Prolog
Hai, aku Shilla Kirana Putri. Kali ini, aku sedang merasakan bagaimana rasanya mencintai tanpa bisa memiliki. Ya! rasanya seperti menggenggam sebuah angan yang tak tersampaikan. Mengapa kisah ini terjadi padaku? Mengapa aku harus merasakan jatuh cinta sendirian? Mengapa kamu tak bisa merasakan cintaku.
Ini bisa jadi sebuah kisah cinta biasa tentang sahabat, yang kemudian jatuh cinta kepada sahabatnya sendiri. Sayangnya, di setiap cerita harus ada yang terluka.
ini barang kali hanya sebuah kisah cinta sederhana, tentang tiga sahabat yang merasa saling memiliki meskipun diam - diam saling melukai.
Ini kisah tentang harapan yang hampir hilang. Sebuah kisah tentang cinta yang hampir sempurna, kecuali rasa sakit karena persahabatan itu sendiri.
Cinta yang sederhana sesederhana hatiku memilih mu, Antony. Sesederhana aku menyimpan rasa ini sendirian. Tapi bukan kah cinta tak harus memiliki. Antony teman satu kelasku, sekaligus nama yang mengisi setiap ruang kecil didalam hatiku. Aku mencintainya, tapi sayang Antony mencintai sahabatku Amara Navisha Kirana Yusuf yang dia kenal saat kami sama-sama kelas X.
Bagaimanakah kisah persahabatan dan percintaan mereka selanjutnya ? Dapatkah Syilla memperjuangan dan mendapatkan hati dan cinta dari Antony ? Siapakah yang akan dipilih Antony ?
Semua akan terjawab dicerita kali ini, jatuh cinta sendirian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Martina Alfarizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
JCS . Bagian 28 . Ketemu lagi
Kini mereka telah duduk di salah satu meja dan kursi panjang yang langsung menghadap jalan raya. Tiba - tiba, Sontak Ara dan Fhani mengangkat lengan untuk menutupi mata mereka masing - masing dari sinar lampu mobil yang akan parkir tepat di hadapan mereka duduk. "Tuh orang nggak sopan banget sih mentang - mentang punya mobil bagus dan mahal." gerutu Fhani.
"Siapa tahu dia juga mau beli sate disini." ujar ara.
"Ya kan parkirnya bisa lurus dipinggir jalan, nggak usah miring gitu." kekeuh Fhani.
"Mbak boleh duduk disini ya." ucap salah satu dari mereka yang baru keluar dari mobil yang baru parkir itu. Modelnya mahasiswa yang baru pulang kuliah, Walaupun sudah kusut pakaiannya tapi muka masih kece.
"Duduk, duduk aja mas. Meja sama kursi bukan punya saya kok." sahut Fhani judes.
"Fhan jangan gitu dong." bisik Ara sambil melototi sahabat nya itu, "Silahkan mas, itu masih kosong." balas Ara ramah.
"Makasih mbak, ngomong - ngomong temennya habis makan cacing ya." Fhani langsung melotot mendengar ucapan pria itu.
"Ehh."
"Siapa tau masih nyangkut di tenggorokan."
"Eh, Ada Nak Kevin dan Nak Laras." pekik Bu Imah saat ia mengantar pesanan Fhani.
"Silahkan mbak."
"Bu, Kevin dan Laras pesan minum aja dulu ya, Masih nunggu teman yang lain nih pergi ke supermarket di seberang jalan." ujar pria yang duduk di samping Fhani itu.
Bu Imah mengangguk paham, "Kayak biasakan nak Kevin, nak Laras?"
"Iya dong, bu." Kevin lalu mengambil sate dari piring Fhani dengan asal.
"Tunggu bentar ya Nak Kevin." ujar bu Imah seraya berlalu pergi.
"Mas, kayak nya itu punya saya deh." protes Fhani.
Kevin berhenti mengunyah setelah telinganya mendengar suara protes dari Fhani. Ibu jari kiri juga berhenti mengetik di layar ponsel nya lalu berucap, "Belum di bayar kan Mbak." jawabnya santai lalu kembali mengunyah dengan nikmat.
Fhani mengepalkan tangan nya tanda bahwa gadis itu tengah dirundung emosi yang tinggi.
"Udah Fhan, Nanti aku ambilin lagi." tutur Ara menengahi.
"Nih Nak minumnya." Bu imah sudah kembali dan menyerahkan dua gelas es jeruk kepada Kevin dan Laras.
Tidak lama setelah itu orang - orang yang ditunggu kevin pun datang dan langsung duduk di meja dan kursi yang sama dengan Ara dan Fhani.
"Bu es teh nya satu." ujar Kirana seraya mendudukan tubuhnya di kursi yang sama dengan Ara dan Fhani.
"Sip deh neng Kirana, kalau Nak Ray mau minum apa?" tanya bu Imah.
"Es teh aja bu, cuaca lagi panas enak nya minum yang adem - adem." ujar Ray menjawab.
Kunyahan Gigi Ara terhenti, Suara itu di dunia ini banyak, Ra." batin membentengi diri. Sendok di tangan nya jatuh seketika, Ara lalu mendongakkan kepalanya. Suara itu memang banyak tapi tidak mungkin milik orang lain.
Ara dan Ray pun saling tatap menatap, "Mata itu, senyum itu," batin Ara. Ara pun sibuk pada dunia hingga tidak memperhatikan suara Fhani yang sedari tadi memanggil sahabatnya itu.
"Sepertinya wajah wanita ini sangat familiar tapi pernah ketemu dimana ya." batin Ray yang belum melepas tatapan mata nya dari wajah Ara.
Kevin yang melihat itu, " Woi, melamun aja." senggolan Kevin menyadarkan Ray dan kembali kedunianya.
Laras, Kirana, Syilla dan Fhani hanya bisa bengong melihat kelakuan Ara dan Pria yang kini duduk tepat di hadapan Ara setelah Fhaia dan Kevin bergeser ke kanan guna memberi kesempatan bokong Ray duduk. Sementara Laras dan Kirana duduk satu kursi dengan Ara. Kirana yang menyaksikan adegan itu tiba - tiba matanya memerah dan tangan mengepal dari balik meja. Ada rasa yang tak biasa hinggap di hati nya saat ini.
💖💖💖
Silahkan tinggalkan jejak dengan cara like, vote dan koment dan jangan lupa beri rate lima. dan jangan lupa follow profilku terimakasih.
💖💖💖
Antony adalah imam idaman 🤧 baik banget ya bantu pekerjaan istri.. seperti Baginda Rasulullah Muhammad Saw 🤧🤧🤧
MasyaAllah.. zaujati 😭 Al Habiba zauji 😭😭
💣
Rumah sendiri lebih nyaman dari rumah siapapun. Walau kecil atau besar tetap di syukuri 👍🏻 semangat Antony..
keputusan bunda tidak ikut perihal mengurus bisnis restoran, itu keputusan yang tidak bisa di ganggu gugat 😍
semangat ibu rumah tangga yang baik 😇
delicious food buat hidangan di atas meja😍
dukungan
jgn lupa mampir juga di novelku dg judul "My Annoying wife" 🌞🌞🌞
kisah cewe bar bar yang jatuh cinta sama cowo polos 🌞🌞🌞
tinggalkan like and comment ya 🙏🌞🌞🌞