“Teruslah mengisi namaku di dalam hatimu, meski itu bentuk kebencian, aku bahagia telah menjadi sesuatu yang terus kau pikirkan.”
Dunia menyajikan begitu banyak cerita, namun sayangnya tidak ada cinta selain nelangsa yang berpihak kepada seorang, Hawwa Saranetta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tuti Alawiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Permintaan Maaf
Zahrana Terbangun Dari Tidurnya, Gadis itu Menggeliat di pelukan Roby.
Zahrana Memandangi Roby Yang Tertidur Nyenyak!
hm, Kenapa Dia Memelukku! Bukankah Tadi malam Dia Ingin Sekali Membunuhku!
Zahrana Melepaskan Tubuhnya Dari Pelukan Roby, Roby yang Menyadari Itu Langsung Menahan Tubuh Zahrana Agar Tetap Berada Di pelukannya.
“Kenapa Zahra ku ini Bangun Cepat Sekali,,”
Roby Membenamkan Wajahnya Di Punggung Gadis itu.
Ada Apa Dengannya! Kenapa Sifatnya Berubah Secepat ini!
Zahrana Sangat Bingung Dengan Sifat Roby Yang Berubah-ubah itu.
“Apa Tanganmu Masih Sakit”
Roby bertanya Sambil memegang Tangan Yang Di Balut Perban itu.
“Tidak Sakit,,,”
Zahrana Mulai Bergerak Melepaskan Tubuhnya Dari Pelukan Roby.
Roby membiarkan Zahrana Pergi,, Beberapa Menit Kemudian Zahrana Keluar Dari Kamar mandi, Gadis itu Sudah Menyiapkan Air Hangat untuk Roby.
Roby Hanya Menurut Saja Saat Zahrana Membantunya Berpindah Ke Kursi Roda,,, Roby Mengkhawatirkan Tangan Zahrana. Akan Tetapi Tangan yang tadi Diperban itu Tampak Baik-baik Saja, Bahkan Tidak Terdapat Perban Yang Menempel Lagi,
“Bagaimana Dengan Tanganmu Apa masih Sakit”
Roby Begitu cemas.
“Sudah Tidak Terasa Sakit Suamiku!”
Zahrana Menjawab Pertanyaan Roby Sambil Fokus Menyabuni Tubuh Suaminya itu.
“Maafkan Aku”
Zahrana Mendongakkan Wajahnya Menghadap Roby Saat Mendengarkan Kalimat yang Terucap Dari Suaminya Itu.
Mata Gadis itu Berkaca-kaca.
Kemudian Tersenyum Manis Kepada Zahrana.
“Terimakasih Kasih, Telah Menerima Semua Kekuranganku ini”
Roby Melanjutkan Kalimatnya.
Membuat Zahrana Tidak Bisa Berkata-kata.
Tidak Pernah Ia Bayangkan Sebelumnya, Ternyata Suaminya itu Memiliki Sisi Yang Lembut Seperti Sekarang ini.
Zahrana Hanya Senyum Melihat Tingkah Suaminya itu.
Roby Menatap Zahrana Lama, Pemuda itu Merasa belum pernah Menemukan Gadis Semanis Istrinya itu.
Roby Meraih Dagu Zahrana Dan Mencium bibir Gadis itu.
Zahrana Yang Kaget langsung Mematung, Tentu Saja Gadis itu Kaget,, Itu Merupakan Ciuman Pertamanya.
Roby Melepaskan Ciumannya,, Seperti nya Ada Yang Salah Dengan Kelakuannya,
Zahrana Terlihat Menunduk, Airmata Berjatuhan Mengenai pipi!
“Hei,, Kenapa! Kau Merasa Ternodai?”
Roby Bertanya Dengan Nada Penuh Curiga.
Zahrana Menggelengkan Kepalanya,,, Di Susul Tangis Pecah Dari Gadis itu.
“Ini Ciuman Pertamaku”
Zahrana Menangis Histeris!
“Lalu Kenapa Kalau ini Adalah Ciuman Pertamamu, Aku Ini Adalah Suamimu”
Roby Menegaskan Status Yang ia Miliki Agar Zahrana Lebih Tahu Apa Yang Harus Dilakukannya.
Zahrana Menghentikan Tangisnya, Gadis itu Merasa apa Yang Di Katakan Roby itu Memang Benar, Tapi Dirinya hanya Kaget Saja!
“Bahkan Lebih Dari ini,,, Aku Bisa Melakukannya”
Roby Mendekatkan Wajahnya Ke Wajah Zahrana Dan Mencium Gadis itu Sekali Lagi!
Zahrana Hanya Diam, Perlahan-lahan Zahrana Menutup Matanya Seperti Yang Di Lakukan Roby.
Roby Menikmati Ciumannya, Sesuatu Di Tubuh Bagian Bawah Roby Terasa Bangun.
Dengan Cepat Roby Melepaskan Ciuman Itu.
Roby Sadar Meskipun Lumpuh Bukan Berarti Keinginannya Juga Lumpuh, Akan Tetapi Dengan Kondisinya Yang Lumpuh Tidak Akan Bisa Melaksanakan Keinginannya itu.
Setelah Selesai Mandi, Zahrana Memakaikan Pakaian Santai Untuk Roby, Karena Roby Tidak ingin Ke Kantor Hari ini. Kemudian Keduanya Turun Ke Bawah.
Mereka Tidak Mendapati Satu Orangpun Di Bawah, Termasuk Chef Rangga Dan Para Pelayan. Zen pun Tidak Di temukan Di Sana.
Dengan Keadaan Yang Sudah Sunyi, Dan Sarapan Yang Belum Terhidang kan Zahrana Berjalan Ke Dapur untuk Membuat Sarapan Untuk Roby.
“Kamu Mau Kemana?”
Roby Bertanyaa Saat Zahrana meninggalkannya Dan Pergi ke Dapur.
“Aku Akan Membuat Sarapan Untuk Suamiku”
Sambil Senyum Manis
Roby Hanya Diam, mengingat Sarapan Yang Dibuat Istrinya Kemarin, Sedikitpun Tidak Disentuhnya. Roby Merasa Bersalah Dengan Hal itu.
“ Zahra Ku,,, Boleh Tidak, Kalau Buatkan Sarapan Seperti yang Kemarin Kau Antar Ke Kantor”
Roby Ingin Memperbaiki Kesalahannya.
“Ahh,,, Apa Suamiku Menyukainya,?”
Zahrana Begitu Senang.
Roby Menundukkan Kepalanya
Setelah Beberapa Menit, Nasi Goreng Penuh Komplit itu Siap Di Sajikan.
Zahrana Menyajikan dua Porsi Untuknya Dan Roby, Setelah Menikah Dengan Roby Jahrana Selalu Di Tekankan Oleh Mama Shela Agar Menjaga Pola Makannya Agar Tetap Langsing Sehingga Roby Tidak Berpaling,, Zahrana Yang Biasanya Suka Makan Sudah Mengatur Pola Makannya, itu Tidaklah Masalah untuknya Justru Dirinya Merasa Semakin Sehat.
Zahrana Membawa Masakannya Kehadapan Roby,
Roby Tampak Tidak Biasa Dengan Masakan ini, Karena Biasanya Masakan Yang Di Makannya Selalu Terlihat Seperti Makanan Di Restoran Bintang Lima.
Roby Menyuapi Mulutnya Dengan Nasi Goreng Buatan Zahrana.
Roby Menatap Zahrana,, Zahrana Tidak Menyadari itu.
Roby Terus Memakan Nasi Gorengnya Sampai Habis,, Tidak Ada Yang Tersisa,,, Di Piring Roby Termasuk Topping dan Sayur Hiasannya, Semua di Lahab Oleh Roby.
Zahrana Dengan Santai Menghabisi Makanannya,, Roby Masih Ingin Menambah Tapi Sungguh Pemuda itu Sangat Gengsi Sekarang!
Setelah Selesai Sarapan, Zahrana Mendorong Kursi Roda Roby Ke Ruang Tengah, Zahrana Menyalakan DVD Yang Di Belinya Saat Pergi Menonton bersama Mama Shela,
Roby Hanya Diam Saja Memperhatikan apa Yang Akan Di Lakukan istrinya itu.
Zahrana Memutar Film paforit Roby.
Roby Menatap Zahrana sinis , Seolah Bertanya Bagaimana dia Bisa Tau Film Kesukaanku.
Zahrana Mengisyaratkan Mama Shela Yang Memberi Tahunya Dengan Cara Menunjukk Foto Mama Shela Di Dingding Keluarga itu.
Mereka Menikmati Film Itu, Apalagi Roby,,,
Roby Tampak Serius Menyimak Setiap Adegan itu.
Zahrana Berjalan Kedapur Dan Mengambil Es krim di Dalam Kulkas.
Zahrana Menuang Es krim Sambil Menambahkan Beberapa Makanan Manis Lainnya Dan Sedikit Menghiasnya Agar Terlihat Lucu.
Zahrana Menyuapi es krim Ke mulut Roby.
Roby Merasa Es krim Kali Ini Sungguh Sangat Berbeda, Rasanya Begitu Enak,,,,
Zahrana Memakan Es krim Yang Sedikit Mencair itu, Hingga mulutnya di penuhi Lelehan Es krim Vanilla, Roby Langsung Mencium Bibir Zahrana,,,
Agar Lelehan Es krim itu Bersih Dari Mulut Zahrana.
Roby Yang Baru Sadar Akan Kelakuannya Langsung Melepaskan Ciuman itu,
Roby Mengambil Handphonenya Dan Langsung Menghubungi Mama Shela Menanyakan Keberadaan mereka.
Sebenarnya Roby Sangat Gugup Sehingga Mencari Alasan Agar Dia Tidak Terlalu Gugup Dan Terhindar Dari Malu.
Sedangkan Zahrana Tidak Dapat Menatap Roby Lagi, Matanya Sudah Silau Bila Harus Bertatap Muka Dengan Suaminya itu.
Dirinya memang Sadar Yang Di Lakukan Roby Kepadanya Sah-sah Saja, Tapi Zahrana Merasa Sangat Malu Jika Roby Mencoba Mesra Kepadanya.
Mama Shela Mengatakan Mereka Sedang Berlibur, Mereka Membawa Jordan Juga,, Dan Beberapa Pelayan Di Rumah Mereka Di Beri Cuti Selama Dua Hari, Termasuk Zen Dan Chef Rangga.
Mama Shela Memang Sengaja Mengatur Rencana ini Semalam, Saat Roby Memarahi Zahrana dan Ingin mencelakakan Menantunya itu.
Mama Shela akan Menunjukkan Kepada Roby Bahwa Zahrana Sanga Setia Dan Patuh Kepada Roby.
Mama Shela berharap Rencananya Kali ini Akan Berhasil.
Bersambung,,,!!!!
Jangan lupa Like 😍 dan Vote Yah Kak🥰
Di nikahkan dengan tuan muda kursi roda bukan
kok jd ambigu gini thor...
berantakan ceritanya