🌹 Clarisa & Kevin Lee 🌹
Aku bekerja sebagai pembantu di rumah salah satu pengusaha kaya raya, di Korea Selatan bernama Kevin Lee.
Niatku adalah merubah nasib keluargaku, agar jauh lebih baik, tapi justru aku menikahi Suami dari majikanku.
Diakhir hidupnya, Nona Shin meminta aku menggantikan posisinya sebagai istri Tuan Kevin. Sebab menurutnya, aku adalah wanita yang tepat menggantikan posisinya, setelah kepergiannya nanti.
Tuan Kevin awalnya menolak, permintaan istrinya, karena ia sangat mencintai Nona Shin, tapi karena istrinya tetap memaksa akhirnya kamipun menikah.
Tuan Kevin tidak mencintaiku, hingga hanya hinaan, yang aku terima.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon popyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep.28. Mengulangi lagi.
🏚️ Kediaman Kevin🏚️
Menyimpan kembali Hpnya, dan berbalik menatap lelaki disebelahnya.
" Siapa yang menelponemu, sepertinya tegang banget..? Tanya Cristian yang melihat mimik wajah Clarisa berubah.
" Aku harus segera kelantai atas,Tuan Kevin memanggil." Ucapnya dengan melangkahkan kaki meninggalkan Cristian, tapi seketika lelaki tampan itu memanggilnya kembali
" Clarisa...!! Sambil berjalan menghampiri wanita cantik itu.
" Ada apa..?
" Berikan phonselmu."
" Untuk."
Tanpa meminta persetujuan, dia langsung meraih Phonsel dari genggaman Clarisa.
" Untuk apa Cristian?
Menekan no phonselnya, di HP milik Clarisa, dan melakukan panggilan keluar.
Terdengar nada panggilan masuk pada phonsel miliknya, dan ia tersenyum saat no HP gadis itu muncul pada layar HPnya.
" Terimah kasih ya, aku sudah menyimpan no ku."
Menghela nafas kasar, dan menatap kesal lelaki tampan itu.
" Ya sudah, aku pergi dulu.." Dengan melangkahkan kaki tergesa - gesa meninggalkan Cristian.
" Clarisa..., bilang pada Om Kevin, aku menunggunya." Teriaknya.
" Baiklah." Dengan terus melangkahkan kaki, menuju lantai tiga.
" Dengan kejadian yang kulihat hari ini, aku bisa menyimpulkan bahwa pernikahan mereka hanya sebuah status, tapi kehidupan yang mereka berdua jalani sehari - hari tidak lebih dari majikan, dan seorang pembantu. Dengan begitu tidak ada halangan bagiku, untuk mendekati Clarisa " Gumamnya pelan.
Melangkahkan kaki menaiki tangga dengan sedikit berlari kecil.
" Selamat pagi Tuan muda..! Sapa Sofia, saat mendapati Cristian berjalan dari arah dapur, menuju ruang tengah.
" Selamat pagi Bibi Sofia." Ucapnya tersenyum.
" Anda dari mana saja Tuan, apakah sedang ada urusan didapur?
Tersenyum, menatap wanita paruh baya itu.
" Aku baru saja membantu Clarisa menyuci Bii."
" Apaa...! Terkejut, tapi sebisa mungkin ia bersikap tenang.
" Bibi Clarisa, apakah aku boleh menanyakan sesuatu..?
" Menanyakan apa Tuan..?
" Apakah Omku Kevin, memperlakukan Clarisa layaknya seorang istri..?, karena yang aku lihat Clarisa melakukan pekerjaan yang biasa dilakukan oleh seorang ART, bahkan semasa hidup saja, Tante Shin tidak pernah mencuci pakaian, dan penampilannya sangatlah glamour sangat berbeda jauh dengan Clarisa, apakah ada sesutu hal yang kalian sembunyikan..? Tanyanya dengan menatap lekat, manik mata wanita paruh baya itu.
Seketika wajahnya berubah pias.
" Maaf Tuan, aku tidak punya hak untuk menjawab pertanyaan anda. Dan kenapa tiba - tiba Tuan menanyakan itu?
" Karena aku menyukai Clarisa, dan aku rasa aku sudah jatuh cinta padanya, sebab Clarisa adalah gadis yang baik." Ucapnya tersenyum.
" Apakah Tuan serius, dengan perkataan Tuan..?
" Memangnya aku kelihatan seperti sedang bercanda..?
Terdiam, dan memaksa diri untuk tersenyum, menatap keponakan dari majikannya itu.
" Sepertinya Tuan Kevin, akan bersaing dengan keponakannya sendiri untuk memperebutkan hati Nona Clarisa."
Membuka pintu kamar, dengan nafas terengah - engah.
" Maaf Tuan, eh maksudku Sayang..., aku sedikit terlambat." Dengan berjalan menghampiri Suaminya, yang tengah duduk di sofa.
Tatapan matanya, menatap Clarisa dengan tatapan tidak suka.
" Dari mana saja kamu...? Dengan volume suara meninggi.
Menunduk, dan tidak berani menatap lelaki yang tengah bertanya padanya.
" Aku baru saja mencuci pakaianmu Sayang...., dan maaf tidak membantumu berpakaian."
Senyuman sinis, menatap darah cantik itu dengan wajah terlihat memerah.
" Mencuci pakaian. Tertawa sejenak.
Mencuci atau kamu sedang berpacaran."
" Aku betul - betul sedang mencuci Sayang, dan Cristian hanya membantuku, dan mana mungkin Tuan Cristian mengajakku berpacaran, aku ini hanya seorang pelayan." Ucapnya dengan senyuman kehampaan.
Terdiam, dan menatap lekat wajah cantik itu.
" Apakah dia tidak menyadari, kalau Cristian menyukainya. Aku saja bisa merasakan, kenapa dia yang mengalaminya, justru tidak bisa menyadarinya**. Bathinnya dengan menatap lekat, wajah polos itu.
" Cepat pakaiankan, aku sepatu." Dengan meleparkan sepasang sepatu, yang ditangkap olehnya dengan gelagapan.
Bersimpuh didepan Suaminya, dan mulai memasangkan sepatu.
" Sayang..., Tuan Cristian sedang menunggumu."
" Tanpa kau bilang pun, aku sudah tau." Jawabnya asal.
" Maaf"
" Sayang..."
" Ada apa lagi..! Tanpa menoleh, dari layar phonselnya.
" Bolehkah aku meminta gajiku untuk bulan ini..?, aku harus mengirimkan uang buat Ibuku." Ucapnya dengan bangun dari duduknya, sembari menatap Suaminya.
" Kemarilah." Sambil menepuk, sisi kursi yang masih kosong."
" Maaf Sayang, saya tidak pantas duduk disebelahmu." Ucapnya yang enggan duduk disebelah Suaminya.
Menarik nafas panjang, dan manik matanya menatap tajam istrinya.
" Kau enggan duduk bersamaku, apakah kau sudah melupakan kalau semalam kita sudah tidur seranjang, bahkan kita sudah melakukan itu."Ucapnya dengan nada kesal.
" Itu karena anda, mengancam saya Tuan." Ucapnya polos.
" Mengancam..!!
" Iya." Dengan mengangguk cepat.
" Jawab pertanyaanku, apakah kau menyukai Cristian..?
" Tuan Cristian adalah laki - laki yang baik, jarang - jarang ada orang kaya yang mau berteman dengan seorang pelayan. Dan aku cukup tau diri, tidak mungkin aku menyukai dia Tuan, mana mungkin ada pria kaya yang menyukai pelayan sepertiku.
" Jadi kau juga tidak menyukaiku..?
" Anda adalah majikan saya, mana mungkin aku berani menyukai anda."
" Kalau begitu, mulai sekarang aku mengijikan kau untuk boleh menyukai pria kaya."
" Maksud anda Cristian..?
" Kau mau membuatku marah Clarisa..,tentu saja laki - laki itu adalah aku. Hanya aku saja." Ucapnya dengan nada tegas.
" Tapi Sayang.., bukankah kau hanya mencintai Nyonya Shin saja.
" Ya ..ya.. aku memang mencintai mendiang istriku, tapi aku berharap kau mencintaiku. Dan aku mengijinkanmu untuk mencintai diriku.
" Maaf Sayang aku tidak bisa." Ucapnya, yang teringat ungkapan hati Kevin semalam.
" Apa tidak bisa..?
" Iya maaf."
Menarik nafas panjang, dan menatap kesal istrinya.
" Sepertinya pagi ini, aku tidak ada rapat penting, ataupun bertemu klien.Dan, aku bisa mengulur waktuku dua jam, atau bahkan lebih dari itu.
" Memangnya ada yang perlu kau lakukan lagi Sayang..?
" Tentu, sebab aku ingin mengulangi aktifitas kita semalam."
" Tapi Sayang.., Tuan Cristian sedang menunggumu."
" Ya...,ya..ya, aku tau itu, dan aku tidak perduli" Dengan menggendong istrinya, dan melemparkan keatas ranjang.
H
H
malah Dara
menyangkaH
dll
menyangkah
apalagi yaa