Sulit nya mendapatkan restu dua keluarga setelah pernikahan karena permusuhan dua keluarga besar Hillatop dan Azzura sejak berabad-abad yang lalu mempersulit restu pernikahan mereka.
Bagaikan kisah Romeo dan Juliet, mereka berjuang untuk mendapatkan restu semua orang satu persatu termasuk restu orang tua.
Sequel dari season satu Tuan dingin jatuh cinta with Miss somplak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nila KingShop Wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Permintaan kakek buyut Hillatop
Perjalanan menuju ke kediaman Ahem
Masih di Paris.
"Ada apa dengan bibi buyut tadi?." Hayat bertanya penasaran pada suaminya saat mereka sudah naik ke atas mobil, Ahem terlihat fokus mengendarai mobilnya dengan pandangan menatap fokus ke arah depan dan tangannya terus memegang setir mobil.
Hayat ingin tahu apa yang terjadi pada bibi buyut tadi, begitu dia keluar dan selesai bicara dengan kakek buyut tiba-tiba saja dia bisa melihat wanita tersebut terlihat begitu kesal dan marah besar kepada Ahem saat dia datang mendekati keduanya. bahkan wanita tersebut tampak sangat mengeram sembari mencoba untuk menjawab ucapan suaminya namun mengurungkan niatnya begitu wanita tersebut melihat dirinya dan kakek buyut.
Mendengar pertanyaan istrinya, membuat Ahem mengulum senyumannya, dimana laki-laki tersebut melirik sebentar ke arah istrinya.
"Tidak begitu penting, hanya tadi sekedar mengobrol bersama dan ada pembicaraan yang sedikit membuat bibi tidak menyukainya." laki-laki itu menjawab dengan cepat sembari dia kembali memfokuskan pandangannya ke arah depan.
"Raut wajah bibi buyut terlihat kurang bersahabat." Ucap Hayat Kemudian.
"Bibi buyut memang seperti itu, mana pernah dia menampilkan wajah ramahnya pada siapapun." kembali Ahem bicara, kali ini kembali laki-laki tersebut melirik ke arah istrinya sembari satu tangannya menyentuh lembut puncak kepala nya.
Apa yang dilakukan Ahem membuat Hayat menganggukkan kepalanya, dan seperti biasanya dia selalu berdebar-debar saat Ahem menyentuh kepala nya, dia sangat suka jika suaminya begitu memperhatikan dirinya dan memanjakan dirinya.
"Hmmm baiklah, aku pikir sesuatu yang buruk terjadi." Ucap Hayat kemudian.
"Tidak ada hmmm."
Mereka pada akhirnya diam tanpa mengeluarkan suara sama sekali untuk beberapa waktu dimana Hayat bergelayut pada pemikirannya dan Ahem fokus pada setir mobilnya pada jalanan. Cukup lama tidak terjadi obrolan di antara mereka hingga pada akhirnya Ahem berkata.
"Ngomong-ngomong apa yang dikatakan kakek buyut?," laki-laki tersebut lupa mempertanyakan hal itu karena istrinya bertanya soal bibi buyut tadi.
"Apakah kakek membicarakan sesuatu yang tidak nyaman dan memberikan syarat yang berat? atau tidak memberikan restu pada kita?." Laki-laki tersebut melanjutkan pertanyaannya dengan rasa penasaran yang tinggi, melirik ke arah istrinya untuk beberapa waktu kemudian dia menunggu jawaban Hayat dengan jantung yang terasa tidak baik-baik saja.
Mendapati pertanyaan dari sang suami membuat Hayat melirik ke arah Ahem beberapa waktu, dia menelisik wajah suaminya itu sejenak, memperhatikan rahang kokoh sang suami dan raut wajah khawatir nya dengan seksama. Dia pikir dia mulai paham karakter suaminya tersebut setiap kali mengkhawatirkan sesuatu Ahem tidak pernah marah menggunakan mulutnya atau emosionalismenya melainkan laki-laki tersebut akan menampilkan raut wajah dan juga ekspresi yang cukup gelisah di dalam diam nya.
Hayat pada akhirnya menggulum senyuman nya kemudian perempuan itu berkata.
"Kakek buyut tidak seburuk yang kita bayangkan sebelumnya," dan perempuan itu memulai pembicaraan.
Mendengar apa yang diucapkan oleh istrinya membuat Ahem mengernyitkan keningnya, sembari tangannya terus fokus pada setir mobil kali ini pandangannya kembali berpindah kepada sang istri untuk beberapa waktu dimana terlihat kerutan demi kerutan di atas keningnya tersebut, sejuta tanda tanya menghiasi kepala Ahem.
"Lalu?." Laki-laki tersebut bertanya.
"Ada sebuah syarat yang harus kita lakukan untuk mendapatkan restu kakek buyut kedepannya." Lanjut Hayat lagi kemudian.
happy ending sih, tapi kayak masih ada yg ganjel, belum tuntas semuanya..
atau memang masih ada sekuel lanjutannya kah?
benernya cerita ini luar biasa, entahlah gak bisa mikir otak mak othor kayak apa..
bisa menyesuaikan dg banyak novel sekaligus..
semua novel milik saudara Ahem masuk, novel Lucas-Karla masuk, bahkan cerita para ortu dan sesepuh Hillatop dan Azzura jg masuk..
keren dah pokoknya..
akhirnya dapat restu jg yah Ahem dan Hayat..
tetapi harus mengorbankan anak pertama mereka..
makanya waktu di novel Freya dan Zoe, anak mereka dibilang cucu pertama.. ternyata inilah jawabannya..
para cucu ternyata menyatukan semua terpisah..
hubungan Ahem-Hayat dan Zoe-Freya bisa direstui berkat andil para cucu..
ya walopun, nasib mereka berbeda, ada yg hidup tapi ada jg yg meninggal..
semoga setelah ini semua berjalan lancar dan berakhir bahagia..
oke lanjut karyamu berikutnya..
cerita generasi ketiga, para cucu Allzigra..
semoga sehat selalu ya mak..
tetap semangat berkarya dan semoga sukses selalu dimanapun berada.. 💪🏻😘🥰😍🤩
itu Ibrahim palsu (Alestor - anak Britania)
wah, ceritanya nyambung ke sini..
keren2..
otak tetap aman ya mak??? 😁
luar biasa bisa mikir cabang sana cabang sini.. 🎉🎉🎉
sedang ahem silsilah ke brp jd mungkin ahem menyebutnya nenek