NovelToon NovelToon
Pesona Putri Sambungku

Pesona Putri Sambungku

Status: tamat
Genre:Cinta Terlarang / Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:147.1k
Nilai: 5
Nama Author: Virus

Jeno Alvaro, adalah seorang Dokter Obgyn yang jatuh cinta pada wanita yang sudah menikah, Marisa. Marisa yang tengah hamil besar harus kehilangan suami dan keluarga besarnya saat peristiwa Tsunami.

Marisa melahirkan tanpa suami di sampingnya. Jeno yang membantu persalinannya pun mendekati Marisa perlahan, kemudian menikahinya.

Setelah beberapa bulan, Marisa meninggal karena kanker yang bersarang di otaknya. Jeno merasa sangat kehilangan, namun ia harus kuat dan dengan penuh kasih dia membesarkan sendiri putri sambungnya, yang bernama Luna.

Waktu demi waktu terlewati, semakin dewasa, pesona kecantikan Putrinya melebihi kecantikan mendiang istrinya dahulu. Gejolak cinta semakin Jeno rasakan.

Apakah Jeno akan menyatakan cintanya pada putri sambungnya tersebut? Apakah Luna juga memiliki perasaan terhadap Papa sambungnya? Akankah mereka menikah? Atau melupakan perasaan masing-masing dan menikah dengan yang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Endless Love

Luna memandangi dirinya dalam pantulan cermin seraya tersenyum dan berputar-putar memainkan rok yang tidak terlalu mengembang dari gaun pengantinnya.

"Cantik, tidak terlalu mewah dan terlihat elegan. Aku suka ini," gumam Luna sembari membayangkan dirinya bersanding dengan pria impiannya.

Drrrrtttzz Drrrtttzzz

Ponsel Luna bergetar ada telepon masuk untuknya. Luna tidak segera mengangkat karena ponselnya berada di tas dan sedang di bawa oleh Azkha.

"Luna, handphone kamu getar terus nih," sahut Azkha

"Oh ya, aku lupa mengembalikan modenya," sahut Luna kemudian berbalik dan mengambil ponselnya.

Sebelum mengangkatnya, Luna membaca nama penelepon nya. Apakah kekasihnya, temannya atau nomor tak dikenal.

"Om Haris? Tumben telepon aku," gumam Luna

"Ya Halo om," sahut Luna tersenyum

Beberapa detik setelah mendengarkan apa yang Om Haris katakan raut wajah Luna berubah.

Dia terpaku, dengan mata yang sudah berkaca-kaca

"Apa?" tanya Luna lirih dengan suara bergetar

Setelah itu Luna menjatuhkan ponselnya dan menangis, lututnya lemas tak kuat berdiri. Arya dan Azkha saling memandang tanda tak mengerti dan langsung menghampiri Luna membantunya berdiri.

"Kita kerumah sakit sekarang, antar aku kerumah sakit Arya!" pinta Luna

"Kamu lepas gaun kamu dulu Lun," ucap Azkha

"Gak ada waktu Az... Papa aku kena serangan jantung dan kritis!! Ayo Arya," ucap Luna yang ingin meninggalkan lokasi butik

"Hemm maaf nona, gaun itu harus di bayar terlebih dahulu jika ingin membawanya keluar," ucap pelayan toko mencegah Luna.

Luna lalu memberikan kartu debit dan meminta Azkha untuk mengurusnya.

"Tolong urus ya Azkha, dan ini kunci mobil aku. Password seperti biasa. Makasih sebelumnya. Arya ayo kita harus bergegas sekarang," ucap Luna terburu-buru.

"Yaudah, hati-hati. Semoga Papa Jeno lekas membaik ya," ucap Azkha.

Begitu Luna dan Arya pergi, Azkha langsung ke kasir untuk membayar namun ia menginjak sesuatu yang pipih.

Ponsel IPhone 14 Pro Max milik Luna yang terjatuh, terinjak oleh Azkha.

"Astaghfirullah, untung ga pecah. Bisa jantungan nih nginjek barang 20 jeti hmm. Eh kalaupun pecah palingan dia gak tahu kan tadi yang jatuhin dia hehe," gumam Azkha

.

.

Selama perjalanan Luna menggenggam kedua tangannya yang dingin karena panik. Arya mengamati Luna kemudian meraih tangannya dan memberikan kehangatan.

"Jangan panik, berdoa saja semoga Allah memberikan kesembuhan untuk beliau," ucap Arya dengan tenang seraya tersenyum

"Iya makasih Arya," sahut Luna tetapi masih panik. Namun anehnya ada sedikit perasaan tenang dihatinya.

Setibanya di rumah sakit milik Jeno, Luna berlari masih mengenakan gaun pengantin. Dia langsung mencari ruang ICU.

Kedatangan Luna mengundang perhatian publik. Bisikan dan cibiran langsung berdatangan. Luna mendengar itu semua, dengan tajam Luna menatap karyawan yang kurang ajar tersebut.

"Saya dengar kalian bicara apa tadi, awas saja setelah ini semua yang bicara mengenai hal buruk tentang saya dan Papa, akan saya pecat. Kalau punya nyali silahkan taruh surat pengunduran diri kalian di meja Direktur!" Tegas Luna membuat beberapa semua perawat menunduk takut.

Luna lalu melanjutkan langkahnya yang beberapa langkah lagi sampai di ruang ICU. Terlihat didepan ruangan itu ada Haris dan Marten, sahabat baik Jeno sedari Kuliah.

"Om, gimana keadaan Papa," ucap Luna bertanya pada Haris. Dia lebih dekat dengan Haris karena sering kerumah.

"Didalam Lun, masih kritis,"

"Kenapa bisa, padahal Papa gak pernah ada tanda-tanda jantungan?" ucap Luna

"Sebenarnya akhir-akhir ini Dia sering mengeluh sakit, cuma dia meminta untuk merahasiakannya dari kamu. Dia anggap ini hanya sakit ringan,"

"Tapi semua tergantung kondisi Lun, sakitnya kumat lagi setelah mendengar sentilan yang tidak menyenangkan," ucap Marten

Marten ikut mengantarkan Jeno untuk mengurus pendaftaran ke KUA, namun dia hanya menunggu di luar rumah.

Terdengar ucapan tak menyenangkan yang terlontar dari Ibu RW. Semua yang di dengar Marten, diceritakan kepada Luna. Haris juga menceritakan bagaimana Tika menyebarkan foto dirinya dan Jeno hingga membuat kabar buruk tersiar.

"Luna punya kok buktinya. Rekaman Mama, yang bercerita mengenai Papa sebelum akhir hayatnya. Mama membuat video sebagai kado ulang tahun Luna ke 17," sahut Luna

"Seharusnya rekaman itu Luna tunjukkan juga pada Papa Jeno,"

"Mana terpikir kearah situ om, membuka rekaman videonya saja terus membuat Luna menangis," ungkap Luna, sementara Arya hanya berdiri mendengarkan

Luna tak menyangka ada saja orang jahat yang bermulut Julid. Luna juga geram dengan aksi Tika yang menfitnah Jeno. Di lihatnya keadaan Jeno dari luar ruangan ICU. Kemudian ia duduk di bangku tunggu.

"Om sudah laporkan Tika kepada pihak berwajib, dia sudah mencemarkan nama baik Jeno. Seharusnya Jeno melaporkannya dari kemarin, tapi dia terlalu baik," sahut Haris

"Terimakasih Om, Luna punya rekaman CCTV saat dia membawa Papa masuk ke rumah dengan bantuan beberapa pemuda komplek. Itu bisa dijadikan sangkal kan?" ucap Luna

"Bisa, itu bisa jadi bukti penguat kalau Tika berniat jahat," ungkap Marten

"Mana rekaman CCTV itu, aku coba sebarkan klarifikasi di web rumah sakit agar nama Papa kamu kembali," ucap Arya

Luna kemudian memberikan rekaman CCTV tersebut buang filenya masih ia simpan di ponsel.

"Loh hape aku mana?" ucap Luna baru ingat kalau ponselnya tidak terbawa.

"Kayaknya jatuh di butik," ucap Arya mengingat

Ia lalu menelepon Azkha dan benar saja, ponselnya ada pada Azkha. Urusan Klarifikasi nama baik Luna menyerahkannya pada Arya.

Sementara dirinya terus memandangi Jeno dari balik kaca. Sesekali ia duduk dan sesekali berdiri tak tenang, berharap kondisi Jeno membaik.

"Lun, kamu mending pulang dulu ganti baju, Masak sih pake gaun penganti kesini," ucap Haris

"Biarin Om, kalau pulang malah gak tenang," ucap Luna

Tak berapa lama dokter Anggi, dokter jantung yang lain memanggil keluarga pasien.

"Keluarga Dokter Jeno, apakah ada?" tanya Dokter Anggi

"Ya dok, saya keluarganya," ucap Luna

"Saya juga," ucap Marten dan Haris berbarengan

"Silahkan masuk tapi jangan berisik ya. Pasien sudah sadar dan ingin bertemu keluarganya," Dokter Anggi mempersilahkan.

Sebelum memasuki ruangan ICU yang serba higienis, pengunjung harus memakai baju yang tersedia di ruangan, penutup kepala serta masker.

Luna masuk lebih dulu, disusul Haris dan Marten. Arya ikut masuk karena Luna mengajaknya.

Jeno melihat Luna yang sangat cantik dengan gaun pengantin.

"Pengantin ku," lirih Jeno tersenyum membuat Luna ikut tersenyum

"Saudaraku," panggil Jeno pelan melihat ke arah Marten dan Haris

"Sehat ya bro," ucap Haris, Jeno hanya tersenyum tak menjawab. Mulutnya dan hidungnya masih terpasang oksigen dengan cup yang menutup

Jeno meraih tangan Luna menggenggamnya, dan meminta maaf

"Maaf....Aku...tidak bisa menepati janjiku," ucap Jeno dengan jeda sedikit lama karena ia sembari mengatur napasnya.

Luna mengernyitkan dahinya tak mengerti.

"Maksud Papa?"

"Ada seseorang yang juga sangat mencintai kamu," Jeno mengulurkan tangannya meminta Arya mendekat dan meraih tangannya

"Kemarilah," ucap Jeno

Arya menurut, Jeno lantas menggenggam tangan Arya dan menaruhnya diatas tangan Luna

"Ba--hagia... kan Lu... na," ucap Jeno

Membuat semuanya terenyuh. Apakah itu pesan terakhirnya dengan ucapan sedikit terbata dan Jeno terlihat menahan tangis. Air matanya sudha menggenang di pelupuk matanya

"Apa maksud Papa," tanya Luna pelan lalu menitikkan air mata

"La.. ilaha illallah.... mu-hammadarrasulullah,"

Tiiiiiiiiiit

Ucapan terakhir Jeno yang sempat menyebut dua kalimat syahadat menjadi akhir dari hidupnya, di iringi bunyi monitor EKG tanda jika jantung Jeno sudah tak berdetak.

Luna berteriak seraya mengguncangkan tubuh Jeno agar bangun. Arya menahan Luna agar tenang.

Haris segera memanggil Dokter untuk melakukan tindakan kejut jantung dengan alat pacu

"Mohon yang lain menunggu diluar," ucap salah satu suster.

Dokter dan perawat segera bertindak menyalakan alat pacu jantung menempelkan dua alat tersebut kemudian memberikan kejutan di atas dada Jeno.

Tubuh Jeno tersentak terangkat. Dokter memberi aba-aba untuk sekali lagi melakukan kejut jantung. Namun hasilnya tetap sama.

Jeno meninggal untuk selamanya. Ia tak dapat memiliki Luna sesuai janjinya di awal saat bersama Marisa. Untuk menjaganya dan merawatnya bukan untuk memilikinya.

Selamat tinggal Dokter Jeno Alvaro

The End

1
Yanita Dewi
ah ga seru jeno ny meninggal
ᴅ͜͡ ๓virus✰͜͡v᭄࿐: xixi😂😅
total 1 replies
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhaniaˢ⍣⃟ₛ☠️⃝🦐
Luar biasa
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhaniaˢ⍣⃟ₛ☠️⃝🦐
sama kayak lahiran anak pertama ku.. karna BBnya 3,7 terpaksa di gunting.. trus jahit smpe 8 jahitan... makanya sempat trauma melahirkan smpe anak pertama ku 6 tahun bru lahir adeknya 😁😁😁
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhaniaˢ⍣⃟ₛ☠️⃝🦐
ya Allah... jd inget kisah temanku yg hrus melahirkan prematur pasca gempa dan likuifaksi melanda tempat tinggalnya, mana anak keduanya msh terjebak di reruntuhan rumahnya bersma neneknya, beruntung anaknya msh bsa di selamatkan setelah tertimbun slma 18 jam... hanya neneknya tdk bsa selamatkan 😭😭😭😭
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhaniaˢ⍣⃟ₛ☠️⃝🦐
jd ingat gempa, tsunami dan likuifaksi di Palu 2018😭😭😭😭 hampir aja anak pertama ku jd korban dri tembok kamar yg roboh😭😭😭
lenong
🤣🤣🤣
lenong
👍👍👍
RS
Luar biasa
ᴅ͜͡ ๓virus✰͜͡v᭄࿐: terimakasih 🥰
total 1 replies
WindA²
detective wasabi kah itu? /Grin/
WindA²
luna ga tau, tapi aku tau lho.. /Chuckle/
WindA²
sabar Lun...
ᴅ͜͡ ๓virus✰͜͡v᭄࿐
🤣🤣🤣🤣🤣
ᴅ͜͡ ๓virus✰͜͡v᭄࿐
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
WindA²
haduh ribetnya
tak adakah cara yg lebih menghemat?
budayakan Lean donk
WindA²: eh
si abang ngekek /Grin/
total 2 replies
WindA¹
memang.. hal ini jika berada pada dunia nyata, bisa dipastikan akan menimbulkan huru hara

namun disini kita diajak untuk lebih jeli dalam menelaah pergulatan bathin yg muncul dalam tiap tokohnya

keren ide ceritanya. semoga makin semangat dalam berkarya
WindA¹
apa bnr sudah siap dg segala konsekuensinya?
WindA²
sayangmu versinya gimana dulu /CoolGuy/
WindA²
haih 😮‍💨
jangan posesif" gitu napa sih jen
WindA¹
aduh
janda gatel
WindA¹
waduh, jalaran soko copet 🙈
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!