NovelToon NovelToon
Love And Scandal

Love And Scandal

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Cinta Terlarang / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:174k
Nilai: 5
Nama Author: Nicegirl

Mendapati suaminya bercinta dengan adik kembarnya hingga hamil seolah belum cukup membuat Rana menderita, hingga Mamanya meminta Rana untuk berbagi suami dengan adik kembarnya itu, Rania. Karena merasa dirinya ikut andil menjadi penyebab perselingkuhan itu, Rana pun harus mengikhlaskan suaminya menikahi Rania, meski hatinya luar biasa hancur dan kecewa. Belum lagi sikap Rangga yang semakin lama semakin mengabaikan keberadaan Rana, demi Rania yang sedang mengandung anaknya.



Hadirnya sosok Ananta yang selalu menghibur dan membesarkan hatinya, membuat Rana sadar akan rumah tangganya yang mulai tidak sehat lagi. Rana pun menjadi bimbang, antara berpisah dengan Rangga dan kembali pada mantan kekasihnya itu, atau tetap mempertahankan rumah tangganya dan membuat Rania pergi dari kehidupan mereka?
Follow IG @si_nicegirl

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nicegirl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesepakatan

Mama Tian menggenggam erat tangan Rania saat dokter tengah memeriksa kondisi Rania. Sementara Rana dan Rangga berdiri di belakang mama Tian, dengan jemari mereka yang saling berkaitan erat.

“Apa baru-baru ini ada sesuatu yang membuatnya tertekan?” tanya dokter itu.

“Tidak ada, Dok. Hanya saja … Semalam tiba-tiba saja Rania terbangun dari tidurnya dalam keadaan histeris. Seolah mimpi buruknya turut serta ke alam nyatanya. Cukup lama juga Rania seperti itu, sebelum akhirnya bisa kami tenangkan,” jawab mama Tian.

“Mimpi buruk seperti itu wajar dialami untuk seseorang yang pernah mengalami kecelakaan maut yang merenggut nyawa suami dan putrinya. Meski tampak luarnya terlihat biasa-biasa saja, tapi jauh di bawah alam sadarnya masih menyimpan trauma akibat dari peristiwa itu. Trauma yang sewaktu-waktu bisa datang dengan sendirinya, baik saat melewati lokasi kejadian, atau melalui alam mimpinya,” jelas sang dokter.

“Jadi, saat traumanya itu kembali, apa yang seharusnya kami lakukan, Dok?”

“Memberikan kenyamanan padanya. Yakinkan dirinya kalau semuanya akan baik-baik saja. Kuatkan hatinya agar bisa melewati kesedihannya jika memorinya telah kembali lagi.”

“Baik, Dok. Kami akan memberikan perhatian penuh padanya.”

“Untuk sekarang ini, biarkan Rania istirahat lebih dulu, kami sudah menyuntikkan paracetamol dan suhu tubuhnya sudah berangsur normal. Kita lihat perkembangannya lagi setelah Rania siuman nanti.”

“Baik Dok, terima kasih,” ucap mama Tian. Setelah dokter keluar dari ruangan, mama Tian menoleh ke arah Rangga, dan memberikan menantunya itu tatapan mengeritiknya,

“Kamu dengar itu Rangga? Nia masih membutuhkan perhatian Khusus, dan kamu malah meninggalkannya sendirian semalam!”

“Aku hanya berbincang sebentar dengan Rana, Ma. Apa salahnya aku melepas kerinduan dengan istriku sendiri?”

“Ya tapi lihat kondisi Nia juga dong Rangga. Nia masih begitu rapuh, masih sering menangis sendirian saat kalian berdua sedang kerja. Mama yang melihatnya, Mama yang setiap hari menyaksikan betapa sedih dan terpukulnya Rania.”

“Ma, ingatan Nia belum pulih, pastinya bukan karena kecelakaan itu yang membuatnya sedih. Jadi apa yang Nia sedihkan? Suaminya tidak ada di sisinya? Wajarkan suaminya berangkat kerja setiap hari?” desak Rangga.

“Apa kamu tadi tidak dengar penjelasan dokter kalau meski tampak trauma itu bisa datang sewaktu-waktu. Dan lebih seringnya di siang hari, ketika hanya ada Nia dan Mama saja. Perawatnya malah mengundurkan diri!”

“Mengundurkan diri? Kenapa?”

“Entahlah, dia mengajukan berhenti begitu saja. Sudah jangan bahas perawat itu lagi, yang terpenting sekarang ini adalah Nia. Tiap kali rumah hening, Nia pasti akan merasa sedih. Mungkin di dalam hatinya Nia merasakan kehampaan.”

“Jadi maksud Mama, aku dan Rana tidak usah bekerja dulu? Kami harus cuti lagi untuk menemani Nia?” Nada suara Rangga mulai terdengar tinggi. Rana harus meremasnya tangannya agar suaminya itu ingat kalau mereka sedang berada di rumah sakit.

“Bukan itu maksud Mama, Rangga. Silahkan kalian kerja, tapi sepulang kerja masuk ke kamar kalian masing-masing. Kalau Nia tidak mendapatkan perhatian darimu di siang harinya, kamu harus memberikan perhatian itu malam harinya, Rangga. Kalau kamu mau Nia cepat sembuh, kamu jangan melakukannya hanya setengah-setengah saja.”

“Tapi Rana juga butuh perhatian aku, Ma. Rana istri sah aku, bukan Rania!”

“Tapi kalian sudah janji untuk membantu Nia melewati semua ini. Bertahanlah sebentar lagi, Mama yakin ingatan Nia akan segera kembali.”

“Ma, aku dan Rana tidak bisa melanjutkan kegilaan ini lagi. Maaf, Ma. Karena terlalu riskan untuk kami terus melanjutkannya. Kami sudah sepakat untuk mengakhiri semuanya sekarang. Pelan-pelan, kami akan menjelaskannya pada Nia ketika dia sadar nanti.”

“Ya Tuhan! Kalian memang tidak punya hati! Egois! Kenapa kalian hanya mementingkan diri kalian saja? Apa kalian ingin Nia dan Mama cepat mati, hah? Nia tidak akan sanggup menerima kenyataan pahit itu! Dan Mama tidak akan tega melihat Nia semakin menderita!”

“Ma, mau sampai kapan kita terus membohongi Nia? Bagaimana kalau saat ingatannya kembali nanti dan Nia tahu kita telah berbohong padanya, apa yang akan Mama jelaskan padanya? Semua demi kebaikan Nia? Itu sama saja menyelesaikan masalah dengan masalah yang baru lagi,” desah Rana.

“Diam kamu, Rana! Pasti kamu kan yang mempengaruhi Rangga untuk berhengti menjadi suami sementara Nia? Kamu cemburu kan? Konyol sekali kamu cemburu pada adik kamu sendiri!”

Selalu saja Rania, Rania dan Rania saja yang menjadi prioritas mama Tian. Bagaimana hati Rana tidak menjadi sakit karenanya, ia berasa seperti orang asing saja di antara mereka.

Tidak terpikirkah sedikit saja di benak mama Tian kalau Rana juga bisa rapuh dan terluka?

“Itu murni karena kemauan aku, Ma. Aku yang meminta Rana untuk mengakhiri semuanya karena kami sudah lelah. Kami harus sembunyi-sembunyi saat ingin melepas kangen, kami tidak sanggup lagi seperti itu Ma,” aku Rangga.

Mama Tian terdiam, seolah kehabisan kata-kata untuk mendebat Rangga dan Rana. Perlahan mama Tian kembali duduk di kursinya, tangan tuanya mengusap lembut tangan Rania yang tidak diinfus,

“Malang sekali nasib kamu, Nak. Kamu baru saja ditimpa musibah, tapi mereka sudah meninggalkanmu dan tidak mau membantumu,” lirihnya.

“Ma …”

“Pergilah!” Mama Tian memotong apapun yang ingin Rana katakan. Airmatanya membanjiri pipinya.

Rana tidak pernah ingat, apa mama Tian pernah menitikkan airmatanya untuk Rana?

Meski begitu, hati Rana menjadi luluh karenanya. Ia berlutut di samping mama Tian dengan kedua tangannya di letakkan di atas pangkuan mama Tian. Mau seburuk apapun perlakuan mama Tian padanya, namun dia tetaplah mama kandungnya,

“Jangan nangis, Ma. Maafkan aku …” isak Rana.

“Pergilah, biar Mama yang mengurus Nia sendiri.”

“Akhir bulan. Kami akan terus melanjutkannya sampai akhir bulan!”

“Tidak bisa, Rana!” Rangga mengajukan protesnya.

“Sesuai kesepakatan kita di Sentul, Mas. Sampai akhir bulan. Setelah itu, mau Nia sudah Sadar atau belum, kita akan menghentikannya. Baik dengan atau tanpa persetujuan Mama. Hanya sebatas itulah yang bisa kami lakukan, Ma.”

“Tapi …”

“Jika terlalu lama, kami takut saat tiba-tiba orangtua Rangga datang berkunjung, apa yang akan kita jelaskan pada mereka nanti?” kali ini Rana yang memotong ucapan mama Tian.

Merasa ucapan Rana ada benarnya, mama Tian pun akhirnya menganggukkan kepalanya sebagai tanda persetujuannya.

1
Nia Rahmi
upp lg thor🙏
Nuryanto Yanto
lanjut kak 💪
Nuryanto Yanto
lanjut up kak
Yusi Lestari
akhirnya ketahuan juga perbuatan bejat rangga dan rania.ngapain kamu mikirin emakmu lha wong emakmu udah tahu semua
♨ˢᶜ⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
uppppppp
♨ˢᶜ⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
rangga rania klian akan sengsara
♨ˢᶜ⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
kasian kmu rana😭😭😭😭😭 smua pda nyakitin kmu termasuk mama mu
♨ˢᶜ⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
duhhhh ananta ago rebut lgi milikkk mu dri rangga
♨ˢᶜ⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
kan kan kthuan kan😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
♨ˢᶜ⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
berharap rana balik lagi krmh nya dgn bgitu kthuan
♨ˢᶜ⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
gila kmu rangga aku sumpahin klian hancur se hancur nya nanti😭😭😭😭😭😭😭😭
raa
yey.. ketahuan...
Nia Rahmi
gak usah deh mikirin mama gila kamu itu,dialh biang semua kesengsaraanmu
Yusi Lestari
aku kok gak yakin kalau rangga dan rania bakal ketahuan kayaknya ini masih dibuat rahasia sama author
Nia Rahmi
benci banget dgn mereka bertiga ini...thor kasi karma yg setimpal ya sama rania rangga dan mama tian..mereka ini pengkhianat dan gak punya hati
raa
ketauan gk nih..
anggel
cerai ajah lki model gitu
Wasni
Hah sedih aq bacanya😭😭
falea sezi
males bertele. tele
Wasni
Kpn update lg kk??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!