NovelToon NovelToon
Kekasih Gelap Kakak Angkat

Kekasih Gelap Kakak Angkat

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen
Popularitas:49.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: Rahmatul Yulia

Andini Putri Azalia, seorang gadis cantik dan lucu yang baru saja tamat SMP dan akan segera masuk ke SMA. Dia memilih Sekolah berbasis agama di luar kota dan di terima di sana.

Beberapa hari menjalani kegiatan sekolahnya, dia mulai bisa beradaptasi dengan lingkungannya. Disitu pula dia berkenalan dengan seorang kakak kelas yang bernama Aidan. Awalnya mereka hanya berteman biasa, sampai akhirnya Andin menganggap Aidan sebagai kakak angkatnya, karena dia tak punya saudara di sana. tapi seiring berjalannya waktu, tumbuh cinta diantara keduanya.

Namun cinta mereka tak bisa bersatu begitu saja setelah kehadiran Nita sahabat Andin. Tak hanya Nita yang akan muncul, tapi akan banyak cowok dan cewek yang akan hadir meracoki hubungan percintaan mereka.

Bagaimana kelanjutan kisah mereka ke depannya yah?? apakah akan tetap menjadi saudara angkat atau malah jadi sepasang kekasih yang bahagia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmatul Yulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Tik tak tik tak ...

Terdengar suara hentakan langksh kaki Aidan yang sedang berjalan menuju ke arah taman.

pikirannya masih tak karuan mengingat ucapan dari Vani tadi.

Apa memang benar Rio dan Andin pacaran? tapi kan Andin gak pernah cerita soal kedekatannya sama lelaki lain selama ini, termasuk masalah kakak sepupunya yang sekolah disini juga, gumam Aidan.

Dari balik bunga-bunga yang menghiasi tepi taman, Rio melihat ke arah Aidan yang sedang asyik berjalan sambil melamun.

Dek ... itu kan Aidan mantannya kamu, hehehe, ucap Rio.

Mana nih Bang? sambil melirik ke Rio.

Itu yang lagi jalan. Kayaknya dia mau kesini deh, kata Rio.

Saat sedang asyik bicara, lewat lah Aidan di hadapan mereka berdua, namun tak ada sapaan yang terucap dari mulut mereka bertiga. Bahkan Aidan pun tak memberikan lirikan sedikit pun pada Andin dan Rio. Hal itu dilakukannya semata-mata karena gengsi yang sudah mendarah daging pada dirinya.

Andin dan Rio pun juga demikian. Mereka berhenti mengobrol seketika dan melihat ke arah Aidan. Tapi tetap saja tidak ada niat dari mereka hendak bertegur sapa.

Ternyata benar! mereka berdua udah pacaran. Begitu cepat bagi Andin mencari pengganti ku, gerutu Aidan.

🌸🌸🌸🌸

Lagi serius berjalan dengan beban di kepala yang sudah menggudang, Aidan di kagetkan dengan sebuah panggilan dari Fajri, yang merupakan teman seperjuangannya di pramuka, namun mereka berbeda tingkat. Aidan sudah tingkat tiga, sedangkan Fajri masih tingkat dua. Fajri saat itu sedang duduk santai dengan Seto, Arif, Febri dan teman lainnya.

Haii Bang, mau kemana nih? lesu aja bawaannya, hahaha, ledek Fajri.

Eehh Fajri. Enggak kemana-mana. Lagi patroli keliling sekolah nih, wkwkwk, balas Aidan sambil berjalan menghampiri Fajri dan teman-temannya.

Patroli apaan jam segini sendirian Bang? tanya Seto.

Patroli semut Set! jawab Aidan sambil tersenyum.

Aahh jangan kebanyakan basa basi Bang, nanti basi beneran loh! ledek Fajri.

Iya Bang, bilang aja kalau lagi mantau mantan lagi sibuk pacaran, hahaha, goda Seto.

Akhirnya mereka semua tertawa.

Bilang aja kalau Abang lagi patroli orang yang lagi asyik pacaran, ucap Seto dengan suara sedikit keras.

Oiya yaa ... gue baru sadar, ternyata di bangku sebelah ada yang lagi asyik pacaran tuh, kata Fajri.

Waktu mereka banyak dihabiskan dengan tertawa dan meledek Aidan.

Andin sebenarnya sudah mendengar semua pembicaraan Aidan, Fajri dan teman-temannya. Karena memang jarak dari setiap bangku taman itu tak begitu jauh. Namun dia memilih untuk tidak melayani ocehan mereka. Andin hanya sibuk bercerita dengan Rio, agar Rio tak merasa risih dengan keadaan tersebut.

Tiba-tiba saja, datang sebuah panggilan suara dari sebelah sana.

"Andin ..." panggil Fajri.

Seketika Andin pun menoleh kearah sumber suara. Dia melihat semua mata tertuju padanya dan Rio. Tak ada pilihan lain, Andin akhirnya menjawab panggilan tersebut.

"Iya Kak Fajri," balasnya.

"Ngapain disana berduaan aja kamu dek? ayookk gabung disini bareng-bareng kita," ucap Fajri.

"Ahh lo mana ngerti Faj. Orang lagi pacaran di gangguin," kata Seto.

Akhirnya Rio yang melihat keadaan semakin kacau, pamit duluan meninggalkan taman. Andin yang memahami kondisi tersebut meminta maaf pada Rio atas ketidaknyamanan Rio.

"Maaf ya Bang, mereka bikin Abang risih," ucap Andin.

"Iya gak apa-apa dek. Gabung lah dulu kesana, kalau gak balik lagi ke kelas dek," kata Rio.

"Aku mau kesana bentar Bang! gak enak juga soalnya udah di panggil," ucap Andin.

"Oohh yaudah gak apa-apa. Tetap jaga hati yah, soalnya disana ada mantan kamu. Takut nanti dia ambil kamu lagi, hehehe," lirih Rio.

"Hehehe, siap pak boss," ucap Andin.

"Wooii bucin ... lama kali di panggil nih orang," kata Seto tanpa menghiraukan keberadaan Rio.

Rio pun melirik ke arah Fajri dan temannya, lalu melepaskan sebuah senyuman sambil berucap,

"Tolong dijagain pacar Abang yah, jangan di godain," canda Rio.

Fajri pun mengangkat ibu jarinya, yang mengisyaratkan tanda paham. Sementara itu, sebelum benar-benar pergi, Rio masih menyempatkan diri untuk melepas senyuman kepada Aidan yang sedari tadi hanya duduk dan diam menikmati pertunjukan yang dilakukan oleh rekan-rekannya tersebut. Melihat sebuah senyuman yang dilepaskan Rio padanya, Aidan pun membalasnya.

🌸🌸🌸🌸

Tak lama, Andin sampai di bangku taman tempat Fajri dan temannya nongkrong.

"Apaan Kak? sibuk ganggu orang aja," tanya Andin.

"Eeehh junior udah berani ngelawan sekarang yah," celoteh Febrian.

"Hehehe bukan gitu maksudnya kak. Susah ya kalau ngomong sama orang jomblo," ledek Andin.

"Aaiiissshh semakin menjadi-jadi ini anak yah!" kata Seto.

Mereka memang sudah terbiasa bercanda seperti itu, namun tanpa mengurangi rasa saling menghargai antara senior dan junior. Tapi begitulah cara mereka untuk mengakrabkan diri.

Aidan pun masih saja diam. Dia tak mengeluarkan suara dari tadi. Hal ini di rasa aneh oleh yang lain, karena mereka tau kalau pradana (sebutan bagi ketua pramuka) mereka sangat lah cerewet orangnya.

"Bang, kenapa diam aja dari tadi? udah kayak orang kerasukan aja!" ucap Seto.

"Hahaha gak apa-apa kok Set. Abang udah berubah sekarang jadi cowok pendiam," balas Aidan.

"Abang Aidan pendiam? hallo, gak salah ini?" celoteh Febri.

"Ahh lo emang gak ngerti apa-apa ya Feb. Kalau orang cerewet itu tiba-tiba pendiam, itu tandanya ada kabel yang konslet, hahaha," ledek Fajri.

"Oooiya yaa, gue kok pura-pura ***** begini yah," kata Febri sambil menggaruk kepala nya.

" Haiii Kak," sapa Andin pada Aidan.

Hati Aidan jadi deg-degan, jantungnya berdetak dengan kencangnya.

"Iiiya Andin," balas Aidan.

"Ciiieee ciiee, ingat Ndin lo udah punya pacar noh," ucap Fajri.

"Ahhh apaan sih Kak, orang cuma nyapa aja, lagian mana mungkin lah kak Aidan tergoda lagi sama aku, kan pacarnya jauh lebih cantik dari aku, hehe," jawab Andin.

"Aduuhhh, pasti sakit kan Bang dengar jawaban Andin! hahaha. Abang yang salah sih, pake acara selingkuh pula, terus ninggalin nih bocah dan lebih memilih selingkuhan," ledek Seto.

Mereka semua tertawa dengan lepas. Di sela-sela tawa itu, Andin melirik pada Aidan, begitupun sebaliknya. Tampak raut sedih di wajah Aidan yang sedang menatapnya.

"Ahhh ngapain itu di bahas lagi Kak, biarin jadi masa lalu aja," kata Andin.

Rasa sesal menyelimuti perasaan Aidan. Sesak di dada mulai memenuhi ruang nafasnya.

Kenapa bisa dengan mudahnya aku meninggalkan wanita polos dan manja ini? kenapa sekarang perasaanku jadi menggebu-gebu ingin memilikinya lagi, lirih Aidan dalam hati.

Andin yang melihat Aidan semakin terpojok dari tadi, memilih untuk meninggalkan tempat itu. Pertahanannya mulai roboh. Hatinya dirundung rasa sedih saat melihat Aidan, sosok lelaki yang tentunya masih sangat iya cintai. Terlebih lagi kini dia sudah punya Rio, orang yang dijadikannya pacar melalui perantara temannya.

🌸🌸🌸🌸🌸

Kegelisahan yang sejak tadi di simpan Andin akhirnya berakhir dengan bunyi bel yang menandakan sudah masuk jam pelajaran selanjutnya. Mereka semua kemudian bubar dan kembali ke kelas masing-masing.

Saat akan pergi pun Andin masih menyempatkan diri melirik ke arah Aidan. Aidan pun membalas lirikan tersebut dengan sebuah senyuman.

Bersambung ....

1
Bu Fit
sini peluk akak je andin
Bu Fit
keren
Darah Biru (Bangsawan)
like like ❤️
Darah Biru (Bangsawan)
Assalamualaikum jejak dukungan 😇
Ig & fb : Karlina_Sulaiman
yaaah. pas di tp gak diangkat.. udah tidur baru angkat 🤦‍♀😆
Bu Fit
jan gitu aidan nanti andin ngga pintar2
Ig & fb : Karlina_Sulaiman
up setelah 1 tahun 🤭
🎯Pak Guru📝📶
LIKE
Sari Istiqomah
Assalamualaikum semangat berkarya thor

aku sudah boom like ya, mampir yuk keceritaku

Dia Untukku. Terimah Kasih.
🎯Pak Guru📝📶
semangat
Ig & fb : Karlina_Sulaiman
like 4 bab kak Yulia 😘
🎯Pak Guru📝📶
Keren sudah Update
🎯Pak Guru📝📶
LIKE
dkjl...
haii gaesss mampir yoo ke novel aku☺☺💖
nrasyaaaa
mampir dungs ke cerita2 ak msh baru bgt ni👉👈
Ev-
hallo kak aku mampir, jangan lupa feedback ya... salam ordinary life🙂
N-chen
halo kak udah saya like mampur juga ke "Kami Santri bukan Artis"minta dukungan, makasih
Hi Mel
Kapan up lagi kak? Udah gak sabar ini.
Mei
semangat thor
nrasyaaaa
Hai mampir ya ke cerita2 baru aku
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!