NovelToon NovelToon
La'grimas

La'grimas

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:3.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Ucu Irna Marhamah

PERHATIAN!!!

Meisa mencintai Refaldo, tapi ternyata cintanya bertepuk tangan dan malah ada seseorang yang mencintai nya tanpa dia sadari. Pria tampan yang misterius yang berani mengambil kesucian nya.

Siapa dia?

"Karena cinta ku hanya dia, bukan dirimu!"

_Meisalia Michelle Danuarga_

"Hanya aku yang berhak atas dirimu, jangan pernah berpikir untuk kabur dari ku!"

_Aryatama Arbano Adiwijaya_

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ucu Irna Marhamah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28

Michael mendapatkan telepon dari pengacara lama nya.

"Ada apa Charlie? Aku sedang sibuk"

"Maaf Pak, tapi putri anda ingin mengajukan persidangan lama yang ditutup untuk di buka kembali "

"Meisa? Hmm.. Aku pasti akan bertemu Aryatama.. Baiklah, aku akan segera ke persidangan "

♡♥♡♥♡♥♡

Refa memperlihatkan bukti-bukti pada Salia. Salia mengangguk-angguk mengerti.

"Sebenarnya, berapa tahun usia Aryani saat dia di bunuh? "

"Usianya 8 tahun"

Deg

"Pantas saja, Aryatama begitu dendam pada Papa dan keluarga kami.. Jadi.. Adiknya masih sangatlah muda.. "

"Baiklah, Refa.. Ayo kita pergi"

Refa mengangguk.

Di persidangan

"Dimana terpidana yang di tuduh membunuh Nn. Aryani? "

"Saya disini, yang mulia" kata Michael. "Dan saya sebagai pembela Tn. Danuarga" kata Charlie yang duduk berdampingan dengan Michael.

Meina terlihat cemas. Dia selalu berdoa dalam hati untuk kemenangan persidangan ini.

"Dan saya polisi yang membawa bukti-bukti yang menguatkan kalau Tn. Michael sama sekali tidak bersalah " kata Refa. Dia duduk berdampingan dengan Salia.

"Lalu dimana yang mengajukan kasus ini? "

Para juri berbisik. Mereka saling memberikan pendapat.

"Kemana Aryatama? Padahal aku sudah mengundang nya kemarin untuk persidangan ini" gerutu Refa.

Salia terlihat berpikir.

"Apa mungkin Aryatama tidak akan datang? "

"Saya disini, yang mulia"

Semua pandangan tertuju pada seseorang berpakaian casual. Itu Aryatama dengan kedua pengacaranya. Dan Adi pamannya.

Pengacara yang satu bernama Alex dan yang satunya lagi bernama Daniel. Mereka memasuki ruang persidangan.

Salia melihat  Aryatama yang menatap nya penuh misteri. Salia segera mengalihkan pandangannya karena dengan dia menatap Tama, dia malah mengingat kejadian buruk itu lagi.

"Aku yakin, Salia ingin mengajukan kasus kami.. Dia ingin aku bertanggung jawab atas perbuatanku.. Uh senangnya.. Dengan senang hati aku akan bertanggung jawab "

"Silakan, Tn. Adiwijaya untuk duduk dikursi sebelah sana" kata hakim.

"Silakan Tn. Charlie selaku saksi dari tertuduh untuk menyampaikan kesaksian nya " kata hakim.

Charlie pun bangkit dan berdiri di mimbar kesaksian. Dia mulai berbicara.

"Ini kasus yang cukup lama dan saya ingin mengajukan kembali sidang yang dianggap tidak adil ini. Tn. Adiwijaya dengan bukti tidak jelas nya menuduh Tn. Danuarga sebagai seorang pembunuh yang telah membunuh adiknya... "

Tama mengerutkan dahinya. "Ini kan kasus yang sudah lama berlalu.. Kenapa di ungkit-ungkit lagi? Ku kira mereka mengajukan kasus tentang Salia"

".. Dengan kesaksian Tn. Refaldo selaku polisi yang baru-baru ini melakukan penyelidikan bahwa yang membunuh Nn. Aryani adalah Nn. Cecillia, adiknya Tn. Danuarga"

Deg

Michael yang tidak tahu kalau mereka tahu pembunuhnya tampak terkejut mendengar nya. Dia melirik kearah Salia dan Refa.

"Kalian tidak bilang kalau kalian tahu.. " bisiknya.

Refa dan Salia saling pandang kemudian mengendikkan bahu mereka berbarengan.

"Jadi pembunuh yang sebenarnya adalah Nn. Cecillia"

"Izin berbicara, yang mulia " kata Daniel.

"Ya? Silakan " kata Hakim.

"Bukti yang di dapatkan team otopsi kami membuktikan ada DNA Tn. Danuarga di pergelangan tangan korban, selain itu, Nn. Aryani sering membahas tentang Tn. Danuarga sebelum meninggal " kata Daniel.

"Izin berbicara, yang mulia" kata Refa.

"Ya, silakan "

"Saya membawa bukti-bukti yang memberatkan penuduh, dokumen-dokumen penting nya "

Kedua pengacara Tama mengerutkan dahinya.

Hakim dan penyelidik memeriksa dokumen-dokumen serta barang-barang bukti yang di bawa Refa.

"Izin berbicara yang mulia, tapi berkas-berkas itu bisa saja di palsukan karena cukup lama terjadinya pembunuhan itu " kata Alex.

Refa tersenyum sinis. "Tapi saya membawa saksi yang tidak akan bisa di palsukan.. Dia tersangka nya.. Ya, saya membawa tersangka sesungguhnya "

Deg

Michael mengerutkan dahinya.

Terdengar langkah kaki memasuki ruang persidangan.

Semua mata tertuju kesana. Mereka melihat  seorang wanita dengan di kawal 2 orang perawat memasuki ruang persidangan.

"Cecil" gumam Meina.

Cecil menatap Meina dengan tajam. Salia tidak mengira dengan pembelaan Refa yang mati-matian.

"Silakan Nn. Cecil.. Katakan yang sebenarnya " kata Hakim.

Cecil mengepalkan tangannya. Dia berjalan ke samping Refa.

"Iya, saya yang telah membunuh anak kecil itu "

Para juri berbisik-bisik. Mereka tidak mengira semua itu benar-benar diluar dugaan mereka.

Hakim mengetuk-ngetuk palu nya. "Hadirin harap tenang "

Sunyi.

"Kenapa anda mau membunuh anak kecil yang tidak berdosa itu? " Hakim bertanya pada Cecillia.

"Perusahaan Adiwijaya menyaingi perusahaan Danuarga, tidak ada pilihan lain, jika gadis kecil si pewaris itu mati, maka seluruh perusahaan nya akan jadi milik pria itu dan dia tidak akan mampu mengurus semuanya..." kata Cecillia sambil menunjuk Aryatama.

Tama mengepalkan tangannya. Adi menggenggam tangan Tama. Tama menatap Adi. Adi menggeleng.

"...Jika perusahaan Danuarga tidak ada saingannya, maka aku dan Michael tidak akan menjadi penerus perusahaan itu karena aku dan Michael ingin menjadi seorang dokter, bukan pengusaha.. "

"Lalu, apa Tn. Michael terlibat dalam pembunuhan itu?" tanya Hakim.

Cecillia menatap Michael dengan penuh luka. Cecillia menggeleng.

"Tidak, dia tidak ada hubungannya dengan pembunuhan itu " kata Cecil.

Aryatama menggebrak meja dengan cukup keras. Semua pandangan tertuju pada Tama.

Adi berusaha menenangkan Tama.

Cecil tersenyum sinis. Dia mengambil pistol di sabuk Refa kemudian menodongkan nya ke kepala hakim. Refa kalah cepat.

"Jangan bergerak, atau ku pecahkan kepala tua bangka ini "

♡♥♡♥♡♥♡

By

Ucu Irna Marhamah

1
𝓡𝓲𝓪𝓷𝓲 ☆ミ
love buat karakter tama dan salia kalian the best, aku suka banget sama cerita kalian 😘😍
Bear
Thor? Kapan lagi sih up nya?🫠
Bear: Author?🙂
total 1 replies
Bear
Dari tadi nyari akhirnya salila🥹🫠🫠🫠
Rini Haryati
lnjut thor
bagus ceritanya
semangat
YuWie
Hiatus ya...mau baca gak jadi nih. krn ntar malah gantung di hati dan pikiranku
cici
lanjut ke sini setelah cerita emk nya ..🏍️🏍️🏍️
yuris ir
up lagi yg banyak thor biar ngk lupa jalan ceritanya
ძ⃝ᥱm᥆⃟ᥒᥱss⃝☯​᭄
Roberto dan mykhalista akan kah bersama? apa lagi ada Megan yg gatau siapa ayah nya,,,kasihan🥲
🌷
kangen bgt sama cerita ini tp up nya lama pake bgt 😢
Acih Afiqa
mampir
Putri Parameswara
udah hamil besar mbok Yo diem d rumah aja
Kandou Mhey
huuaaa aku kangen sama Author 😭
rajin up nya dong thor hampir lupa jalan cerita nya Salia dan Tama aku
Putri Parameswara
serem amat ya ampun
sampe senam jantung gini mlm2 😔
Putri Parameswara
itu hantu bkn sih
bikin takut aja 😩😩
Putri Parameswara
ya ampun serem amat🥲🥲
bacanya mlm2 lg 😭😭
Nur Hayatie
lanjut lg thor
funniesz
😍
Nayra Syafira Ahzahra
Alhamdulillah..... makasih Thor Upnya 😊😊😊
Senora Ahmad
astaha tuhan,,,, dpt notif langsung cuss aqoh...😘😍😁😀
Sri Ka
lama baru up, bacanya sambil ingat" nama tokohnya, semangat thor biar reader ndak pada lupa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!