Semuanya berawal dari Wasiat yang di berikan Rima. Perempuan yang sudah ia anggap sebagai penolong hidupnya, meminta hal yang sangat sulit untuk dilakukan. Bagaimana bisa Rima meminta Asyna untuk menikah dengan suaminya? Asyna memang sangat mencintai pria itu, tapi semenjak hatinya patah ia takut melangkah dalam aliran sakit itu lagi. Tapi demi apapun, Asyna akan melakukan semua permintaan perempuan itu, meskipun risikonya adalah di benci oleh laki-laki yang dicintainya, Raihan.
Akankah Asyna mampu membuat Raihan jatuh cinta dan melupakan masa lalunya bersama Rima?
Ikuti terus kisah mereka di novel ini yah. Happy Reading ☺️☺️☺️.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon daundia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Isi hati Raihan
Raihan POV
Hari ini aku sengaja menyambangi makamnya, cinta pertamaku yang sangat aku cintai, Rima. Bahkan mungkin sampai sekarang aku masih menyimpan namanya di balik dadaku ini.
Aku membawakan bunga kesukaannya, bunga melati. Sangat sederhana bukan? Dia memang perempuan sederhana yang sangat mengagumkan. Karena itulah aku jatuh hati padanya sejak usiaku masih remaja. Dia adalah perempuan yang mudah untuk disukai oleh orang lain. Saat masih sekolah banyak sekali pria yang mencoba untuk mendekatinya dan ingin menyatakan perasaannya. Aku sebagai sahabat terbaiknya selalu berusaha untuk menyingkirkan mereka semua. Ya semuanya bisa kulakukan dengan kedok sebagai sahabatnya. Padahal sejujurnya aku sangat menyukainya sejak dulu.
Dia bukanlah perempuan biasa saja. Dia pintar, dia cantik, baik, tapi anehnya dia suka sekali berpenampilan ala kadarnya. Yang membuatku semakin kagum adalah karena sejak kecil sifatnya seperti itu dan tidak pernah berubah.
Semuanya berubah semenjak kedatangan Asyna di antara kami berdua. Asyna menjadi salah satu sahabat yang sudah dia anggap saudara. Semenjak saat itu aku sudah tidak bisa lagi bermain berdua saja dengannya. Dimanapun kami berada pasti Asyna akan berada di sana juga.
Aku tidak bisa marah meskipun aku merasa kesal. Aku cemburu pada Asyna karena dia memberikan perhatian lebih. Tapi aku sangat sadar dan tahu diri. Aku tidak mungkin menyatakan perasaanku padanya saat itu. Aku takut dia akan mencoba menghindariku.
Bertahun-tahun aku bersabar untuk tetap menjadi sahabat baiknya. Dia tumbuh menjadi perempuan dewasa yang sangat mengagumkan untukku. Aku semakin tidak bisa menahan buncahan rasa cinta yang bersarang di hatiku. Saat aku sudah menjadi dokter akhirnya aku berani untuk melamarnya. Aku sudah tidak bisa menunggu lebih lama lagi, aku takut laki-laki lain akan mendahuluiku.
Saat itu jantungku berasa seperti akan lepas dari tempatnya. Aku sangat khawatir jika dia menolak lamaranku. Tapi tak kusangka dia menerimaku. Cintaku berbalas, bahagia seketika menghias hari-hariku. Kami akhirnya menikah, setelah itu aku tinggal bersama Rima dan ibunya. Tentu saja di sana juga ada Asyna. Asyna sudah Rima anggap seperti saudaranya sendiri.
Semuanya terasa menggembirakan , hari-hariku cerah dan hidupku menjadi tenang. Tapi ketenangan itu tak pernah bertahan lama. Sahabatku Asyna, aku tidak tahu jika ternyata selama ini Asyna memendam rasa padaku. Aku tidak tahu itu semua, pasti hatinya hancur lebur saat pernikahanku dan Rima berlangsung. Apalagi setiap hari Asyna melihatku bersama Rima. Jujur saja aku sudah menganggap Asyna sebagai adikku. Saat itu aku bingung harus bersikap bagaimana terhadapnya, karena itu aku sengaja menunjukkan kemesraanku di depannya dengan tujuan agar dia segera melupakanku. Sungguh aku tidak bermaksud ingin melukai Asyna, aku hanya ingin dia berhenti menyukai laki-laki sepertiku. Aku bersikap jahat padanya agar dia benci kepadaku.
Aku menyentuh nisan Rima dengan pelan. Bunga yang kubeli kuletakkan di atas tanah peristirahatannya. Suasana mendung menghiasi langit, tapi aku malas beranjak dari tempat ini. Tempat persemayaman cinta pertamaku, Rima.
Mungkin takdirku bersamanya memang hanya sebentar saja. Aku sudah cukup bahagia dengan semua itu dan sekarang aku akan menjalankan hidupku. Akan kujalani hidup ini bersama perempuan pilihan cinta pertamaku. Aku tidak mengerti kenapa Rima bisa membuat keputusan seperti itu, yang jelas aku akan berusaha memperbaiki hubunganku dengan Asyna. Perasaan cinta pasti suatu saat akan hadir untuknya, aku percaya itu. Aku akan berusaha menghadirkan perasaan itu, pasti.
Raihan Pov end
******
Raihan memandang Asyna yang kini berjalan di sampingnya. Perempuan itu terlihat biasa saja, banyak temannya yang mengatakan hal itu. Tapi bagi Raihan sendiri dia tidak memikirkannya. Banyak perempuan cantik yang mendekati Raihan dulu, tapi dia sama sekali tidak bisa menyukai mereka. Mereka hanya membuatnya tidak merasa nyaman. Berbeda dengan Asyna. Asyna bukan perempuan biasa, dia cukup mandiri, tegar, dan Raihan sudah mengenalnya lama.
"Mas temen kamu kemarin yang namanya Kireina itu, dia artis kah?" Asyna bertanya penasaran.
Raihan menggelangkan kepalanya, tangannya sibuk memegang troli sementara Asyna sibuk mengambil aneka cemilan di rak favoritnya.
"Lantas? Siapa dia?"
"Kenapa tanya dia, dia gak penting Asy? Kamu pilih aja tuh camilannya yang mana. Mumpung kita lagi di mall sekalian beli banyak buat persediaan di rumah. Kan kamu tahu sendiri di rumah kita ada beruang rakus, pagi siang sore suka banget ngemil."
Mendengar sindiran Raihan, Asyna jadi merasa sebal sendiri. Memang kenapa kalau dia suka ngemil. Lagian camilan itu, semua adalah favoritnya.
"Hei, Asy kenapa diam?" Raihan melirik ke arah Asyna.
"Gak papa kok. Aku mau beli yang banyak, siapin aja uangnya. Aku suka banget sama beruangnya pengen aku pelihara biar tambah gendut, kan lucu tu."
"Hahah, kamu nih. Iya sih aku juga suka kalo beruangnya gendut, kan jadi empuk." Raihan melirik nakal.
Asyna mengambil snack super besar didepannya kemudian melemparkannya ke arah Raihan.
Dengan gerakan cepat dan tepat Raihan menangkap snack kurang ajar yang melayang di muka tampannya itu.
"Asy, yang kamu lakukan ini jahat." Raihan mencoba memasang wajah melasnya namun sayang semuanya hancur saat dia tak bisa menahan tawanya.
Asyna yang sebal karena dijadikan korban ledekan akhirnya melangkah pergi dari area snack.
"Hei tunggu Asy. Kau mau kemana?"
Asyna berhenti sejenak menunggu suami resenya, "Ayo kita bayar. Semuanya sudah terbeli." Asyna memukul kecil troli yang dipegang Raihan.
"Oh baiklah. Ayo, aku sudah tidak sabar untuk pulang. Aku ingin segera melihat beruangku."
"Err, berhentilah meledekku." Asyna memutar bola matanya.
"Hahah, baiklah ayo kita pergi. Sudah semakin larut, pasti beruangku ingin segera tidur." Raihan menyentuh pucuk kepala Asyna dengan lembut.
Asyna yang hendak protes menelan kembali protesannya saat menerima sentuhan lembut itu. Pipinya bersemu merah tanda malu. Hallo, ini di mall dan merupakan tempat umum. Pasti banyak pasang mata yang melihat mereka. Bagaimana kalau ada pelakor yang sedang mencari mangsa? Asyna segera menampik tangan Raihan membuat Raihan kaget.
"Kenapa?" Tanya Raihan.
"Ini tempat umum. Berhenti bermesraan!" Bisik Asyna pelan
Raihan tertawa kecil, "Ini bukan bermesraan Asy. Ini biasa saja, bermesraan bukan seperti itu."
"Pokoknya jangan begitu lagi, aku gak suka."
"Kenapa?"
" Takut aku diincer pelakor?"
"Apaan sih mas. Siapa yang mikir begitu."
"Ahhahah. .. kelihatan dari mukamu Asy. Kemarin juga aku lihat kamu nonton film pelakor gitu, pasti kebawa ya jadi takut?"
"Iya kalo aku takut kenapa? Mas kan gak suka sama Asyna, bisa aja kan mas suka sama cewe lain kayak Celine atau Kirena misalnya!"
Asyna Berbalik pergi setelah mengucapkannya. Raihan yang hendak menyusulnya, mengurungkan niatnya saat menyadari jika troli dengan berbagai macam barang di dalamnya itu belum terbayar. "Aish, sial!"
******
BERSAMBUNG. .............
HAI SEMUA, APA KABAR?
SEMOGA KALIAN SEHAT SELALU YA, DIJAUHKAN DARI SEGALA MARABAHAYA, AAMIIN.
MAAF KEMARIN AUTHOR TIDAK UPDATE. KEBETULAN ADA BEBERAPA HAL DAN URUSAN PENTING YANG HARUS AUTHOR KERJAKAN.
KELUARGA AUTHOR JUGA SAAT INI ADA YANG SAKIT, MOHON DOANYA TEMAN-TEMAN, SEMOGA DIA SEGERA SEMBUH DAN KEMBALI SEHAT.
BUAT TEMAN-TEMAN JAGA KESEHATAN TERUS YA, APALAGI INI MUSIM PENGHUJAN, JANGAN SAMPAI KALIAN KEHUJANAN. SEDIA PAYUNG SEBELUM HUJAN YA TEMAN-TEMAN^_^.
JANGAN LUPA LIKE, RATE, KOMEN, DAN FAVORITKAN CERITA INI SUPAYA KALIAN GAK KETINGGALAN YAH ^_^
WITH ❤️ AZ