Rasti Aulia Putri... Cewek zaman now yang di kirim orang tuanya ke sebuah pesantren karna kenakalannya... Dia bertemu dengan seorang ustad tampan bernama Azmi Akmal Firdaus... Dia masih termasuk dari keluarga pesantren "An- nur"...
Awal pertemuan membuat Rasti jatuh hati... Tapi beda dengan ustad tampan... Dia sudah dulu jatuh hati dengan neng Nada Zakiyah putri dari Kiai Subadar...
Namun Allah berkehendak lain...Apa yang akan terjadi dengan Rasti??? Apa mungkin ustad Azmi akan berjodoh dengan Rasti atau malah dengan neng Nada???...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Difa alifiandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 28
Selesai mandi kami segera melakukan sholat Sunnah berjamaah setelah akad nikah...Mas Azmi melantunkan ayat-ayat pendek dengan sangat merdu...
2 rokaat berlalu begitu cepat...Mas Azmi membalikan badannya dan mengulurkan tangannya kepadaku...Aku yang mengerti maksudnya segera mencium tangannya...Setelah itu dia berbalik lagi untuk berdzikir dan memanjatkan doa...
Aku hanya mengamini setiap doa nya...Walau sebenarnya aku tidak tahu apa yang dia doakan..Karna dia berdoa menggunakan bahasa Arab...
"Ras... sebaiknya kamu istirahat dulu..."Ucap mas Azmi setelah menutup doanya dengan surat alfatihah
"Emmm Baik mas..."Jawabku
"Oh yah...Apa kamu sudah makan???"Ucapnya
"Hehehe belum mas...Aku lapar sebenarnya...Apa mas sudah makan???"
"Aku juga belum makan sih...Ya sudah biar aku ambilkan buat kamu makanan yah.."
"Gak usah mas...Biar aku ambil sendiri... Sekalian buat kamu juga.."
"Gak usah ambilin buat aku...Kamu ambil buat diri kamu sendiri saja..."
"Kenapa mas??? Apa mas gak makan??"
"Aku mau keluar sebentar nemuin temen ku..Kamu makan dulu saja..."
"Emmm baiklah.."
Aku melipat sajadah dan mukenah ku...Mas Azmi bersiap untuk keluar bertemu dengan teman-temannya...
"Aku keluar dulu Ras.."
"Iya mas..."
Sebenarnya aku masih ingin bersamanya..Tapi aku tidak mau terlalu memaksa nya...Karna mungkin dia butuh waktu setelah menerima pernikahan ini...
Aku keluar kamar dan mencari Mama...Kulihat Mama sedang duduk sambil berbincang- bincang dengan yang lain..
"Ma..."
"Ada apa sayang???"
"Rasti lapar Ma..."Ucapku pelan
"Oh iya Mama lupa...Kamu dari tadi belum makan yah...Ya sudah ayo Mama ambilin makan buat kamu...Suami kamu sudah makan belum???"Ucap Mama
"Belum Ma..."
"Yah ajak makan sekalian dong Ras...Kasihan kan..."
"Dia tadi keluar Ma... Katanya mau nemuin temen- temen nya dulu..."
" Ohhh Ya sudah ayo Mama ambilin makanan nya.."
*********************
Sore datang... Waktunya resepsi pernikahan ku di gedung aula pesantren An-Nur...Aku sudah siap dengan baju pengantin ku berwarna gold...Mas Azmi sudah siap dari tadi dan sudah ada di gedung aula pesantren...
Aku di temani oleh dua pagar ayu yaitu Neng Nada dan juga Ziyah...
Acara resepsi pun di gelar mewah dan meriah...Karna aku dan mas Azmi sama- sama anak tunggal...Semua tamu dari pihak keluarga mas Azmi dan keluarga ku di undang...Tak lupa juga teman- teman mas Azmi...Tapi aku tidak mengundang teman- temanku...Karna Papa melarangnya...
Acara itu berlangsung sampai malam...Rasanya seluruh badan ku pegal sekali...Ditambah lagi dengan perutku yang sangat lapar karena aku hanya makan satu kali saja...Mas Azmi yang melihat ekspresi wajah ku yang mulai pucat berbisik kepadaku
"Kamu kenapa Ras..."bisik nya
"Gpp mas..."
"Wajah kamu pucat sekali... Beneran kamu gpp??"
"Iya mas. .Aku gpp..Aku cuma lapar saja mas..."Ucapku
"Apa perlu aku ambilin makanan buat kamu.."
"Nanti saja mas kalau sudah selesai.."
"Emmm yakin???"
"Iya mas .."
Mas Azmi hanya mengangguk pelan...
Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam...Tamu undangan sudah sepi...Aku di ajak MUA untuk berganti baju karena acara sudah selesai...Aku menurut saja.... Mas Azmi juga ikut untuk berganti baju ....
Selesai berganti baju..MUA itu berpamitan untuk pulang...Kini tinggal aku dan mas Azmi saja di kamar...
Jujur aku merasa canggung...
"Ras...Kamu katanya lapar...Biar aku ambilkan makanan buat kamu yah.."Ucapnya
"Gak usah mas...Biar aku ambil sendiri saja yah.."
"Memang nya kamu gak capek...Wajah kamu terlihat pucat Ras..."
" Gpp kog mas... Biar aku ambil sendiri...Mas Azmi juga aku ambilin yah...Kan kamu juga belum makan dari tadi..."
"Emmm Iya dech...Aku juga lapar.."
"Mas mau makan apa??"
"Terserah kamu saja...Asal tidak merepotkan mu Ras.."
"Ya sudah tunggu sebentar yah mas..."
"Iya Ras.. "
Aku keluar kamar untuk mencari makanan...
"Kamu mau kemana nak???"Tanya Umi yang kebetulan berpapasan denganku
"Oh ini Umi..Aku dan mas Azmi lapar... Aku mau cari makanan dulu di belakang"
"Ohhh sini biar Umi ambilkan untuk kalian.."
"Emmm Terima kasih Umi..'
"Iya nak sama- sama..."
Aku mengikuti Umi ke belakang...Beliau membawa nampan dan mengisi dua piring dengan nasi putih...Dia mengambilkan pecel untuk mas Azmi dan mengambilkan rawon Untukku
"Nihh.. Azmi paling suka sama pecel...Apalagi di tambah dengan telur ceplok setengah matang seperti ini...pasti lahap makannya.."
"Ohhh gitu Umi... Terima kasih Umi sudah memberi tahu Rasti...Rasti harus belajar banyak sama Umi biar bisa melayani mas Azmi dengan baik.."Ucapku
"Iya kamu tenang saja nak...Nanti Umi kasih tahu semuanya biar hubungan kalian makin erat yah.."
"Iya Umi...Ya sudah Rasti ke kamar dulu yah mau mengantar makanan ini... Pasti mas Azmi sudah nungguin.."
"Iya nak... Hati-hati...Apa perlu Umi bawakan.."
"Tidak usah Umi...jadi ngrepotin Umi dong kalau gitu.."
"Ya sudah... Umi ke depan dulu yah.."
"Iya Umi.."
Aku membawa nampan itu dengan sangat hati-hati... Walau itu sangat berat sebenarnya...
Aku meletakkan nampan itu di atas meja di dalam kamar...Aku menatanya dengan rapi...
"Mas makanan sudah siap..Ayo di makan mumpung masih hangat.."Ucapku
"Iya Ras...Terima kasih yah..."
"Iya mas..."
"Waaaa ada nasi pecel sama telor setengah Mateng...Enak nih.."Ucapnya setelah melihat apa yang aku bawa
"Iya tadi Umi memberi tahu kalau kamu suka nasi pecel dan telor setengah Mateng kayak gini..."
"Emmmm Pantesan...Ya sudah ayo makan...Jangan lupa berdoa dulu yah.."
"Iya mas..."
Kami berdoa dan menikmati makanan yang sudah aku sajikan tadi...
supaya dia merasakn kehilangan