makin ribet! kalau kaya gini aku nggak bisa wisuda tahun ini dong mas!" ucap Kanya terisak di samping Arga.
Kanya menutup wajahnya dengan bantal untuk meredam tangisnya yang makin lama makin keras terdengar.
"Liana apa mungkin dia akan seberani itu? apakah rasa sakit hatinya terlampau dalam hingga dia tega melakukan hal yang tak mungkin dilakukan oleh perempuan seperti dia!" ucap Arga. Pikiran nya mendadak kacau, kepalanya pusing dan matanya pun berkunang-kunang. Rasanya ia ingin pingsan sejenak agar bisa melupakan semua masalah hidup nya ini meski hanya beberapa saat.
{Kamu jangan berlaga di atas awan yah, Lia. Mentang-mentang punya video itu lantas bisa seenak nya mau mengancam aku dan Kanya, cukup kamu buat aku jadi pengangguran kalau sampai kamu mengirimkan video itu ke teman kuliah Kanya, awas aja kamu aku nggak akan segan-segan menghancurkan mu, dikasih hati malah minta jantung juga} balas Arga.
Tak Lia sangka Arga mengirimkan pesan seperti itu kepada dirinya, seolah-olah ia tak takut dengan ancam dari Lia bahkan dengan lancang mengancam balik Lia.
Lia tampak berpikir keras bagaimana jika ancaman Arga benar di lakukan, apakah ia tak memikirkan nasib dari putranya ataukah pesan ini hanya sekedar ancaman agar Lia tak menyebarkan video syur tersebut.
Berbagai pertanyaan lalu lalang begitu saja dalam benak Lia, ia juga sedikit takut jika Arga mulai geram apalagi jika Arga melakukan hal jahat kepada dirinya.
{kamu balik ngancam ku, mas? serius? nggak takut kalau videonya viral? kalau kemauan mu seperti itu yah silakan kamu lanjutkan saja tapi jangan salahkan aku jika kalian mendadak jadi artis} balas Lia.
"Aku yakin mas Arga dan Kanya tak akan mengacuhkan ancaman ku begitu saja. terserah Kanya mau wisuda tahun depan atau kapan yang pasti aku tak ingin dia wisuda tahun ini, biar saja sementara mereka sibuk mencari cara untuk memperbaiki ekonomi yang berantakan. Mas Arga saat ini hanyalah seorang pengangguran sedangkan Kanya yang digadang-gadang akan segera mendapat gelas tingginya dan membantu perekonomian ternyata gagal wisuda, dia pun harus tetap membayar uang kuliah hingga wisuda tiba. Aku hanya ingin mereka sedikit merasakan bagaimana ribetnya aku dulu dengan membagi uang belanja yang pas-pasan dari mas Arga!" ucap Lia.
{Maumu apa sebenarnya sih, Lia. Kamu sengaja ingin membuatku dan Kanya kekurangan materi? Apa kamu nggak sayang sudah membiayai kuliah Kanya dari dulu? Kenapa saat tinggal beberapa minggu wisuda justru kamu tega berbuat seperti itu? walau bagaimanapun Kanya itu saudara angkat yang kamu dan ibu rawat sejak kecil, Lia! Kamu harusnya ingat bagaimana perjuanganmu saat susah dulu, jangan mentang-mentang sekarang sedang emosi lantas kamu menghancurkan semua yang sudah kamu bangun sejak semula. Biarkan Kanya wisuda setidaknya dengan melihatnya wisuda perjuanganmu selama ini tak sia-sia} balas Arga panjang lebar.
"sayang katanya! tak sia-sia jika melihatnya wisuda? mas Arga sepertinya memang mati rasa dan hati, justru sayang banget kalau dia sampai wisuda biar saja perjuanganku selama ini sia-sia daripada harus melihat penghianat itu sukses di depan mata," ucap Lia kesal.
"percuma juga aku berjuang sekuat tenaga untuk membiayai kuliahnya ke jenjang yang lebih tinggi, justru ia menghujam hatiku dengan pisau dari belakang. Ia tak memikirkan masa depan yang sudah ku susun cantik harus hancur berantakan tiada sisa. Kalau bukan karena nasihat dari ibu, aku tak akan bodoh melakukan hal ini!" ucap Lia lagi.
{Terserah mau wisuda kapan tapi tidak untuk tahun ini} balas Lia.
{Buat apa memundurkan waktu jika dia bisa segera selesaikan skripsinya untuk ikut wisuda bulan depan, kamu jangan gila deh, Lia! jangan ngelunjak jadi orang!} balas Arga.
{aku nggak mau tahu ya, mas! kalau sampai kulihat Kanya wisuda bulan depan lihat saja nanti aku nggak akan tinggal diam! Kenapa harus memaksa wisuda kalau memang dia mau kerja, kerja saja tanpa ijazah juga bisa} balas Lia.
Setelah menunggu cukup lama Arga tak membalas pesannya lagi, hingga Lia tertidur pulas.
***
Azan subuh sudah berkumandang beberapa menit yang lalu, Aska pun sudah salat berjamaah di kamar nya hari ini memang Lia ingin mengajak putranya untuk ke rumah ibu mertua, entah mengapa kemarin malam lu memimpikannya, mungkin ibu rindu dengan cucunya. Kemarin saat Lia menelepon kata ibu baik-baik saja tak ada kekurangan suatu apapun. Sengaja Lia tak memberitahukan kedatangannya dan Aska, ia ingin memberi kejutan spesial buat ibu mertuanya itu.
Walaupun Lia merasa kuat dan bisa melewati semua masalah ini sendiri tapi Lia juga ingin berbagi rasa pada ibu mertuanya, ia membutuhkan doa dan peluk kan ibu mertuanya, ia berharap ibu mertuanya juga bisa memberi solusi terbaik untuk hubungannya dan Arga terkait masa depan Aska pasca bercerai nanti.
demi jalang murahan.... dan jga nafsumu... km rela khilangan rumah yg nyata😅😅😅
jika berkenan kita saling dukung yuk