Novel ini bercerita tentang Danny Sang Raja Gangster
Danny adalah sang pemimpin Geng warrior, Geng mafia nomor satu di indonesia.
Namun walaupun Danny adalah seseorang yang sangat berkuasa dan memiliki harta yang sangat berlimpah, Danny tetap tidak pernah merasa bahagia karna mengingat masa lalu nya yang begitu menyakitkan.
Akan tetapi Danny tanpa disengaja kembali ke masa lalu untuk memperbaiki kesalahannya, yaitu melindungi semua orang yang paling dicintai dan disayanginya.
Namun disamping kata melindungi, Danny juga sangat ingin membalas dendam kepada semua orang yang pernah menyakiti orang-orang tercintanya.
Bagaimana cara Danny melindungi semua orang yang dicintainya dan membalas dendam semua orang yang dibencinya?
Yuk ikutin keseruan ceritanya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tri wardani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CH 28 : Kecantikan Murid Perempuan Kelas 12 C
Sementara itu diluar ruang ganti murid perempuan, tampak Danny yang sedang disuruh oleh Pak Umar untuk memanggil dan menyuruh Para Murid perempuan, untuk cepat keluar dari ruang ganti dan pergi ke lapangan Voli.
Saat Danny sampai didepan pintu ruang ganti murid perempuan, seketika Danny merasa terkejut, ketika mendengar adanya suara keributan dari dalam ruang ganti murid perempuan.
"Apa yang sedang para gadis ini lakukan?, kenapa ribut sekali?" batin Danny merasa sangat penasaran.
Danny yang merasa penasaran mencoba mendekat ke pintu dan menempelkan telinganya ke pintu. Danny mendengarkan dan menguping para murid perempuan, yang sedang melakukan ribut didalam ruang ganti.
Dengan pendengaran Danny yang tajam, sontak Danny merasa sangat terkejut, ketika mendengar suara Bila yang sedang diganggu oleh para murid perempuan yang lainnya.
Danny yang mendengar itu, seketika merasa khawatir dan takut bahwa akan terjadi sesuatu pada Bila.
Danny yang merasa khawatir dan mengira bahwa para murid perempuan sedang menindas Bila, maka Danny langsung mendobrak pintu dan masuk ke dalam ruang ganti murid perempuan.
"BRAAKK!!" hanya dalam satu dobrakan Danny berhasil membuak pintu dan masuk ke dalam ruang ganti murid perempuan.
Dobrakan Danny yang begitu kuat, langsung membuat para gadis yang sedang menjahili Bila, maupun Bila sendiri yang berada didalam ruang ganti seketika merasa sangat terkejut.
Dengan cepat para gadis tersebut langsung menoleh dan melihat ke arah Danny yang telah masuk ke dalam ruang ganti mereka.
Seketika wajah para gadis langsung merah merona, ketika melihat Danny yang sudah melihat mereka yang hanya menggunakan pakaian dalam saja.
Sementara itu disisi lain, Danny juga merasa sangat terkejut dan canggung sekali, ketika melihat bahwa didalam ruang ganti, ternyata semua murid wanita yang didalamnya hanya menggunakan pakaian dalam saja.
"Glek!" Danny menelan air liurnya dan burung yang ada dibawa ikut terbangun, ketika melihat Para gadis yang hanya menggunakan pakaian dalam yang berwarna-warni.
"DANNY!!....." bentak para gadis tersebut meneriaki Danny yang telah masuk dan melihat mereka telanj4ng.
"Maaf semuannya, aku tidak sengaja!" kata Danny yang langsung kabur melarikan diri dengan langkah seribu.
Danny langsung keluar dari ruangan ganti murid perempuan dan menutup pintunya dengan rapat.
"Kalian semua cepatlah pakai baju olahraga kalian, setelah itu kalian cepat pergi ke lapangan Voli. Pak Umar sedang menunggu kalian!" kata Danny dari balik pintu luar ruangan ganti.
Danny yang merasa sangat canggung, langsung pergi meninggalkan ruangan ganti murid perempuan dan berjalan pergi menuju Lapangan Voli.
"Haaiiss canggung sekali!..., Tapi lumayan juga sih, Hehehe......" gumam Danny tersenyum senang dan gembira sambil berjalan.
Sementara itu diwaktu sama didalam ruangan ganti murid perempuan. Tampak Para gadis yang sedang bergosip kesal tentang Danny, yang tiba-tiba menerobos masuk ke dalam ruangan ganti, dan melihat mereka yang hanya sedang menggunakan pakaian dalam.
"Dasar Danny brengsek!, bajingan mesum!, tukang intip!" kata seorang gadis merasa sangat kesal sambil sedang mengenakan baju olahraganya.
"Dia berani sekali menerobos masuk ke dalam ruang ganti murid perempuan, dan melihat kita yang sedang berganti pakaian. Lihat saja saat dilapangan nanti, aku pasti akan memberinya pelajaran!" kata salah seorang gadis yang juga merasa sangat kesal pada Danny, sambil mengenakan baju olahraga.
"Benar, saat dilapangan nanti, kita harus bersama-sana memberinya pelajaran!" kata Dini yang mendukung para teman-temannya yang ingin memberi pelajaran kepada Danny.
Melihat semua teman-temannya merasa kesal dan marah pada Danny, Bila sama sekali tidak dapat berbuat apa-apa.
"Danny, sebaiknya kamu hati-hati saat dilapangan nanti. Teman-temanku sedang mengamuk dan ingin memberi pelaharan padamu. Semoga kamu baik-baik saja." batin Bila dalam hatinya yang merasa khawatir pada Danny yang merupakan pacarnya.
Tidak lama kemudian, setelah semua perempuan sudah selesai berganti pakaian dengan baju olahraga yang cukup ketat, hingga bagian-bagian tubuh mereka tampak menonjol. Para murid perempuan segera keluar dari ruang ganti dan pergi ke lapangan Voli.
Ketika semua murid perempuan sampai ke lapangan Voli, seketika semua murid laki-laki langsung terkejut dan terpana, ketika melihat betapa cantiknya para murid perempuan yang sedang menggunakan baju olahraga yang sangat ketat.
Pakaian yang ketat membuat bagian-bagian tubuh para murid perempuan terlihat menonjol. Para murid laki-laki yang melihat itu langsung terpana dan merasa jatuh cinta.
Disisi lain, Para Murid perempuan merasa sangat jengkel, kesal, dan jijik ketika melihat para murid laki-laki sedang melihat mereka dengan pandangan yang sangat menjijikan.
Akan tetapi Pak Umar merasa heran, ketika melihat dan menghitung para murid perempuan yang kurang satu orang.
Setelah melihat dengan teliti, Pak Umar menyadari kalau Bila ada didalam kelompok para murid perempuan yang datang ke lapangan.
"Dimana Bila?, kenapa dia tidak datang bersama dengan kalian?, bukankah tadi di kelas Bila juga hadir?" ujar Pak Umar bertanya kepada Para Murid perempuan.
Mendengar pertanyaan Pak Umar, Para murid wanita merasa bingung bagaimana harus menjawab dan menjelaskan, mengapa Bila tidak datang ke Lapangan Voli bersama mereka.
Melihat Para murid wanita yang tidak menjawab dan malah diam saja, Pak Umur semakin merasa heran dan tidak sabar.
"Kenapa kalian diam saja?, cepat jawab!" ujar Pak Umar bertanya dengan nada tegas kepada Para murid perempuan tersebut.
Akan tetapi walau sudah dibentak, Para Murid perempuan tersebut tetap tidak ingin menjawab dan menjelaskannya pada Pak Umar.
Kemudian Dini mencoba mengatakannya pada Pak Umar dengan berbisik, agar para murid laki-laki yang mata keranjang tidak mendengarnya.
"Pak kemarilah, biar aku jelaskan!" panggil Dini yang menyuruh Pak Umur untuk mendekat, agar bisa dibisiki olehnya.
Pak Umar mematuhi Dini untuk mendekat dan mendengarkan bisikannya.
"Bila tidak datang ke lapangan, karena Pakain Baju Olahraga dan Baju Seragamnya Robek!" bisik Danny menjelaskannya kepada Pak Umar.
"APA!?, PAKAIANNYA ROBEK!??, KOK BISAA!?" teriak kencang Pak Umar merasa terkejut.
Teriakan Pak Umar yang sangat kencang, seketika langsung membuat semua murid merasa terkejutnya mematung.
Waktu seketika berhenti, Danny yang terkejut dan mematung menjatuhkan Bola yang dipegangnya.
"Kenapa Bapak malah berteriak!?, sekarang semuanya jadi tahu kan!?" ujar Dini merasa sangat kesal dan marah, pada Pak Umur yang malah berteriak tentang sesuatu yang seharusnya dirahasiakan.
Kemudian dengan cepat, Danny dan Para murid laki-laki yang lainnya, semuannya berkumpul dan mendekat kepada Dini dan Pak Umar.
Danny dan Para murid laki-laki yang lainnya merasa sangat penasaran, dengan pakaian siapa yang sebenarnya telah robek.
Melihat para murid laki-laki sudah berkumpul mengelilinginya, Dini merasa sangat bingung bagaimana harus mengatakan dan menjelaskannya pada mereka semua.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
...****************...
......................
......................
penasaran ini aku
janganlah kau php para pembaca
nanti kalau aku ngambek aku bilang sama bapa ku