Xiang Shin adalah seorang pemuda yang dipanggil ke dunia lain dan mendapatkan tugas mengalahkan Raja Iblis. Setelah tugasnya selesai, ia akan dikirim kembali ke dunianya, namun karena suatu kesalahan, ia malah terlempar ke dunia kultivator
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ardian Uzumaki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch.28 - Token Emas Ungu
Xiang Shin duduk berhadapan dengan Lao San dan Nona Huang dengan meja kaca sebagai pembatas.
“Huang Yu, bukankah sekarang kau seharusnya menjelaskan apa maksud mu memanggil ku kemari?” Suasana hati Lao San masih tidak bagus karena diganggu saat sedang menyuling pil.
“Sebelum itu biar aku perkenalkan pemuda ini adalah Xiang Shin. Adik Xiang Shin, pak tua ini adalah Lao San, manager Aula Utama di Kota Liu ini.”
“Senang bertemu dengan senior Lao San,” Xiang Shin menangkupkan tangannya.
Lao San masih meremehkan Xiang Shin jadi ia tidak membalas dengan salam hormat melainkan dengan anggukan saja.
Xiang Shin sama sekali tidak tersinggung dengan hal itu. Ia menghormati dan menghargai orang tua sebagaimana hukum dari kampung halamannya, tentu saja itu akan berlaku selama orang tua itu bukanlah orang jahat dan tidak membuat masalah dengannya.
“Pak tua, aku memanggil mu karena ingin menunjukkan ini,” Nona Huang mengeluarkan satu botol Eliksir.
Nona Huang dan Lao San merupakan saudara seperguruan, mereka memiliki guru yang sama. Dulu mereka sering kali bertengkar meskipun hanya cekcok mulut saja hingga sekarang keduanya bersikap seperti saling tidak menghormati.
Namun bukan berarti hubungan mereka buruk, keduanya sebenarnya saling peduli satu sama lain hanya saja karena gengsi sebab dulu mereka sering bertengkar membuat mereka menjadi seperti ini.
“Apa ini, ramuan obat?” Lao San melihat sebotol Eliksir itu dengan teliti.
Nona Huang menjelaskan sedikit mengenai Eliksir yang ia ketahui, “cobalah kau minum, kau pasti akan terkejut merasakan manfaatnya.”
Lao San membuka tutup botol dan mencium baunya terlebih dahulu. Apa yang ia pikirkan kurang lebih sama dengan Nona Huang saat pertama kali mencium bau Eliksir.
Dengan mencium bau, Lao San bisa langsung mengetahui kalau Eliksir itu sama sekali tidak mengandung hal buruk seperti racun.
Ia pun langsung meminumnya dalam sekali tegukan.
“Ini...” Lao San bisa merasakan manfaat Eliksir mengalir ke seluruh tubuhnya. Ia segera bermeditasi menyerap manfaat Eliksir.
Selang beberapa menit, Lao San membuka matanya dengan ekspresi kagum.
“Apa sebenarnya ini?” Lao San menoleh kearah Nona Huang dengan ekspresi ingin tau.
“Bukankah sudah aku katakan kalau itu ada Eliksir,” Nona Huang kemudian menjelaskan mengenai Eliksir lebih lanjut.
“Apa? Hanya menggunakan elemen air bahkan tanpa tungku? Bagaimana mungkin?!” Lao San yang sudah hidup 200 tahun lebih dengan mengabdikan diri mempelajari Alkimia jelas sulit mempercayainya.
“Anak muda, apa kau benar-benar orang yang membuat Eliksir ini? Jika benar maka segera tunjukan pada ku untuk membuktikannya!” Lao San tidak bisa mengendalikan dirinya hingga berkata dengan nada memerintah.
“Pak tua, aku bukanlah bawahan mu yang bisa kau perintah seperti itu,” Xiang Shin memasang ekspresi datar.
“Hah?! Jika kau tidak ingin memperlihatkannya maka jangan salahkan aku...”
*Wooosss!!
Sebelum Lao San menuntaskan kalimatnya, aura kuat keluar dari tubuh Xiang Shin, membuat Nona Huang dan Lao San merasakan tekanan hingga memaksa mereka menggunakan banyak energi agar tidak jatuh ke tanah.
“Kau akan apa? Aku ingin melihat apa yang bisa kau lakukan pada ku!” ucap Xiang Shin dengan penuh dominasi.
Mereka berdua tidak menyangka ternyata Xiang Shin adalah kultivator tingkat Martial Lord. Terutama Nona Huang yang jelas paling terkejut.
“Hm! Kau berani menekan ku seperti ini.. kau akan menjadi buronan Sekte Pil Dewa jika kau...”
*BUK!
Nona Huang memukul kepala Lao San, ia sangat kesal karena pak tua itu sama sekali tidak mengerti situasi saat ini. Identitas Xiang Shin masih belum jelas, mereka tidak boleh sembarangan mempermainkannya, terlebih saat ini mereka sangat membutuhkan Xiang Shin.
“Adik kecil, pak tua bau ini memang sudah tidak waras, jadi bisakah kau menghilangkan tekanan mu?” Nona Huang sudah kesulitan untuk duduk tegak.
“Huang Yu, apa yang kau...”
“Sudahlah! Kau diam saja!”
Xiang Shin menghilangkan tekanannya, membuat Nona Huang bernafas lega.
“Aku mungkin masih muda tapi aku bukanlah orang bisa kau permainkan. Aku mungkin tidak suka membuat masalah tapi aku tidak pernah takut pada masalah!..
Dan satu hal yang tidak aku sukai adalah seseorang yang mengancam orang lain hanya karena statusnya yang tinggi. Jika kalian masih tidak menunjukkan rasa hormat maka aku tidak akan keberatan untuk memberi kalian sedikit pelajaran!” Xiang Shin sedikit membocorkan aura membunuh, menunjukkan jika ia memang tidak main-main.
Lao San dan Nona Huang menjadi sedikit pucat merasakan aura membunuh itu. Meskipun hanya sekilas tapi itu terasa sangat pekat membuat mereka seolah merasa berada di tempat yang penuh darah.
Nona Huang tidak menyangka pemuda ramah dan murah senyum didepannya ini ternyata sangat mengerikan jika sedang serius.
“Baiklah adik kecil, mari kita lupakan kesalahpahaman ini terlebih dahulu. Kami ingin menawarkan bisnis dengan adik kecil.”
“Akan aku dengarkan.”
“Adik kecil, kami ingin membeli teknik meramu Eliksir milik mu. Katakan saja harga yang kau inginkan, kami akan membayarnya,” Nona Huang memasang wajah serius.
“Nona Huang, seharusnya kau sebagai Alkemis mengetahui kalau teknik Alkimia seorang Alkemis merupakan harga diri mereka. Menjual teknik Alkimia sama saja dengan menjual harga diri, terlebih teknik meramu Eliksir milik ku adalah teknik original!..
Dan Nona Huang seharusnya paham seperti apa arti harga diri bagi para Alkemis.”
Xiang Shin sebenarnya memiliki banyak teknik meramu Eliksir yang umum di dunianya sebelumnya. Bisa saja ia memberikan teknik umum itu pada mereka kemudian bisa meminta harga yang dia inginkan.
Namun Xiang Shin yang sekarang berniat beradaptasi dengan dunia kultivator ini harus bisa bersikap sedikit serakah. Jika ia bisa mendapatkan lebih banyak keuntungan maka ia akan berusaha mendapatkannya.
Nona Huang menggigit bibirnya. Ia sangat menginginkan teknik meramu Eliksir. Jika ia mendapatkannya maka itu akan memberikan keuntungan besar bagi Sekte Pil Dewa.
“Aku tau dan sangat memahami hal itu, karena itulah kami tidak menentukan harganya sebagai bentuk penghormatan atas adik kecil dan membiarkan adik kecil menentukan harganya sendiri.”
“Bagaimana jika begini saja, aku bisa memberi teknik dasar serta teorinya, kalian bisa mengembangkan sendiri teknik dasar itu nantinya. Aku rasa ini cukup kan?”
“Itu sangat bagus, jika kami sudah tau dasar-dasarnya maka kami pasti bisa mengembangkannya nanti,” Nona Huang menjadi antusias kemudian menoleh kearah Lao San yang tadi merasa sebagai obat nyamuk, “Lao San, mana token emas ungu milik mu?”
“Untuk apa?”
“Sudahlah berikan pada ku!”
“Haisss,” Lao San hanya bisa menuruti keinginan Nona Huang.
“Adik kecil, ini adalah Token Emas Ungu dari Sekte Pil Dewa. Jika adik kecil melakukan pembelian dimanapun di Aula Obat, adik kecil bisa menerima diskon 20%.”
“Huang Yu, apa kau serius ingin memberikan token itu pada pemuda ini? Kau seharusnya tau ini adalah Token milik guru, hanya para Tetua Sekte saja yang memilikinya.”
“Diam! Biar aku yang bertanggung jawab jika guru marah nanti,” Huang Yu yakin gurunya tidak akan marah, malah akan memberinya penghargaan nanti.
cmn bisanya teriak..
cerita g mutu
ketika melihat anakny mati cmn diem g bs bicara..
km bikin akhir cerita yg sgt juelek thor..
jujur awal aq suka, tp makin kesini makin menjemukan