NovelToon NovelToon
KEMBARANKU MADUKU

KEMBARANKU MADUKU

Status: tamat
Genre:Patahhati / Keluarga & Kasih Sayang / Romansa / POV Pelakor / Angst / Poligami / Tamat
Popularitas:940.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: Novi putri ang

Terlahir serupa tidak membuat kehidupan Mawar Atmaja dan Melati Atmaja memiliki kisah yang sama, karena setelah kelahiran mereka, kedua orang tuanya memutuskan untuk bercerai, sehingga kedua saudara kembar itu harus hidup terpisah.
Sang kakak Melati dibawa Ibunya merantau di kota besar, sementara Mawar harus tinggal bersama ayahnya yang seorang petani di desa nya.

Sampai akhirnya keduanya sudah dewasa dan dipertemukan kembali, saudara kembar itu terlibat dalam cinta segitiga, sang adik kembar yang diam-diam mencintai suami dari kakak kembarnya, berniat ingin merebut Rafael Kusuma Hadinata, segala cara telah Mawar lakukan supaya Rafael tertarik padanya, karena iri dengan kehidupan Melati yang berkecukupan, serta memiliki suami yang tampan dan kaya raya, Rafael adalah seorang CEO di sebuah perusahaan besar batu bara, membuat Mawar semakin berambisi untuk memiliki apa yang saudara kembarnya miliki, sampai pada suatu malam semuanya terjadi begitu saja, Rafael dijebak oleh Mawar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi putri ang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AKHIR SEGALANYA? (PERPISAHAN)

Proses perceraian Melati dan Rafael sudah hampir selesai, putusan perceraian akan di umumkan pagi itu, setelah hakim menyatakan mereka resmi berpisah, keduanya hanya bisa tertunduk dengan mata berkaca-kaca, Melati bangkit dari duduknya dan berlari keluar ruangan, dia membungkam mulutnya supaya suara tangisnya tidak terdengar, sang Ibu yang menghawatirkan Melati bergegas menghampiri nya, dan mendekap nya.

"Menangislah Nak, keluarkan semua kesedihan mu, kau pantas untuk mengeluarkan air matamu, jangan kau tahan penderitaan mu."

Dibelakang mereka berdiri dua orang perempuan, yang menatap penuh kebencian pada Melati, Nyonya Silvia meminta Mawar untuk memanggil Ibunya, supaya tidak ada yang menghibur Melati lagi.

"Panggilah Ibumu, jangan biarkan mereka bersama lagi, Melati pantas terpuruk seorang diri, supaya dia lekas meninggalkan kota ini." Seru Nyonya Silvia dengan sinis nya.

Mawar menghampiri Ibunya, dan meminta sang Ibu untuk pulang bersamanya, dan menginap bersamanya. "Ibu tau kan jika aku harus pindah ke rumah lain, karena sekarang aku adalah satu-satunya istri mas Rafael, jadi aku akan memiliki rumah sendiri, dan yang pasti lebih bagus dari rumah mereka yang dulu, oh iya, kapan kak Melati akan pergi? jika tidak terburu-buru, kakak bisa kan menghadiri pernikahan ku secara resmi bersama mas Rafael, itupun jika kakak tidak keberatan." Ucap Mawar dengan senyum angkuhnya.

Rafael berjalan gontai dengan wajah sendu, Tuan Satria merangkul anaknya untuk memberikan dukungan pada Rafael, mereka terkejut mendengar perkataan Mawar dihadapan Melati. Dengan amarah yang menguasai dirinya Rafael mendatangi mereka, dia membentak Mawar dan memaki-maki nya dihadapan semua orang.

"Apa kau tidak punya hati sama sekali, kau baru saja merenggut kebahagiaan nya, dan kau ingin dia melihat kebahagiaan mu, itu sama saja kau ingin menyakiti nya lagi, dimana hati nurani mu, gunakanlah sedikit saja, untuk menghargai kakakmu sendiri, jangan kau pikir dengan berpisahnya kami, bisa membuatmu lebih bahagia, karena kau bisa sepenuhnya memilikiku, itu hanya akan terjadi didalam mimpimu." Bentak Rafael dengan membulatkan kedua matanya.

Ibu mereka nampak bingung harus memilih salah satu dari anaknya, tapi dengan tersenyum Melati meminta Ibunya untuk pergi bersama Mawar, karena masih ada pekerjaan yang harus di urusnya, dengan tersenyum sinis Mawar menggandeng Ibunya perhi dari sana. Rafael menatap sendu wajah perempuan yang masih sangat dicintainya, Melati mengusap air mata yang tiba-tiba menetes, dia memalingkan wajahnya seraya berjalan melewati Rafael.

Dengan kesedihan yang menumpuk didalam hatinya, Rafael menarik tangan Melati dan mendekapnya dengan erat, lelaki itu berurai air mata kesedihan, Melati yang terkejut dengan tindakan Rafael berusaha memberontak dan melepaskan diri, tapi pelukan Rafael begitu kuat sehingga dia tidak bisa bergerak sama sekali. Tuan Satria menyadarkan Rafael, dan memintanya untuk melepaskan Melati, tapi Rafael tidak bergeming dengan air mata yang terus mengalir dari matanya.

Nyonya Silvia makin kesal melihat tingkah Rafael, dia menarik paksa putranya, dan sebuah tamparan melayang ke wajahnya. Plaakk... Rafael tercekat dan melepaskan pelukannya, Melati berjalan mundur setelah akhirnya dia berlari meninggalkan tempat itu, Tuan Satria berusaha mengejar Melati, tapi Nyonya Silvia melarangnya, dengan alasan nama baik keluarga besarnya.

"Papa tidak boleh mengejar perempuan itu, kita harus segera pergi dari pengadilan, sebelum wartawan datang dan meliput kejadian ini, karena jika berita perceraian Rafael terdengar oleh masyarakat luas, itu akan mencoreng nama baik keluarga kita, dan itu akan memberikan mempengaruhi saham di perusahaan." Perempuan itu selalu tau cara untuk mengancam suaminya. Karena Tuan Satria memiliki tanggung jawab yang besar pada semua karyawan yang bekerja untuknya, jika usahanya bermasalah itu akan membuat kerugian untuk semua pekerjanya, sehingga lelaki dermawan itu selalu melakukan segala cara, supaya usahanya tetap berjalan, dan tidak ada karyawannya yang akan menganggur.

Dengan terpaksa Rafael satu mobil bersama Mawar, dari sana mereka akan langsung menuju ke rumah barunya, karena setelah menjadi istri sahabat seorang pengusaha Hadinata, tentu kehidupan Mawar akan berkecukupan, dan mertuanya telah menyiapkan sebuah rumah mewah bergaya klasik di sebuah perumahan elite, Ayahnya sudah terlebih dulu berada disana dengan Perawatnya, nampak Mawar turun dari mobil dengan tersenyum puas, dilihatnya rumah mewah yang akan ditempatinya.

"Mulai sekarang kau harus lebih bahagia, supaya calon cucuku dapat berkembang dengan baik, aku tidak ingin ada masalah dengan kehamilan mu, karena itulah sengaja ku pilihkan rumah ini untuk kalian tempati." Jelas Nyonya Silvia.

Tuan Satria berbicara dengan Rafael di taman depan rumah baru itu, dia memberikan kekuatan pada putranya, karena lelaki itu tau, jika kehidupan Rafael akan dipenuhi dengan penderitaan mulai hari itu.

"Semua sudah terjadi Rafa, kau tidak perlu berlarut dalam kesedihan, jangan jadikan perpisahan mu dengan Melati sebagai penderitaan, kau telah gagal menjadi seorang suami yang baik, dan sebentar lagi kau akan menjadi orang tua, kau tidak boleh gagal menjadi contoh Papa yang baik untuk anakmu, jadikan kesalahanmu sebagai pembelajaran, hanya itu yang bisa Papa katakan padamu."

Rafael menundukkan wajahnya dengan berurai air mata, Tuan Satria merangkul nya seraya menepuk pundaknya, tiba-tiba Ayah mertuanya datang dan memohon maaf dihadapan keduanya.

"Maafkan saya Tuan, karena perbuatan Mawar yang licik, hidup putramu harus berantakan seperti ini, saya yang lumpuh ini tidak dapat berbuat apa-apa, dan Melati juga harus menanggung penderitaan karena adiknya sendiri."

Tuan Satria bangkit dari duduknya, dia tersenyum berjalan mendekati besannya. "Tidak perlu mengatakan hal seperti itu Pak, semua sudah terjadi, kita sebagai orang tua hanya bisa mendoakan anak-anak kita saja, semoga kedepannya mereka akan bahagia."

Rafael meyakinkan Ayah mertuanya, jika dia akan berusaha tegar menerima cobaan itu, dia meminta Ayah mertuanya untuk lekas sembuh, supaya memberikan semangat yang lebih untuk Melati, karena mendengar pembicaraan ketiga lelaki itu, Mawar berubah sangat kesal dan membentak Mbak Saroh yang membantu membersihkan rumah baru nya, Mawar melampiaskan amarahnya pada pembantu itu, karena dia tau jika Mbak Saroh adalah orang yang selalu mendukung Melati selama ini.

"Apa kau buta hah, kenapa kau tidak becus membersihkan rumah ini, aku sedang hamil dan tidak bisa berlama-lama di tempat yang banyak debu, kenapa kau belum selesai membersihkan rumah ini." Bentak Mawar dengan berkacak pinggang.

Mbak Saroh menundukan kepalanya dan meminta maaf, tapi Mawar tidak menghiraukan nya, dia tetap menggerutu dihadapan pembantu itu. "Jangan berlagak seperti keluarga, dengan cara bekerjamu yang tidak becus itu, aku akan memecatmu jika kau melakukan kesalahan lagi." Ancam Mawar dengan menunjuk-nunjuk wajah Mbak Saroh.

Rafael mengernyitkan keningnya melihat sikap buruk Mawar pada Mbak Saroh, meski Mbak Saroh hanya seorang pembantu Rafael sudah menganggapnya seperti keluarga sendiri, karena kedua orang tua Mbak Saroh lah yang telah menjaga dan mengurusnya sejak kecil, karena kedua orang tuanya sibuk dengan urusannya masing-masing, sehingga Rafael tumbuh besar ditangan pembantu nya.

...Bersambung....

1
Ayunda Marbun
sumpah emosi aku sama simawar tambah lg si rafael /Awkward/
Ayunda Marbun
suami ktl
Pudjiati Puji
dokterx jg bodoh
Risma Farna
Ini nyonya Silvya kapan sih kena batunya... kagak ada syukur2nya... biar Rafael mw ambil hak asuh Alvino ttp Melati yg berhak.. dphl dulu dia hina2 Melati.. coba aja papa Satria pura2 ninggalin tuh si nyonya spya kapok dia... Mawar tak ada kapok2nya
zeefany
hadeuhhhh
zeefany
lanjuttttttt
Anni 21
dan lagi jharam hukum nya itu
Horma Saragih
menyakitkan.
Arni
Kek gak tau diri ya si mawar
Mega
bodoh semua dokter jg bidoh,dokter itu penengah bukan menyalahkan,membei solusi tp jln tengah,sekarang di balik gimana jika sang dokternya yg jd melati,apa sang dokter itu akan mampu bertahan hidup dgn ke pura2an,,, aku mlh se7 sm mamanya raffael lbh baik sakit sktg dr pd nnti dan mkn akan semakin di benci,,, bahkan sbnrnya tdk perlu ada ke pura2an di antara mereka,,,,
Mega
p terlalu naif dan munafix,buar kan sj rafael tau yg sbnrnya,justru kl pd slg ber pura2 akan sangat menyakit kan,baik buat melati atau pun rafarl,jd jgn pd munafix mengata namakan kebersamaan keluarga tanpa mempertimbangkan baik buruk buat yg dipaksa,melati udh cukup km ber baik hati,jgn jd org yg naif dan munafix,tidak ada 1 pun manusia yg ada ber sifat kyk km,mmg hanya di novel atau film aja yg ada sifat dan kelakuan yg sptri km yg katanya bagai malaikat,jgn di bawa terlalu jauh dgn khayalan thor,kesannya mlh jd kyk org munafix melatinya,,,
Arin
haha gmn rsnya mawar...gurihkn🤣
Arin
dan nanti Zahra hamil...trs sy seneng sekali Krn mawar bkln ngrsain yg sprti melati rsain🤣
Arin
yah itulah karma Krn dpet hasil ngrbut ya akhrny kmu juga bkln ngrsain ap yg melati dlu rsain...🤣
Arin
sykurin pelakor...emang enak🤣
Arin
nah gtu dong Mel...sy suka liat kmu yg skrng😍😍
Arin
wah author emng baik hati ngsih anak melati cwo...mksh Thor🤗🤗ech nnek lmpir kmu mau ngapain
Arin
sykurin mawar sy suka liat pelakor mendrta...🤣💃dan buat mmnya mawar...buat apa mnysl ibu itu udh lewat
Arin
nanti semoga ank melati cowo dan buat nnek lmpir itu mendrta,dan mksih bngt blasan buat pelakor Thor..sy mau ksih kopi nich biar tmbh smngt up🤭
Arin
sykurin pelakor....emng enak,itu mngkin msih kurng ya🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!