NovelToon NovelToon
My Husband Is An Adult Male

My Husband Is An Adult Male

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:110k
Nilai: 5
Nama Author: Khanza Safira

Bagaimana Jadinya Jika Seorang Gadis Berusia 18 Tahun Dijodohkan Dengan Pria Dewasa Berusia 27 Tahun ?

🤔🤔🤔


"Om, tau gak persamaan om dengan Bumi ?."

"tidak. Memangnya apa??."

"Sama-sama tua!!"

"Kaaauu" 😡😡

Kabuuuurrrrr.....

***********

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khanza Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27. Kepergian Orang Tersayang Untuk Selamanya

Ada yang lebih mengejutkan dari diam-diam menyebarkan Undangan. Yaitu, yang kemarin tertawa bersama kita tapi esoknya terdengar berita kematiannya.....

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Entah sedih atau bahagia yang harus di rasakan mereka. Ucapan dokter yang memeriksa Alana tadi mengejutkan apalagi untuk Aldric.

Yah setelah Dokter memeriksa keadaan Alana, dokter tersebut mengatakan bahwa kini istrinya tengah mengandung, dengan usia kandungan satu bulan menurut prediksinya. Namun untuk lebih jelasnya Aldric harus memeriksa-kan kembali ke Dokter kandungan.

"eugh.." lenguh Alana terbangun dari tidurnya

"sayang, hati-hati" ucap Mamah Melina membantu Alana untuk bersandar di kepala ranjang

"Alana" lirih kakek

Sementara Aldric dan papahnya sedang melaksanakan proses mengubur Jenazah orang-tuanya. Karena sudah waktunya dikuburkan setelah beberapa orang termasuk tetangga membacakan Yasin. Aldric pun juga ikut menyolatkan kedua mertuanya.

Kembali lagi pada keadaan Alana yang kacau dengan mata sembab.

"mam-mamah, hiks-hiks" ucapnya memeluk tubuh Melina

"menangislah jika itu membuatmu lebih baik" ucap mamah menenangkan sang menantu

mamah menatap Kakek seolah bertanya apakah ia harus memberi tahu Alana dengan keadaannya. Kakek menjawab dengan gelengan kepala dan telunjuk yang berada di bibirnya. Biar nanti saja setelah Aldric datang dan Alana mulai bisa mengontrol emosinya.

Mamah mengangguk.

Sementara di tempat pemakaman.

Aldric berserta yang lain sudah selesai melaksanakan proses penguburan. Semuanya telah pergi meninggalkan tempat tersebut tersisa Aldric dan Devan. Seolah-olah mereka ingin disitu dulu untuk mencurahkan isi hati mereka.

"Papah tidak menyangka, mereka pergi begitu cepat. Rasanya baru kemarin kita bicara" ucap papah membuka percakapan

Aldric menatap gundukan tanah itu dan menghela nafas sejenak.

"Ya, rasanya aku menyesal. Terakhir aku bertemu dengan mereka di pernikahan" ujar Aldric dengan tatapan kosong

"Aldric, kini hanya dirimu yang menjadi sandaran Alana. Jaga dan bahagiakan dia, kami sebagai orang tua tidak bisa selalu ada disampingnya. Kau adalah suaminya,dan jangan lupakan Alana kini tengah mengandung darah dagingmu" ucap papah menepuk pelan pundak Aldric

Aldric mengangguk tanda jawaban darinya.

Namun dihatinya terdapat kebimbangan.

Jujur ia senang ketika mendengar Alana mengandung anaknya, namun ia juga teringat kekasihnya yang telah ia janjikan akan menikahinya. Tentang perasaannya pada Alana sebenarnya ia merasakan sesuatu yang tidak bisa diucapkan namun ia berusaha menepisnya. Mungkin karena kebersamaan mereka mejadikan dirinya nyaman pada Alana.

Aldric dan papah Devan pun pergi meninggalkan tempat tersebut.

Mereka pun tiba di kediaman Alana yang mulai sepi pelayat.

Aldric dan papah memasuki rumah dan melihat Mamah sedang membuat minum untuk kakek. Kemudian ia bertanya pada Melina.

"Mah, dimana Alana" tanyanya sambil mendudukan dirinya di sofa

"Alana sedang tidur, setelah lelah menangis" jawab mamah sambil membawakan minum untuk mereka berdua

"makasih" ucap Aldric ketika mamah memberikannya minuman

"hmm" jawab mamah

Mamah pun duduk disamping papah yang sedang minum, minumannya.

"Aldric, banyak yang harus kita persiapkan. Mamah juga akan membawa Bi Nani dan Bi Mona serta sebagian pelayan untuk membantu kita menyiapkan acara untuk pengajian malam.

Bagaimana Pah, Yah, Aldric? " tanya mamah pada ketiganya

"papah setuju" ucap Devan

"Ayah juga setuju" ucap Kendrick

"Aku juga setuju mah" ucap Aldric sambil mengangguk

"Baiklah papah, Aldric, bersihkan dulu diri kalian. Dan untukmu Aldric setelah itu kau temui lah Alana, tunggu dirinya terbangun. Aku akan menyiapkan yang diperlukan untuk malam nanti, karena sebentar lagi mulai sore" ujar mamah dan beranjak pergi

...****************...

Pukul setengah tujuh malam, seperti yang sudah dipersiapkan kini kediaman Alana di penuhi banyak orang untuk melaksanakan pengajian. Sebagian tetangga pun juga ikut mempersiapkan. Alana terlihat memaka baju hitam dengan kerudung pasmina berwarna senada. Mereka semua tengah berdoa dipimpin pak ustad.

Acara pun berjalan lancar.

Semua orang telah pulang hanya tinggal pak ustad yang akan berpamitan pulang.

"Alana, bapak turut berduka cita yah. Atas meninggalnya pak William dan Bu Mira. Semoga amal ibadah beliau di terima Allah SWT" ucap pak ustad

Ayah William dan Bunda Mira terkenal baik hati oleh tetangga sekitar rumah mereka. Banyak yang merasakan kehilangan akan sosok keduanya. Apalagi Ayah William yang sering berkumpul bersama warga dan pak ustad di mushola.

"terima kasih pak, atas doanya" ucap Alana

"baiklah, kalau begitu bapak pamit dulu yah"

"Assalamualaikum" ucap pak Ustad

"Wa'alaikumsalam" jawab mereka

Aldric pun mengantarkan pak ustad sampai depan rumah.

Sekarang sudah pukul sepuluh malam, mereka memutuskan untuk beristirahat, namun sebelum itu mereka berkumpul terlebih dahulu diruang tamu.

Mereka berniat memberi tahu Alana tentang kehamilannya. Kini Alana tak sesering tadi pagi menangis bahkan ia sudah mulai ikhlas ditinggalkan orang tuanya. Ia harus bangkit, ingat masih ada adiknya yang perlu kasih sayang dirinya.

Aldric mengehela nafas sejenak sebelum mengatakannya...

"Alana, apa kau tau? sekarang kau tengah mengandung"

"dan usia kandunganmu saat ini satu bulan" lanjutnya

Semua orang menatap Alana yang terdiam menatap Aldric.

"tunggu, jangan bilang ia tidak senang dengan kehamilannya" batin Aldric menduga-duga

Alana pun melihat mamah, papah dan Kakek seolah meminta penjelasan bahwa apa yang ia dengar tidak salah. Mereka mengangguk sebagai jawaban.

Sedetik kemudian air mata Alana meluncur tanpa di undang, sambil memegang perutnya yang masih datar

Tidak ini bukan air mata kesedihan melainkan air mata kebahagiaan. Allah memang adil ketika ia mengambil nyawa kedua orang tua Alana, tapi ia juga memberikan nyawa baru di rahimnya.

"Alana, kenapa kau menangis. Apa kau tidak senang dengan kehamilanmu" ujar mamah sambil mengusap air mata Alana

"tidak, maksudku bukan itu. hanya saja aku sangat senang ternyata ada makhluk kecil yang tumbuh di rahimku, ketika aku kehilangan orang tuaku" ujarnya

"dan pantas saja, akhir-akhir ini ia agak sensitif. Oh, astaga. Apa jangan-jangan saat Aldric menyentuhnya dan ia sangat merespon itu sama dengan keinginan buah hatinya yang ingin dikunjungi ayahnya" batin Alana

"Yes, akhirnya aku akan punya cicit. Dan kau akan menjadi seorang kakek" ujar Kakek sambil menunjuk papah dengan telunjuknya

di susul dengan ucapan Mamah yang membuat mereka tertawa.

"Dan aku akan menjadi nenek muda"

"Dan si anak bandel ini akan menjadi hot Dady" teriak mamah seperti menyambut seorang raja didepan Aldric dan Aldric menyambut nya seperti seorang Raja meladeni candaan mamah

Mereka pun satu persatu memeluk Alana. Alana pun tertawa

sementara didekat dapur Bi Nani dan Bi Mona menangis haru melihat mereka, ia bersyukur Alana mendapatkan mertua yang sayang padanya dan mensuport Alana ketika kesedihan melanda. Karena Alana orang yang baik meskipun Alana majikan mereka namun Alana tidak pernah merendahkan mereka begitu pula dengan Melina. Memang benar jika kita baik maka insyaallah akan dipertemukan juga dengan orang yang baik.

"bahagianya, melihat non Alana tersenyum" ucap Bi Nani pelan

🌷🌷🌷🌷🌷🌷.

Hai 🙌 riders.

Jangan lupa like, vote dan coment biar author tambah semangat......

🌷🌷🌷🌷🌷

1
👑Queen Lisa👑
jangan kasih spasi sebelum tanda baca ya, Kak.

Seperti:

Siapa yang tidak ingin bersamanya?

Semangat👍
Khanza Safira: Terimakasih kakak 😍🤗🤗🤗
total 1 replies
Anonim
🥰👍🏼
Berbieliza
aku mampir
Khanza Safira: makasih juga udah mampir
total 1 replies
Kim na-ya
kenapa harus om sih Alana, kenapa ngga mas aja... wkwkwkw
Khanza Safira: kan biar ada kesan hot nya gitu 🤣
total 1 replies
Kim na-ya
bocah-bocah, tapi cinta kan? dasar aldric
TripleAdorable
Terdebest sihh kalau baca karya-karya author, apalagi sambil rebahan gini dan mendukung halu sebelum tidur wkwkw
Prasetya Wibowo
Kamulah mimpiku setiap malam Thor :( lanjutkan!
indigosparkle
Thor, kamu mau ngeluarin berapa karya pun pasti aku baca!
TickleStar
Aduh aku sampe tahan napas baca beberapa bagian ceritanya. Excited banget
Khanza Safira: ikut terhura
total 1 replies
monsoonblooms
Thor, dapet notifikasi dari update-an ceritamu itu kayak minum es di siang hari bolong!
Khanza Safira: kenapa tuuuu 😅
total 1 replies
ShySnicker
Apa benar Thor, kelanjutannya Pipip pipip calon mantu *sensor maksudnya wkwk. Hanya Author yang tahu!
Khanza Safira: apa tuh yang di sensor 🤣🤣🤣
total 1 replies
Kim na-ya
🤭🤭
Khanza Safira: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣😂😂😂😂
total 1 replies
RainbowSweety
Makasih thor... hiks sampe terharu aku tuh hiks. walaupun gatau berapa lama ga update tapi aku masih inget ceritanya kok.
Khanza Safira: uunnch maaciw, insyaallah author bakal up 2 bab.....
total 1 replies
moon struck traveller
Thor, ini salah satu karya yang bikin aku gak bosen bacanya!
Khanza Safira: 😉👍 thanks you
total 1 replies
Intan Haryanti
Semangat ya, thor! Jangan lupa ambil komen yg positif dan membangun, ya
Khanza Safira: makasih Intan Haryanti support nya 🙌
total 1 replies
visi Sembiring
Natalie sama nicko saja dy gadis yg baik dy berhak bahagia
Khanza Safira: asiap 🙌
total 1 replies
CupcakeHugs
Hah demi apa udh sampe bab paling baru? Padahal baru baca tadi… Yuk lanjut thor!
Khanza Safira: 🙌 🙌 🙌
total 1 replies
peto
Kak authooor, demi ketenangan hatiku, aku mohon up bab selanjutnya uuyy
Khanza Safira: asiap...
total 1 replies
MouthofMexico
cerita ya bagus tapi harus lebih hati hati dengan tulisanya. jangan sampai salah Dan tertukar.
Khanza Safira: makasih koreksinya 🙌 🙌
total 1 replies
SugarGenius
Aku baru baca dan ga berasa udah sampe bab paling baru. Ditunggu bab selanjutnya, ya!
Khanza Safira: stay tuned ya 🙌
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!