Hasrat seorang Casanova tiba-tiba saja menggelora tatkala dirinya bertemu dengan seorang model pakaian dalam di sebuah lift.
Namun, tak disangka wanita itu justru memukul wajahnya dengan sebuah tas besar.
"Kau memperlihatkan anggota tubuhmu di berbagai majalah dan media, bisa-bisanya kau menolak tidur denganku!"
"Aku begini untuk bekerja, bukan untuk menjual diri!"
bagaimanakah perjalanan Sang Casanova mendapatkan wanita incarannya?
Instagraam: @iraurah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iraurah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Beradu mulut
"Berhenti menempel padaku, kau ini kenapa sih?!" Sean menggeser duduknya menjauh tetapi Verrel langsung mendekat hingga membuat tubuh mereka
berdempetan lagi.
"Takut.... " Cicit Verrel pelan.
Sean mengerutkan kedua alisnya, mengedarkan pandangan mencari sesuatu yang membuat Verrel ketakutan.
"Tak ada apa-apa disini, apa yang kau takutkan?" Tanya Sean penasaran.
"Gadis itu... " Ungkap Verrel was-was.
Sean menatap ke arah padangan Verrel tertuju, seorang gadis muda yang duduk di samping Bella, entah siapa Sean tidak tahu, tapi Verrel begitu takut padanya.
"Jangan bercanda Verrel, dia hanya terdiam disana" Ujar Sean aneh.
"D-dia mencekikku tadi... " Tambah Verrel menjelaskan.
Sean mendengus sebal, ditatapnya perempuan muda itu yang tengah mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru ruangan Sean.
"Hei anak muda, apa yang kau lakukan pada adikku?" Seru Sean bertanya.
Olivia menoleh ke kanan dan kiri memastikan jika Sean bertanya padanya.
"Aku?" Tunjuk Olive pada dirinya sendiri.
"Ya, kau gadis kecil. Kau mencekik adikku barusan?" Tanya Sean sekali lagi.
Olive sempat bingung, tapi kemudian Olive melihat lelaki yang tadi ia temui di meja sekretaris.
"Aku? Mencekiknya?" Ujar Olive tercengang, entah lupa atau Olive merasa tidak melakukan perbuatan tersebut.
"Ya, lihatlah dia ketakutan melihatmu. Kenapa kau jahat sekali mencekiknya?" Tuduh Sean sedikit meninggikan suara.
"Hey... Jangan menuduh adikku yang tidak tidak ya! Dia bersama ku sedari tadi dan dia sama sekali tidak melakukan hal buruk pada adikmu" Kilah Bella ikut bersuara membela saudara perempuannya yang terpojokkan.
"Hei kamu! Berani sekali kau menuduh adikku, jangan memfitnahnya sembarangan ya!" Cebik Bella pada verrel.
Verrel langsung bergidik ngeri, melihat wanita seperti Bella yang berbadan seksi malah membuat verrel takut menghadapi kaum hawa seperti itu.
"Iya benar! Jangan menuduh ku yang tidak tidak. Aku bisa melaporkan mu ya" Ancam Olivia tanpa rasa takut sedikitpun.
"Tapi... Kau mencekik ku" Lirih Verrel berkata.
"Dengar? Kau mencekik dia sebelumnya. Kau bisa membuat dia trauma akan sikapmu, Hei gadis kecil kau ini perempuan tetapi kenapa kelakuan mu kasar sekali seperti laki-laki" Cecar Sean tak ingin kalah.
"Hei hei hei.... Apa aku tidak salah dengar, Tuan Sean??? Lihatlah dulu adikmu itu, sudah berani memfitnah adikku tapi dia sudah ketakutan, jika memang adikku melakukannya seharusnya dia tidak takut apalagi hanya karena seorang gadis. Ck, sudah seperti perempuan saja!" Balas Bella tak tinggal diam.
"Benar yang di katakan oleh kakakku. Anda jangan menuduh ku tanpa bukti dulu, Om" Lanjut Olivia.
"APA??? O-OM??? KAU MEMANGGIL KU OM?!!" Sean langsung bereaksi, tak terima dirinya dipanggil dengan sebutan pria berumur.
Olivia dan Bella saling adu pandang, heran dengan reaksi Sean yang berlebihan.
Sean tertawa hambar, gadis ini benar-benar...! Apa dia tidak sadar jika dirinya masih setampan dan se segar buah yang baru matang?? Bisa-bisanya Sean dipanggil dengan sebutan bapak-bapak!
"Dasar anak durhaka, sudah mencelakai adikku sekarang kau malah memancing emosi" Ujar Sean bersungut.
"Enak saja! Aku ini anak yang baik ya. Lagipula aku tidak mencelakai adik Om, aku hanya menarik kerah bajunya bukan mencekiknya" Jelas Olivia meluruskan.
"Ya, itu berbeda" Ucap Bella setuju.
"Tidak, itu sama saja!" Bantah Sean.
"Beda!"
"Sama!'
" Bedaaa"
"Samaaa"
"Bedaaaaaaaaa........!"
"Samaaaaaaaaa....... !"
Ketiga orang itu saling mengeluarkan opininya, tidak ada yang mau kalah meski harus beradu mulut sampai berbusa.
"Mamiiii..... Kenapa jadi begini" Keluh Verrel membatin.