Bagaimana perasaan mu jika setiap tertidur tubuhmu merasakan disentuh dan anehnya tidak ada pelaku yang menyentuh tubuhmu. didalam mimpi kau bercinta dengan pria itu saat kau sadar tubuhmu akan merasakan sakit terutama organ intim.
" lebih baik aku mati dari pada harus bertahan dengan mu monster sepertimu "
- Edrea Leta Leteshia -
" Selama aku masih hidup aku tidak akan membiarkan mu mati begitu saja karena kau sudah ditakdirkan Moon Goddess untuk ku. "
- Achilles Gillis Camilius -
" AKHHH... TIDAKKHH... ASHHHH....AKKKHH" jeritan kesakitan Leta.
" Menjeritlah lagi sayang , aku suka mendengar suara indah mu yang merintih di bawahku" seringai Camilius menatap gadisnya dibawah tubuhnya.
MURNI KARYA AUTHOR MOHON MAAF JIKA ADA KESAMAAN DENGAN KARYA ORANG LAIN YANG TIDAK DI SENGAJA 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon adelita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MBW 28
" Em Rose, apa tidak salah ruangan? aku kan mau interview sebagai karyawan baru. " tanya Leta pelan.
" Tidak nona, untuk tahap interview pak direktur sendiri yang melakukan nya. didalam sudah ada sekretaris dan Ceo. " sahut Rose sembari mengetuk pintu itu.
" Masuk. " sahut seseorang dari dalam.
KLEK...
Rose menarik tangan Leta pelan untuk masuk karena dirinya cukup ragu dan sedikit curiga. bagaimana tidak. jika memang interview diadakan disini seharusnya ada beberapa orang yang melamar ke perusahaan ini kan. kenapa hanya dirinya sendiri saja.
" Pak, saya membawa karyawan yang ingin interview. " ucap Rose menatap kepala direktur.
Sedangkan Leta tidak berani mengangkat wajahnya ia masih menundukkan sedikit kepalanya.
" Ya, kau bisa pergi Rose. " sahut pria itu.
DEG....
" Suara ini kan..." batin Leta mengangkat kepalanya memastikan sesuatu.
" Saya permisi dulu. " ucap Rose segera pergi dan menutup pintu.
BLAM...
Leta terpaku saat ini dihadapannya seseorang yang sudah tidak ada tanda-tanda siluetnya lagi selama satu bulan ini. kini Leta kembali melihat nya tapi bukan hanya satu melainkan ada sekretaris disamping nya yang beberapa hari yang lalu ke toko bunga.
" KAU! " pekik Leta kaget menunjuk orang dihadapannya.
" Lama tidak bertemu Leta, ternyata keadaan mu baik-baik saja selama aku tidak ada. " ucap Camilius tersenyum.
" Kenapa kau bisa berada disini?! " pekik Leta.
" Apa kau tidak tahu!? ini perusahaan ku, jadi wajar saja aku duduk disini. " jawab Camilius santai.
" Sialan! seandainya aku tahu kau pemiliknya, aku tidak sudi menginjakkan kaki disini atau melihat mu saja aku benci! " ucap Leta sarkas ia membalikkan tubuhnya melangkah pasti menuju pintu.
KLEK...
CTAK...
CTAK...
CTAK....
Berkali-kali Leta mencoba membuka kenop pintu tapi tidak bisa.
" Kenapa kau menguncinya sialan! " teriak Leta emosi menatap wajah Camilius yang menatap nya biasa-biasa saja.
" Begini nona, sebelum masa interview selesai. pintu tidak akan terbuka. " sahut Sebastian yang sejak tadi hanya diam memperhatikan.
" Jadi begini cara kalian merekrut karyawan baru?! supaya mudah buat dibunuhnya? iya! sama kayak mama aku!!! " ucap Leta menatap tajam dua orang dihadapannya terutama Camilius.
" Rupanya kau sudah tahu. " ucap Camilius sedikit kecewa.
" Cih, ada apa dengan wajahmu yang sok kecewa itu. kau pasti senangkan mengambil jiwa manusia untuk kau konsumsi. "
" Kau lebih dari sekedar monster!!! kau iblis yang tidak memiliki belas kasihan terhadap kami. " ucap Leta menatap tajam air matanya seakan-akan sudah ingin keluar.
" Kau tidak berhak berkata seperti itu terhadap ku dan bangsaku! apa kau lupa?! anak yang kau kandung adalah keturunan ku dan dirimu. " ucap Camilius menatap tajam.
" Persetan dengan kehamilan ku! kau yang duluan memperkosaku!? seandainya aku tahu bahwa makhluk sepertimu yang menghamili ku sudah dari awal aku akan menggugurkan nya. aku tidak sudi mengandung anak iblis tidak berhati sepertimu !!! " teriak Leta meluapkan semua emosinya.
JEDERRR.....
Tiba-tiba suara petir bergemuruh dari atas langit, Sebastian yang melihat tuan dan nyonya bertengkar berniat menghentikan Camilius yang terlihat dari raut wajahnya yang sudah meluap-luap emosi nya.
Camilius tidak membalas perkataan Leta ia beranjak dari duduknya berjalan menghampiri Leta yang berjarak tidak jauh dari posisi nya berdiri di depan meja kebesaran nya.
TAP...
TAP...
TAP...
TAP...
Sedangkan Leta ia memundurkan tubuhnya kebelakang hingga tubuhnya mentok didepan pintu yang masih terkunci itu dengan Camilius yang menatapnya begitu bengis seakan-akan ingin mengulitinya detik itu juga yang berjalan semakin mendekat ke arah Leta.
Tepat berdiri didepan Leta, Camilius menundukkan sedikit badan nya menyamakan tinggi tubuh Leta yang menatapnya was-was.
" Pergilah, Sebastian. jangan biarkan siapapun masuk kemari. " ucap Camilius yang masih menatap Leta tajam dan sebuah seringai nya terpancar diwajahnya.
" Baik, Your Majesty. " jawab Sebastian lalu menghilangkan kini hanya tersisa dirinya dan juga Camilius.
" Katakan lagi, keluarkan semua isi hatimu. aku ingin mendengarnya. " ucap Camilius yang masih menatap matanya sama halnya Leta membalas tatapan mata itu.
Dia kira, Leta akan takut. tentu tidak kematian hanya akan ditentukan oleh tuhan bukan makhluk seperti dihadapannya ini.
" Kau! kau bajingan gila! kenapa kau membunuh mama ku?! apa kesalahan dia hah!? kenapa harus orang yang ku sayang keparat! , kenapa monster sepertimu tidak mencari manusia yang lain kenapa harus mama ku brengsek! kena- "
" Emhh.... " Leta terlonjak kaget saat Camilius tiba-tiba mencium bibirnya.
Ingat mencium bibirnya! Leta sempat terdiam sebentar seakan-akan syaraf dalam otaknya berhenti dan tidak mampu mencerna semua kejadian ini. hingga Leta tersadar saat Camilius memegang payudara nya.
" Arghh... lepaskan brengsek! " pekik Leta disela-sela ciuman intens mereka Leta mendorong kuat-kuat tubuh Camilius tapi tidak ada hasilnya.
Camilius masih saja melumat bibirnya dan semakin meremas payudara Leta, Leta awalnya menolak dan terus mendorong tanpa sadar dirinya ikut terbuai saat suara dan tatapan mata itu seakan menghipnotisnya.
" Aku sudah menahannya selama satu bulan ini, tenanglah aku akan bermain lembut. " bisik Camilius menatap mata Leta.
Mereka kembali berciuman bukan paksaan seperti diawal tadi melainkan ciuman yang lebih lembut sadar atau tidak saat ini Camilius membawa Leta ke dalam kamar yang berada di dalam ruangan itu.
Dengan penuh kehati-hatian Camilius merebahkan tubuh Leta dengan tautan yang belum lepas sama sekali. Leta yang sudah kehabisan nafas memukul pelan dada Camilius, dengan tidak rela Camilius melepaskan nya.
Nafas nya mereka memburu satu sama lain pertanda betapa luar dahsyatnya ciuman panas mereka. menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Leta dan sesekali memberikan kecupan-kecupan ringan.
" Ahh! bajingan kau Camilius. " ucap Leta disela-sela desahan nya.
...✿ ✿ ✿ ✿...
SORE HARI.
Saat ini Camilius menatap kearah jendela yang jauh dibawah sana terlihat bangunan-bangunan dan para penduduk berkeliaran.
" Enghh... "
Camilius berbalik menatap tubuh polos Leta yang ditutupi selimut. wanita itu memandang nya tajam tanpa melakukan pergerakan apapun. Leta membalikan tubuhnya dan menenggelamkan wajahnya di bantal.
Leta terlalu enggan melihat wajah Camilius. bukan tanpa alasan pertama dirinya benci melihat wajah itu dan kedua saat mereka selesai bercinta. sungguh betapa memalukan nya bagi Leta, dirinya menolak tapi tubuhnya seolah mengatakan sebaliknya.
Camilius mendekat ke tepi ranjang ia membaringkan tubuhnya setengah dengan menopang tangan nya menatap punggung Leta yang polos hanya dibalut selimut tebal.
" Mau sampai kapan, kau akan berbaring seperti itu hem? " tanya Camilius berbisik.
Leta membalikan tubuhnya menghadap Camilius dan menatap mata nya tajam.
" Siapa yang membuat tubuhku begini?! " tanya Leta sarkas.
" Tapi kau juga menikmati permainan ku kan. " ucap Camilius.
" Ck, aku begitu benci melihat wajahmu. " ucap Leta memalingkan wajahnya kearah lain.
" Tapi pria ini yang membuat mu mengerang setiap malam dan membuatmu hamilkan. " ucap Camilius vulgar.
" Ya! sudah hentikan! dasar mesum!!! " pekik Leta kesal.
" Hei!!! Pembicaraan kita belum selesai. " lanjut Leta kesal saat melihat Camilius beranjak dari kasur dan memakai pakaian nya kembali.
" Aku tahu, kita bicara diluar. pakailah pakaian mu. " ucap Camilius.
" Apa kau gila! tubuhku sakit semua karena mu! " teriak Leta saat Camilius meninggalkan nya pergi didalam kamar.
" Aku tahu, istirahatlah aku akan kembali sebentar lagi. " ucap Camilius menyembulkan kepalanya dari balik pintu.