NovelToon NovelToon
Aku Menyerah, Mas

Aku Menyerah, Mas

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / CEO / Pengantin Pengganti Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:28.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mamak Ara

Ara, harus menelan pil pahit setelah perjuangannya selama 2 tahun terbuang sia-sia,


"Aku kira pengabdianku selama 2 tahun ini akan membuahkan hasil yang indah, Mas,"ujar wanita cantik berambut panjang itu,

"tapi ternyata aku salah, .... "
"Aku menyerah Mas Arya"ujar Ara menatap langit malam, dengan air mata yang meleleh membasahi pipinya, tapi bibirnya mengembangkan senyum yang penuh luka....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mamak Ara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28, Perasaan Ini,

Ara yang sedang memakan paha ayam bakar pesanannya tentu saja terkejut. Refleks, Ara yang masih mengunyah paha ayam itu menoleh ke samping dan melihat Arya berdiri di dekat tempat duduknya.

“Mas, Mas Arya,” gumam Ara dengan suara pelan, matanya membelalak kaget. Arya tersenyum manis, senyum pertama yang pernah Ara lihat darinya.

 “Manis banget, laki-laki ini,” gumam Ara terpana.

 “Awas, nanti kamu tersedak,” ujar Arya sambil meraih paha ayam yang masih tersumbat di mulut Ara. Ara langsung mundur cepat.

“Astaga, Ara,” gumamnya malu melihat tingkahnya sendiri. Ara meletakkan potongan ayam yang belum sempat diambil Arya.

“Makan saja dulu, nanti kita bicarakan,” kata Arya. Ara mengangguk pelan, lalu melanjutkan makan ayam bakar pesanannya dengan perasaan malu.

"Bagaimana?" tanya Arya tiba-tiba, tepat setelah Ara selesai menyeka bibir dengan tisu.

Ara berpura-pura tidak mengerti, pura-pura menolak terlibat dalam percakapan itu.

"Bagaimana apanya, Mas?" jawab Ara dengan nada tenang, berusaha memutuskan obrolan ini,

"Jangan pura-pura tidak mengerti, Ara. Bagaimana kalau kita lupakan saja dua tahun pernikahan yang berat ini? Mari mulai semuanya dari awal." Kalimat itu seperti batu besar yang dilempar ke dasar danau hati Ara,

memicu gelombang rasa takut dan trauma yang sudah lama dia simpan rapat.

Apa mungkin? Apakah Arya benar-benar bisa berubah? Ara takut kalau sejarah itu terulang lagi, Arya yang selalu cuek, tak pernah menghargainya sebagai istri, apalagi menghargai pernikahan mereka,

"Apa kamu bisa dipercaya?" suara Ara lirih, setengah menantang, setengah berharap. Arya hanya tersenyum, senyum yang membuat hati Ara bingung sekaligus penasaran.

"Kita bisa buat kontrak tertulis, jika kamu ragu" katanya serius, tatapannya dalam.

"Kamu bisa buat syarat apa saja dalam kontrak itu. Aku akan mengikutinya, karena aku benar-benar ingin membangun rumah tangga bersama kamu, Arabella." Ara menatap mata Arya mencari kejujuran di sana.

Apakah ini awal yang baru, atau hanya janji manis yang akan hilang bersama angin?

Ara memandang Arya, mencoba menelan segala keraguan yang menyelimuti hatinya.

"Aku akan mempertimbangkan ucapanmu, Mas," kata Ara, suaranya pelan, tidak menolak tapi juga belum menerima ajakan yang mengalir dari bibir Arya.

Arya tersenyum, menganggukkan kepala pelan.

"Tidak apa-apa, dua hari lagi aku tunggu jawabanmu," katanya meyakinkan.Ara menangkap ketulusan dalam ucapannya, dan itu membuat Ara mulai memikirkan kembali.

"Ini bukan sekadar bualan atau janji kosong," batin Ara.

"Aku benar-benar sadar sekarang. Pernikahan ini bukan permainan." Arya teringat awal pernikahan mereka begitu penuh kesalahan, kesalahpahaman yang mungkin karena kedewasaannya yang belum sampai pada tempatnya.

Rasanya berat dan sulit menerima semuanya selama ini.Namun, kini Arya sadar akan kesalahannya,

Ara menatap Arya dengan tatapan fokus,

"Dia ingin membahagiakan aku, memberikan yang seharusnya aku dapatkan.Tapi mengapa hatiku masih bimbang? Kenapa rasa takut dan ragu masih menggerogoti hati ku?"Ara terdiam, membiarkan kesunyian mengisi ruang di antara mereka, mencoba mencari jawaban dalam kelam hatinya sendiri.

****

Ara sudah berulang kali menolak untuk diantarkan pulang oleh Arya tapi Arya tetap memaksa mengantarkannya pulang.

"Ayo keluar," ajak Arya dengan nada pelan tapi pasti, seperti ada sesuatu yang tak bisa dia tahan lebih lama lagi.

Namu Ara tiba tiba saja menahan lengan Arya,

"Jangan berantem ya, Mas," suara Arya terdengar lembut saat menoleh ke arah Ara, senyum kecil mengembang di bibirnya.

Arya hanya mengangguk, tapi hati Ara masih penuh ketegangan. Langkah Arya berputar cepat, berhenti di depan pintu Ara dan membukakan pintu itu dengan sopan.

Ara keluar, disambut oleh senyum manis Arya, Arhan duduk diam dengan tubuh menyandar di body motornya, wajahnya tak lepas dari bayangan sunyi.

Ara mengangkat kepala, berusaha menghindari tatapan mata Arhan, tapi tanpa sengaja mata mereka bertemu. Mata Arhan tampak sendu, mengandung kekecewaan yang tak diucapkan.

"Hai, Arhan," sapa Arya, mencoba terdengar santai, Di antara mereka bertiga, Ara merasa kecil dan rapuh, terjepit oleh jarak dan keheningan yang tak kunjung terurai.

"Hai, Bang,"Balas Arhan sambil tersenyum tipis. Arya menatapnya dengan nada menyindir,

"Sedang apa kamu di sini? Tidak sedang menunggu istri orang, kan?" ujar Arya tersenyum miring,

"Tidak, aku bukan orang yang mau mengganggu wanita yang sudah bersuami. Aku cuma ingin memastikan apakah karyawan di kafe bengkelku hari ini masuk atau tidak." Mata Arhan melirik ke arah Ara yang terdiam canggung. Arya mengangkat alis, seolah tak percaya dengan jawaban.Aehan,

"Ara sudah tidak akan kerja di bengkel kamu lagi setelah ini. Dia pasti mulai sibuk mengurus aku sebagai suaminya dan tentu saja rumah tangga kami," jawab Arya sambil menggenggam tangan Ara.

Jantung Arhan serasa berhenti. Kenangan lama menghantam dengan keras. Apakah ini benar-benar akan terjadi lagi? Apakah aku harus merasakan patah hati untuk kedua kalinya, dari wanita yang sama?

"Oh begitu," jawab Arhan singkat. dia mencoba tersenyum, tapi senyum itu terasa dipaksakan, penuh kepedihan yang tersembunyi.

"Tidak masalah. Lebih cepat aku tahu, lebih cepat aku cari pengganti." Ara terdiam, tatapannya menusuk ke dalam hati Ara. Ara menangkap ada kesedihan, tapi juga ketulusan yang mendalam dalam tatapan mata Arhan,

"Dia benar-benar mencintai ku dengan tulus"gumam Ara perasaannya bercampur aduk bahagia dan sedih.

***

"Kenapa nggak pulang ke rumah kita saja, Ara?" Arya menatap Ara dengan penuh harap, mencoba mengusap dinginnya sikap Ara yang makin menjauh.

Ara tahu Arya ingin dirinya segera pulang, tapi dia butuh waktu waktu untuk menenangkan diri dan memastikan keputusan ini benar-benar keputusan yang tepat,

"Aku butuh waktu, Mas Biar aku pikirkan semuanya dengan tenang," jawab Ara pelan, berusaha menjaga jarak agar dia bisa meraba perasaannya sendiri tanpa gangguan.

"Baiklah, besok aku ke sini lagi. Aku akan menunggu kamu kembali ke rumah kita," katanya meyakinkan Ara,

Tiba-tiba dia mendekat dan mengecup kening Ara, sentuhan pertama dari Arya setelah sekian lama.

Anehnya, Ara merasa kosong. Seharusnya ada getar dalam dada, ada debar yang menegaskan rasa rindu atau cinta, tapi kini? Hampa.

Ara terdiam, menyimpan kebingungan itu sendiri. Dulu, saat mereka masih bersama,

Ara membayangkan momen seperti ini penuh dengan kehangatan. Tapi sekarang, kenapa yang dia rasakan justru dingin biasa?

"Ya sudah, aku pulang ya," ujar Arya sambil tersenyum kecil. Ara hanya mengangguk, membalas ucapan Arya tanpa suara.

Mobil Arya semakin menjauh, meninggalkannya dengan hati yang perlahan membeku.

Ara mengusap dadanya, mencoba mengerti perasaan yang berkecamuk tanpa suara.

"Kenapa begini? Apa... cinta itu benar-benar sudah mati?" gumamnya lirih, merasakan hampa yang tak kunjung usai.

~

1
Datu Zahra
bertele² loe Ara, tinggal ngomong soal Fiona aja pake banyak drama.
Kasih Bonda
next Thor semangat.
Mamak Ara: ok kk
total 1 replies
Kasih Bonda
next Thor semangat
Mamak Ara: ok kk
total 1 replies
Kasih Bonda
next Thor semangat.
Mamak Ara: siap kk
total 1 replies
Kasih Bonda
next Thor semangat
Kasih Bonda
next Thor semangat .
Mamak Ara: ok kk
total 1 replies
Kasih Bonda
next Thor semangat
Mamak Ara: ok kk
total 1 replies
partini
lah depresi hemmm nanti ketemu membaik Ara ga tega orangnya Weh Weh something ini mah
jadi betul"anaknya si Arya toh panggil Daddy ke Paman nya bagus bagus
CLBK kah ini no good
Mamak Ara: 🤭🤭🤭, ada aja ya kan kk
total 1 replies
Kasih Bonda
next Thor semangat.
Mamak Ara: ok kk
total 1 replies
Kasih Bonda
next Thor semangat
Mamak Ara: siap kk
total 1 replies
partini
ko aku bingung Thor udah lima tahun ada anak umur 2 th
Mamak Ara: nex bab, akan tahu siapa Layla ya kk
total 1 replies
Ai Umana sari
astaghfirullah aladziin bener cewe bego, rasain karma lu nyakitin arhan yang tulus sama lho
Kasih Bonda
next Thor semangat
Ketut sariani Sariani
lnjut thor,jdi wanita trllu bodoh dan kurang tegas,mau sja di jodohin SMA Arya,greget jdi ya SMA sich Ara,SDH ada cwok yg mau SMA dia,Mlah ngasih kesempatan SMA si arya
Mamak Ara: ok kk
total 1 replies
partini
kemarin pas ngmng sama temen nya siArya lagi kesambet ya Thor
sekarang dah balik lagi jadi begundal
Mamak Ara: ya kali kk, bagus kesambet kali ya kk🤣
total 1 replies
Kasih Bonda
next Thor semangat.
Mamak Ara: ok kk
total 1 replies
Kasih Bonda
next Thor semangat
Mamak Ara: ok kk
total 1 replies
partini
rujuk ?
hemmmm aku stop baca Thor ma"af ya 🙏
partini: rujak aja rujak bebek 🤣
total 2 replies
partini
emang Ara pernah tanya ke arhan Thor
Kasih Bonda
next Thor semangat.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!