NovelToon NovelToon
CINTA UNTUK NADA

CINTA UNTUK NADA

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.9M
Nilai: 5
Nama Author: RisFauzi

Sejak pertemuan pertama mereka, Nada sudah mulai memasang alaram tanda bahaya di hatinya. Kesalah pahaman terjadi ketika Nada di minta untuk menjadi dokter pribadi dari neneknya Arga, si tuan muda pemilik perkebunan teh di kota tempat Nada bertugas.
Pertemuan yang kerap terjadi, membuat Nada harus membentengi hatinya dari pesona si tuan muda, walaupun pada kenyataannya dia mulai tertarik dan jatuh cinta pada Arga.
Lalu bagaimana sikap Arga menghadapi kekerasan hati Nada, dan bagaimana cara dia meluluhkan hati dokter cantik kesayangan neneknya itu.

Ini karya pertama ku,
Mohon dukungannya ya reader 🥰
Makasih 😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RisFauzi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28. Melamar

"Ekhemm ..., " Bastian berdehem.

Nada yang mendengar Ayahnya berdehem dengan segera melepaskan pelukan erat Arga padanya, menatap dengan sorot mata malu ke arah Ayahnya.

Arga memalingkan wajahnya dari Nada, bangkit dan berdiri menghadap ke arah Bastian berada saat ini. Sambil menyisir rambutnya dengan jemarinya yang sedikit bergetar, Arga berjalan menghampirinya.

"Maafkan Saya, Om. Saya terbawa perasaan, melihat Nada sadar, Saya jadi lupa dimana saat ini Saya berada. Dan lupa kalau ada Om juga disini." Arga tersenyum malu.

Bastian hanya bisa tertawa masam, mendengar jawaban yang terlontar dari mulut Arga. Dirinya mulai bisa menebak hubungan yang terjalin antara lelaki di depannya ini dengan anak gadismya.

"Sudahlah! Om mengerti. Anak muda seperti kalian pastinya tidak ingin kebersamaannya terganggu dengan kehadiran Orang Tua seperti diriku disini." Bastian mengibaskan tangannya ke atas, saat ini baginya yang utama dan terpenting adalah kesehatan Nada dan yang pasti kebahagiaan anak gadisnya itu juga.

Ia tak ingin memaksakan kehendaknya, melihat Nada yang memandang penuh kasih pada lelaki itu sudah bisa menggambarkan bagaimana perasaan Nada yang sesungguhnya. Matanya tidak bisa berbohong,

tampaknya Nada sudah menentukan pilihan hatinya.

Bastian melangkahkan kakinya mendekati tempat tidur Nada dan duduk di sampingnya. Ditatapnya lembut tepat pada manik mata Nada seolah mencari jawaban pasti untuk pertanyaan yang akan ia ajukan padanya.

"Benarkah seperti yang Ayah lihat saat ini, kalian berdua memiliki hubungan khusus bukan sekedar teman biasa?!" Bastian memandang tajam Nada.

" Ayah, kami baru saja saling mengenal. Dan Nada ingin Ayah memberi ijin Nada untuk menentukan pilihan Nada sendiri." Nada menjawab dengan suara sedikit bergetar. Ayahnya memang dikenal tegas dan tidak pernah berbelit-belit kata.

"Nada sudah dewasa, Ayah. Nada bukan.gadis kecil lagi," katanya dengan suara yang lebih rendah lagi.

Dilihatnya mata Ayahnya mulai berkilat seperti menahan sesuatu. Nada sadar, Ayahnya tak suka di bantah.

"Ayah tidak pernah melarang hubungan kalian berdua. Tapi ingat! Anak Ayah harus banyak istirahat, tidak boleh banyak bergerak. Tidak boleh terlalu banyak pikiran, biar lekas pulih kembali!"

"Ayah, Nada sudah lebih baik sekarang. Nada terluka di bagian perut, bukan di hati Nada. Dan Nada tidak pernah berpikir macam-macam."

"Wah wah, gadis kecil Ayah ternyata sudah kembali. Sudah sehat rupanya, sudah bisa membalas ucapan Ayah." Bastian terkekeh geli mendengar jawaban Nada.

Walaupun Nada sudah menjadi seorang dokter, tapi baginya Nada tetaplah gadis kecilnya. Bastian akan selalu jadi Ayah yang tegas, dan tidak akan pernah mengeluh untuk menjadi pendengar yang baik untuk semua amarah anak gadisnya itu.

Seorang Ayah yang akan berusaha untuk tidak menangis saat melihat gadis kecilnya yang tumbuh menjadi dewasa menikah, dan kemudian pergi meninggalkannya dengan seorang lelaki yang akan menggantikan posisinya sebagai pelindungnya.

Arga hanya memandang dengan diam dari balik punggung Bastian. Terlihat bagaimana posesifnya seorang Ayah seperti Bastian pada Nada anaknya.

"Cepat pulih kesayangan Ayah," katanya dengan suara menahan haru.

Bastian mengecup kening Nada lembut dan lama. Setetes air mata mengalir di pipinya. Nada balas memeluk Ayahnya erat.

"Nada sayang Ayah, Nada tidak akan pernah buat malu atau kecewa Ayah. Nada yakin dengan pilihan hati Nada. Nada hanya butuh restu dari Ayah," bisik Nada di antara pelukan Ayahnya.

Bastian melonggarkan pelukannya, tatapannya tertuju pada anak gadisnya yang sedang menunggu jawaban darinya.

"Pilihanmu adalah tanggung jawabmu!" Bastian menjawab tegas.

"Ayah pergi keluar sebentar, kalau ada yang mencari bilang saja Ayah pergi ke kantin." Nada menganggukkan kepalanya, melepas pelukan di tubuh Ayahnya.

Bastian melangkah keluar ruangan setelah sebelumnya menepuk bahu Arga sambil membisikkan sesuatu di telinganya.

"Siap Om!" Arga manggut-manggut mengiyakan tanda setuju, dan Bastian membalas dengan mengangkat ibu jari dan telunjuknya membentuk huruf O.

"Apa yang sudah Ayah bisikkan padamu, Mas?" Nada bertanya penasaran. Nada suaranya dipenuhi dengan rasa ingin tahu yang besar.

Arga menoleh pada Nada dan berjalan mendekat, digenggamnya tangan Nada. Ditariknya ke arah mulutnya dan kemudian dikecupnya punggung tangannya. Nada tersipu malu dan sontak menundukkan kepalanya.

"Tatap mataku, Nada!" Kata Arga dengan nada memerintah.

"Apaan sih!"

Nada memalingkan wajahnya, berusaha menghindar dari tatap mata Arga yang tertuju padanya. Wajahnya memerah dan pipinya terasa panas.

"Tatap mataku Nada!" Arga mengulang kata-katanya.

Mau tak mau Nada mengangkat kepalanya. Pandangan mereka bertemu, Nada melihat mata Arga yang berkilauan.

Sulit bagi Nada untuk menahan debur jantungnya. Pipinya tetap saja memerah seperti terbakar, terlebih lagi Arga terus saja menatapnya intens.

"Aku mencintaimu Nada, Aku akan melamarmu untuk menjadi istriku secepatnya. Aku ingin memilikimu seutuhnya."

Nada terperangah, merasa terkejut seolah tak percaya pada kata-kata yang baru saja didengarnya keluar dari mulut Arga. Merasa malu dan salah tingkah, Nada melepas genggaman tangan Arga di tangannya.

"Ayahmu sudah memberikan restunya pada hubungan kita ini. Dan Aku sudah berjanji pada beliau untuk selalu menjagamu dan melindungimu dengan nyawaku," kata Arga dengan wajah dipenuhi senyum.

Nada mencoba berpikir keras, Arga menginginkan hubungan yang lebih serius.

Apakah harus secepat itu, hubungan mereka baru saja terjalin semalam. Baru saja semalam Arga mengungkapkan perasaan cintanya, dan kini lelaki itu sudah mau melamarnya.

Sebelum Nada mampu bereaksi terhadap kata-kata Arga, tiba-tiba saja lelaki itu memegang kepala Nada agar menghadap ke arahnya.

Sebelum Nada sempat memprotes perbuatan Arga padanya, bibirnya telah dikecup Arga. Lebih lama dari kemaren dan lebih mesra daripada kemaren.

Nada begitu terhanyut dan menikmatinya hingga jauh ke dalam relung hatinya. Kali ini ciuman Arga diterimanya dengan pasrah, tak ada penolakan sama sekali dari Nada. Bahkan tanpa disadarinya, Nada membalas ciuman Arga padanya. Alasannya hanya satu, karena jauh di lubuk hatinya ada cintanya untuk Arga yang telah bersemi lama di dalam hatinya.

Arga menatap penuh cinta pada Nada, hatinya membuncah penuh rasa bahagia saat melihat reaksi Nada padanya. Mata itu menatapnya penuh keteduhan dan penuh perasaan sayang padanya. Tangan yang melingkar di lehernya bukti kalau Nada mau menerima perlakuan mesranya.

Arga perlahan melepaskan pelukannya, Nada membuka matanya yang tadi terpejam. Kening mereka saling menempel, dan tangan Nada masih berada di leher Arga.

"Sudah waktunya untuk beristirahat kembali, Nada. Aku tak ingin mengganggu waktu tidurmu lagi. Dan Aku harus kembali pulang ke rumah. Jika kita terus bersama lebih lama lagi, Aku tak tahu apa yang akan terjadi nanti." Arga mengusap lembut rambut kepala Nada, membelainya dengan penuh kasih sayang.

Nada memegang tangan Arga dan membawanya ke pipinya.

"Terima kasih sudah sabar menghadapiku selama ini,

terima kasih juga sudah membuatku jadi wanita paling bahagia malam ini."

🌹🌹🌹

1
PANJUL MAN
masih penasaran , apa ada kelanjutannya ya , kaca novel2 mafia yg ada sekuelnya sampe 3 turunan .
Misda Cabina Aco
ibu ku bisa tembus sampai 600 kadar gulanya,,alhamdulillah fisik nya masih kuat☺
Author_Ay: Yuk baca juga karya aku kak My Bastard Boss

jangan lupa like, vote dan komen
total 1 replies
Sugeng Yestiwi
aku juga ga bisa masak kak, malah yg jadi chef di rumah ya suami ku, masakan nya enak banget, tapi selama hidup bersama ga pernah komplen dan maksa aku masak, malah katanya kalo aku masak takut yg ada di rumah takut keracunan katanya 😁😭😆🤣, jadi yahhhh kalo ga beliau yg masak, di kirim makanan sama mama, atau mama mertua aku🤣🤣, the best lahhh mereka yg bisa masak teruntuk para ibu rumah tangga yg semua bisa di kerjain, ga kek aku kak, banyak kurang nya🤣🤣
Risfa
Konfirmasi Akun,
Hai reader semua, ini akun baru Risfa penulis novel @ Cinta untuk Nada
@ Me Before You
@ I am Yours
@ Eight Years Larer
@ Bodyguard dan Presdir Bucin,
Akun NT Risfa yang lama dgn nama pena @Risfauzi gak bisa kebuka sejak kemarin sore. Foto profil aku pakai covel novel kelimaku.
Teeima kasih atas perhatiannya, love you all 🥰🥰
Nuri 73749473729
lanjutt extra partnya thor...
Fikavindia
saingan nih🔥🔥
Fikavindia
love u thorrr,, ❤️❤️❤️❤️
Fikavindia
bagus banget ceritanya
Fikavindia
hallo mampir nih
Faiza
saya mampir,,,,kak,,,🤗
Anna Kusbandiana
nggak banget sama visualnya !
kenapa harus korea juga...??
Rangga
Semangat 💪🙏
Nur Yanti
haizzz.. kan akhirnya bucin juga 😁
Ghiie-nae
suamiku berubah karena mantan hadir memberi dukungan kak 🙏🙏🙏
Enovia Harnita
makasih kembali thor🙏
Nasi Kaput
terus thor.
kidung mesra
nyimak dulu kakak
RINDU ⭕
Selalu semangat, Semangat Selalu
💃💃💃💃💃💜💜💜💜💜💜
RINDU ⭕
Sukses selalu buat Author sayang
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
RINDU ⭕
Love mendarat
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!