EKSKLUSIF HANYA DI NOVELTOON.
Jika menemukan cerita ini di tempat lain, tolong laporkan🔥
Ayu tak pernah menyangka bahwa pernikahannya dengan Cakra yang baru berjalan satu bulan harus kandas begitu saja. Lelaki yang menjadi cinta pertamanya itu menghempaskannya bagai sampah. Dirinya terpasung sekian lama tanpa ada yang sudi menolongnya.
Pernikahan pertamanya itu sungguh menorehkan luka dan trauma mendalam baginya hingga ia tak bisa bersentuhan dengan lelaki manapun.
Disaat orang lain menjauhinya karena dianggap tidak waras, justru datang sosok lelaki berseragam cokelat yang pernah membuatnya tertawa di masa lalu namun dirinya juga yang pernah membuat lelaki itu kecewa. Akan tetapi, hanya laki-laki itulah yang kini bersedia mengulurkan tangan dan merangkulnya tanpa ragu disaat hidupnya terpuruk.
"Apa adanya kamu, aku selalu mencintaimu."
Akankah kemurnian cinta yang ada mampu menyembuhkan luka dalam pernikahan manis mereka yang tak akan mudah?
Simak kisahnya💋
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27 - Bertemu Arjuna dan Bening
Sepanjang acara, Bayu sering menggenggam erat tangan istrinya dari bawah meja. Ia tahu Ayu begitu gugup. Terlebih hadir di depan banyak tamu penting.
Berkat Bayu, akhirnya rasa gugup itu perlahan hilang justru berubah haru. Terlebih saat selesai pesta, para rekan sejawat dan senior suaminya mengucapkan selamat padanya dan juga suaminya.
Bayu bahkan membanggakan dirinya di depan rekan-rekannya. Hingga merangkul pinggangnya secara posesif.
Ia hanya sesekali bersalaman dan mengucapkan terima kasih saja. Sebab bingung ingin berbicara apa. Semua sudah diwakilkan suaminya.
"Akhirnya bujang lapuk tampan kita ini berhasil melepas masa lajang juga. Aku pikir kamu bengkok, Bay. Haha..." ledek salah satu rekan.
"Ya bengkok lah meriamku. Kalau cuma lurus doang monoton dong gayanya. Justru karena bengkok, jadi meriamku bisa mengobrak-abrik benteng pertahanan rumah terdalam istriku di ranjang. Gimana sih kalian ini! Sudah pada nikah juga semua masak enggak paham," ucap Bayu.
"Wohoo... mantan bujang lapuk kita ini makin pintar saja soal urusan begituan. Pasti tiap hari istrimu keramas. Kayaknya pengantin baru kita ini baru saja memborong sampo satu supermarket ke rumahnya. Haha..."
"Dasar teman gak ada akhlak! Memangnya aku mau dagangan sampo apa. Huft!" ketus Bayu.
Ayu sungguh rasanya ingin menenggelamkan diri dalam kubangan tanah berlumpur saja. Malu rasanya berada di tengah-tengah rekan suaminya yang membahas hal ranjang secara blak-blakkan.
Padahal ia dan Bayu sampai detik ini belum melakukan hal itu. Tetapi suaminya berusaha menjaga nama baiknya di depan mereka semua sehingga menutupi kekurangannya.
Bahkan ada teman Bayu yang mengajarkan cara jitu bermain dengan istri agar puas. Gaya 69, gaya cicak kawin nemplok di dinding, gaya kepiting kepedesan hingga gaya sendok.
Mendadak kepalanya nyut-nyutan mendengarkan obrolan tersebut karena ia tak paham gaya apa itu.
"Astaga itu gaya apaan? Kenapa seperti gaya masak atau berhubungan dengan dunia perdapuran? Mereka ini bahas gaya suami istri atau bahas gaya perdapuran jadi koki?" batin Ayu.
Tanpa disadari keduanya, sejak tadi ada sepasang suami istri sudah berdiri tak jauh dari mereka yang mendengar obrolan tersebut.
Plok...plok...plok...
"Wah, selamat ya Bro atas pernikahannya. Sepertinya ada sesuatu yang terlewatkan atau aku yang sudah pikun ya?" sindir Arjuna memberi tepuk tangan seraya berjalan lebih dekat ke tempat Bayu berdiri.
Deg...
Keduanya sontak menoleh dan terkejut melihat Arjuna dan Bening ternyata diundang juga di acara ini.
"Dasar b0doh! Kenapa aku sampai lupa ngecek daftar tamu undangan? Enggak tahu kalau Juna dan Bening juga diundang di acara ini," batin Bayu.
Ayu langsung mencengkeram kuat lengan suaminya dan ia hanya bisa menunduk. Dirinya tak menyangka akan ketahuan oleh Junet dan Bening secepat ini.
Bayu yang memahami rasa kaget Ayu, ia berusaha membisikkan kalimat ketenangan dan positif agar istrinya tersebut tidak perlu takut atau panik.
☘️☘️
Kini empat orang yang sedang ada ketegangan dalam hening itu sudah duduk di sebuah ruang privat di restoran yang tak jauh dari tempat acara pernikahan tadi. Bayu yang tak ingin mengganggu acara orang lain akhirnya menyuruh Arjuna bertemu di restoran tersebut. Keduanya membawa mobil masing-masing.
"Apa salah satu dari kalian enggak ada yang pengin jelaskan ke kami? Kenapa status kalian jadi suami istri?" tanya Arjuna dengan penuh ketegasan dan sorot mata tajam penuh keseriusan pada Bayu dan Ayu yang duduk di hadapannya.
"Pa, sabar. Biarkan mereka jelasin ke kita. Baru kita bisa mengambil kesimpulan," ucap Bening seraya mengelus lengan suaminya.
"Hem," jawab Arjuna singkat.
"Sebelumnya maafkan aku Juna, Bening, kalau pernikahan antara aku dan Ayu baru kalian ketahui sekarang. Aku baru menikah dengannya hampir satu bulan ini. Kamu kan tahu setelah dari Batam aku pindah tugas ke kabupaten xxx," ucap Bayu.
"Benar. Terus apa hubungannya sama sepupuku Ayu?" cecar Juna yang tak sabaran.
"Di sana ternyata kampung tempat tinggal Cakra dan keluarganya. Apa benar?" tanya Bayu pada Arjuna.
Deg...
"Benar juga. Ya, aku baru ingat. Terus?"
"Tanpa sengaja beberapa hari di sana, aku mendapat laporan dari anak buahku kalau ada wanita terpasung di sebuah gubug kecil di area hutan tak jauh dari kampung Cakra tersebut. Bahkan wanita itu tengah dicambuk oleh ibu-ibu desa setempat dengan batang lidi dan sapu hingga sekujur tubuhnya terluka. Kamu tahu siapa wanita itu Jun?"
"Ehm... maksud kamu? Jangan bilang kalau wanita itu Ayu?"
"Iya, Jun. Saat aku melihat langsung ternyata wanita itu sepupu kamu, Ayu. Yang kini menjadi istriku," jawab Bayu.
"APA!! Bagaimana Ayu jadi wanita terpasung? Apa ini ulah Cakra dan keluarganya?"
"JAWAB KOMPOL BAYU LAKSONO!!" pekik Arjuna yang sudah berapi-api.
BRAKK !!
Suara gebrakan meja dari tangan Arjuna menandakan emosi suami Bening ini sudah berada di ubun-ubun mengetahui Ayu menjadi wanita terpasung tanpa diketahui oleh dirinya dan juga keluarganya.
Bersambung...
🍁🍁🍁