Jika aku bisa memilih antara dia atau dirimu maka aku tak kan pernah ingin mengenal kalian..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Selvi Noviyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 28
Beberapa Bulan telah terlewati. kedua anaknya mulai menunjukkan kepintarannya. Mertuanya yang selalu membantu Dion untuk menjaganya.
Dion menatap semua berkas yang ada di depannya, membaca dengan teliti setiap tulisan yang ada di depannya. Untuk sekejab semua fikirannya fokus dengan usahanya yang kini mulai stabil.
Tak ada kecerian di dalam dirinya, sifat sikapnya yang dingin kini semakin membeku. Kerjanya yang cekatan serta serius membuat para pegawainya takut, dan harus benar-benar teliti untuk memberikan berkas yang akan di lihat oleh sang bos, melakukan kesalahan sedikitpun akan membuat mereka kehilangan pekerjaannya. Tak ada toleransi yang di berikan untuk memperbaiki suatu pekerjaan,Dion yang terlalu ingin bagus dan juga teliti saat menerima berkas yang di dapatnya membuatnya cepat mengembangkan usahanya.
Tanpa terasa waktu cepat berlalu, Seluruh pegawai yang ada di kantornya satu persatu telah pulang dan Dion pun menyusun semua berkas yang ada di mejanya. Ia melirik jam yang ada di tangannya, lalu ia pun berjalan menuju pintu, ia mengunci ruangannya dan meninggalkan ruangannya yang terlihat rapi.
Di dalam mobilnya dengan kecepatan sedang ia menuju rumahnya, membersihkan diri lalu kembali pergi ke rumah sakit untuk menjaga istri dan menjemput kedua anaknya. Kegiatan yang selalu ia tekuni tak ada kata lelah walaupun terlihat jelas di sorot matanya yang begitu lelah yang juga terlihat gpresan hitam di bawah mata menandakan jika ia kurang beristirahat.
Saat Dion selesai membersihkan diri saat itu juga dering ponselnya berbunyi. Dion dengan cepat mengangkat panggilan sang ibu mertua.
"Hallo .. Assalammualaikum bu" ucap Dion yang kini sedang mengenakan baju kaos putih
"Wa'alaikumsalam warohmatullahi wabarokatu nak.. Kamu lagi di mana?" Tanya sang ibu
"Dion baru pulang dan ini baru selesai mandi bu, apakah ada yang terjadi bu?" jawab Dion yang kini menatap kaca dengan merapikan rambutnya
"Tak ada, ibu hanya ingin memberi kabar jika Dera kini terlihat mulai stabil ia sudah siuman. Sungguh mukjizat Allah diberikan pada kita . Dera dapat merespon ucapan kita dan kini ibu dan juga ayah sedang menjaganya.." cerita Sang mertua yang terlihat mulai serak
"Alhamdulillah ya Allah.. Tunggu bu, Dion akan ke rumah sakit " ucap dion
"Ahh ibu dan ayah sudah makan belum?" Sambung dion yang mulai melangkahkan kakinya menuruni tangga
"Sudah nak.. ayah tadi beli di kantin " jawab sang ibu.
"Baiklah, Dion akan kesana bu.. Dion tutup dulu bu, Assalammualaikum " ucap Dion yang kini sudah masuk di dalam Mobil.
"Wa'alaikumsalam warohmatullahi wabarokatu nak.. Hati-hati ya .." Jawab sang ibu
Setelah mendengarkan jawaban sang mertua Dion pun mematikan panggilan ponselnya, lalu menghidupkan mesin mobilnya. Ia mengendarai dengan kecepatan sedang. Senyuman serta ucapan Hamdalah atau Alhamdulillah adalah bentuk syukur yang selalu ia ucapkan setiap saat.
Rasa legah dalam hatinya kini terlihat jelas tanpa terasa ia pun sampai di rumah sakit. Dengan langkah yang cepat ia menuju ruangan di mana sang istri yang kini di rawat ia tak sabar menemui sang istri rasa rindu yang bersemayam di dalam dirinya kini dapat terobati, penantian selama ini tak sia-sia. Rasa syukur selalu ia ucapkan berkali-kali. Penantian dan keyakinannya selama ini akhirnya terobati.
"Assalammualaikum.." ucap Ali saat sampai di ruangan sang istri yang kini sedang di rawat
"Wa'alaikumsalam warohmatullahi wabarokatu " jawab semua orang yang ada di dalam ruangan termasuk suara sang istri yang sangat ia rindukan
Dion melangkah kan kakinya mendekat ke arah sang istri menatapnya dengan tatapan percaya dan tidak percaya, perempuan yang ia rindukan perempuan yang sangat ia cintai kini kembali dengan senyuman yang tersemat di bibirnya.
"Sayang.." panggil Dion dengan menyentuh wajah sang istri
" Alhamdulillah ya allah.. " batin Dion yang kini terlihat tersenyum menatap Dera yang juga tersenyum melihat dirinya
"Mas.. " panggil Dera dengan suara yang lirih
Justru karena mencintai itu rela mengalah membiarkan Dia bahagia dengan Dunianya dan kebebasannya tanpa harus terkekang dengan segala aturan yg kita buat.
Level tertinggi mencintai itu, ketika kita rela melepaskannya disaat hati sangat mencintainya 😊
Hingga akhirnya jatuh sejatuh²nya dan berakhir dengan kecewa dan luka.
Apabila semua itu blm siap maka jaga hati untuk tidak jatuh cinta 🤧
Bukan perpisahan yang ditangisi, tapi pertemuan yang harus disesali..
Kecewa sama diri sendiri dan hati yang begitu mudahnya jatuh cinta dan terbuai 🥺
ada hubungan apa merekaa sama dera..