NovelToon NovelToon
The Lost Of Legends

The Lost Of Legends

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Barat
Popularitas:38.6k
Nilai: 5
Nama Author: YatoNime Crack

Kisah seribu tahun yang lalu, di mana kekacauan bermula. Kelahiran Delapan Batu Ramalan, kebencian Hydra, perbudakan dan segala kekejian lainnya. Malapetaka yang lahir di seribu tahun lalu, kisah seorang pria yang hilang dari dunia.

“Aku harap kamu melihat pesanku ... untukmu di seribu tahun yang akan datang.”

Trilogi dari novel The Legends of Creator Hero tiba!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YatoNime Crack, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Salah Lihat

Niki masih berhadapan dengan Gilda dan petualang lainnya. Sampai beberapa menit yang lalu Niki dan regunya terpojok hingga tahap hampir dikalahkan.

Situasinya belum mendekati putus asa, tetapi sulit untuk mengubahnya ke arah lain. Sampai akhirnya Asland muncul dan menerobos garis pertahanan. Bahkan dia menghancurkan formasi serta melukai Gilda dan rekan-rekannya.

Dengan kemunculan Asland yang sekejap dan menuju kediaman Toria, hal tersebut mampu menaikkan moral pasukan mereka sehingga situasinya bisa dikendalikan lagi saat ini.

“Sial, jika bukan karena bajingan itu kamu sudah mati saat ini,” Gilda mengumpat dengan kesal dan memegang tangan kirinya yang patah.

Tangannya patah karena sebelumnya berusaha menahan Asland, tetapi dia tak cukup kuat untuk melakukannya.

Niki merasa senang karena tindakan Asland membuat posisinya diuntungkan saat ini. Dia cukup terkejut bahwa Gilda jauh lebih kuat darinya.

‘Aku tak berharap wanita akan mengayunkan kapak sebesar itu dengan sangat mudah,’ jerit hati Niki.

Kapaknya lebih besar dari penggunanya, Niki berpikir itu mustahil bisa digunakan dengan baik namun ekspektasinya meleset.

“Ketua kami sudah menuju kediaman Toria. Kota ini akan segera runtuh, sebaiknya kamu menyerah dengan damai,” ujar Niki.

Kota Dart saat ini sudah dikepung dari luar sehingga tak ada cara bagi siapapun untuk melarikan diri. Selain itu, para demi-human kota Dart yang terus ditindas sudah menggila.

Mereka menyerang penduduk tanpa pandang bulu dan membakar apapun yang bisa dibakar. Kota ini sudah mencapai akhir kejayaannya.

“Kamu mungkin benar namun itu tidak berguna jika aku menyerah maka sama saja aku akan mati. Lebih baik bertarung sampai akhir jika akhirnya tetap sama,” ujar Gilda, tersenyum masam.

“Itu tergantung. Jika kamu mau bersumpah setia pada ketua maka kamu bisa mendapatkan nyawamu.”

Niki yakin jika Asland tidak akan menolak orang sekuat Gilda. Mereka saat ini perlu keberadaan orang kuat untuk memperbesar pengaruh Spear Rebels.

Semakin kuat mereka maka tujuan besar Spear Rebels untuk membebaskan demi-human akan terwujud. Baik cepat maupun lambat.

“Haha, tidak ada keuntungan untukku. Jika kamu hanya ingin menghancurkan banyak tempat dan menuntut keadilan atas demi-human maka itu tindakan bodoh,” ujar Gilda.

Niki memejamkan matanya dan tersenyum, “Dulu kami mungkin seperti itu, tetapi sekarang berbeda. Tujuan kami telah berubah. Aku bisa menjanjikan satu hal padamu.”

Niki menyampaikan dengan kemampuan Gilda maka dia akan mendapatkan posisi penting di Spear Rebels atas rekomendasinya. Tak hanya itu, Niki menjelaskan bahwa Spear Rebels akan segera menjadi kelompok yang tidak bisa dianggap remeh.

Alasannya menceritakan begitu banyak lantaran Gilda terlihat memiliki ketertarikan untuk bergabung. Toh, dia hanya seorang petualang yang berusaha untuk bertahan hidup.

Tidak peduli meski harus berpindah sisi dan melakukan tindakan kotor, pada akhirnya semua dia lakukan untuk hidup. Yang lemah takkan bisa bertahan di dunia ini.

“Jangan dengarkan dia!” ujar petualang lainnya.

“Kamu hanya akan diperdaya olehnya!”

“Diperdaya?” tanya Niki. “Di dunia ini kita hanya diperdaya! Baik manusia maupun setengah manusia!” bentak Niki.

Untuk hidup rakyat jelata perlu diperdaya oleh mereka yang memiliki kekayaan. Jika tidak begitu maka rakyat jelata tidak akan hidup. Oleh karena itu mereka rela menurunkan harga dirinya untuk menjilat pada penguasa.

“Hidup adalah tentang bagaimana kamu memperdaya orang lain! Bergabunglah denganku, kamu takkan diperdaya! Yang ada hanya kamu memperdaya orang lain sebagai penguasa!”

Mendengar kata-kata Niki, Gilda tampak berseri-seri. Dia kemudian mengayunkan kapak besarnya ke petualang yang sebelumnya memperingatinya.

Gilda tersenyum lebar, “Mari dengarkan apa yang akan kamu tawarkan untukku!”

Niki ikut tersenyum. Berkat perubahan tujuan Spear Rebels, kini dia takkan menyia-nyiakan kekuatan seperti Gilda.

‘Semua ini berkat pria itu. Tidak salah aku memilih percaya dan mempertemukannya dengan ketua. Dengan ini kami akan selangkah lebih dekat untuk kejayaan demi-human!’

****

Lorong yang sempit dan hanya ada penerangan melalui obor di tangan prajurit. Prajurit tersebut memimpin jalan untuk pergi keluar.

Lorong itu adalah rute pelarian Eleanor yang mana digenangi air. Tidak diketahui apakah itu air limbah atau bukan namun hal itu membuat mereka kesulitan jalan terutama Eleanor.

“Seberapa jauh lagi ujung jalan ini?” tanya Eleanor dengan jengkel selagi mengangkat gaunnya yang membuatnya sulit berjalan di atas genangan air, “ini menyebalkan!”

“M-mohon bersabar, tuan putri. Tidak lama lagi kita akan segera sampai,” balas prajurit tersebut.

Eleanor hanya mendecakkan lidahnya dengan kesal dan menurut. Jika bukan karena untuk nyawanya jadi taruhan maka dia takkan melakukan sesuatu seperti ini.

Butuh beberapa menit lagi bagi mereka menemukan cahaya lain di ujung jalan. Eleanor mampu mendengar suara seperti air terjun, dan ketika sampai di ujung terowongan dia terkejut dengan air di depannya.

“Terowongan ini dibangun di balik air terjun yang berada cukup jauh dari kota. Setelah keluar dari sini kita bisa melarikan diri menggunakan pedati yang telah disembunyikan,” ujar seorang prajurit.

Para prajurit membukakan jalan dengan sihir tanah agar Eleanor tidak kebasahan ketika keluar.

Di tempat lain yang tak jauh dari air terjun terdapat sebuah pedati yang cukup mewah dan sepasang kuda. Eleanor terkejut bahwa Gildartz memikirkannya semuanya sedetil ini sampah menyiapkannya.

‘Tampaknya dia telah meramalkan situasi buruk seperti ini akan terjadi,’ batin Eleanor, sedikit terkejut.

Prajurit membutuhkan waktu untuk persiapan. Mereka bertujuh, tidak semuanya bisa masuk ke dalam pedati yang sama dengan Eleanor karena perbedaan kasta. Mereka juga tampak ragu untuk naik selain orang yang ditugaskan menjadi kusir.

“Aku tidak masalah berbagi. Mau bagaimanapun kita harus bergegas cepat, kalian juga perlu melindungiku,” ujar Eleanor dengan sedikit enggan.

“Di-dimengerti!”

Para prajurit duduk di dalam pedati yang sama. Meski begitu tak ada satupun cukup memiliki nyali duduk di sisi Eleanor. Mereka rela duduk berdempetan.

Toh, sudah sewajarnya seperti itu lantaran perbedaan kasta yang begitu jauh. Bahkan Eleanor sendiri enggan duduk berhadapan dengan rakyat jelata seperti mereka namun sayangnya tak ada opsi lain.

Saat dalam perjalanan Eleanor hanya melihat ke jendela, memandang pepohonan yang kabur. Baginya itu tampak membosankan sampai tiba ketika dia melihat seorang pria diantara pepohonan itu. Waktu seakan-akan berjalan lambat saat Eleanor menemukan pria itu.

‘Dia ... tidak mungkin,’ jerit batinnya.

Pria yang wajahnya tidak asing untuknya, terutama tatapan tajam dan penuh tekad. Wajah dari orang yang tidak mudah menyerah dan melepas tujuannya.

“BERHENTI!” teriak Eleanor.

Kereta kuda berhenti dengan kasar, para prajurit menjadi bersiaga dan siap bertempur setelah terhuyung-huyung.

“Ada apa, tuan pu— tunggu, tuan putri!”

Prajurit hendak bertanya tentang alasan mereka berhenti, tetapi sebelum itu terjadi Eleanor telah pergi meninggalkan mereka.

Dia berlari menuju hutan, menoleh ke segala arah dengan tergesa-gesa namun anehnya tidak ada apapun yang bisa ditemukannya.

“Di mana kau? Jangan bersembunyi dariku dan cepat keluar!” teriaknya.

Eleanor menunggu beberapa waktu sampai prajurit menghampirinya dan membentuk formasi melindungi.

“Apa anda menemukan sesuatu, tuan putri?!” tanya salah seorang prajurit, melihat ke berbagai arah untuk tidak menemukan apapun selain pohon.

Eleanor tak menjawab. Dia hanya melakukan pencariannya yang tidak berarti.

‘Apa aku salah lihat? Tidak ada siapapun di sini selain prajurit-prajurit ini,’ pikirnya.

Tak ada Mana dari siapapun selain prajurit dan dirinya di sekitar sini. Mustahil seseorang bisa melarikan diri sangat cepat.

“Apa ada yang salah … tuan putri?” tanya prajurit dengan sedikit khawatir.

“Tidak … hanya aku mungkin salah lihat. Mari kita kembali.”

Eleanor segera kembali ke pedati dan melanjutkan perjalanan menuju ibukota. Dalam perjalanan tersebut dia masih memikirkan yang dia lihat sebelumnya.

‘Tidak mungkin itu dia … dia telah mati tepat di depan mataku. Aludra tak mungkin masih hidup.’

1
Ibrahim Rusli
ku kira bakalan op eh malah kayak ekek si MC sudahlah ijin pamit AQ thor
Nur Choiri
bro udah gk lanjutan?
Fitra 87: yayayayayaya...
udah mau setahun nih bro
total 2 replies
Fitra 87
jangan lupa kejamnya di ceritakan..
hehehe
Fitra 87
Hoho mantap, ada kejamnya
Fitra 87
budak s
Fitra 87
jelaskan kenapa aludra berubah, biar paham pahlawan bego itu 😁
Fitra 87
pesta
Fitra 87
proses kejamnya di ceritain lagi bisa thor
Yatooo: gw pernah menuliskan adegan mengerikan tertentu, namun karena terlalu mendetil menyebabkan chapter itu tidak lolos review. Oleh karena itu dalam hal ini gw serahkan pada imajinasi kalian sebagai pembaca!
total 1 replies
Fitra 87
gang b
Fitra 87
/Coffee/
Fitra 87
musuh
Fitra 87
/Facepalm/
Fitra 87
/Grievance/
Fitra 87
/CoolGuy/
Sasuke
bagus👍
Sasuke: baiklah 🗿
total 2 replies
Sasuke
masa kemunculan aludra jadi keingat masa kemunculan rigel yang sama sama mengejutkan raja, rakyat, dan pahlawan
Yatooo: wkwk gk diduga masih ada yang ingat tentang Rigel. Ya begitulah. Gw berusaha menampilkan kemiripan antara ayah dan anak ini di beberapa aspek
total 1 replies
Ajis 01
gapapa thor gw suka ko, asal rajin up sama selesain sampe tamat ya wkwk
Sasuke
nga tau mau komen apa
Sasuke: sama dong
total 2 replies
Ajis 01
update yg banyak dong Thor
Sasuke
merela?
Sasuke: gapapa, cuman mau ngasi tau aj, dan kalo ga salah komen ad mendukung juga kan? kalo iya ya biar sekalian aj gitu
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!