NovelToon NovelToon
Bukan Pengantin Pengganti

Bukan Pengantin Pengganti

Status: tamat
Genre:CEO / Pengganti / Angst / Tamat
Popularitas:644.6k
Nilai: 4.7
Nama Author: Nopani Dwi Ari

Velia harus rela menggantikan sang kakak yang kabur di hari pernikahannya dengan Daniello. Laki-laki yang memiliki kelakuan menyimpang, sampai dimana sang ayah mertua meminta janji pada Velia agar mengubah sang anak menjadi laki-laki yang normal.

"Berjanjilah pada papah, bahwa kamu. Akan membawa anak papah ke jalan yang benar,"

"Tapi..."

Dengan memelas ayah mertua Velia Tuan Samanta memohon pada dirinya, membuat Velia tak bisa berbuat apa pun. Dan belum lagi cinta masa lalu Velia dan Daniello yang kembali, saat mereka saling cinta.

Akankah mereka bersama? Ikuti kisah Velia dan Daniello.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nopani Dwi Ari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part.28

Jam makan siang, Velia dan Ello memutuskan untuk makan siang bersama di ruangan Ello.

"Kamu mau pesan apa sayang?" tanya Ello.

"Mie Ayam sama bakso," jawab Velia, dia ingin makanan yang pedas dan berkuah. Membayangkannya saja, sudah membuat air liurnya menetes.

"Oke,"

Ello pun memesan lewat aplikasi, dan mendapati pesan Alvaro yang akan datang ke perusahaannya. Ello pun tak membalas pesan tersebut, membuat Alvaro yang di jalan lagi-lagi menggeram kesal.

"Awas aja kamu," kesal Alvaro, setelah bertemu dengan Dev. Alvaro langsung meluncur ke perusahaan milik Ello, dan sekarang dia terjebak macet.

Beberapa menit kemudian, pesanan Velia dan Ello sudah sampai. Bersamaan dengan datangnya Alvaro, semua mata kaum hawa memandang penuh kagum pada Alvaro. Namun siapa sangka, di balik wajah tampan dan gagahnya dia seorang gay.

Tidak ada orang di depan ruangan Ello, memudahkan untuk Alvaro masuk.

"Memang selama ini, siapa yang melarang? Gak ada," ucapnya dengan sinis.

Saat membuka pintu Alvaro menahan amarah, saat melihat Velia dan Ello berciuman. Dengan kasar Alvaro menarik Velia, dan langsung terjatuh di lantai.

"Velia," pekik Ello.

Velia meringis karena tarikan Alvaro yang kuat, dan mengusap pantatnya yang sakit.

"Kamu gak papa?" tanya Ello khawatir, membantu Velia bangun.

"Aku gak papa kok," jawab Velia, dia menatap Alvaro dengan tajam.

"Apa-apan sih kamu Al? Gak sopan!" geram Ello.

"Kamu yang apa-apaan, kita masih jadi kekasih Ello. Ingat kamu kekasih ku, dan dia..." Tunjuknya pada Velia.

"Dia orang ke tiga di antara kita, ya bisa di bilang pelakor." Cibir Alvaro.

"Gue bukan pelakor," bentak Velia.

"Asal lo tahu, gue istri sahnya. Dan lo hanya pelampiasan saat dia kesepian," teriak Velia, dia kesal di di katain pelakor.

Membuat Alvaro geram, dan hampir menampar Velia. Jika Ello tak menahannya, Velia sebenarnya khawatir dia perempuan tak sekuat Alvaro walau ada Ello.

Mengingatkannya pada ucapan Sherlin, bahwa dia anak pelakor. Velia mendadak pusing, dan duduk di sofa.

Ello yang melihat itu pun panik, dan ingin mendekati Velia. Namun Alvaro menahannya.

"Diam tetap di sini," larang Alvaro.

"Apaan sih kamu Al? Dia istri ku," marah Ello.

"Kamu gak papa Vel?" tanya Ello, setelah berhasil menyingkir dari Ello.

"Aku gak papa, aku hanya pusing." Jawab Velia.

"Cih... So drama," cibir Ello.

Tanpa banyak kata, Alvaro menarik Ello untuk keluar.

"Ayok kita makan siang di luar, aku tahu kamu gak level makanan kampung. Hanya untuk orang kampungan macam Velia," sindir Alvaro.

"Alvaro cukup," kesal Ello, menyentak tangan Alvaro yang menggenggamnya.

"Lebih baik kamu pergi dari sini Al, cukup sudahi ini semua. Aku dan Velia sudah melakukan itu, jadi aku mohon berhenti menganggu ku dan Velia." Ujar Ello, Ello akan menahan. Mengungkapkan dia mencintai Velia di depan Alvaro.

Alvaro menggeleng dan tersenyum sinis, tak dapat dia percaya. Selama dia pergi mereka sudah, melangkah lebih jauh.

"Tidak... Sampai kapan pun, kamu tetap milikku Daniello." Pekik Alvaro, Alvaro pun melangkah menuju meja yang terdapat kuat bakso yang masih panas.

Lalu Alvaro dengan cepat, menyiramkan kuah tersebut pada Velia. Membuat Velia menjerit karena panas, beruntung Velia menghalangi wajahnya.

"Alvaro," murka Ello.

Bughk...

Dua pukulan mendarat di perut, namun tak terasa sakit bagi Alvaro.

"Kurang ajar lo, pergi dari sini. Gue bilang pergi," marah Ello.

"Reno." Pekik Ello.

Reno yang baru kembali dari toilet pun bergegas masuk ke dalam ruangan sang bos.

"Usir dia, kalau perlu panggilkan satpam."

"Baik tuan,"

Alvaro menepis tangan Reno, dan tersenyum sinis menatap Velia yang terlihat memerah di tangannya.

"Itu belum seberapa, gue bakal pastikan lo. Pisah sama Ello," ucap Alvaro, dia pun melenggang pergi tanpa rasa bersalah.

Setelah kepergian Alvaro, Ello meminta Reno menghubungi dokter. Dan membelikan pakaian baru untuk Velia.

Ello membantu meniup luka bakar Velia, dan menatap wajah Velia yang terlihat pucat. Mereka belum sempat memakan makanannya.

"Maafkan aku Velia, aku gagal melindungi mu." Ucap Ello.

"Itu bukan salah mu, aku kurang menghindari dia."

"Tidak ini salah ku,"

Ello memeluk Velia dari samping, tak lama Reno datang dengan baju pesanan Ello.

"Dokter sedang dalam perjalanan tuan," beritahu Reno.

"Baiklah terima kasih Ren, panggilkan office girl suruh mereka membersihkan ini."

"Baik tuan."

Reno pun keluar dari ruangan Ello, dan Ello membawa Velia ke kamar pribadi yang terdapat di ruangan tersebut.

Saat Velia ganti baju, perutnya pun memerah tak separah di tangan.

Petugas kebersihan yang berada di ruangan itu, memberitahu bahwa dokter sudah tiba. Dokter memberikan salep oles untuk luka bakar, dan obat jika Velia demam.

"Terima kasih dok,"

"Sama-sama tuan Ello, kalau begitu saya permisi." Pamit dokter tersebut, dokter keluarga yang selalu di panggil oleh orang tuanya jika di rumah ada yang sakit.

"Maaf tidak bisa mengantar," katanya.

"Tidak apa-apa tuan."

Kekacauan di ruangan Ello pun, sampai pada seluruh karyawannya. Mereka berasumsi, bahwa Velia menggoda Alvaro. Sehingga Ello murka, dan menyiram Velia.

"Sayang yah, padahal dia cantik. Tuan Ello pun tampan, apa yang kurang dari dia? Masih aja mau selingkuh," cetus salah satu karyawan, yang sedang berada di mesin photo copy.

Karena jam istirahat telah usai.

"Pssttt... Jangan fitnah kamu, mana mungkin Velia selingkuh." Ujar salah satunya bernama Sabella.

"Kamu gak percaya? Nih ya, aku bicara sesuai fakta dan bukti. Tadi anak bagian personalia bilang sama gue, saat dia lewat depan ruangan pak bos. Dia denger suara teriakan tapi gak jelas pada bicara apa, katanya gini. Cukup sudahi ini," jelas karyawan yang bernama Neti.

"Lalu OG bilang Velia nangis-nangis, bajunya basah dan tangannya merah. Karena tersiram kuah bakso oleh Alvaro," sambungnya lagi.

"Lo emang tadi gak liat? Dokter keluar dari lobby,"

"Engga, wah apa jangan-jangan Velia selingkuh sama Alvaro yah?" ujar Bella.

"Bisa jadi," timpal Neti.

"Ehh... Dia kan di gosipin Lesbi," bisik Bella.

"Iya kah? Gue gak tau,"

"Iya beberapa bulan yang lalu, sayang beritanya udah gak ada di sosmed. Cuma lewat antar chat aja, sampai sekarang pun masih ada."

"Wah... Gila gak nyangka gue, cantik-cantik suka selingkuh. Mana suka sama serabi juga," Neti menggeleng tak percaya.

Satu teman yang ada di dekatnya menyenggol mereka, karena Reno melintas depan mereka. Mereka hanya tersenyum dan mengangguk pada Reno, padahal Reno sudah mendengar obrolan mereka semua.

Dia tak akan bertindak sebelum Ello memerintah dirinya.

***

Saat tiba di apartemen, Alvaro membanting semua barang yang ada di depannya.

"Kurang ajar, awas aja. Gue akan balas lo Velia," marah Alvaro.

Alvaro mengambil ponsel dan menghubungi Dev.

"Lakukan hari ini juga, jangan tunggu besok kelamaan." Kesal Alvaro.

Alvaro membanting ponselnya ke kursi, saking kesalnya. Belum lagi sang ayah yang selalu menekan dirinya, untuk segera menikah dengan Indi.

"Aku akan menikah hanya dengan Ello, bukan dengan wanita mana pun."

Alvaro pun menatap foto Ello, dan tersenyum menyeringai.

"Kamu akan tahu, siapa wanita yang selalu kamu bangga kan itu. Sebentar lagi, kamu yang akan membuangnya," gumam Alvaro.

tbc...

Semoga suka, hari ini aku up satu ya.

1
🌺🌺
ceritanya seru dan bagus
neny
cerita nya bagus,,maaf aq boom like dr bab 1 sampe bab 38,,slnya lp,,semangat kak othor 💪😘
AriNovani: Makasih kakk 🥰
total 1 replies
Virna Vaina Voona
entah apa yang merasuki mu~~~
Virna Vaina Voona
si velia pasti syik syak syok tuh.. hahaha
Virna Vaina Voona
velia nama ku waktu kecil wkwkwk
Yati Alwayss Lealy
Kecewa
AriNovani: saya lihat semua novel yg kau baca, di bilang buruk sma kecewa coba anda nulis novel biar saya nilai
total 1 replies
Yati Alwayss Lealy
Buruk
AriNovani: menurut lo yg bagus yg kaya gimana?
total 1 replies
Shifa Burhan
hebat pemikiran wanita dalam membuat novel

Dev melecehkan istri orang segitu aja hukumannya
alvaro juga menyerah istri orang untuk dilecehkan dan percobaan pembunuhan malah tidak dapat hukuman sama sekali

dan ene eng saat wanita lain yang melakukan kesalahan

keyra melakukan kesalahan pada beliau langsung diberi hukuman disekap dan dibuat menderita dan taura baru dibebaskan

aku setuju semua tokoh jahat mendapatkan kesempatan berubah tapi yang jadi masalah kenapa hanya wanita jahat yang dapat hukuman yang kejam sedangkan pria2 jahat bebas begitu saja, bahkan setelah melecehkan istri orang

ini lah sifat wanita, mereka akan kejam pada wanita lain yang jahat padanya tapi akan lembut dan tidak tega pada pria lain yang jahat padanya
AriNovani: Terima.kasih masukannya 🙏
total 2 replies
Mochi 🐣
💕💕💕
AriNovani
💙💙💙
Vien Habib
Luar biasa
Nila
Bella jangan bodoh. Hil mu bisa dihitung bulannya. Kapan kamu dilecehkan Dev.
Yani Citra: A dia
total 1 replies
Nila
Kalau Alvaro mau pasti bisa sembuh
Nila
Ello nggak tegas
Nila
Alvaro harus kasihan pada kedua orang tuannya
Nila
Alvaro butuh psikiater.nKisqh yg tragis
Nila
hancur kan Alvaro. manusia jadi- jadian menyalahi kodrat
Nila
👍👍👍💪💪
Nila
Susul istri mu El
Nila
Alvaro jahat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!