Sebuah cerita cinta yang didambakan oleh semua orang yaitu, berakhir dengan bahagia bersama untuk menua namun tidak dengan pasangan dua sejoli Elnara dan Bobby. Kisah cinta mereka harus berakhir tanpa kepastian , tanpa ada kata perpisahan namun masih menyimpan perasaan satu sama lain.
Sekuat apapun kita bertahan dan berkorban demi seseorang jika memang bukan takdir untuk bersama tidak ada yang bisa mengalahkan ketentuan dari-NYA.
Nara yang memilih untuk pergi meninggalkan Bobby dan harus menikah dengan seorang laki-laki yang tidak pernah ia cintai ditambah laki_laki tersebut sudah memiliki istri dan anak. Nara yang harus rela menjadi istri ke dua, mampu kah Nara bertahan di dalam pernikahan yang didasari dengan keterpaksaan ??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon listi Sabran, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Permohonan
"Kamu sudah bangun, Ra?' tanya Elis yang sedang berada di depan kamar Nara tanpa mengetuk pintu.
"Dari tadi bu sudah saya bangunkan tapi gak ada jawaban dari mba Nara, tidak biasanya mbak Nara bangun nya aga kesiangan ,"sambung bu Rus.
"Aduh ada apa ya, aku jadi khawatir nih bu Rus."
"Apa kita panggil pak Keenan aja ya ."
"Tidak usah bu, biar kita tunggu sampai Nara keluar aja,"ucap Elis .
"Tapi bu, kalau mbak Nara kenapa-kenapa di dalam gimana?"
"Gak lah bu, paling malem tadi dia gak bisa tidur jadi bangun nya telat. Ya sudah kita turun saja bu,"ajak Elis.
"Loh Nara belum bangun?" tanya Keenan.
"Belum mas, tumben loh jam segini dia belum bangun, aku takut dia kenapa-kenapa."
"Mungkin dia sedang galau , nanti kamu coba ajak dia bicara siapa tau dia cerita sama kamu."
"Yah, nama nya juga kehidupan , pasti ada lika liku nya, apalagi dalam urusan cinta, kalau aku sih sudah pernah merasakan pahit nya hidup,"sahut Elis sambil menggoda Keenan.
"Iya,, iya,, tau kok kamu perempuan pejuang cinta," sambung Keenan sambil tertawa.
Tiba-tiba Nara turun dari tangga dan langsung menyapa Elis dan Keenan yang sedang makan diruang makan.
"Pagi, Lis , mas Keenan, maaf aku kesiangan,"ucap Nara.
"Gak apa-apa Ra, ya bagus kalau kamu tidur nyenyak,"sahut Keenan.
"Cepat sini makan Ra, aku tadi sudah bangunin kamu sama bu Rus cuman gak ada jawaban dari dalam, ya,, kami turun lagi."
"Iya mbah Nara, sampai saya itu takut kalau mbak kenapa-kenapa,'sahut bu Rus yang sambil menyiapkan makan untuk Nara.
Nara sambil tertawa dan berkata."Kalian pikir aku gantung diri?''
"Ya sudah ayo makan,"sahut Keenan.
"sayang hari ini sibuk gak di kantor?'tanya Elis.
"Hari ini ada jadwal pertemuan sama pak Alvin."
"Pak Alvin dari Indonesia itu?"tanya Elis lagi.
"Iya, anak sama istri nya juga diboyong kesini dan menginap di hotel untuk beberapa minggu."
"Oh gitu, padahal aku mau ajak kamu sama Nara jalan-jalan."
'Ya sudah lain kali ya, atau gimana kita jalan-jalan nya sekalian sama keluarga pak Alvin,"ajak Keenan kepada Elis dan Nara.
Nara dan Elis pun saling pandang."Aku sih terserah aja,"ucap Nara.
"Gimana sayang? mau ikut gak?"tanya Keenan.
"Oke, ngikut aja.
"Ya sudah aku berangkat kekantor dulu ya,"ucap Keenan sambil mencium kening Elis.
"Hati-hati ya sayang."
Nara yang melihat kemesraan Elis dan Keenan pun tersenyum, dalam benak nya seandainya dia dengan Bobby bisa bersama mungkin akan seperti itu .
"Hey, kok kamu senyam-senyum gitu,Ra?" tanya Elis sambil mencolek tubuh Nara.
"Eh, gak kok aku gak melamun."
"Terus mikirin apa? sambil senyum-senyum gitu?"
"Aku iri deh dengan kalian, bisa seromantis gitu, aku kan jadi pengen juga ." sahut Nara yang menggoda Elis.
"Makanya cepetan cari jodoh, cari disni aja siapa tau kan dapat yang lebih dari yang sebelum nya,"ucap Elis.
"Doa akan saja lah biar aku cepat move on dulu baru bisa cari yang lain."
"Kalau aku doakan kamu siang malam biar bisa lupakan Bobby, kalau dari kamu nya gak niat buat bangkit? percuma dong."
'Iya ini aku lagi usaha kok, Lis."
"Aku mau tanya?"
"Tanya apa,Lis?"
"Kenapa kamu tadi pagi telat bangun?"
"Ya karena aku tidur nya nyenyak banget, Lis,"sahut Nara.
"Ah bohong, mata kamu aja sembab, seperti habis nangis semaleman gitu, ya kan? bener gak?"tanya Elis lagi.
''Terkadang aku sangat merindukan nya, ketika aku mengingat bagaimana dai memperlakukan ku dengan lembut ,bagaimana dia memperhatikan ku,membuat aku selalu tersenyum dengan gombalan-gombalan nya,dan seketika itu juga aku sadar kalau dia lah yang membuat aku patah hati. Itu sebab nya aku menangis tiada hentinya,Lis orang yang sangat aku cintai orang yang sangat aku percayai kalau dia bakalan menjaga perasaan ku ternyata adalah orang yang menusuk ku lebih dalam dari sakit apapun,kamu ngerti kan maksud aku,Lis?tanya Nara kepada Elis dengan mata berkaca-kaca.
Sambil memeluk Nara Elis berkata."Kamu pantas mendapatkan kebahagiaan carilah bahagia mu tanpa melibatkan masa lalu, jadikan kisah cinta kamu dengan Bobby itu suatu pegangan bahwa memberi kesempatan kepada orang yang dulu nya pernah mengabaikan kamu adalah salah."
"Iya Lis kamu benar, dulu aku sangatlah bodoh memberi kesempatan untuk kedua kalinya kepada Bobby dan pada akhir nya kesempatan itulah yang membuat aku seperti ini, dan memang tidak ada yang lebih sakit selain penyesalan."
"Jadi kamu harus move on,Ra."
Nara menganggukkan kepalanya."Sebisa mungkin aku akan melupakan nya,Lis."
"Jangan sebisa mungkin Ra, tapi harus!"
Ketika mereka sedang asik ngobrol tiba-tiba telpon Nara berbunyi.
Kring,,kring,,kring.
"Rangga,,,"ucap Nara sambil memandang Elis.
"Angkat saja Ra, aku mau kebelakang dulu ya,"sahut Elis.
"Hallo, Ga?ada apa?"
"Gimana kabar kamu,Ra? betah disana?"
"Kabar baik Ga, ya betah lah siapa coba yang gak betah ditempat senyaman ini, tiap hari liat laut nya yang biru."
"Ya,, syukur lah kamu betah disana,Ra."
"Oiya,, kamu telpon aku ada apa,Ga?
"Emmm,, gini Ra, semalem aku ketemu sama Reyhan. Terus ketemu sama mamah nya juga."
"Hah,,, kok bisa kamu ketemu sama mamah Reyhan?"
"Entah itu kebetulan atau disengaja yang jelas , aku kaget juga,Ra,"ucap Rangga.
"Terus?"
"Yah,,, seperti biasa lah Reyhan mau tau kabar kamu, dan dia titip salam untuk kamu,"sahut Rangga.
"Terus, mamah Reyhan ngomong apa sama kamu?"tanya Nara lagi dengan penuh penasaran.
"Beliau juga mau tau kabar dan keberadaan kamu, yah sedikit memaksa sih aku gak tega lah, tapi aku tetap diam aja gak bilang kamu dimana.Dan kata mamah Reyhan kalau aku ada hubungin kamu tolong sampaikan ke Nara, kalau dia pengen ngomong sama kamu dan beliau juga memberikan nomer telpon nya agar kamu hubungin dia,Ra?'
"Oh,, iya Ga nanti kalau aku siap aku bakal telpon mamah Reyhan."
"Kalau kamu belum bisa gak usah,Ra."
"Gak apa-apa kok , makasih yah, Ga."
"Ra,,,"ucap Rangga sedikit ragu.
"Iya ada apa,Ga?"
"Hmmm,,, gimana ya aku ngomong nya? takut kalau kamu tersinggung."
"Emang ada apa sih,Ga? jangan bikin penasaran."
"Kenapa kamu gak bisa buka hati buat Reyhan?" tanya Rangga.
Sejenak Nara terdiam, dan bertanya didalam hati nya."Kenapa tiba-tiba Rangga mempertanyakan masalah Reyhan?"
"Maaf Ra, bukan nya aku mau ikut campur , tapi aku merasa dan melihat kalau Reyhan benar-benar tulus sayang sama kamu." ucap Rangga.
"Semua orang juga bakal bilang seperti yang kamu katakan, Ga kalau aku mengikuti logika ku, mungkin sejak dulu aku bakalan terima cinta Reyhan, mungkin saja sekarang aku tidak berada disni ,mungkin saja aku sekarang bahagia bersama Reyhan, tapi dari hati aku yang terdalam bagaimana aku bisa menggunakan seseorang untuk melupakan seseorang. Melampiaskan rasa sakit hati kita ke orang lain yang tidak berhak diperlakukan seperti itu, apa aku bisa melakukan nya?"
"Tapi Reyhan beda,Ra! dia rela jadi apa saja untuk membahagiakan kamu."
"Sudah lah, kamu gak akan bisa ngerti karena kamu bukan aku, karena kamu gak berada diposisi ku sekarang."
"Yah,,, benar Ra, karena aku gak mengalami nya , mudah bagi aku untuk ngomong seperti itu."
atau yg bunuh kekasih si Alvian dulu juga Siska haduh ntar Nara juga dibunuh heh benera iblis muka dua tuh