NovelToon NovelToon
Mencintai Pria Yang Sama

Mencintai Pria Yang Sama

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:137.8k
Nilai: 5
Nama Author: Hafizoh

Erisa mencintai seorang laki-laki dalam diam ketika duduk di bangku SMP namun pertemuan mereka hanya singkat karena laki-laki itu pindah sekolah hingga membuat Erisa tak bisa melihatnya lagi tapi tak sedikitpun merubah perasaan cinta Erisa.

Namun saat mereka masing-masing sudah sukses siapa sangka Erisa mendapat kenyataan pahit dan kekecewaan karena laki-laki yang menjadi cinta pertamanya akan menjadi kakak iparnya yang tak lain adalah suami saudara kembarannya.

Saudara kembar yang sebenarnya adalah orang lain, yang di urus dan di besarkan oleh kedua orang tuanya dari bayi hingga menuju ke jenjang pernikahan namun tak ada yang tau akan tentang kebenaran itu kecuali kedua orang tua mereka.

Akankah Erisa bisa menerima takdirnya dan mengikhlaskan cinta pertamanya?
Dan akankah identitas Erisa dan Elisa terbongkar?
Simak terus cerita mereka berdua di novel ini....

Selamat membaca 🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hafizoh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

"Wah, terima kasih ya Bu Elisa dan Pak Rendi. Atas ole-ole nya" kata Para dewan guru mengucapkan rasa terima kasih kepada sepasang suami istri itu

"Iya sama-sama, semoga kalian semua suka" jawab Alesa dengan ramah

Setelah selesai memberikan ole-ole itu satu persatu kepada para dewan guru, kini semuanya telah duduk di kursi kerja mereka masing-masing dan tak lama kemudian bunyi bel tanda mata pelajaran pertama di mulai. Seluruh murid yang masih di luar segera bergegas masuk ke kelas mereka masing-masing, dan para dewan guru yang mendapat jadwal mata pelajaran pertama juga beranjak dari kursi kerja mereka ingin masuk ke dalam kelas untuk mengajar.

Elisa dan Putri yang kebetulan sama-sama mendapat jadwal di mata pelajaran pertama serta kelas yang akan mereka masuki berdekatan jadi memutuskan untuk berjalan berbarengan, mereka berdua pun melangkahkan kaki di koridor sekolah yang sudah tampak sepi dan menuju ke arah kelas VII. Tiba di arah kelas VII mereka berdua pun berpisah karena hendak masuk ke dalam kelas, Elisa seperti biasa ketika masuk kelas mengucapkan salam dan menyapa anak-anak muridnya dengan ramah sembari menanyakan kabar.

Kemudian Elisa mulai menjelaskan pelajaran yang ada di buku paket kepada anak-anak muridnya dengan sabar, dan anak-anak muridnya juga sedikit demi sedikit memahami penjelasan dari Elisa. Setelah panjang lebar dirinya menjelaskan beberapa materi pelajaran kepada anak-anak muridnya, Elisa pun memberi tugas latihan kepada anak-anak muridnya yang ada di buku paket.

Anak-anak muridnya pun segera mengeluarkan buku latihan mereka dan mulai mengerjakan tugas dari Elisa, Elisa dengan sabar menunggu dan berjalan kesana kemari melihat anak-anak muridnya yang tengah mengerjakan tugas. Kemudian Elisa memilih duduk sejenak di kursi guru sembari ikut mencari jawaban dari tugas yang di berikannya, satu jam telah berlalu akhirnya satu persatu anak-anak muridnya mengumpulkan tugas mereka di atas meja guru.

"Apa sudah semua?" tanya Elisa kepada anak-anak muridnya

"Sudah, Bu" jawab anak-anak muridnya serentak

"Baiklah, Luna bagikan ini ke murid lain jangan kepada pemiliknya. Kita koreksi jawabannya sama-sama ya" kata Elisa memerintah Luna yang duduk paling depan

Luna pun langsung beranjak dari kursinya lalu mengambil buku latihan mereka yang ada di atas meja guru, kemudian dibagikannya kepada murid satu persatu secara acak tidak pada pemiliknya. Setelah itu Luna kembali ke kursinya, lalu Elisa mulai meminta murid membaca soal pertama dan selesai membaca soal pertama Elisa menjelaskan jawaban soal pertama dan seperti itu terus sampai soal terakhir.

Selesai mengoreksi tugas anak-anak muridnya secara bersama, Elisa meminta anak-anak muridnya kembali mengumpulkan buku latihan mereka di atas meja yang ada dihadapannya. Setelah buku latihan itu terkumpul kembali di atas meja yang ada dihadapannya, Elisa mulai memberikan nilai di buku latihan anak-anak muridnya sesuai seberapa banyak soal yang benar dan tak lupa sebuah motivasi di bawa nilai yang diberikannya itu.

"Sindy"

"Ananda"

"Luna"

"Budi, Agus....." kata Elisa membagikan buku latihan anak-anak muridnya satu persatu sesuai dengan nama yang ada di sampul buku tersebut

Anak-anak muridnya yang namanya di panggil langsung beranjak dari duduk mereka dan maju ke depan mengambil buku mereka masing-masing hingga sampai buku terakhir, lalu terdengar bunyi bel pergantian waktu mata pelajaran dan Elisa pun telah selesai mengajar segera beranjak dari duduknya serta pamit dengan anak-anak muridnya sembari mengucap salam.

Di koridor sekolah Elisa bertemu lagi dengan Putri yang sama-sama hendak berjalan menuju ruang kantor, mereka berdua pun akhirnya memutuskan kembali berjalan beriringan sembari sesekali mengobrol membahas bagaimana setelah mengajari anak-anak murid mereka masing-masing apakah ada yang kurang paham atau tidak ada sama sekali. Karena mereka sebagai guru sangat mengerti tak semua anak murid bisa semua mata pelajaran, terkadang ada yang pintar di akademik ada juga yang pintar non akademik.

"Bu Putri, Pak Iwan sedang izin hari ini jadi kelas IX.1 tidak ada guru. Bisa gak ibu yang masuk untuk menggantikan Pak Iwan hari ini" kata Petugas TU memberi tahu Putri

"Ya sudah, saya akan ke kelas IX.1 sekarang" jawab Putri yang tak jadi masuk ke ruang kantor dan justru melanjutkan langkah kakinya ke arah kelas IX

Seluruh kelas IX yang mengajari mata pelajaran Bahasa Indonesia adalah Pak Iwan, Putri yang juga guru Bahasa Indonesia hanya kebagian kelas VII dan kelas VIII. Berbeda dengan Elisa yang dari kelas VII sampai kelas IX dirinya yang mengajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam apalagi sangat sulit mencari guru Pendidikan Agama Islam sekarang karena harus orang yang benar-benar paham Agama yang mau menjadi guru Pendidikan Agama Islam, sebelum Elisa memang ada beberapa guru Pendidikan Agama Islam namun mereka tak pernah bertahan lama selain berhenti karena telah berkurang disini anak-anak muridnya sulit mengerti meski sudah di jelaskan berulang kali.

Dan semenjak Elisa yang menjadi guru Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 1 Pancasila, seluruh murid disini kini paham dengan agama bahkan Elisa menjadi guru favorit anak-anak karena cara Elisa mengajari sangat berbeda dari guru-guru lainnya. Kini Elisa sudah duduk di kursi kerjanya mempelajari sedikit buku paket kelas VIII yang sebentar lagi setelah jam istirahat nanti dirinya akan masuk ke kelas VIII untuk mengajar, setelah membuka halaman demi halaman Elisa pun menutup buku paket itu.

.

.

Kringgg........

Bunyi bel panjang pertanda waktu pulang, waktu berjalan begitu cepat sampai Elisa tak menyadarinya.

"Ya sudah anak-anak, pelajaran sampai sini ya. PR dari ibu kerjakan halaman 43. Nanti pertemuan minggu depan PR udah ada di atas meja ini sebelum ibu masuk ke kelas kalian" kata Elisa kepada anak-anak muridnya

"Baik bu" jawab Anak-anak muridnya serentak

"Baca doa dulu sebelum pulang, baca doa mulai" kata Elisa memimpin anak-anak muridnya untuk membaca doa sebelum keluar dari kelas

Selesai membaca doa anak-anak muridnya pun satu persatu pulang sembari mencium punggung tangan Elisa dengan takzim untuk anak muridnya yang perempuan, sedangkan anak muridnya yang laki-laki hanya mengucapkan salam tak sama sekali mencium punggung tangan Elisa karena itu sudah ajaran dari Elisa. Setelah kelas kosong Elisa segera meninggalkan ruang kelas tersebut, dan berjalan menuju ruang kantor hendak mengambil barang-barangnya.

"Ayo, pulang" kata Rendi yang ternyata sudah menunggu Elisa di kursi kerja Elisa

"Ayo" jawab Elisa setelah mengambil barangnya

1
ayu cantik
suka
falea sezi
emank jahat bgt anak angkat g tau diri
falea sezi
anak jalang bahagia anak mu Mdnerrita aneh bgt ne orang tua
mimma
Luar biasa
Marisa Hafizoh (hafizoh_17): terima kasih bintangnya
total 1 replies
Bilqies
keren thor ceritanya, jadi penasaran
Bilqies
Hay kak aku mampir yaa,
jangan lupa mampir juga di karyaku
"Mencintaimu dalam DIAM"
Ahmad Ridho Rahmani
Luar biasa
❤️⃟Wᵃfyulia❀∂я ❀ ⃟⃟ˢᵏ
nnti kalo udh ada anak mgkn rendi akan berubah. semoga
Marisa Hafizoh (hafizoh_17): ini Kak author rekomendasi judul novel anak Erisa dan Rendi nomor dua "Dikira Cupu Ternyata Suhu"
total 1 replies
Nurul Istiqomah
udh hampir baca semua novelnya thor..keren dan bagus cerita nya
Marisa Hafizoh (hafizoh_17): terima kasih sudah mampir dan baca novel ini
total 1 replies
Hanipah Fitri
masih nyimak
amelia alfatih
maaf kak itu yg judul hijrah setelah patah hati itu yg mana
Chocolla: Hai kak, mampir yuk ke ceritaku 😊
total 2 replies
Jantung Taman
Ih! Kenapa ceritanya relate bangeeeeet! Semangat kak!
Marisa Hafizoh (hafizoh_17): terima kasih
total 1 replies
rayya firman
smoga ibu n debay sehat dan di lancarkan semua urusan Aamiin.. SmaNgat thor
Marisa Hafizoh (hafizoh_17): terima kasih
total 1 replies
adalahdarling
jangan PHP-in aku thor, cukup cerita aku aja sama dia yg gk tau endingnya, cerita ini mah jangan thor!
Marisa Hafizoh (hafizoh_17): 😃😃😃😃😃😃
total 1 replies
Berkilau
Komentarku mendarat untukmu Thor!! Seneng banget bisa baca cerita ini~
Marisa Hafizoh (hafizoh_17): silahkan dinikmati ceritanya, thanks udh mampir
total 1 replies
rayya firman
SmaNgat
rayya firman
SmaNgat thor
Windy Miller
akhirnya up juga sekian lama perjuangan ku menunggu .hehehe lanjut ! cemangat
Marisa Hafizoh (hafizoh_17): iya akan lanjut terus meski sedikit jarang, terima kasih masih setia menunggu
total 1 replies
moonjuice
Ceritanya menarik, nih! Boleh kali thor dilanjut?
Marisa Hafizoh (hafizoh_17): terima kasih lanjut lagi meski gak setiap hari up nya
total 1 replies
rayya firman
SmaNgat thor
Marisa Hafizoh (hafizoh_17): oke thanks udah mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!