NovelToon NovelToon
AMNESIA BRINGS LOVE

AMNESIA BRINGS LOVE

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / CEO Amnesia / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Tamat
Popularitas:720k
Nilai: 4.9
Nama Author: LichaLika

Namaku Nurul Cinta, Aku berusia 19 tahun, gadis desa yang biasa berjualan di warung kopi milik Bapak, kenapa Bapak memberikan nama itu, karena Bapak berharap Aku bisa memberikan cahaya cinta kepada orang-orang di sekeliling ku.

Hingga suatu hari, Aku menemukan seorang laki-laki yang tengah tergeletak di atas bangku warung kopi milik ku, Pria itu tampak terluka parah, Karena kasihan, Aku dan Bapak membawa pria asing itu pulang ke rumah untuk kami rawat. Tak disangka kami pun jatuh cinta.

Hingga suatu hari pria itu pergi entah kemana, disaat Aku dan dia sudah resmi menjadi suami istri, dia pergi tidak bilang-bilang. Hingga akhirnya Aku dan Dia berjumpa kembali di suatu tempat yang berbeda, Dia pun terlihat lebih modern dan tidak mengenaliku. Mas Tejo yang biasa berpakaian kaos oblong dan celana tiga seperempat, kini Ia berubah menjadi seorang Sultan. Siapakah Dia? Kenapa Dia tidak mengenali ku lagi? Apa salahku padanya?

Akankah Nur dan Tejo bisa bersatu lagi?😊❤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LichaLika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tamparan Nur

Aku berhenti dan membalikkan badan sembari ku usap air mataku agar dia tidak melihatku sedang menangis. Aku melihat Mr. Alvaro menatapku dengan tatapan yang tajam. Kemudian Ia mulai berjalan menghampiriku.

"Kamu, dengarkan Aku baik-baik! Tentang kejadian kemarin malam, Aku berharap kamu tidak mengingatnya lagi, jangan pernah berharap Aku akan bertanggung jawab, itu semua hanya sebuah kesalahan, Aku tidak pernah menginginkan apalagi bermimpi bercinta dengan seorang wanita, apalagi dengan wanita seperti mu! Pastinya bukan Aku saja, kan! Pria yang berhubungan denganmu, sebelumya Aku menangkap basah kamu dan Andre berada di ruangan ini dan ...."

"Plaaakkk" sebuah tamparan keras mendarat pada wajah Mr. Alvaro, Aku begitu marah saat dia menuduhku seperti itu, tangan ku reflek memukul pipi itu sekeras-kerasnya, dengan tatapan penuh kekecewaan Aku berkata padanya, "Saya tidak serendah yang Mister tuduhkan, ternyata dugaan saya selama ini salah, ternyata Anda begitu kasar dan sangat menyakitkan, Saya sangat menyesal sudah menganggap Anda sebagai pria yang baik, seharusnya dari dulu Saya sudah melupakan Anda. Saya tidak akan pernah melupakan kata-kata Anda hari ini, siapa pun Anda, Saya tidak perduli lagi, permisi!"

Setelah puas Aku mengatakan hal itu, Aku segera pergi meninggalkan ruangannya, dia hanya menatapku dengan tatapan yang serius sembari mengusap pipinya yang sudah ku tampar tadi, Aku pergi dan ku tutup pintu itu sedikit kasar, hatiku benar-benar sakit saat suamiku sendiri menuduhku seperti itu, Aku menyandarkan tubuhku pada dinding di luar ruangan Suamiku, Aku menangis menumpahkan segala kekecewaan ku padanya, hingga akhirnya Giman datang melihatku yang sedang menangis diluar ruangan Mr. Alvaro.

"Kamu kenapa? Kamu menangis?" kata Giman kepadaku, Aku pun segera mengusap air mataku dan berpura-pura tidak terjadi apa-apa.

"Ndak apa-apa, Pak! Saya cuma kelilipan, permisi!" kataku sambil pergi meninggalkan tempat itu, sementara Giman terus menatapku dengan iba.

Aku berjalan sedikit terburu-buru menuju ke pantry, hingga tak sengaja Aku menabrak seseorang yang sedang berjalan.

"Aww ... maaf, Pak! Maafkanlah Saya, Saya tidak sengaja." kataku kepada pria dengan postur tinggi tegap sama seperti postur Mr. Alvaro, Suamiku. Dia tidak marah, justru dia menanyakan keadaanku.

"Kamu nggak apa-apa?" tanyanya sembari melihat diriku. Aku pun menggelengkan kepala dan berkata tidak apa-apa. Kemudian pria itu mengulurkan tangannya kepada ku dan menyebut namanya Farid.

"Kenalkan! Aku Farid Pramono, biasa dipanggil Farid, kamu? Siapa namamu?" tanyanya padaku, kok dia nggak marah sih, justru dia minta berkenalan dengan ku yang seorang cleaning servis. Aku pun menyambut uluran tangannya dan berkata, "Nama Saya Nurul Cinta, Pak! Biasa di panggil Nur." jawabku sembari menundukkan wajah ku.

"Nur! Baiklah senang bisa berkenalan dengan gadis secantik kamu, kamu bekerja di sini?" tanyanya sekali lagi. Aku pun mengangguk, "Iya, Pak! Saya cleaning servis baru di kantor ini." jawabku.

"Ohh ..." Dia tampak manggut-manggut mendengar ucapan ku, karena Aku harus segera pergi ke pantry, Aku pun pamit kepada nya untuk segera pergi.

"Permisi, Pak! Saya harus pergi." pamit ku kepada pria yang berpakaian rapi itu. Tapi, dia justru memanggil ku kembali.

"Tunggu, Nur!"

Aku pun berhenti dan menoleh kepadanya. "Iya, Pak! Ada yang dapat saya bantu?" kataku. Kemudian Ia mengeluarkan sebuah kartu nama dan Ia berikan kepadaku.

"Ini kartu namaku, jika kamu membutuhkan sesuatu atau perlu bantuan, kamu bisa menghubungi nomor itu." katanya sembari memberikan sebuah kartu nama atas nama Bapak Farid Pramono.

Aku pun menerima kartu nama itu, "Terima kasih, Pak! Kalau begitu Saya permisi dulu, Mari!" Aku pun segera pergi meninggalkannya, Aku lihat kartu nama itu, sepertinya dia bukan orang sembarangan, mungkin dia adalah rekan bisnis Suamiku. Anehnya pria itu begitu baik, berbanding terbalik dengan Mr. Alvaro yang arogan dan dingin, pria ini begitu ramah dan sopan. Aku pun menyimpan kartu nama itu dalam saku.

*

*

*

Di waktu yang bersamaan, di dalam ruangan Mr. Alvaro, Giman datang memberi tahukan jika Pak Farid sudah datang. Namun, Giman melihat Bos-nya itu sedang duduk sambil memegang pelipisnya, seolah dirinya terlihat memikirkan sesuatu. Giman pun memberanikan diri untuk bertanya kepada Bos-nya, mungkin saja telah terjadi sesuatu antara Nur dan Bos nya itu, mengingat Giman sempat melihat Nur keluar ruangan sambil menangis.

"Maaf, Mister! Kalau boleh Saya tahu, Mister dan Nur sedang ada masalah, kah? Kok tadi Saya lihat Nur sedang menangis di luar ruangan, apa Mister memarahinya? Apa dia membawakan kopi tidak sesuai keinginan Mister?" tanya Giman yang masih belum tahu permasalahan nya.

"Tidak ada! Aku hanya bilang sama dia, supaya hati-hati, dia sudah menjatuhkan map-map ini, ceroboh sekali dia, hanya karena itu saja menangis, dasar cengeng!" kata Mr. Alvaro kesal.

"Mungkin saja Nur merasa Mister sudah keterlaluan, perempuan itu ya Mister! Perasaannya itu sangat lembut, kita tuh harus berhati-hati dengan perasaan mereka, bisa jadi Nur merasa omongan Mister itu sudah melukai perasaannya." tutur Giman. Alvaro tampak mengusap wajahnya dan Ia pun beranjak untuk segera pergi menemui kliennya.

"Hah bodo amat sudahlah! Aku tidak mau lagi membicarakan tentang Nur! Dia benar-benar sudah membuat ku pusing, Aku akan menemui Pak Farid." kata Alvaro dengan sikap dinginnya. Giman pun langsung berkata sebelum Mr. Alvaro keluar dari ruangan nya.

"Mister jangan berkata seperti itu, Saya berharap Mister tidak menyesal telah berkata itu, siapa tahu suatu hari nanti Mister akan memuji Nur, Mister akan membutuhkan dan mencarinya, apapun bisa saja terjadi, Mister!" ucap Giman mengingatkan.

"Apa katamu? Aku akan membutuhkan Nur? Memang siapa dia? Ada-ada saja kamu, sudah! Kita ke ruangan rapat, buang-buang waktu membicarakan gadis itu." Alvaro segera keluar dari ruangan nya dan menuju ke ruangan rapat, sejenak Ia melihat Nur sedang berbicara dengan seorang laki-laki. Entah kenapa Alvaro terlihat tidak senang melihat Nur bersama seorang pria yang Ia ketahui itu adalah Farid Pramono, rekan bisnisnya yang baru tiba di kantornya.

Alvaro berhenti dan melihat bagaimana keduanya terlihat akrab, Ia juga melihat jika Farid memberikan sesuatu kepada Nur, kedua tangan Alvaro tampak mengepal erat, sementara itu Giman yang melihat ekspresi Bos-nya terlihat begitu terkejut, Ia pun kaget kenapa Bos-nya tiba-tiba bersikap seperti itu, seolah-olah Bos-nya itu sedang cemburu melihat Nur dekat dengan Farid.

"Mr. Alvaro terlihat aneh banget! Dia nggak mau membicarakan Nur, tapi giliran Nur dekat dengan Pak Farid, kok kayak cemburu sih, benar-benar aneh, apa jangan-jangan Mr. Alvaro mulai menyukai Nur? Kelihatan banget dari muka nya njiirr, kayak singa mau nelen kepala ayam aja!" batin Giman sembari memperhatikan wajah Alvaro yang tegang itu.

...BERSAMBUNG...

...Yang suka kisah Nur dan Mas Tejo, hayuk berikan dukungan kalian, dan jangan lupa vote nya 🥰🥰😘...

1
Katherina Ajawaila
Giman tes DNA aja selesai ko di buat ribet sih, muter aja seperti gang sing🥰
Katherina Ajawaila
Alva bos Somplak, edan plinplan ngk jelas mesti kejedot lagi pasti langsung mudeng dia
Katherina Ajawaila
kalau kerja jgn pakai bengong Nurul udh tau tejo lg ngk mudeng sm kamu. walau dia suami mu tapi otak lg gesrek🥳
Katherina Ajawaila
Tejo., edan yg kamu ngerasa enak org mmg tempat anak cintanya bersarang rugi. ya Nur lah 🤪
Katherina Ajawaila
apa Tejo hanya sengaja ua thour, kasihan amat liat Nur,
Katherina Ajawaila
pasti suami nya, ya thour, Tejo
Katherina Ajawaila
semoga saja Tejo ingat ttg anaknya Nur ya thour, dan. kalungnya tetap msh dipakai
Katherina Ajawaila
Andre, di kira nyawa manusia nyamuk x y, nyawa itu yg kuasa yg punya, tunggu tgl main nya 🤬
Katherina Ajawaila
untung outhour ada artinya, aku bacanya ngk ngerti, maaf ya thour 😎
Katherina Ajawaila
Nurul ayu tenan, , cocok lah dgn Mas tejo aka Nurul 🙅‍♀️
ira rodi
bisa2 nur keguguran krn stres akibat ulah alvaro....
ira rodi
kelewat sekali nurmasa dari awal kerja ceroboh trs...apa gak bisa gt kerja yg becus....
Anggita Putri
Giman,, seprti nama Abang tukang bakso di kmpung ku Thor 😁🙏🙏
Dyah Oktina
ending happy lan sedih... tp masih blm tuntas nih ceritanya... masih mau nambah...
Dyah Oktina
dasar munafik...
Dyah Oktina
yo ngak nolak... la memang enak to nur...
Dyah Oktina
😂😂😂😂😂 cah polos... tp wes nyekeli ekor buaya... wah.. gawat tenan
Dyah Oktina
adik keponakan.. atau adik sepupu thor???🤭
Dyah Oktina
Lumayan
Dyah Oktina
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!