NovelToon NovelToon
Rindu

Rindu

Status: tamat
Genre:Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:205k
Nilai: 5
Nama Author: devi oktavia_10

Sama seperti namanya, Rindu Trihapsari gadis cantik yang merindukan kasih sayang dari keluarganya.



Rindu gadis cantik dan sangat pintar, namun semua yang dia miliki tidak pernah terlihat di mata keluarganya, gadis cantik itu tidak pernah mendapatkan kasih sayang seperti kembarannya, Rindu seolah ada dan tiada di dalam keluarganya


Bagaimanakah kisah Rindu? yukkk.... kepoin karya terbaru mamak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon devi oktavia_10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Revisi

Bukkk.....

Rinda tersungkur di ubin depan rumah, karena di seret paksa oleh Rinda asli.

"Pergi kau iblis betina." usir Rinda dengan wajah sangarnya.

Awas kalian, tunggu balasan dari gue! " pekik Alika tidak terima di usir dari rumah tuan Baskoro.

"Yayaya... Kami akan menunggunya, sekarang pergi lah dari rumah ini, kamu di haramkan masuk kerumah ini, dasar muka badak! " usir Rinda dengan bersidakap tangan di dadanya.

"Kauuu....! " pekik Alika menunjuk tajam ke arah Rinda.

"Apa! mau gue patahin jari loe! " semprot Rinda menatap tajam ke arah Alika.

Nyali Alika lansung menciut mendengar ucapan Rinda itu, gadis bar bar itu tidak akan mengenal ampun dan menyerang tanpa aba aba.

Alika lansung berlari dengan tertatih tatih menuju pintu gerbang meninggalkan rumah mewah itu.

Alika menyetop taxi yang kebetulan lewat di depan rumah besar itu, dan minta di antar ke rumah kakeknya.

"APA.... Bagaimana bisa! " pekik Tuan Gani mengeram marah saat tau klau cucu kesayangannya di usir dari rumah tuan Baskoro.

"Hancur... Hancur semuanya, kenapa tua bangka itu masih hidup sih, bukannya dia sudah mati terbakar dan hanyut di bawa arus waktu, kenapa sekarang muncul lagi, mengacaukan semua rencana saya." amuk laki laki tua itu.

"Bagaimana orang suruhan mu yang di perusahaan Baskoro apa dia sudah beraksi? " tanya tuan Gani kepada Raffi sang anak.

Tuan Gani menggeleng lemah, "Belum pa, karyawan di sana sangat teliti dan tidak bisa di suap, mereka sangat patuh dan nggak bisa di kelabui." keluh Raffi.

"Goblok! apa saja kerjaan kalian, apa apa nggak bisa, bahkan Alika pun bisa terusir dari rumah itu, gagal semua rencana kita." marah tuan Gani frustasi.

"Sudah lah pa, sudahi saja semuanya, itu bukan hak kita, nggak usah lagi membuat masalah lagi, apa lagi om Alex sudah kembali, saya takut dia akan melaporkan kita ke polisi." keluh Raffi yang sudah lelah mengikuti keserakahan sang papa.

"Nggak bisa, keluarga itu yang sudah membuat saya menderita, saya nggak suka melihat dia baik baik aja, perusahaannya makin maju sementara kita apa, haa...! saya nggak terima, gara gara dia mama saya ikut menderita." marah tuan Gani.

"Pa, sadar lah, di sini itu keluarga kita yang salah, terutama nenek, nenek yang merusak kebahagian rumah tangga orang lain, dan ingin merebut kebahagiaan orang lain, tapi sayang seribu sayang, kakek tidak pernah mencintai nenek, nenek yang menjebak kakek, agar papa lahir ke dunia ini, dan bersyukur lagi, kakek masih mengakui dan membiayai hidup papa, kenapa menyalahkan orang lain." ujar tuan Raffi mencoba menyadarkan papanya itu.

"Kamu nggak ngerti betapa sakitnya menjadi papa yang di jadikan bahan hinaan sama orang lain, di anggap anak haram, tapi di tempat yang berbeda, di keluarga papa kandung ku sendiri anak anaknya sangat berbahagia menjadi keluarga bahagia, tanpa perduli sakitnya saya." keluh tuan Gani tidak terima.

"Itu bukan salah kakek, tapi itu salahnya nenek yang mencoba menusuk sahabatnya sendiri, karena iri melihat kebahagian rumah tangga sahabatnya, lalu nenek mencoba merusak keluarga bahagia itu, tapi sayang keluarga itu sangat kokoh, tidak bisa di hancurkan nenek, kenapa papa yang sakit hati, seharusnya om Alex yang marah dan sakit hati, bukan papa." ujar Raffi.

"Papa iri dengan pencapaian om Alex, perusahaannya semakin maju dan berkembang, itu karena kegigihan om Alex sendiri, walau dia mendapat warisan paling banyak, ya wajar karena dia anak kandung dan lahir di pernikahan resmi, di akui agama dan negara, bukan seperti papa, maaf. Lahir saat belum menikah, itu pun nikah di bawah tangan, yang memang tidak ada nasab kakek di papa, bersyukur mamanya om Alex mau memberi sedikit hartanya kepada papa, klau tidak, apa tidak semakin menderita hidup papa, sekarang anak ku pun ikut menderita gara gara ambisi papa itu. " ujar Raffi putus asa.

"Aku mundur pa, aku nggak mau semua makin runyam, aku harap papa juga sudahi kegilaan papa, jangan sampai menyesal nantinya." ujar tuan Raffi meninggalkan ruangan sang papa yang masih terduduk rak berdaya karena semua usahanya sudah gagal.

"Brengsek, sialan! kenapa dari dulu hidup saya menderita, kenapa Alex selalu menang dari saya." marah tuan Gani.

"Papa." panggil Alika ketakutan, dia takut sang papa murka apa lagi tuan Gani yang selama ini sangat keras kepadanya.

"Kemari nak." panggil tuan Raffi mengembangkan tangannya, dia tau anaknya saat ini ketakutan, anaknya tidak salah, sebenarnya ayahnya lah yang bersalah di sini, dengan tega menumbalkan putrinya demi ingin menghancurkan keluarga kakak tiri sang papa.

"Maaf, aku gagal." isak Alika.

"Kamu tidak salah nak, apa yang kita lakukan ini salah, mereka tidak bersalah di sini, tapi ke egoisan kakek kamu, kita dan mereka menderita, seharusnya kamu tidak ada di posisi ini." ujar tuan Raffi menasehati sang anak.

"Tapi bagaimana dengan kakek? pasti dia tidak akan terima. " isak Alika.

"Biarkan saja, mulai sekarang kamu jangan lagi mengikuti ajaran sesat kakek mu, sudah cukup selama ini kita di manfaatkan oleh kakek mu, lihat lah, apa yang kita dapatkan, bahagia tidak, sengsara iya, karena niat kita yang salah." ujar tuan Raffi.

"Tapi.... Aku tidak terima pa, Rindu menikah dengan bang Karen, seharusnya bang Karen itu menikah dengan aku, karena aku sangat mencintainya." ujar Alika yang masih belum bisa menerima kenyataan.

"Haiii.... Jangan seperti ini nak, jangan ikuti sifat jelek eyang buyut, serta kakek mu, yang menginginkan yang bukan miliknya, yang ada hidup mu tidak akan pernah bahagia." ujar tuan Raffi menasehati sang anak, dia tau menasehati sang anak tidak akan semudah itu, karena dari kecil sudah di ajarkan dengan keegoisan, dan menjadi manusia serakah, bahkan anaknya sendiri yang terjun lansung menyakiti orang lain.

"Tapi pa, mereka bahagia di atas penderitaan aku." ucap Alika tidak terima.

"Kita menderita bukan karena mereka sayang, tapi kita sendiri yang menciptakan pederitaan itu, memaksakan apa yang bukan menjadi milik kita, harus menjadi milik kita, tapi nyatanya apa, apa pun yang bukan milik kita, tidak bisa kita miliki, yang ada kita semakin sengsara." ujar tuan Raffi.

Alika terdiam, karena apa yang di ucapakan papanya memang benar, tapi egonya masih tinggi.

"Tapi...." ucapan Alika terpotong karena di sela oleh sang papa.

"Nak, belajar ikhlas dengan semua ini, papa mohon jangan ikuti sifat kakek mu, papa tidak ingin kamu menderita, kamu bisa mendapatkan laki laki yang lebih baik tapi bukan Karen, karena Karen itu sudah mempunyai istri, dan selama ini Karen tidak pernah menyukai mu, jangan ulangi kesalahan eyang buyut kamu sayang, jangan buat diri mu makin hancur karena ego mu sendiri nak." ujar tuan Raffi yang ingin anaknya menyudahi semua kesalahan ini.

"Papa nggak ngerti dengan perasaan ku." pekik Alika yang tidak terima.

"Papa sangat mengerti dengan perasaan kamu sayang, perasaan kamu itu salah, dan papa nggak mau kamu mengulang rasa sakit yang buyut kamu rasakan, dan mendendam karena ulah sendiri." ujar tuan Raffi.

Ada rasa sesal menyeruak di hati tuan Raffi karena membiarkan anaknya di jadi kan alat oleh sang ayah, karena ketidak berdayaan nya saat itu, dia merelakan sang anak menjadi ajang balas dendam sang ayah.

Akibat ke tidak tegasannya, membuat sang istri pergi meninggalkannya.

"Maya pulang lah, aku menyesal." gumam tuan Raffi menahan sesak di dadanya.

Bersambung....

Haiii.... Jangan lupa like komen dan vote ya.... 😘😘😘

1
Tina har
coba dikoreksi lgi thor, namanya sering kebalik2. nanti utk rindu jadi rinda, begitu juga sebaliknya. gitu juga utk Karen dan Kenzo. Kadang2 mumet baca namanya.
Noul
mantap mmh mayang hajar terus biar tau rasa dan makin terbakar si ikan pindang 🤣🤣🤣
Noul
keren mamah mayang,, aku padamu mamah mayang 😍😍👍👍
Noul
mewek aku mak,, aku pernah diposisi rindu, jadi tau rasanya diabaikan oleh klg sendiri 😭😭
Kukun Sabarno
thor rancu ya tulis nama antara Karen dan rindu dgn Kenzo dn Rinda?
Violita Andina
bagus
Laksmi Marhaeni
banyak banget typonya thor....capek ngoreksinya kalau satu2
Laksmi Marhaeni
Rindu
Laksmi Marhaeni
typo...Rindu thor
Laksmi Marhaeni
typo...Tuan Alex
Laksmi Marhaeni
typo...Rinda
Laksmi Marhaeni
Tuan Alex thor..
Laksmi Marhaeni
revisi yang masih harus di revisi....Rindu thor..bukan Rinda
Hasanah
cepatlah buat novel baru Thor AQ suka karyamu
Amoy Ima
memang nya ada masalah apa ya,,kok mereka beda beda in gitu rindu dan Rinda....secara mereka kembar...jadi penasaran..
Faidah Ida
wah dah tamat....

terimakasih mak Thor, di tunggu karya selanjutnya...
Bak Mis
kok udah tamat aja sih yg hamil aja belum lahiran gak jelas banget
Leni Ajha
yah sudah tamat, padahal ingin tahu jodohnya ronal dan Rian siapa, chapter donk Thor utk Rian dan ronal?
Teh Euis Tea
wahhh tamat, alhamdulilah semuanya sudah bahagia, terima kasih thor di tunggu cerita lainnya, sehat selalu untuk othor dan keluarga
viellia
Semangat kak....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!