NovelToon NovelToon
NONA MAFIA DAN DOKTER MENAWAN

NONA MAFIA DAN DOKTER MENAWAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Balas Dendam / Mafia / Chicklit / Dokter / Tamat
Popularitas:92.6k
Nilai: 5
Nama Author: LIDIA KAY

Berencana menghancurkan kehidupan dokter Tara Yudhistira, siapa sangka Alga Rudolp sang Nona Mafia justru terperangkap dalam sebuah pelarian panjang bersama pria itu.

Ini adalah kisah tentang tumbuhnya cinta diantara seorang gadis pemimpin klan mafia dengan seorang dokter, dalam upaya mereka yang bahu-membahu menyelamatkan diri dari kejaran maut yang terus mengintai.

Mampukah cinta mereka tetap bersemi ...?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LIDIA KAY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BENDA SERUPA

"Barusan, kau sudah mendengarnya sendiri kan?"

Sepasang mata Alga yang lengkap dengan kedua alisnya yang bertaut terlihat bersinar takjub bercampur heran mendengar kalimat ringan Tara, usai pria itu mengakhiri hubungan telepon dengan seseorang diseberang sana, yang tak lain adalah Samuel Alfonso.

"Tuan Samuel Alfonso telah menyanggupinya. Dia yang akan membereskan segala urusan menyangkut gadis pelayan itu, sesegera mungkin."

Kali ini mulut Alga bahkan ikut terbuka, terkesima dengan setiap ucapan yang meluncur mulus dari mulut Tara.

Rasanya wajar saja jika Alga sama sekali tak menyangka bahwa sejak tadi Tara bisa begitu luwes berbicara sekaligus berurusan dengan Tuan Samuel Alfonso.

Ada apa gerangan?

Apakah itu berarti keduanya telah saling mengenal satu sama lain?

Entahlah.

Alga malas menebak-nebak, meskipun kenyataannya dirinya juga penasaran melihat Tara yang begitu mudah terhubung dengan Tuan Samuel Alfonso, bahkan sampai bisa meminta pertolongan dengan begitu enteng dan disanggupi pula!

"Bagaimana kau bisa mengenal Tuan Samuel Alfonso?" tanya Alga yang tak tahan untuk bertanya.

"Aku adalah salah seorang dokter bedah yang handal, sudah pasti punya circle yang luas. Kau pikir aku seperti dirimu ...? Yang hanya punya musuh dimana pun kau berada ...?"

Alga melengos kesal mendengar ucapan Tara yang jelas-jelas menyindirnya dengan telak sekaligus menyombongkan dirinya. Namun belum sempat Alga membalas, Tara sudah lebih dulu bangkit dari duduknya dan beranjak kearah nakas kecil yang ada didekat ranjang.

Detik berikutnya Alga hanya bisa menyaksikan kesibukan kecil Tara yang bergerak kesana-kemari, khas orang yang sedang berkemas

"Dokter Tara, kenapa kau membereskan semua barang-barangmu? Memangnya kau mau pergi kemana?"

Lagi-lagi, karena tak tahan untuk bertanya akhirnya Alga pun nekad beranjak mendekati sosok Tara.

"Bukan aku, tapi kita." jawab Tara sambil lalu.

"Kita ...??"

"Ya, kita. Kau ... dan aku."

"Tapi kenapa ..."

"Kenapa? Masih bisa bertanya kenapa? Setelah berkali-kali kau selalu berada dalam sebuah kekacauan, dan yang kau lakukan adalah terus terhubung denganku, kau pikir hidupku bisa kembali tenang?"

"T-tapi ... tapi kenapa aku dan kau harus pergi bersama ...?"

"Jangan banyak bertanya." pungkas Tara.

"Tapi ..."

"Tuan Samuel Alfonso telah menyiapkan sebuah mobil di basement hotel ini. Intinya, dia ingin aku dan kau segera pergi secepatnya. Karena jika kita tetap bertahan, maka bisa-bisa kita berdua tidak akan selamat."

Alga terhenyak mendengar kalimat tegas Tara.

"Sekarang, aku tidak punya waktu banyak untuk menjelaskan semuanya kepadamu. Simpanlah seluruh pertanyaanmu nanti, itupun kalau kita bisa keluar hidup-hidup dari hotel ini ..."

Alga tidak berucap, juga tidak bergeming.

Bahkan saat Tara menyodorkan pistol yang baru saja di rampok oleh pria itu, Alga belum bisa berucap sepatah kata. Masih bingung dan tidak bisa mencerna apapun.

"Ambil kembali pistol ini untukmu, dan aku akan memegang pistol yang satunya."

Alga menerima pistol miliknya dari tangan Tara, dengan gerak tubuh yang dipenuhi keraguan.

"Aku sangat berharap, semoga kita bisa mencapai basement, tanpa memuntahkan satu butir peluru sekali pun ..."

Bertepatan dengan usainya kalimat Tara, bunyi pintu yang diketuk dari luar terdengar.

"Ada yang datang ..." desis Alga sambil menatap Tara yang justru terlihat tenang.

"Jangan khawatir. Sepertinya itu pelayan yang ditugaskan oleh Tuan Samuel Alfonso ..."

Tara beringsut mendekati daun pintu, mengintip sejenak dari door viewer, sebuah lubang intip yang berupa sebuah lubang kecil untuk memungkinkan seluruh objek di depan pintu dapat terlihat.

Tara melakukannya demi memastikan siapa gerangan orang yang berada di balik pintu, memastikan keamanan terlebih dahulu sebelum ia membuka pintu tersebut.

"Permisi Tuan, aku membawa titipan dari Tuan Samuel Alfonso."

Seorang pria paruh baya mengulurkan sebuah paper bag berukuran sedang, begitu Tara membuka celah pintunya sedikit.

"Terima kasih."

Tanpa berlama-lama pria itu langsung beranjak dari depan pintu kamar Tara, sementara Tara bergegas menutup kembali daun pintu rapat-rapat, tak lupa memutar handle roset pintu tersebut dari dalam.

"Apa itu?" Alga menatap Tara yang mendekat, sambil melirik sesaat kearah kedalam paper bag yang terlihat padat, seolah ingin memastikan isi didalamnya.

"Ini untukmu."

Wajah bingung Alga masih setia mengawasi Tara yang menyerahkan paper bag tersebut kearahnya.

Belum sempat Alga meminta penjelasan, Tara yang paham dengan kebingungan Alga telah berucap kembali.

"Itu adalah pakaian dan wig. Karena kau membutuhkan penampilan yang lebih meyakinkan, agar mudah mengelabui lawan ..."

🔳🔳🔳🔳🔳

Tara dan Alga berjalan mengendap mendekati lift, menunggu disana untuk sesaat dengan penuh kewaspadaan, sebelum akhirnya menarik napas lega karena saat pintu lift terbuka, mereka tidak menemukan satu manusia pun disana.

Tara menekan panel lift, berniat langsung menuju basement.

Keduanya tetap berdiri waspada, terlebih saat menyadari pintu lift bisa saja terbuka kapan saja di lantai berapa pun, bilamana ada orang yang juga ingin menggunakannya.

Tepat seperti dugaan, setelah dua lantai terlewat tanpa kendala, bunyi lift yang terbuka kembali mengacaukan konsentrasi Tara dan Alga yang berusaha tenang.

Tiga orang pria berpenampilan maskulin, dan seorang wanita yang berpenampilan tak kalah menarik nampak masuk kedalam lift, membuat situasi yang ada mau tak mau membuat mereka harus saling berdempetan satu sama lain.

Tara yang melihat posisi Alga yang kini diapit dua pria bertubuh kekar, refleks mengulurkan tangannya guna meraih pinggang Alga dengan gaya posesif.

"Kemarilah, sayang ..." lirih Tara, mesra.

Alga melotot galak mendengar kalimat singkat yang seolah membuat telinganya gatal dalam sekejap. Namun Alga urung melontarkan protes manakala ia menangkap kerlingan mata Tara yang seolah ingin memberitahukan sesuatu.

Dan benar saja ...

Tepat saat Alga melirik kearah yang sama dengan Tara, Alga pun mengerti.

Jas seorang pria yang tadinya berdiri tegak disampingnya terlihat sedikit terganjal sesuatu yang mencuat dari balik pinggangnya.

Tak salah lagi ... pria itu menyembunyikan sepucuk pistol dibalik bajunya yang necis.

Diam-diam pemandangan tersebut telah menjadi sebuah catatan penting untuk Alga begitupun dengan Tara.

Bahwa jika pria itu menyembunyikan sepucuk pistol di pinggangnya, maka bukan hal yang mustahil jika kedua pria lainnya pun memiliki benda serupa ....

...

Bersambung ...

1
Kartika Dewi
ok,,nyimak dulu
Jua Ria
good jooob
Khendiz
tara lucu yaaa
Khendiz
tara kok lucu yah 🤣🤣🤣🤣
Khendiz
keren analisisnya thor
LIDIA KAY: 🥰🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Khendiz
semangat kak
Khendiz
bahasanya bagus sx
Khendiz
bahasanya bagus sx... keren thor
Khendiz
aku dah mampir kak yah 🥰🥰🥰
Khendiz: siap kak... smo subscribe memang 😊😊
total 4 replies
Nur Khasanah Lulus
bagus
Rose Vasc
bonus 1 bab dong thor
LIDIA KAY: next project 🤗🙏 terimakasih SDH mampir, yuk, kepoin karya tamat aq yg lain, ada TERJERAT CINTA PRIA DEWASA,
CEO TAMPAN DAN ISTRI RAHASIA,
PASUTRI 🤗🙏
total 1 replies
y u l l i e
makasih buat karya nyah ya thoooor.....
LIDIA KAY: sama2 yuk lanjut karya tamat yg lain kak🤗🙏🙏
total 1 replies
Dewi Zahrana
bagus banget
Dewi Zahrana: semoga ada lanjutan nya...sllu suka semua karya mu kak
total 2 replies
Farida Wahyuni
kenapa tara dibenci? kan penyebab kecelakaan bukan orgtua tara, semua krn kezalahan pengemudi. kalaupun tara hidup baim brrti kebrungan berpihak padanya. aku heran sm alga nih.
Elisabeth Ratna Susanti
taburan like 👍👍👍👍👍
Wanda Revano
apa ini kak lidia rahma
LIDIA KAY: siap. terima kasih🤗🙏
total 6 replies
Elisabeth Ratna Susanti
taburan like 👍👍👍
Elisabeth Ratna Susanti
triple like 👍👍👍
Eka ELissa
smoga tara baik"...saja mak .
Eka ELissa
hdewh....jadi ikutan deg degn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!