🛑 COBA BACA DULU 10 PART jamin nagih 😁😁😁
Karena ancaman kedatangan Iblis di Blood Moon. Alexa Aegis, putri pertama klan Penyihir harus merelakan dirinya menikahi Alexander Ostrander, pertemuan pertama mereka tidaklah meninggalkan kesan baik.
Sementara dia lebih bisa berteman dengan Ahiga, putra kedua dari Kekuatan Warewolf yang ikut bergabung. Alexander yang asing baginya tiba-tiba berada di didekatnya sepanjang waktu. Sementara ternyata dalam klannya sendiri dia punya begitu banyak wanita yang siap menumpahkan darah satu sama lain
Akankah cinta bisa menemui mereka.
🌸
Ini adalah The Light Protector Witch Series
Terdiri dari 7 Book
BOOK 1 . ALEXA ● Blood Of Love
BOOK 2 . AURORA ● The Blood Moon
BOOK 3 . SOFIA ● The Cursed Diamond
BOOK 4 . APOCALYPSE ● The Faith of Love
BOOK 5 . NEW ERA ● The Next Leader
BOOK 6 . CARA ● Rewriting The Star
BOOK 7 . ALENA ● The Dragon Hatcher (On going)
🛑Book 2+3+4 ada di AURORA
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Margaret R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 28. Kau Milikku!
Alexandre membanting pintu kamar. Aku melihat sekelilingku. Kamar ini kamar pribadinya terlihat jelas dominasi warna gelap yang menjadi ciri khas kamarnya.
"Apa kau ingin mempermainkanku Alexa! Jawab aku. " dia mencekal tanganku erat.
"Kau yang mempermainkan aku Alex! " aku berteriak dan mencoba melepaskan diri dari cekalannya yang menyakitkan di lenganku.
"Kenapa kau selalu terlibat dengan werewolf tampan itu! Apa kau menyukai nya?!" matanya berkilat tajam. Suara rendahnya mengancam.
"Kenapa ... kenapa tidak boleh, dia cuma temanku. Kami cuma makan malam bersama." aku menantang perkataannya, aku sangat marah sekarang.
"Kau menyentuhnya dengan akrab, kau pikir aku tidak melihatnya tadi, kau bahkan tak pernah menyentuhku seperti itu. Apa kau tak ingat bahwa kau tunanganku. Yang bisa menyentuhmu itu aku! " sekarang dia yang meneriakkan kata-kata. Alexander cemburu. Kurang ajar jadi dia boleh memilikiku sekaligus dengan hareemnya. Tapi aku bahkan tak bisa makan malam dengan teman laki-laki. Kemarahanku langsung naik keubun-ubun. Mukaku panas dan mataku langsung kabur dengan air mata.
"Kenapa aku tak boleh menyentuhnya! Kau bahkan meniduri wanita lain! Padahal aku sudah mengatakan perasaanku padamu dan aku tak bisa menerima wanita lain! Kau pikir aku mau menjadi ratu bagi hareemmu! Aku lebih baik mati! Kau pikir aku bonekamu! Aku tak sudi menjadi bonekamu, kau lebih baik membunuhku sebagai pembayaran pertolongan klanmu!! " Aku meneriakkan kata-kata itu sekuat yang aku bisa. Napasku memburu, aku tak bisa mengontrol perasaanku lagi, Alexander melepas cekalannya karena kata-kataku.
"Jelaskan perkataanmu Alexa! " suaranya rendah mengancam.
"Kau pikir aku tak tau kau membohongiku di Berlin? Kau pikir aku anak kecil yang bisa dibohongi suara wanita itu suara televisi! Apa kau mau aku sebagai salah seorang wanita dalam hareemmu. Itu yang kau inginkan, kau sudah berjanji dan minta maaf padaku. Lalu dalam sehari kau tidur dengan wanita lain! Kau pikir aku cuma partner sexmu, jika kau mau begitu, kau tak usah bersikap baik padaku, apa kau ingin aku sebagai pembayaran bantuan klanmu? Kau tahu apa yang dikatakan Keira ... dia kasihan padaku, aku cuma mortal yang akan menua dan kau akan kembali padanya. Lebih baik kau bunuh aku saat itu terjadi, jika kau mau lakukan itu sekarang juga! Aku tak mau kau menyentuhku bersama dengan hareemmu! Kau dengar aku Alexander Ostrander!" Aku berteriak dan menyemburkan kata-kataku dan tidak perduli akibatnya, yang penting aku meluapkan semua pikiranku!
Alexander diam tertegun. Sementara aku memalingkan mukaku dan menangis hebat saat berhasil melepaskan emosiku.
"Aku benci kau Alex... Kenapa kau membuatku mencintaimu. Jika kau ingin pernikahan politik dari awal jangan mendekatiku, cukup jelaskan apa yang kau inginkan." Dia perlahan mendekatiku. Dan memelukku kuat. Aku menangis sambil bergulat melepaskan pelukannya
"Lepaskan aku! Sialan kau! Kau pikir kau seenaknya bisa menyentuhku! Aku benci kau" aku mengamuk sejadi-jadinya.
"Gadis bodoh! Jadi kelakuanmu yang aneh itu karena kau cemburu dengan suara televisi. Hahaha.... " dia tertawa terbahak bahak sekarang, tapi tetap tak melepaskan pelukannya yang mengunci lenganku.
"Kau pikir aku bodoh ... aku bukan anak kecil yang bisa kaubohongi " aku memukul dadanya sambil menangis. Dan berusaha lepas dari pelukannya, dia tak melepasku. Dan mengetatkan pelukannya sehingga aku merasa sesak. Aku mendorong dadanya.
"Aku benci kau .... "aku terus menangis dan putus asa karena tak bisa melawan tenaganya.
"Kau mencintaiku sayang ...sampai aku membuatmu menangis begini. Kenapa kau menjadi sangat bodoh tak mengatakan isi pikiranmu." Kali ini dia mencoba menciumku, tapi aku mengelak dengan penuh kebencian.
"Karena aku memikirkan nasib klanku. Aku hanya dijadikan bayaran atas bantuanmu. Itu yang kau harapkan kan!? " aku masih menangis dan berteriak. Semantara dia masih tidak melepaskan pelukannya.
"Kau pasti sangat tertekan dengan pikiranmu itu, ...kasihan kau " sekarang dia mengelus kepalaku seperti aku anak kecil.
"Lepaskan aku, bodoh! ...kenapa kau terus menyebutku bodoh. "
" Kau memang bodoh, kenapa kau berasumsi sendiri. Kenapa saat itu kau tak meminta video call jika kau tak percaya , atau kau bisa terbang ke Berlin jika kau cemburu dengan suara wanita itu. Kau mau membuatku bersumpah bahwa itu suara televisi demi apapun yang kau minta? Atau kau ingin mengikatku dalam perjanjian darah sekarang juga? Gadis perawan bodoh yang mencintaiku " aku berhenti memukulnya. Dan memandang matanya yang sekarang mengunci mataku. Otakku beku, mencerna kata-katanya yang begitu panjang.
"Aku tak percaya... kau berbohong ..." aku menatap Alex yang sekarang tersenyum lebar.
"Aku menawarkanmu perjanjian darah! Itu yang kau mau kan?! Sumpah setia padamu!Apa aku harus mengulangi perkataanku?"
"Apa ... " aku tertegun tak percaya.
"Aku lega kau membuat pengakuan ini. Tapi kau harus membayar atas kebodohanmu. Malam ini juga!" Dengan gerakan kilat dia mengendongku. Dan melemparku ke kasur di kamarnya.
"Tunggu dulu... Apa yang kau inginkan," aku tercekat ketika dia merangsek maju.
"Aku akan membuatmu membayar kebodohanmu. " dia membuka kancing kemejanya dengan cepat, bahkan memutuskan dua diantaranya, dan naik ke ranjang, aku menjadi terkesiap ketakutan.
"Apa maksudmu, kenapa kau ......" Aku melihat dada bidang itu untuk kesekian kalinya, kali ini takut dengan apa yang akan dilakukannya.
"Sudah jelas kau berada dikamarku gadis perawan, ...malam ini kau tak bisa menolakku lagi. " dia naik dan aku beringsut mundur, aku terpojok ke ujung ranjang, dia menarik kakiku dan aku berteriak karena kaget. Gaunku tersingkap ke atas.
"Alex! Tunggu dulu... " aku berteriak! dia dengan cepat mengurungku dibawah tubuhnya. Ciumannya langsung menyerang bibirku, dengan kasar bibirnya menyeruak masuk ke bibirku. Sementara bagian bawahnya menekanku , aku ingin berteriak dan malah membuat lidahnya masuk menguasai mulutku. Aku megap megap kehabisan napas, sementara gerakannya dibawah sana membuatku semangkin tak nyaman.
Alex menyadari kondisiku. Dia melepaskan ciumannya, aku terengah-engah bernapas. Tapi dibawah sana dia tidak melepaskan dirinya. Jantungku berdetak dengan kencang.
"Bukankah kau mencintaiku gadis perawan... karena aku juga mencintaimu. Kau ingin aku untuk dirimu sendiri, aku terima syaratmu. Karena aku juga menginginkanmu untuk diriku sendiri.Aku benci kau menyentuh Ahiga seperti itu, jika aku melihat kau melakukannya lagi, aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri. Kau dengar aku Alexa. " kami berdua memandang beberapa saat, aku kesulitan mencerna kata-katanya, sepertinya aku bermimpi dan belum sadar dari tidurku.
"Alex, ... kau... " dia menyasar bibirku lagi dengan kasar awalnya, sebelum ciumannya melembut sesaat kemudian setelah aku memegang wajahnya.
Dia mendudukkanku di pangkuannya sambil terus menciumku. Kali ini ciumannya berubah menjadi kecupan lembut. Tangannya meraih resleting gaunku di belakang,dengan kecepatan yang mencegangkan dia membuatku meloloskan gaunku dan melemparnya asal. Dia berdiri dan meloloskan pakaiannya. Aku tercengang dan hampir ketakutan dengan caranya yang terburu-buru. Dia datang lagi dan kali ini menyerang leherku sehingga aku terbaring, sementara tubuh telanjang kami bersentuhan.
"Alex tunggu dulu..." gerakannya yang terlalu cepat membuatku ketakutan.
"Kau tahu berapa lama aku harus menahan diri gadis perawan...tapi kau malah menuduhku mengkhianatimu." Dia membuatku tertegun, ada kemarahan yang terselip disuaranya.
" Alex .. hentikan dulu ..." aku mendesah keras. Mulutku tak kuasa menahan desahan nikmatku. Tapi aku berusaha menghentikannya, kami perlu bicara dulu. Dia mengunci tanganku yang berusaha mendorongnya.
"Jangan melawanku ... aku tak akan berenti Alexa " dia berbicara dengan napas memburu, sebelum kembali mencumbui seluruh tubuhku.
Tubuhku melemah menyerah. Aku tak bisa menghentikan diriku lagi, aku juga menginginkannya. Aku tersentak merasakan betapa dia pandai membuatku merasa bergairah, setiap gerakannya mnmbuat tubuhku mendamba. Jariku menyisip ke rambutnya dengan gemetar dan bibirku menyebutkan namanya.
Sebuah dorongan primitif, timbul dan bergerak menguasai tubuhku. Matanya memperhatikan ekspresiku, aku melengkungkan tubuhku saat dorongan itu mencari pelepasan, dan ia mempercepat gerakan tangannya dibawah sana. Tubuhku gemetar dan aku merasa terlempar melayang sesaat. Alexander berhenti dan tersenyum menatapku yang terengah karena apa yang dilakukannya.
"Kau sangat cantik..." aku lemas setelah gelombang itu melandaku. Sementara Alex memperhatikanku dengan napas tertahan.
"Sekarang kau milikku, aku akan membuatmu jadi wanitaku. " Alexander memposisikan dirinya diatasku. Aku membelalak ketika sesuatu kembali menyentuh kewanitaanku.
"Alex..." aku tegang menahan tubuhnya.
"It's ok...just believe me... " Alexander mencoba membuatku rileks dan tiba-tiba sengatan rasa sakit menyerangku dibawah sana. Bagian dari dirinya telah mencapaiku.
.
"Alex.... " aku meringis kesakitan. Dan memegang erat lengannya yang mengurungku.
"Maaf kalau itu sakit, ... dan aku sudah menahan diri terlalu lama." aku sedikit bergerak karena tidak nyaman, Alex menghela napas tertahan karena gerakanku. Dia membenamkan wajahnya di leherku dan bibirnya menciumku lagi.
"Aku mencintaimu Alexa, aku menyukaimu sejak pertama kita bertemu" bisikannya serupa dengan musik yang mengalun indah ditelingaku. Aku menatapnya, masih merasa tak percaya apa yang diucapkannya.
"Kau mencintaiku?"
"Aku jatuh cinta padamu, pada keberanianmu dan semua yang ada dirimu. Saat kau berani menolong para pengungsi itu, aku sangat kuatir. Kau tahu aku hampir memecat Martin karena sangat marah. Tapi aku juga tahu kau tak bisa kuhentikan. Gadis keras kepala, kau harus dihukum atas semua pembangkanganmu!" Dia bergerak lebih dalam. Aku merintih menahan rasa pedihnya.
"Apa aku menyakitimu..." dia menciumku lagi, menunggu beberapa saat untuk bergerak pelan. Bibirnya membuat gigitan kecil ditubuhku, membuatku merasa nyaman sebelum perlahan-lahan bergerak lagi dengan pelan seakan takut menyakitiku.
"Alex ... Apa kau berjanji tidak membagi dirimu pada wanita wanita cantik itu." Alex memandangku dalam, dia menciumku, dia perlahan menggerakkan bagian dari dirinya lebih dalam.
"Aku sudah menawarkan ikatan perjanjian darah padamu, perlu kuperjelas lagi Alexa.... Kau bisa meminta nyawaku jika kau ingin. Dan aku meminta dirimu..." Napasku tertahan dan aku menyebutkan namanya saat dia bergerak lebih dalam. Dia bergerak perlahan beberapa saat. Sebelum dia menjadi lebih cepat dan aku pasrah dibawahnya. Gerakannya perlahan membuatku merasakan dorongan kenikmatan diatas rasa pedih sebelumnya.
"Alex ...!" Sebuah dorongan kuat membuatku melengkungkan tubuhku dan napasku tertahan saat sentakan cepat Alex mengantarkan gelombang kenikmatan kedua ke seluruh tubuhku. Aku merasa melayang dan mendengar Alex menggeram diatasku, dia menekankan dirinya sepenuhnya padaku dan sesuatu yang hangat memenuhi diriku dibawah sana.
"Sayang... " aku membuka mataku. Alexander memandangku. "Tinggallah disini bersamaku malam ini."
"Bilang kau sedang bersamaku di Paris, Orang tuamu akan mengerti! Karena malam ini aku tak akan melepaskanmu. " aku merasa wajahku panas.
"Kenapa kau tersipu begitu... aku membuatmu malu? Kau bukan perawan lagi sekarang. Bukankah kita perlu merayakannya. " dia menciumku lagi, dia belum melepasku dibawah sana. Kurasakan dia memenuhi diriku lagi.
"Alex..., kau ... dasar mesum" dia tertawa menangapiku.
"Bukankah kau tidak memberiku pilihan!Kau yang meminta ini. Kau satu satunya wanita di hareemku sekarang. Jadi aku akan membuatmu kelelahan malam ini." aku menutup mukaku saat pandangan kami bertemu.
🌏🌏🌏 book 4. APOCALYPSE akan RELEASE 1 DESEMBER YAAA 🌏🌏🌏
**Hai semua nya\, kalian ingin mendukungku mendapat penghasilan lebih **
Kalian bisa vote poin atau KOIN di Mangatoon/Noveltoon
Tapi semua VOTE DIPUSATKAN KE 👉👉👉BOOK AURORA 😍
Kenapa karena kita ngejar rangking jadi VOTE nya harus kekumpul
**dan kebetullan memang lagi menyelesaikan serial fantasy AURORA **
🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀
🎀 kalo rank ku ada di 11-20 💚 Rp 100.000 🎀
🎀 kalo rank ku ada di 9-10 🧡💙 Rp 200.000 🎀
🎀 Kalo rank ku ada di 1 😍😍😍 Ro. 300.000 🎀
🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀
Sooo jangan lupa vote aku pake POIN di AURORA
MAU KOIN juga aku terima hehehe 😍😍❤😍😄
padahal ini plus point.anda dari author lain, jeung..😍
makasih othor karyamu menambah wawasan dan pengetahuan