Judul sebelumnya “Bekas Istri Yang Kaya” !
Sebuah cerita perjuangan hidup Ayu, seorang gadis yang rela mempertaruhkan mimpinya demi membiayai pengobatan Ayahnya.
Ayu harus rela dinikahi oleh Raka yang saat itu tengah membutuhkan seorang istri. Pernikahan mereka terjadi karena saling membutuhkan, Ayu membutuhkan uang untuk biaya operasi Ayahnya, sedangkan Raka membutuhkan Istri yang penurut.
Apakah Ayu akan menemukan kebahagiaannya di atas pernikahan tanpa cinta?Dan bagaimana Raka yang mulai menunjukan rasa cintanya pada Ayu.
Instagram : nurmalitasugiartii
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon N Lita S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27 Bertemu Alice
Cukup lama Raka mengobrol di apartemen Alice. Raka memutuskan pulang begitu jam dinding sudah menunjukan pukul 17:30
Alice sangat enggan melepaskan Raka pulang. Tapi ia sadar, ia tidak punya hak untuk menahan Raka. Alice sendiri bahkan tidak tau status hubungannya dengan Raka saat ini apa.
Alice semakin yakin perasaan Raka padanya hanya sebatas empaty, apalagi saat Alice akan menciumnya Raka terlihat kaku. Tidak seperti dulu saat pacaran.
***
Ayu bangun sekitar pukul 11:00, ia pun kaget mendapati dirinya polos tanpa sehelai benang pun dan hanya berbalut selimut. Lalu Ayu ingat pagi yang panasnya bersama Raka tadi.
Ayu langsung mandi karena dia hari ini ada janji bertemu Alice. Tanpa sarapan Ayu pergi menemui Alice. Ayu janjian bertemu Alice di cafe, Alice lebih dulu sampai di cafe dengan grab car makanya Ayu tidak menjemputnya.
“Maaf aku telat mbak, mbak Alice udah lama?” Ayu yang baru datang langsung cipika cipiki dengan Alice.
“Belum lama kok. Mau minum apa?”
“Apa aja deh mbak.”
Ayu dan Alice bercerita seperti biasa saling menceritakan pujaan hati masing-masing. Ayu menceritakan suaminya dan Alice menceritakan mantan pacarnya.
Ponsel Alice berdering. Ada pesan masuk dari mantan pacarnya.
“Ayu maaf, sepertinya aku harus pulang. Mantan pacarku akan datang, dia bilang sudah perjalanan.” Ucap Alice setelah membaca pesan singkat di ponselnya.
“Nggak papa mbak, ayo aku antar mbak.” Ayu beranjak berdiri.
Dengan bergandengan tangan kedua perempuan itu meninggalkan cafe. Ayu mengantar Alice sampai di apartemen.
“Hati-hati, Yu. Terimakasih sudah mengantarku.” Ucap Alice turun dari mobil.
Ayu membuka kaca mobilnya dan mendongakkan kepalanya keluar sedikit. “Sama-sama mbak. Ayu pulang dulu.” Ayu pun dada pada Alice dan mengemudikan mobilnya berputar arah di depan area apartemen Alice.
Tanpa Ayu sadari ada sepasang mata yang memperhatikan Ayu dari dalam cafe depan apartemen Alice. “Sepertinya itu mobil nyonya.” Gumam Leo melihat mobil Ayu meninggalkan area apartemen Alice.
“Tapi apa yang nyonya lalukan disini?” Leo sedang membeli kopi di cafe seraya menunggu Raka.
Setelah mengantar Alice, Ayu pergi ke butik miliknya. Beberapa hari ini karena sakit Ayu tidak bisa ke butik. Ayu menyerahkan semua urusan butik pada Natalie. Persiapan pembukaan butik sudah hampir rampung.
Natalie benar-benar melakukan pekerjaanya. Dan baju yang akan di jual juga sudah siap. Semua penjahit menyelesaikan jahitan desain Ayu tepat waktu. Meskipun dirumah, Ayu tetap mendesain, lalu Ayu mengirimkan desainnya pada Natalie. Dan Natalie lah yang menghubungi penjahit. Sebelumnya Ayu sudah mendrop kain yang sudah ia beli ke para penjahit kepercayaannya.
Usaha Ayu terbilang cukup cepat dalam perencanaannya, mungkin karena Ayu dibantu orang-orang hebat maka semuanya bisa berjalan lancar. Orang-orang hebat dibalik usaha yang baru saja Ayu rintis tidaklah sedikit.
Sebut saja kedua gurunya yang sangat berjasa membimbing Ayu dengan telaten, bahkan Ayu sering mengirim pesan pada gurunya di luar jam belajar. Ada juga Natalie asisten yang sangat sigap, dan para penjahit yang sudah sangat baik menerima desain Ayu yang rumit tapi tidak mengeluh.
“Akhirnya ya Nat, besuk butik ini akan resmi dibuka.” Ayu mengarahkan pandangannya pada seluruh ruangan yang indah menurutnya.
(Search: Pinterest) ilustrasi beberapa sudut butik milik Ayu.
“Iya mbak, selangkah lebih dekat dengan impian mbak.” Jawab Natalie. Natalie sudah mendengar cerita Ayu yang ingin sepadan dengan suaminya.
“Mbak besuk mengundang suami mbak, kan?” Tanya Natalie lagi.
Ayu mengangguk. “Tentu saja, aku ingin memberinya surprize.” Jawab Ayu, Ayu tidak sabar melihat reaksi Raka jika tau Ayu sudah bisa membuka butik nya sendiri.
‘Kuharap Raka senang melihatnya.’ (Tanpa Ayu tau malam ini Raka akan ke Tokyo)
Setelah memastikan semua persiapan pembukaan butik beres 100%, Ayu memutuskan pulang. Ayu juga menyuruh Natalie untuk pulang, Ayu mau Natalie juga beristirahat karena besuk mereka akan sangat sibuk.
***
Raka sampai dirumahnya tepat pukul 18:00, ia tidak melihat mobil Ayu. Raka memang tau Ayu sedang pergi menemui sahabatnya. Tadi Ayu mengirim pesan pada Raka untuk meminta izin. Raka mengizinkan, makanya Raka bisa menemui Alice karena tau Ayu tidak dirumah.
Jika Ayu dirumah Raka tidak bisa menemui Alice, istrinya itu akan manja dan memintanya untuk pulang.
Sampai dirumah Raka melihat mertuanya sudah duduk di sofa. “Bapak..Ibu.” Raka menghampiri mertuanya dan menyalaminya.
“Nak Raka sudah pulang, lalu dimana Ayu?” Ibu Diah tidak melihat putrinya di belakang Raka.
“Iya nak, dimana Ayu?” Tanya bapak.
“Bapak ibu tenang saja sebentar lagi Ayu pulang, tadi Ayu menemui sahabatnya. Tapi Ayu sudah mengirim pesan pada Raka dalam perjalanan pulang.” Raka mengajak kedua mertuanya untuk duduk kembali.
Mereka mengobrol sedikit lalu Raka izin untuk naik ke kamar dan mandi. Sementara bapak dan ibu minum teh di ruang keluarga menunggu Ayu.
Ayu sampai di halaman rumah, ia memarkir mobilnya rapi disebelah mobil Raka. Melihat mobil Raka sudah dirumah pastilah Raka juga sudah dirumah.
Ayu berlari kecil memasuki rumah. Ia sangat tidak sabar bertemu Raka dan memberikan undangan grand opening butiknya.
Saat masuk kedalam rumah Ayu terteguh begitu melihat dua paruh baya duduk di sofa dengan tenang menatap kehadirannya. Entah mengapa air mata Ayu tiba-tiba menetes melihat ibu dan bapaknya sedang berdiri menatapnya.
Ayu langsung berlari menghambur kepelukan ibu. “Ibu hiks hiks.”
“Iya nak, ini ibuk.” Ibu Diah membelai lembut rambut Ayu. Kemudian Ayu beralih mencium tangan bapak. “Bapak dan ibu sehat?”
“Bapak sangat sehat nak, coba lihat saja!” Ucap Pak Trisno. Ayu bahagia sekali bapak dan ibunya datang.
“Bapak dan ibu kok enggak ngomong kalau mau kesini, Ayu kan bisa jemput di bandara.” Ucap Ayu mengajak bapak dan ibunya duduk kembali.
“Semua sudah di atur suamimu nak, dari tiket pesawat sampai penjemputan di bandara.” Ucap Bu Diah.
“Mas Raka?”
Bapak dan ibu mengangguk, lalu ibu menceritakan perihal Raka yang mengirim pesan agar bapak dan ibu ke Jakarta. Sampai tadi saat Raka pulang dan mengobrol bersama bapak dan ibu.
Setelah mendengar cerita ibu, Ayu semakin bahagia. Ia bisa membuka peresmian butiknya disaksikan kedua orang tuanya.
“Kalau begitu Ayu ke kamar dulu pak, buk. Nanti kita makan malam bareng.”
“Iya, sana nak.”
Lagi-lagi Ayu berlari menuju kamarnya. “Mas!!” Teriak Ayu setelah membuka pintu.
Raka yang saat itu memegang sisir pun menjatuhkan nya, Raka kaget dengan teriakan Ayu. “Sayang, ini dirumah bukan dihutan.” Raka memungut sisir yang baru saja di jatuhkan.
“Lah emang siapa yang bilang ini dihutan?” Kata Ayu polos. Ia berjalan mendekati suaminya. “Mas.”
“Hmm.”
“Mas?”
“Hmm.. Kenapa Yu?”
Ayu memeluk Raka dengan erat. “Terimakasih, aku mencintaimu.” Ucap Ayu.
Raka tidak berekspresi, dia tidak tau harus menjawab apa. “Sama-sama sayang.” Meskipun Raka tidak pernah mengatakan mencintai Ayu. Tapi Raka selalu memberikan Ayu kasih sayang.
.
.
Bersambung..
kmn thor??
saya syuka... saya syuka...
tp kok msh blum tuntas 😔😔😔😔😔