NovelToon NovelToon
Memoar Patah Hati

Memoar Patah Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Romansa-Teen school
Popularitas:95.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: Olive Sparkly

Namanya Ainun, seorang gadis berwajah elok. Ia seorang mahasiswi di perguruan tinggi terfavorit dikotanya. Hidupnya yang terlampau monoton, menjadikannya sosok yang cuek dan cenderung galak, terutama pada lawan jenis.

Siapa sangka, pertemuannya dengan Reza yang berawal dari pertengkaran dan permusuhan, malah membuat hari-harinya berwarna. Di selingi dengan permasalahan keluarga di masa lalu yang selalu menghantuinya.

Cinta keduanya tumbuh membuat lengah Sang Ayah dalam penjagaanya. Ada banyak pelajaran yang Ainun dapatkan saat-saat Tuhan menguji cintanya. Terlebih bayang- bayang masa lalu yang terus saja menguntitnya.

Ini adalah Novel perdana Author, semoga readers suka...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Olive Sparkly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28. Secercah harapan

Happy reading....

°°°Dalam derap gerimis yang pongah menghujam bumi

Terbuai wajah menyusup bertubi-tubi

Membawa sebaris kata bahagia yang menenggelamkan nurani

Di atas pengharapan akankah berarti

Tentang rindu yang semakin usang

Tentang cinta yang terlanjur terbuang

Mengutip satu nama diantara keluh kesah

Gundah gelisah, air mata serta lara yang menancap kuat sebuah jiwa°°°

~ Qurrota 'Aina

🍃 🍃 🍃

Perjalanan yang memakan waktu berjam jam lamanya, tak menemukan titik terang. Perasaan cemas dan marah sudah nampak di ubun membuat sang pemilik tubuh tersungkur tak berdaya menghadapi keadaan.

Ridho memundurkan langkah, tatkala ia mendapati sebuah rumah yang ia yakini dulu adalah kediamannya bersama sang mantan istri, hanya mendapati beberapa pelayan dan penjaga.

Menurut penuturan seorang penjaga, Nyonya besar sudah sebulan tinggal di Villa, dan hanya tuan muda Bara yang pulang.

Ridho meminta alamat Villa dimana Rekha sekarang berada. Tapi, kepala penjaga tidak memberikannya dengan alasan keamanan. Apalagi yang meminta hanya seorang bapak bapak dengan penampilan kelas menengah ke bawah.

Ya, mereka tidak akan ada yang mengenali pria paruh baya didepannya, hampir semua penjaga dan pelayan terlihat asing dimata Ridho. Hanya saja ada satu orang yang menyorotnya penuh keheranan yang sejak tadi memandangnya dengan cermat.

Ridho melngkahkan kakinya keluar pagar setelah berpamitan dengan pak satpam. Ia menoleh sejenak kebelakang, nampak bangunan klasik yang masih sama seperti dulu ketika ia tinggalkan. Hanya tatanan taman dan warna cat yang berbeda.

Ia membuka pintu mobil jadoelnya, menariknya kemudian mencondongkan badannya hendak masuk. Tapi seseorang memanggilnya dari kejauhan.

"Tu-tuan Ridho??" Sapa seorang Pria paruh baya, usianya seperti nya diatas Ridho. Terlihat dari susunan lipatan kerut dikeningnya. Dan berlari tergopoh gopoh dengan mata berbinar.

"Iya, saya." Urung Ridho memasukkan kepalanya kedalam mobil.

"Apakah ini benar tuan Ridho?" Tanya nya memastikan.

"Betul, saya Ridho." Jawabnya dengan sedikit anggukan kepala.

"Saya Burhan, tuan. Saya sopir tuan dulu."

Ridho mengalihkan pandangannya ke arah kosong, mengingat ingat sosok didepannya, memang benar dulu ia memiliki sopir yang paling setia mengantarnya kanapun, tapi ini terlihat berbeda.

"Kamu benar Burhan?" Tanya Ridho menatap manik Burhan mencari kebenaran dimata pria didepannya.

"Benar tuan," angguknya mantap.

Ridho menarik lengkung bibirnya menampilkan senyum senjanya. Setelah gelap terbitlah terang. Setelah perjuangan, maka akan ada nya hasil yang baik. Ridho percaya ini adalah salah satu petunjuk dari Tuhannya.

"Tuan kemana saja, belasan tahun menghilang, bahkan Nyonya Rekha pernah mengalami depresi dan hampir menyelakai diri setelah kepergian tuan!" Jelasnya tanpa menunggu Ridho mengeluarkan kata katanya.

"Rekha depresi??" Terkejut dengan semua pernyataan Burhan, sampai ia tidak sadar telah sedikit mengguncang bahu Burhan.

"Iya tuan, saya adalah salah satu saksi seorang pesakitan seperti Nyonya Rekha, Baru beberapa bulan ini saya melihatnya sedikit lebih bersemangat hidup." Lanjut Burhan.

"Kau bisa ikut dengan ku sebentar? Aku ingin bertanya banyak." Ajak Ridho pada Burhan yang masih memandang tidak percaya Tuannya telah kembali.

"Baik tuan.!" Burhan mengangguk segera masuk kedalam mobil Ridho.

.

Di Villa Anders, Ainun terbangun akibat terdengar suara benda terjatuh. Matanya masih mengatup berat untuk mengintip kearah sumber suara.

Dengan sedikit memaksakan hati, Ainun membuka mata perlahan meneliti apa yang terjadi. Maniknya terpaku pada sebuah bingkai foto yang tergeletak di lantai, kacanya sudah ambyar menjadi puing puing.

Ia terbangun untuk memungut dan membereskan serpihan kaca yang bunyar. Mengumpulkannya pada satu wadah. Ia menatap potret yang terjatuh, lamat lamat ia memperhatikan foto yang sudah berpindah ketangannya.

Seperti sepasang suami istri tengan tersenyum bahagia, sedang duduk dengan seorang bayi dipangkuan seorang wanita berambut ikal.

Juga, seorang pria yang wajahnya sangat tidak asing menurut Ainun sedang melingkarkan tangannya di belakang pinggang sang istri dan tangan satunya seperti memeluk si bayi.

Sorot mata Ainun beralih pada backround tepat dibelakang pasangan keluarga ini. Ada sebuah tulisan dengan huruf kapital tertera jelas. 'Anantha Stephani Sanders'.

"Anantha Stephani Sanders, nama yang unik dan terlihat keren, orang tuanya juga terlihat sangat rupawan. Sepertinya ini foto si Nyonya besar dengan suami dan anaknya." Gumam Ainun tak memperdulikan.

Ia meletakkan potret tadi di atas meja rias didekatnya. Ia mencari cari sesuatu untuk membersihkan serpihan kaca tersebut.Tapi, Ainun tersadar seperti asing berada di tempat ini.

Ini bukan kamar terakhir kali aku tersadar sebelum tertidur.

Ainun mengedarkan pandangan, memperhatikan setiap sudut lewat ekor matanya. Sebuah ruangan yang lebih besar, dengan ornamen kayu jati yang antik. Ainun masih linglung, seingatnya tadi ia tidak tertidur ranjang.

Ya Allah! Apa aku sedang bermimpi?

Untuk memastikan, ia mencubit pipi mulus nya dengan telapak tangannya.

Awwwhh sakit! ini sungguhan! Lalu dimana ini? Kenapa ruangannya berubah? Kenapa aku juga tertidur di ranjang? Bukankah aku tertidur diatas sajadah ya?

Ainun menerka nerka, tapi tak kunjung mendapatkan jawabannya. Ia kemudian berjalan ke arah pintu, sial! Pintu dikunci dari luar.

Ya ampuuun!! beginikah rasanya jadi tahanan?

Mengetuk pintu dari dalam dan memanggil Dika, si pengawal culun menurut wanita si boss yang menculiknya.

Tok tok tok

"Dika!!" teriaknya dari sebalik pintu dalam.

"Dika, tolong buka pintunya!"

ceklak

Pintu terbuka segera, karena Dika sebenarnya hanya berdiri tidak jauh dari pintu kamar Ainun. Ia berhambur masuk saat terdengar suara gadis didalam kamar.

"Anda sudah bangun, nona?" Ujar Dika dengan membungkukkan kepala sedikit.

"Tidak, aku masih tidur!" sewot Ainun mendengar pernyataan Dika yang terkesan basa basi yang kaku.

"Sudah jelas aku berdiri dan juga mataku sudah membuka lebar begini," tambahnya masih dengan wajah galak.

Meskipun aku seorang tawanan, setidaknya aku bisa mengendalikan si pengawal culun ini. Huh, dia memang culun, sesuai dengan ucapan Nyonya besarnya. Lihatlah, Dia kaku tidak senyum dan pakaiannya yang terlalu rapi dan sangat necis malah kelihatan culun.

"Maaf, nona saya tidak bermaksud." Ucap nya segera membungkukkan badannya.

"Tidak perlu seperti itu pada tawananmu, bersikaplah biasa saja, kau berlebihan." Ainun merasa risih, dan segera mundur beberapa langkah.

"Apakah ada sapu? ada pecahan kaca di lantai itu, aku harus membersihkannya. Jika tidak, maka dapat dipastikan akan ada korban." Tanya Ainun dengan ketus dan wajah memicing ke arah serpihan dilantai.

"Akan saya panggilakan pelayan untuk membersihkannya," ujar Dika seraya pamit memanggil pelayan.

Tak menunggu lama, Dika datang dengan seorang pelayan wanita yang usianya sepertinya tidah jauh dengannya, masih sangat belia.

"Permisi nona, saya akan membersihkan nya. Silahkan nona melanjutkan kegiatan nona." Ucap si pelayan muda bernama Ratna.

Terdapat nama di baju bagian atas dada kiri Ratna sehingga Ainun tak perlu bertanya nama lagi karena sudah jelas tertera disana.

"Nona, ada baiknya jika anda keluar sebentar, untuk melihat lihat suasana sekeliling Villa, saya akan mendampingi." Ajak Dika.

"Apakah boleh?" Tanya Ainun serius, pucuk dicinta ulam pun tiba. Bagai anak kecil yang hendak dibelikan permen lolypop. Wajahnya penuh kegembiraan.

"Silahkan nona," Dika mempersilahkan.

"Sebentar, aku akan mencuci wajahku dulu!" Ainun bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan wajah kusutnya akibat terlalu lama tidur siang.

Saking senangnya, ia sampai lupa menanyakan hal yang sempat membuatnya bingung. Tapi biarlah, sore ini ia akan keluar menghirup udara segar. Siapa tahu ada celah untuk kabur fikirnya.

Ainun berjalan di belakang Dika yang menjadi tour guide nya kali ini. Ia keluar kamar, dan mendapati kamarnya yg di tempatinya berada di lantai dua.

Ainun tidak bisa menyembunyikan kekagumannya pada setiap ornamen klasik di Villa ini, sepertinya pemilik Villa ini sangat menyukai hal berbau klasik.

Ainun dan Dika menuruni tangga kayu yang terpahat sangat indah, mengedarkan pandangannya kesegala penjuru, terdapat beberapa lukisan abstrak disana, dan juga lukisan seorang bayi yang tertidur di atas keranjang bayi.

"Kita akan kemana?" tanya Ainun melihat Dika melangkah ke arah samping.

"Kita akan ke bungalow nona, disana udaranya segar akan sangat nyaman dan suasananya juga indah. Anda pasti menyukainya." Terang Dika, mempersilahkan Ainun berjalan terlebih dulu.

"Benarkah?" Ainun merasa sangat senang mendapati ia sekarang berada luar ruangan yang membuat otak gersang mendadak beroase.

Ainun berjalan sesuka hati kesana kemari dan selalu diikuti Dika kemanapun Ainun melangkah.

"Kau sudah baikan rupanya!" Suara bariton dari arah samping memecah kesenangannya yang baru saja tercipta.

Ainun menoleh ke arah sumber suara, tubuhnya bergetar mendapati seseorang yang kini sudah berada disampingnya.

Wajahnya berubah pucat, terkejut sekaligus takut.

To be continue...

Hai haiii... jangan lupa untuk mampir juga di karya sahabatku ini yaa.... Ceritanya gak kalah menarik pokoknya, dijamin deh!

🍃 🍃 🍃

Siapa siih yang sudah merubah mood Ainun yang gembira menjadi super ketakutan??

Nantikan jawabannya di up an selanjutnya...

Tetap stay tune terus yaa yaa...

Author ucapkan banyak terima kasih sudah bersedia membaca tulisan ala rempeyek ini, dan sudah memberikan rate bintang limanya, like dan vote juga. Aku cinta kalian.... luvvv💗 Author jadi tambah semangat nulis...

Jangan lupa juga untuk selalu meninggalkan jejak dikolom komentar yaa... Kritik dan saran kalian sangat berarti untuk kemajuan ceritaku...

so, jangan pernah bosan yaa.. pantengin terus

Salam cinta Ainun dan Reza... luvvv

1
💞 lentik🥀💋
biasanya mata setajam elang lah ini setajam ular wkwkwk
anna
wah udah sah 😀😀😀
Fitri Hariani
ternyata ganti judul
Dian Anggraeni
Kupu kupu mampir dong di hatiku juga wkkk 😊👏👏👍👍👍
[AIANA]
di bab ini aku curiga kalau dika bukan anak angkat tp beneran anaknya rekha.
ada kalimat hamil dan kehilangan anaknya . yg di suruh ambil ngerawat si bibi sebelumnya itu yg mengenali dika. tp dia taruh di panti.
g mungkin dika muncul segini banyak partnya kalau bukan penting. entah saingannya si reza atau malah jd benar kakaknya
[AIANA]
di dua bab ini kejanggalannya adalah.

Ainun punya hape nih skg. tapi jika dia sangat terluka oleh apa yg diprbuat Bara pada Ridho. kenapa Ainun pas ngelihat nggak ada papinya malah menghubungi Reza?
bukannya dia mengkhawatirkan papinya? tp kok malah minta tolong sama Reza yg notabene jauh (5 jam perjalanan) dalam kondsi sakit, dan bukan bagian dr carut marut keluarganya.

pdhl papinya paling dkt jaraknya. misalpun di usir masih ada di sekitar situ. dan dia papinya bukan orang lain.

biar bagaimanapun yg bisa menyelesaikan masalahnya kan ttp aiunan dan keluarganya.

dia hnya menarik reza dlm bahaya.
papinya masih dibelain sma rekha
ainun sndr jls g bkl diapa2in
tp reza??
[AIANA]
karakter reza terlalu gegabah dsn.
mlh jd ngeri.
Panah Aksara🌼
wah... happy ending.. salut pokoknya...👏👏kakak berhasil🖒

hangat hangat, makan kolak
selalu semangat, kakak...

pantunku gak nyambung🙈tapi semoga itu bisa menambah semangat kakak dalam berkarya❤
Panah Aksara🌼
aku terkejut... kok gak nampak kak, ijab kabulnya... kan aku pengen lihat gimana ekspresi sang penganten... hehe
tapi bahagia aku bacanya, ikut prok prok aja deh👏👏❤
Panah Aksara🌼
mama Rekha sudah mulai memberikan lampu hijau, sepertinya🍃🍃
Panah Aksara🌼
part ini aku merinding kak.. Cinta mereka...❤❤ aduhai...
kakak memang the best merangkai kata..😍🍃
Zahra
plg suka kata" a 😁👻👻👻👻
Zahra
koq jdul nya gnti
aq smpe bingung cari 🥴🥴
𝕸𝖆'𝕶' 𝖈𝖚𝖙𝖊
Wah... Alhamdulillah...
𝕸𝖆'𝕶' 𝖈𝖚𝖙𝖊
ad typo mengganggu, perahan.

terus paragraf terakhir coba d baca lagi, ad yang janggal g???

sorry sedikit bawel, soalnya aq baca isi ceritamu, bukan baca komen mu😎😎😎
Never Home: sdh ku lepisi mbkyu....
hatur nuhun koreksinya...😚😚😚🙏
total 1 replies
𝕸𝖆'𝕶' 𝖈𝖚𝖙𝖊
"ucap seseorang di kini yang ...."
kurang enk d baca
𝕸𝖆'𝕶' 𝖈𝖚𝖙𝖊
akankah alangkah indahnya jikah hati saling terbukah tanpa mengingat lukah
[AIANA]
curhat jujur. aku baru sadar kalau judulnya ganti.

aku nyacroll kok teman kondangan nggak update tapi malah ilang.
aku smp buka profilmu buat nyariin judul.
[AIANA]
ini aku mau komen dikit.
CMIIW ya readers semua.

sebenarnya semua orang yg punya luka benturan di kepala, (entah apapun penyebabnya) tidak disarankan untuk diguncang2kan, digoyangkan, dipindahkan posisinya. efeknya fatal. dari memperparah keadaan sampai dengan meninggal. karena kepala itu identik dengan saraf dan pembuluh darah.
tapi kita bicara di Indonesia. cederung semua kecelakaan yg terjadi akan dipindahkan dl. entah karena ditengah jalan, panik, atau dianggap harus segra sadar. tanpa tahu proses yg kita berikan justru memperbesar resikonya..

saya pernah lihat kecelakaan dan menyarankan untuk menunggu petugas medis datang sebelum dipindahkan. tp malah saya yg kena omelan. buru2 mereka ingin bawa kr rs.
𝕸𝖆'𝕶' 𝖈𝖚𝖙𝖊
bukan inginku bukan Pintamu
namun keadaan yang enggan Qt bertemu
seoalah tk ingin Qt bersatu
memecahkan rindu yg membatu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!