NovelToon NovelToon
BELENGGU DENDAM

BELENGGU DENDAM

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Romansa / Dendam Kesumat / Cintapertama / Tamat
Popularitas:99.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: teteh lee

Joshep menyimpan dendam yang berkarat di hatinya akibat dugaan penghianatan Paula sang kekasih yang sudah di jalani selama hampir 5 tahun lamanya itu, sementara Paula juga sama-sama mempunyai alasan kuat untuk membenci Joshep dimana hal itu berkaitan dengan kecurigaan Paula atas keterlibatan ayah Joshep pada kematian ayahnya yang sebelumnya sakit jantung karena sebelum kematian ayahnya itu ayah Josheplah yang terakhir kali bertemu dengan ayahnya, sementara tanpa mereka sadari, ternyata saat perpisahan terjadi, rupanya Paula sedang mengandung anak Joshep, namun Paula sengaja menyembunyikannya, konflik terjadi saat Joshep bertemu dengan anak mereka tanpa di sengaja, selain itu satu persatu kesalah pahaman juga mulai terkuak, yuks,,,ikuti kisahnya di sini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon teteh lee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Wanita lain

Di rumah sakit Permata.

"Hai Will!" sapa Paula saat dirinya hendak membeli makanan di kantin rumah sakit, perutnya mulai terasa lapar, karena sejak datang hanya menyibukkan diri menemani kevin, sementara Adam sejak dirinya datang meminta izin dirinya untuk keluar, sekalian memberi waktu untuk Paula dan Kevin agar bisa berduaan.

Makanya saat Kevin tertidur tadi, Paula menyempatkan diri untuk datang ke kantin rumah sakity untuk membeli makanan untuk mengganjal perutnya, akan sangat menyusahkan jika nanti dirinya malah ikut sakit akibat telat makan.

Willy yang di sapa Pula terlihat seperti agak kaget dan tidak menyangka jika dirinya akan bertemu dengan Paula di kantin.

"Eh, emh,, Paula!" gugup Willy. "Mau kemana?" tanyanya, dengan pandangan mata yang mulai berkeliaran seperti melihat ke sembarang arah di kantin itu, seolah ada sesuatu yang sedang dia cari di sana.

"Makan, perut ku terasa lapar," ujar Paula sambil mengsap-usap perutnya yang sudah terdengar suara cacing berdemo sejak satu jam yang lalu.

"Ba-bagaimana jika aku traktir kamu makan di kafe depan rumah sakit, makanan di sana enak-enak." Tawar Willy seraya menarik lengan Paula menjauh dari kantin.

"Tidak usah Will, lagi pula aku takut anak ku terbangun dan dia akan kebingungan mencari ku." tolakPaula.

"Bukankah ada suami mu yang menungguinya?" kata Willy mengangkat sebelah alisnya.

"Ah itu, kak Adam sedang ada urusan sebentar, katanya ada sesuatu yang harus dia selesaikan, mungkin terkait masalah pekerjaannya, secara dia sudah melewati masa liburnya gara-gara menemani Kevin." Terang Paula.

"Oh, tapi bukankah itu suatu hal yang wajar? Seorang ayah menemani putranya di rumah sakit. Lagi pula apa kamu yakin dia sedang menyelesaikan masalah pekerjaan?" nada bicara Willy kembali berubah sinis.

"Ada Will? Aku merasa sikap mu aneh jika berhadapan dengan Adam dan jika sedang membicarakannya ?" Paula tidak tahan untuk tidak mengungkapkan rasa kepenasarannya.

Willy terlihat merenung sejenak, dia seperti sedang mempetimbangkan sesuatu, sepertinya ini suatu yang berat untuk Willy sampaikan pada paula.

"Pau, maaf jika aku terkesan lancang, aku tau saat ini anak mu sedang sakit dan itu pasti menguras emosi, pikiran da juga tenaga mu, tapi aku juga tidak tega dan tidak kuat jika mengetahui kamu di hianati, kamu orang baik Pau," ujar Willy.

Paula mengernyit, sungguh dia tidak tau apa maksud dari perkataan Willy sebenarnya, "Jangan bertele-tele, cepat katakan pada ku, apa maksud dari perkataan mu, aku tidak punya banyak waktu untuk mendengarkan cerita mu yang berputar-putar."

"Suami mu selingkuh!"

"Kak Adam? Selingkuh?" Paula seperti tidak percaya dengan apa yang di katakan Willy

Willy mengangguk, "Tadinya aku ragu dan berniat untuk tidak menceritakan masalah ini pada mu, namun setelah aku pikir-pikir lagi, aku justru akan sangat merasa bersalah pada mu jika aku menyembaunyikan hal sebesar ini dari mu. Aku beberapa kali melihat suami mu bersama seorang wanita, mereka terlihat sangat akrab, makanya waktu itu bertanya pada mu apa ada kerabat lain yang menunggui putra mu selain suami mu? Dan kamu mengatakan tidak aa yang lain, dari sana aku yakin ada yang tidak beres, selain itu wanita itu--- wanita itu terlihat sedang hamil besar. Awalnya aku berharap jika wanita itu hanya teman atau kerabatnya yang kebetula bertemu di sini saja, namun tadi aku melihat mereka di kantin ini makan berdua dengan sangat mesranya." Urai Willy panjang lebar.

Willy menceritakan semua itu dengan sangat hati-hati, dia tahu jika ini adalah masalah pribadi rumah tangga Paula, dan dia terlalu jauh melangkah masuk di dalamnya, namun apa mau di kata, dia tidak tega jika ternyata Paula sedang di hianati suaminya, dia tidak ingin Paula terluka.

"Wanita hamil?"

Willy mengengguk lagi, "Mereka bahkan masih berada di ujung sana, makanya aku mengajak mu untuk makan di tempat lain." Willy menunjuk dengan dagunya yang di majukan.

Paula mengikuti arah yang di tunjukan Willy, sungguh dia penasaran dengan kebenaran cerita yang di sampaikan Willy padanya, dia bahkan melangkah untuk mendekat ke arah Adam dan wanita yang hanya bisa dia lihat punggungnya itu, setelah dia benar-benar yakin jika pria yang berada di sisi wanita itu adalah benar-benar Adam.

Lima tahun bersama Adam, meski terbilang jarang bertemu karena Adam yang harus bekerja di luar pulau, namun Paula cukup mengenal postur tubuh Adam meski dari kejauhan dan hanya punggungnya saja.

"Pau,,, kamu yang tenang, yang sabar, jangan emosi, aku bisa menemani mu, tenangkan diri mu!" Willy mengejar Paula yang sudah melangkah menuju meja dimana Adam dan wanita itu duduk bersama.

"Kak, kak Adam," panggil Paula seraya menepuk pundak Adam yang terlihat sangat kaget saat tahu jika Paula sudha berada di balik pungungnya.

"Pa-Paula?" gugup Adam.

Wanita yang berada di samping Adam ikut menoleh, wanita berperut buncit yang sepertinya tengah hamil tujuh atau delapan bulan itu tak kalah kagetnya saat Adam menyebut nama Paula.

"Pau, aku bisa jelaskan semuanya," kata Adam seraya berdiri dari kursinya dan menghampiri Paula.

Namun tiba-tiba,

Bugh!

Kepalan tangan Willy yang sejak tadi gatal ingin melayang akhirnya mendarat di rahang kanan Adam, membuat para pengunjung kantin yang saat itu lumayan sedang ramai menjadi heboh, para pengunjung wanita bahkan menjerit saat melihat Willy melayangkan tinjunya ke wajah Adam.

"Aku sudah memperingatkan mu untuk jangan sekali-sekali menyakiti Paula, bukan sekali dua kali aku melihat mu bermesraan dengan wanita lain saat paula belum datang ke sini, dan saat Paula sudah berada di sini kau masih dengan berani berbuat gila, dimana otak mu? Di saat putra mu sedang terbaring sakit dan kau malah asik berselingkuh!" maki Willy tidak dapat menahan marahnya.

"Willy, Hentikan! Ku mohon!"Paula menahan tangan Willy yang sepertinya belum puas hanya memberi Adam satu pukulan saja, sementara Adam terlihat menenangkan wanita hamil yang kini memeluk dirinya sambil ketakutan.

"Lihatlah, mereka bahkan berani bermesraan di hadapan mu, bajingan!"

"Willy, tolong jangan ikut campur urusan rumah tangga ku, kamu tidak tahu apa-apa, tinggalkan kami!" usir Paula meminta Willy untuk menjauh dari dirinya dan juga Adam.

Orang-orang di sekitar sana sudah berkerumun karena kehebohan yang terjadi, sehingga mau tidak mau Paula harus mengajak Adam dan wanita itu untuk pergi dari sana agar mereka tidak menjadi tontonan orang banyak dan menjadi bahan gosip mereka nantinya.

"Paula, aku bisa membantu mu aku akan menemani mu," Willy mengejar Paula, Adam dan wanita itu.

"Cukup Will, sudah cukup keonaran yang kamu buat, apa belum puas kamu mempermalukan kami?" tegas Paula.

Willy mengalah, dia sadar jika dirinya hanya orang luar, dan tidak berhak untuk ikut campur masalah rumah tangga Paula.

"Baiklah, jika kamu butuh bantuan ku, aku akan selalu siap membantu mu!" kata Willy akhirnya pasrah dan mengalah untuk membiarkan paula pergi tanpa dirinya.

"Paula? Dia ada di rumah sakit ini?" gumam Bella yang tadi sempat melihat keributan yang terjadi di kantin rumah sakit saat dirinya hendak menemui calon ayah mertuanya untuk membahas masalah pertunangan dan juga membicarakan masalah pekerjaan Joshep yang dia harap akan pindah di kota itu, khususnya di rumah sakit permata.

"Kenapa dia juga ada di sini? Apa ini sebuah kebetulan?" Bella bermonolog dengan dirinya sendiri sambil terus memandangi Paula yang sedang bergegas meninggalkan kantin karena merasa risih menjadi pusat perhatian banyak orang di sana.

Berbagai pertanyaan muncul di benak Bella, termasuk kehadiran Paula yang sangat kebetulan dengan kedatangan Joshep yang tiba-tiba ke kota kelahirannya itu.

Ada banyak kecurigaan yang timbul di kepala Bella, dengan semua kebetulan itu, membuat Bella mulai menyambung-nyambungkan tebakannya sendiri, berspekulasi dengan kemungkinan-kemungkinan dan kecurigaan yang ada di kepalanya.

1
Isranjono Jono
novel yang bagus penempatan tulisan nya sangat bagus
Isranjono Jono
novel yang bagus kenapa rating nya gak naik2 padahal aku udah dua kali bacanya
Pasikah CwElosbes
suka critanya
Lita: terimakasih sudah berkenan mampir, semoga kakak sehat dan bahagia selalu /Heart/
total 1 replies
angel
aku suka alurnya ...tanpa membawa agama dan ras dlm ceritanya ..novel yg recommended utk di baca /Good//Good//Good//Good//Good/
Lita: terimakasih sudah berkenan mampir kakak,semoga sehat dan bahagia selalu❤
total 1 replies
Sugiarti
Luar biasa
Lita: terimakasih kakak ❤️
total 1 replies
dreamy
👍👍👍😘😘😘😍😍😍😍.
exra part nya thor.
Lita: siaap kak, terimakasih sudah berkenan mampir 🙏🥰❤️
total 1 replies
Rif
cerita bagus dan mengandung bawang
Lita: terimakasih sudah berkenan mampir,,, semoga kakak sehat dan bahagia selalu,,,🙏❤️
total 1 replies
gaby
Lebay bgt Joshep, menanggung sendirian apanya?? Jelas2 Paula mau mendampingi dlm keadaan apapun. Harusnya Paula yg pantas ngomong gitu. 5thn lalu ortunya meninggal setelah dia di talak atas fitnah slingkuh. Bahkan yg paling parah, mertuanyalah dalang dibalik penderitaannya
gaby
Lawan ayahmu bkn semata melindungi kluarga Josh. Ingatlah ayahmu menjalankan bisnis haram yg merusak mental masyarakat. Tindakan Frans kriminal & ga bisa di selesaikan secara kekeluargaan
gaby
Critanya bnr2 penuh misteri. Pgn lompat2 baca bab nya jadi takut, karena critanya penuh teka teki
gaby
Pantesan mati2an memperebutkan Kevin, pdhl kalo cm pgn cucu, kan bisa dr Cucu baru bila Josh & Bella nikah. Ternyata Kevin cm di jadiin alat kampanye politik.
gaby
Oalah blg aja pengen di rayu sm Paula, gitu aja ko repot. Sampe2 org ga bersalah di mutasi😅😅
gaby
Sumpah, crita yg sangat bagus. Walau terkesan bertele2 tp ga bikin bosan. Malah bikin makin penasaran. Aq marathon baca dr td siang neh, untung aq berlangganan Vip, jd gass terooos😅😅
Lita: terimakasih sudah berkenan mampir,, semoga kakak sehat dan bahagia selalu,,, 🙏❤️
total 1 replies
gaby
Ciyee yg kesel karena kalah star sm Willy🤣🤣
gaby
Hadeh Joseph ini, kalo ga di suapin ga makan2, ujung2nya sakit lambung. Giliran di suapin, malah mendadak jantungan dia. Dokter ko penyakitan🤣🤣
Soeharti Rifangi
sangat bagus ceritanya
Lita: terimakasih sudah berkenan mampir, semoga kakak sehat dan bahagia selalu 🙏❤️🥰
total 1 replies
Soeharti Rifangi
jahat bener ibu mertuanya,ternyata kebaikannya hanyalah palsu
octa❤️
terima kasih utk ceritanya teh...😘
Lita: sama-sama,,, terimakasih sudah mengikuti sampai selesai kak 🙏❤️
total 1 replies
Azizah az
bye Abang Kevin semoga bahagia selalu
Lita: aamiin,,, kakak juga semoga sehat dan bahagia selalu,,, 🙏❤️🥰
total 1 replies
Putu Suciptawati
yah kok digantung sih kak thor?
Lita: cus sudah di lanjut, nunggu review nih..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!