NovelToon NovelToon
Love Me

Love Me

Status: tamat
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Cinta setelah menikah / Tamat
Popularitas:757.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: vi_via

Follow IG ; Vi_via129.

Alana adalah gadis yang baik hati dan cerdas. Tapi karena keloid di wajahnya dan penampilannya yang aneh membuat ia sering di bully di sekolah dan lingkungan tempat dia tinggal. Bahkan saudari kembarnya pun ikut-ikutan membullynya.

Hingga suatu hari pembullyan itu menyebabkan Alena saudara kembarnya koma dan Alana yang harus menanggung biaya perawatan Alena.

Sadar ia tidak memiliki apapun dan akan semakin menyulitkan hidupnya jika ia terus berhutang kepada sahabatnya. Alana memutuskan untuk menerima tawaran sahabatnya Naya untuk menikah dengan Pamannya yang terkenal dengan kata kejam, sadis dan tak punya hati. Dengan harapan ia dapat mengubah takdirnya.

Sanggup seorang Alana mengubah takdirnya menjadi lebih baik? Dan bagaimana cara dia menghadapi, pria tak berhati yang terkenal sadis dan kejam itu? Kepo in yuk.🤗🤗

Mengandung sedikit bumbu panas-panas.🤗🤗 Harap bijak dalam memilih bacaan.😘😘 follow IG vivia129. untuk visual dan segala informasi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vi_via, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ingin di sayang

" Al jangan main nyelonong masuk aja." Teriak Naya ketika Alana lebih dulu masuk kedalam ruang pribadi yang tidak tahu milik siapa.

Sebab di lantai paling atas gedung itu, hanya terdapat dua ruangan, yang satu room private khusus untuk tamu, yang satunya lagi adalah sebuah kamar yang tidak kalah dengan kamar presidential suite hotel bintang lima.

" Udah nggak papa. Dia nggak salah masuk, emang itu ruangnya kok." Sahut Andika, sembari menghentikan langkah Naya yang hendak berlari menyusul Alana. " Lagian di sana hanya ada paman kamu, paman Aaron, Sultan dan paman Heri." Lanjutnya lagi

Ucapan Andika, bukannya membuat Naya tenang! Gadis itu justru semakin panik mendengar paman Saddam nya juga ada di dalam sana. " Paman Saddam?" Tanya Naya untuk memastikan apa yang dia dengar benar.

Andika mengangguk. " Iya! Saddam paman kamu! kenapa? Kamu nggak ingin ketemu sama paman kamu?" Jawab Andika sembari balik bertanya.

" Bukan begitu__ Astaga gawat. ALANA, ALANA." Alih-alih menjawab pertanyaan Andika dengan benar, Naya justru histeris sendiri dan memanggil-manggil nama Alana kemudian berlari kecil masuk kedalam ruangan yang di masukin Alana tadi di susul Andika di belakangnya.

" Naya, Ada apa sih?" Tanya Dika tapi tidak di hiraukan Naya.

Disisi lain Alana yang main nyelonong masuk Tanpa permisi, langsung di sambut dengan pemandangan yang Aneh menurutnya. " Mereka lagi ngapain ya." Gumam Alana begitu pelan, sembari tetap berdiri di tempatnya dan menatap Aaron dan Sang suami laucknatnya yang sedang di beri servis terbaik oleh para wanita yang mereka bayar. kedua wanita itu sedang berjongkok di depan ************ mereka dengan kepala naik turun. Sementara Sultan dan Heri tengah asyik membahas pekerjaan mereka hingga keduanya tidak menyadari kedatangan Alana. Begitu juga dengan Saddam dan Aaron yang tengah memejamkan mata mereka menikmati, apa yang mereka dapat saat ini.

" ALANA, Apa yang kamu lihat? Akkhhhhh." Teriak Naya, Saat melihat ke Arah yang sama dengan Alana. Iya begitu terkejut dengan apa yang di lakukan kedua wanita malam itu. membuatnya tanpa sadar berteriak dan mengagetkan mereka yang ada di ruangan itu termasuk Saddam.

" Naya Diam." Bentak Alana sembari membekap mulut sahabatnya itu. " Telinga Aku sakit tahu." Lanjutnya lagi.

" Naya? Kamu ngapain disini. " Tanya Sultan, pria itu langsung berdiri dari duduknya dan menghampiri Naya begitu juga dengan Heri. Sementara Saddam dan Aaron terpaksa menghentikan aktivitas mereka.

" Kita disini untuk makan-makan sama cari teman paman." Sahut Alana, sementara Naya mengeleng kepalanya, meminta Alana melepaskan bekapan tangannya.

" Cari teman?" Tanya Heri sembari menaikkan salah satu Alisnya.

" Nggak, mereka kesini bareng aku! Tadi Aku ketemu mereka di bawah." Jelas Andika yang baru saja tiba.

Naya pun membenarkan ucapan Andika begitu Alana melepaskan bekapan tangannya di mulut Naya." Iya paman."

" Kok malah di bawa kesini, bukannya di antar pulang." Sahut Sultan.

" Ini juga, aku mau nganterin mereka pulang. Tapi aku bawain obat yang di minta Aaron dulu. Biar nggak bolak-balik juga." Akunya.

" Alaah, alasan aja! Bilang aja kamu mau cari kesempatan." Tuduh Heri. Ketiga pria itu terus berdebat sementara Naya menjadi pendengar setia.

Saking Asyiknya, mereka sampai tidak sadar jika Alana sudah tidak ada di antara mereka.

Gadis itu, menghampiri Saddam dan menarik rambut wanita yang masih berjongkok di depan selangk*ngan suaminya. Sehingga wanita itu menjerit kesakitan.

Ternyata benar efak dari alkohol bisa membuat orang lebih berani, seperti yang di lakukan Alana saat ini. " Kamu nggak boleh ganggu suami aku." Ucapnya sambil mendorong tubuh wanita itu hingga tersungkur di lantai. " Sana pergi. " Usirnya tanpa menghiraukan tatapan penuh tanya dari Aaron.

" Siapa kamu, aku disini tuh di bayar! dasar wanita gila." Iya ingin menyerang balik Alana tapi Aaron memberinya kode untuk tidak melakukan itu. Wanita itu pun menurut dan hanya berdiam diri di tempatnya tanpa berniat untuk pergi dari Saddam. Aaron sendiri sudah menyimpan kembali adiknya di tempat semula, saat menyadari kedatangan Naya dan Alana, begitu juga dengan Saddam.

" Adek? Jangan ngaku-ngaku ya! Mending kamu pulang cuci kaki terus tidur. Besok kan sekolah." Ucap Aaron, Ia tahu saat ini Alana sedang mabuk, di lihat cara berjalannya yang sempoyongan dan tindakannya yang kelewat berani di hadapan Saddam.

" Aku nggak mau pulang, aku mau disini aja." Jawab Alana, kemudian duduk di pangkuan Saddam dan menyandarkan kepalanya pada dada bidangnya. Membuat Aaron melongo dan tidak percaya dengan apa yang ia lihat, ekspresi yang sama juga di tunjukkan, Heri dan Sultan. Sementara Naya hanya bisa mengeleng kepala tuk kesekian kalinya, tidak percaya dengan apa yang di lakukan Alana malam ini.

" Nay! Dia sebenarnya siapa? Sahabat kamu atau Tante baru kamu?" Tanya Sultan sedikit berbisik.

" Dua-duanya paman." Jawab Naya.

" Astaga Nay, kenapa nggak bilang sih." Sesal Andika. Karena baik dia, Heri maupun Sultan sudah tahu bahwa Saddam telah menikah dan pria itu tidak menyukai istrinya, hanya Aaron saja yang belum tahu akan hal itu

" Emangnya kenapa paman?" Tanya Naya.

" Nggak papa! Sebaiknya kalian pulang sekarang." Putus Sultan, Sebab dia tidak mungkin bilang kepada Nay, Kalau Pamannya itu tidak suka kepada Alana dan berniat menyakitinya di belakang dia dan mamanya. Hal itu bisa menjadi masalah untuk Saddam nanti.

" Iya paman." Naya menghampiri Alana di ikuti, ketiga pria itu.

Begitu Naya mendekat kepada mereka, Aaron langsung berdiri dari duduknya, meminta obat yang di pesannya dari Andika dan mengajak kedua orang wanita bayarannya dan Saddam keluar dari ruangan itu dan mencari ruangan lain karena tidak ingin terlibat dengan drama bocah mabuk itu dan ingin menuntaskan hasratnya yang tertunda.

" Al kita pulang ya." Bujuk Naya, Tapi Alana justru menolaknya.

" Nggak mau, Nanti aku di marahi." Sahut Alana.

" Siapa yang marah! Nggak ada yang marah sama kamu. Kamu kan nggak salah! Mana mungkin kita marah." Ucap Naya lagi, sementara Saddam tetep Diam, menikmati siksaan dari istrinya. Bagaimana tidak, dia belum tuntas, istrinya itu sudah datang dan menghentikan kesenangannya, yang lebih parahnya lagi Alana duduk tepat di atas adiknya yang sedang butuh belaian dan Alana terus saja bergerak di atasnya. Membuat Saddam berulang kali harus memijit pangkal hidungnya.

" Nggak kamu bohong Nay." Ucap Alana, gadis itu tiba-tiba menangis membuat perhatian mereka semua tertuju kepadanya. " Dari dulu aku memang nggak pernah salah, tapi kenapa selalu di marahi. Setiap Alena buat salah, yang ibu marahi aku. Aku di ejek tetangga dan teman-teman, aku juga yang di marahi sama ibu karena selalu merepotkan nya, apapun yang aku lakukan selalu salah. Alena jatuh! Aku yang salah! Aku ingin mati, kamu marah sama aku, aku juga nggak mau menikah muda Nay, Andai saja waktu itu paman kamu nggak nolong aku! Setidaknya aku udah tenang sekarang, nggak pusing mikirin nilai di sekolah, cara untuk di sayang ibu dan nggak di marahi atau pun di bentak paman kamu. Harusnya dia biarkan aku mati Nay, dari pada aku hidup tapi seperti orang mati. Kenapa ya Nay! Aku tidak bisa seberuntung kalian. Dalam hidup aku! Aku nggak bermimpi tinggi, aku nggak pernah bermimpi berada di posisi kamu yang terlahir di limpahkan kasih sayang. Aku cuma ingin seperti Alena di sayang sama ibu. Aku bahkan berusaha semampu aku untuk di cintai dan di dengar. Apa aku salah? Apa aku memang tidak pantas untuk mendapatkan itu semua. Kenapa tuhan harus meletakkan semua beban itu di pundak aku. Sedangkan pundak aku nggak sekuat itu Nay. Jujur Aku capek tapi kalian tidak mengerti apa yang aku rasakan. Kalian semua cuma taunya desak aku dan marahi aku walaupun aku nggak tahu salah aku di mana." Ucap Alana dengan Histerisnya.

" Nggak Al, aku nggak pernah marah sama kamu! Aku sayang banget sama kamu." Naya langsung memeluk tubuh Sahabatnya, walaupun posisi Alana kini sedang berada di dalam pangkuan Saddam dan Naya pun ikut menangis seakan ia dapat merasakan apa yang di rasakan Alana.

Bahkan Saddam yang terkenal tak berhati pun ikut terusik, ia bahkan tidak sadar memeluk pinggang Alana dengan begitu eratnya namun tanpa mengatakan apapun.

Sementara Heri, Sultan dan Andika mengusap kedua sudut mata mereka yang basah.

Alana yang mendapatkan kehangatan dari Saddam dan Naya merasa nyaman di tambah kepalanya yang semakin pusing, membuat ia pun tertidur.

" Enak sekali, setelah buat aku nangis dia malah tidur, Alana." Omel Naya sambil menepuk pipinya, tapi gadis itu tidak terusik sama sekali. " Gimana dong paman, kita pulangnya." Tanya Naya.

" Sini biar aku gendong dia ke parkiran." Sahut Andika. Pria itu menghampiri Saddam untuk mengangkat tubuh Alana, tapi tangannya langsung di tahan oleh Saddam.

" Mereka tanggung jawab aku, Aku yang akan mengantar mereka pulang." Tegas Saddam. Kemudian berdiri dari tempat duduknya sembari mengendong Alana ala bridal style " Ayo Nay." Tak lupa Saddam mengajak keponakannya itu.

" Paman Dika, terima kasih ya. Paman Heri, paman Sultan Nay pulang ya. Maaf udah menganggu waktu kalian." Ketiga pria itu mengangguk kepalanya, mereka juga tidak lupa mengatakan hati-hati di jalan kepada Naya. Setelah itu Naya pun berlari kecil mengikuti langkah Saddam yang telah keluar lebih dulu dari ruangan itu.

.......

.......

.......

.......

...Bersambung....

...Happy reading..💝💝...

1
siti rohimnah
Biasa
siti rohimnah
Kecewa
Nur Sidah
berapa umur sadam
Katherina Ajawaila
diksh pupuk terus sih, kya jadi subur deh ladangnya
Katherina Ajawaila
Alana sm Alena hamil, kelar kembar identik hamil juga bareng 😘😘😘😘
Katherina Ajawaila
thour bikin Alana hamil biar ceritanya jadi seru Alena nikahin sama Aaron biar ngk berkeliaran itu laki2 tabur benih seenaknya aja
Katherina Ajawaila
Aron edan, ngk tau apa2 main embat aja, tanggung jawab lo perawan anak orang
Katherina Ajawaila
Alana biar hamil thour selesai ujian biar seru, jadi madu
Katherina Ajawaila
iya majikan nya sudah menikah dan istrinya Alana. iya kan thour😘😘😘
Katherina Ajawaila
kapok bucin kan lo Sadam sm bocil yg bisa bikin anak kecil
Katherina Ajawaila
hore Alana si super Women, keren thour ceritanya lucu juga biar Alana hamil thour, jadi kan sadam bucin habis
Katherina Ajawaila
hamil kali Alana thour
Katherina Ajawaila
keren Alana buat sadam keblinger keren thour
Katherina Ajawaila
bentar lagi ada safam yunior, karna Alana lg subur2 nya y thour.
Katherina Ajawaila
mantap Alana
Katherina Ajawaila
semoga Sadam memilih Alana menjadi istri yg terbaik
Katherina Ajawaila
ibu yg ngk tau diri ngk pernah berfikir dr. mana anaknya dpt uang utk biaya nya di rmh sakit sm anak ke sayangnya, 👹👹👹
Katherina Ajawaila
Saddam gendeng, semoga aja ngk kejem ya thour, kasihan juga Alana
Katherina Ajawaila
kel lain aja punya rasa iba. next Thour
Katherina Ajawaila
kasihan amat Alana, thour biar mmnya kebuka hatinya sedikit aja, ibu apa yg nhk punya rasa iba terhadap darah daging sendiri, harimau aja yg begitu jahat akan melindungi anak nya dari pemburu. ibu laknat itu nmnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!