NovelToon NovelToon
Istri Kedua Tuan Krisna

Istri Kedua Tuan Krisna

Status: tamat
Genre:Action / Romantis / Misteri / Mafia / Tamat
Popularitas:11.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Syala yaya

Apa yang pertama kali kamu pikirkan ketika seorang wanita menjadi istri ke 2?

Seorang pelakor?

Seorang wanita perebut suami orang?

Lalu bagaimana jika pernikahan itu berlandas keterpaksaan, dari seorang gadis berparas cantik dan baik bernama Isna Happy Puspita berusia 22 tahun, yang harus memilih diantara kesulitan hidup yang dia jalani, dan menerima sebuah penawaran dari seorang wanita elegan dan dewasa bernama Kartika Ratu berusia 43 tahun, untuk menjadi istri ke 2 suaminya yang tampan dan kaya raya, Krisna Aditya berusia 34 tahun.

Bagaimana kehidupan selanjutnya gadis itu, yang malah membuat suaminya jatuh cinta padanya?

Akankah dia bahagia?


"Salahkah bila aku jatuh cinta lagi? dan dosakah ketika aku menghianati perasaanmu, yang jelas itu ku labuhkan pada wanita pilihanmu, yang kini jadi istriku?" Krisna


"Bolehkah aku juga menyukainya? mendapatkan cinta dan kasih sayang darinya? aku tidak merebutnya, tapi kau yang menawarkannya?" Isna


"Kau hanya boleh menyentuhnya dengan tubuhmu, tapi bukan hatimu. Bagaimanapun aku serakah apapun alasanku. Aku menginginkan semua cinta untukku sendiri, dan benci untuk berbagi." Kartika


follow IG @Syalayaya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syala yaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28 Pernikahan

Bab 28 Pernikahan

Happy Reading …

🍁🍁🍁

Isna mematung di depan cermin, kini dia sudah mengenakan gaun berwarna putih. Dia menampakkan aura cantik sederhana dengan make up yang natural.

“Sudah ku bilang, jangan menambahkan apa pun pada riasanku. Aku mau terlihat apa adanya,” seloroh Isna saat Dewi mau menambahkan make up lagi pada wajahnya.

“Nona, ini hari Anda,” protes Dewi nampak kesal.

“Hari buruk!” ucap Isna ketus.

“Anda harus nampak cantik,” seloroh Tria memberikan buket bunga di tangan Isna.

Isna merespon dengan cibiran.

“Biar apa? Aku dengar nona Kartika juga akan datang. Aku tidak mau bersaing dengannya,” sahut Isna berdiri dari tempat duduknya.

Sejenak dia menatap Wisnu yang berdiri sedang menatapnya. Isna memberi balasan senyum dan tangan tampak mengacungkan jemari untuk memberi semangat.

“Ayo kabur saja, Nona,” kelakarnya sambil tertawa.

“Kenapa baru mengajak sekarang? Bodoh! Gaunku akan menyulitkan kita,” balas Isna juga menebar canda.

Semua yang ada di dalam kamar tertawa bersama, mengurangi ketegangan.

“Bertahanlah, Nona. Semua akan baik-baik saja,” ucap Wisnu memberi semangat.

“Kau sudah tidak apa-apa 'kan, soal semalam?” tanya Isna lagi memasang wajah simpati.

“Lupakan saja, Nona.”

“Hm … baiklah,” jawab Isna tersenyum sambil mengangguk.

Seorang pelayan terlihat masuk ke dalam kamar, menunduk hormat kepada Wisnu dan Isna. Sejenak Isna memandang dengan helaan napas dan kembali menatap ke cermin.

Saatnya sudah tiba.

“Tuan Krisna sudah datang, Nona. Anda dimohon segera bersiap dan turun menyambut, acara akan segera dimulai.”

Isna hanya mengangguk dan menatap Wisnu beserta ketiga pelayan pribadinya.

“Hei … kalian bertiga dan kau Wisnu. Selalu carikan cara, agar aku tidak selalu berdua dengan Tuan Krisna, bisa 'kan?” Isna melempar pandangan ke arah mereka bergantian.

“Kami, tidak berani, Nona,” jawab Dewi menunduk dengan suara lirih.

“Huh … kalian payah,” gerutu Isna bersungut dan kembali menatap cermin dengan jantung berdebar kencang.

Telapak tangannya mulai berkeringat. Dia menghela napas menenangkan kegugupannya.

🍀🍀🍀

Sementara itu, rombongan Krisna dan para pengawalnya juga sudah datang. Rombongannya terpisah dengan Seno, yang membawa petugas pembuat akta pernikahan beserta para sahabat dan rekan bisnis Krisna, para pendukungnya.

Krisna berjalan beriringan dengan Kartika yang menggayut mesra di lengannya. Hingga beberapa pelayan yang berjajar menyambut, hanya bisa bersimpati dari sorotan mata, merasa nasib wanita itu menyedihkan. Berbagi suami dengan perempuan lain.

Perempuan sederhana dan polos, yang tidak mampu mereka benci begitu saja. Bukan urusan mereka juga, saat menyaksikan kehidupan Tuan dan Nyonya tempat mereka bergantung hidupnya.

Krisna nampak dingin merespon sentuhan Kartika. Kejadian kemarin sore belum melenyapkan amarahnya. Memandang dengan gusar jam yang melingkar ditangannya.

“Suruh Isna cepat turun, aku tidak punya banyak waktu untuk menunggu!” titah Krisna menatap Seno.

Seno menunduk hormat, dan segera memberi isyarat pengawalnya untuk memanggil Isna.

Dekorasi Resort nampak biasa, hanya dihias beberapa bunga sebagai tanda penyambutan saja. Krisna nampak mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan, tidak sesuai ekspektasinya.

“Maaf, Tuan. Nona Isna melarang kami menghias resort secara berlebihan.” Seorang kepala pelayan tanggap dengan tatapan Krisna.

“Dan kau mengabulkan keinginannya?” ejek Krisna sinis.

“Kami tidak tega menolak keinginannya, Tuan.”

“Ck! kalian ini ….”

Krisna mendengus dan menatap kearah Seno yang nampak terdiam.

Beberapa saat, terdengar sedikit bisikan dan kegaduhan dengan kedatangan Isna dari lantai atas, sedang menuruni tangga dengan wajah sedikit gugup, namun dehaman Wisnu yang berjalan dibelakangnya, mampu menenangkannya.

Semua mata mengarah padanya, membuat jantung Isna semakin berpacu. Digenggamnya pegangan besi tangga dengan kuat saat turun kebawah.

Krisna nampak juga menatap kearah Isna, sejenak dia sedikit mengulas senyuman samar.

Sial, kenapa kamu nampak berbeda, Isna. Kau hari ini membuatku harus mengakui kekalahanku. kau cantik.

Sejenak mereka berdua beradu pandang, saat sudah berdiri berhadapan. Upacara sederhana sesuai keinginan Isna.

Tak ada pesta, tak ada kemeriahan, hanya penanda-tanganan berkas pernikahan saja.

Tapi sepertinya tidak, Seno menyiapkan acara khusus yang membuat Isna membulatkan kedua bola matanya kearah Krisna, tapi malah diberi senyuman tipis Krisna.

Mereka berdua dipersilahkan menguntai janji suci pernikahan.

Apa-apaan ini, dia setuju? Apa dia sedang bermain-main dengan lidahnya? Janji suci. Ck!

Isna terlihat bersungut kesal, tapi tak dapat berbuat apapun. Ditatapnya Kartika yang sedang duduk anggun, sedang menatapnya dengan tatapan menghujam. Seakan memberi isyarat akan sebuah ancaman. Isna paham akan hal itu.

Aku paham sorot matamu itu, Nona.

Krisna menyematkan cincin kejari manis Isna. Memegang tangan yang menggetarkan hatinya.

“Tersenyumlah, jelek. Ini hari indahmu, bukan?” bisik Krisna mengulas senyuman.

“Indah sekali, saya sampai berencana untuk kabur bersama Wisnu,” sahut Isna juga berbisik.

“Kau akan sangat membencinya, saat kau tahu asal usulnya,” balas Krisna sambil mengulurkan jemari tangannya.

“Dasar serakah. Sudah memakai cincin, kenapa minta dipakaikan lagi?” ejek Isna lirih, saat melihat jari manis Krisna sudah tersemat cincin pernikahannya bersama Kartika.

“Jangan besar kepala, jelek. Pakaikan cincinku dijari kelingking. Itu kamu bagi hidupku,” balasnya menghenyakkan perasaan Isna.

Isna menahan tawa. Dan mereka saling beradu pandang.

“Bagus, saya suka gaya Anda, Tuan. Mari bersikap profesional dan saling menguntungkan,” timpal Isna yang segera membuat Krisna tergelak.

“Kau disini yang banyak mendapat keuntungan, jelek,” ejek Krisna tak mampu berhenti tertawa. Isna hanya menampakan senyum masam.

Ada sepasang mata yang menatap dengan kesal adegan didepan matanya. Sikap suaminya yang tertawa lepas bersama wanita lain. Wanita jelek pilihannya sendiri. Dada Kartika bergemuruh hebat. Dia tidak menyangka, gadis kurus buruk rupa itu bisa berubah seperti sekarang, hanya dalam waktu satu bulan saja sejak pertemuan pertama.

“Apa aku telah salah memilih? Bagaimana mungkin, aku bisa sebodoh itu. Bahkan seorang Tony, begitu mengejarnya, harusnya aku sadar dari awal.” Batin Kartika merutuki kebodohan dirinya sendiri.

Acara segera dilanjutkan dengan penanda tanganan berkas. Isna nampak menyimak dengan teliti satu per-satu berkas ditangannya. Krisna nampak gusar dan kesal saja, pada sikap Isna yang lambat dan bertele-tele.

“Kenapa tidak langsung tanda tangan?” bisik Krisna mendekatkan wajahnya kearah Isna, yang masih terdiam menyimak dengan teliti.

“Eh?”

Isna terhenyak langsung menoleh, memandang Krisna hingga mereka beradu dalam pandangan sedekat itu. Isna segera memalingkan wajah kearah berkas ditangannya lagi.

Sial, kenapa aku jadi bernafsu ingin menghabiskannya saat ini.

Krisna menegakkan tubuhnya dan memperbaiki posisi duduknya dengan tubuh tak nyaman. Kartika semakin geram saja menatap gelagat suaminya.

“Kenapa poin penting dari saya tidak ada satupun yang masuk tertuang dalam berkas?” tanya Isna memandang kearah petugas Notaris yang duduk di kursi, di depan meja dihadapannya.

“Maaf, Tuan Krisna menolak semua poin masukan dari anda. Anda lebih baik berdiskusi langsung soal itu tanpa memasukkan poin itu didalam berkas pernikahan,” seloroh laki-laki berjas rapi itu dengan wajah serius dan datar.

Isna memandang Krisna masam dan segera mengambil pulpen dan bersiap menandatangani berkas.

“Aku sibuk, kenapa lama sekali memberi tanda-tanganmu?” desak Krisna dengan suara menahan kekesalan.

Isna pun segera membubuhkan tanda tangannya diatas materai, dan segera menyerahkan kepada Krisna untuk menambah tanda tangannya di sana.

Batin Krisna terasa lega dan senang saat Isna sudah membubuhkan tanda tangannya dan menatapnya polos. Seakan dia tidak tahu apa yang akan dilakukannya malam nanti.

Krisna menertawakan pikiran kotornya itu, dengan menggelengkan kepalanya dan menunduk dengan jemari memijit pelipisnya.

Kenapa dia seakan sedang menertawaiku? Ikrar janji? ikrar damai? benar-benar menyebalkan.

Isna bersungut kesal dalam hatinya, sesaat menatap Seno yang nampak membawa raut wajah berbeda saat menatap padanya.

“Selamat atas pernikahan anda, Nona Isna,” sapa pria itu menunduk.

Isna hanya membalas senyum kaku dan membalas sapa.

Astaga, aku kira ayahnya Tuan Krisna. Ternyata bukan.

Hingga acara penandatanganan selesai dan semua orang boleh makan-makan sepuasnya di sana. Mood Krisna sedang baik, jadi dia bersikap lunak dan membebaskan semua penghuni Resort menikmati santai sore ini.

Hingga Krisna memutuskan untuk ke lantai atas kamarnya. Disusul Kartika yang segera bergelayut di lengan Krisna. Sejenak Isna tersenyum sinis melihat kedua orang itu meninggalkan acara menuju ke kamar.

“Anda sedih, Nona?” tanya Dewi berbisik.

“Tidak, dasar! untuk apa? Aku tidak ada rasa sedikitpun tahu. Kamu 'kan tau rahasiaku,” bisik Isna ditelinga Dewi, membuat pelayan pribadinya itu bernapas lega.

🍁

Krisna memasuki kamar yang luas dan menampakkan senyum puas, melihat kamar ini nampak bersih. Ternyata, Isna memilih pindah ke kamar favoritnya itu. Kartika sampai melirik bingung dengan raut wajah suaminya itu.

“Kris, kau membuatku kesal dengan sikapmu barusan di sana,” decak Kartika melepas sepatu high heel nya dan melempar ke samping ranjang.

Krisna menoleh dan ikut duduk di samping Kartika. Menatap Kartika sejenak dan merebahkan tubuhnya di kasur dengan mata terpejam.

“Kau cemburu? Haha ...,” balasnya tertawa.

Kartika bersungut dan memukul dada Krisna kesal tapi diberi kekehan Krisna semakin menjadi.

“Aku akan membalasmu, Kartika,” ejek Krisna menatap sinis Kartika.

“Apa maksudmu?” desah Kartika melotot kearah Krisna.

“Aku akan menyentuhnya, seperti apa yang kau lakukan di belakangku,” selorohnya dengan tatapan dingin.

“Kau? Jangan membuatku menyakitinya gara-gara kelakuanmu!” hardik Kartika menahan emosinya.

“Silahkan saja, kalau kau bisa. Siapa suruh kau bermain-main di belakangku,” balas Krisna segera bangkit dari tidur dengan tawa mencemooh.

“Itu masa lalu, Kris,” rayu Kartika mengiba, air matanya jatuh berlinang.

Krisna menghela napas, pikirannya tak karuan. Bingung, harus bagaimana dalam bersikap.

Aku akan menggunakan Isna untuk membalasmu, Kartika.

Krisna segera keluar dari kamarnya disusul Kartika, hingga Kartika harus puas melihat Krisna masuk ruang kerjanya dan menutup pintu dengan cepat.

Didalam ruang kerjanya, Krisna hanya terduduk membisu. Memory pembicaraan dengan Seno kemarin malam berputar jelas di otaknya.

Kartika berselingkuh, selama tiga tahun diawal pernikahan dengan anda. dengan menikahi Nona Isna, anda sudah membalas kelakuan Kartika dan pria selingkuhannya itu.

Haiisshhht!!!

Krisna mengumpat kesal dan membanting keras buku-buku dihadapannya. Dengan dada bergemuruh dia menatap pintu dipojokan, dengan mata merah penuh amarah, dia melangkah kaki dan membuka pintu.

Braaakkkk!!!

Krisna terkesiap, saat melihat Isna yang sedang berdiri didepan ranjang bertabur bunga dengan wajah sendu, mematung di sana.

Begitu pun Isna yang terkejut, melihat Krisna datang dari pintu yang tidak seharusnya.

Bagaimana dia bisa masuk kesini? Pintu apa itu?

Isna sampai melangkah mundur saking terkejutnya, apalagi melihat raut wajah kemarahan yang tampak jelas diraut wajah Krisna.

“Sedang apa, Anda di sana?” tanya Isna mencoba menyembunyikan keterkejutan.

Krisna masih terdiam membisu didepan pintu.

Menakutkan sekali dia? Kenapa dengan wajahnya itu? Apa dia sedang marah?

Isna menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dan segera berbalik arah hendak pergi. Dengan langkah cepat pula, Krisna segera meraih tangan Isna dan mendekapnya erat.

“Aku menginginkanmu malam ini,” desahnya ditelinga Isna.

Isna membeku dengan mata terbelalak dengan wajah berada di dalam dekapan dada Krisna.

Huh? Apa tadi katanya!

🍁🍁🍁

Bersambung ...

Hai readers …

Terimakasih masih setia menunggu up novelku yang tak terjadwal pasti ini ya.

Nikmati keseruan, ketegangan dan kisah cinta mereka ya. Jangan lupa like dan komen karena itu yang membuatku semangat menulis.

Baca juga karya sahabatku yang tak kalah seru

With Love ~ Syala Yaya 🌹🌹

1
Ayu Faridiyah
q sudah baca brulang2 kk...TPI masih aja suka n slalu terbawa suasana,kyk q jga ikut dlm cerita😉
🍃EllyA🍃
Luar biasa
🌸ReeN🌸
keren bgt novelnya... 👍👍👍
Syala Yaya (IG @syalayaya): Terima kasih, kak. semoga suka dengan jalan ceritanya, yaaa ❤️❤️
total 1 replies
N Talia
keren...🥰
N Talia
Lumayan
Koni Dwi N
perang lagi ya thor?
Naja Naja nurdin
so sweet
Koni Dwi N
peliharaan kok ular sih
Koni Dwi N
rentenir melulu kasusnya thor
Koni Dwi N
ngganggu aja /Grin//Grin//Grin/
Koni Dwi N
nah lho isna hamil tuh
Koni Dwi N
novelnya bagus, menarik ceritanya thor, JD semangat berkarya trs ya thor
Koni Dwi N
Wisnu ktemu calon jodoh
Koni Dwi N
Krisna udah bucin bgt
Koni Dwi N
lanjut thor
Koni Dwi N
udah hampir selesai ya thor?
Koni Dwi N
isna akan jadi istri ikrisna satu2nya
Koni Dwi N
cinta bertepuk sebelah tangan, pasti sakit banget ya Wisnu?
Koni Dwi N
suami idaman
Koni Dwi N
maju trs pnting mundur
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!