Sequel dari OH MY JENY
☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘
" Kau selalu bilang padaku, apa yang harus kau lakukan untuk membalas semuanya Dean?"
" Aku akan melakukan apapun untukmu Tuan!"
" Kalau begitu menikahlah dengan putriku!"
Deg
Tubuh Dean menegang seketika
Kebohongan yang dilakukan Bulan membuat sang ayah murka. Hingga Ken memaksa putrinya untuk menikah bersama pria pilihannya yaitu Dean sebastian. Seorang pengusaha sukses yang sangat cerdas dari Paris
"Aku sungguh tidak menyukainya, dia terlalu pendiam dia bukan tipeku sama sekali Dad"
Baca selanjutnya ➡➡➡
Selalu tinggalkan Jejak, Like dan Vote 🤗🤗🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon irra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kau menyukainya?
-
-
Dengan menjingkatkan kakinya Bulan mendekat pada Dean yang duduk di meja dekat jendela. Tatapan pria itu tertuju keluar pada keramaian kota malam ini, kota yang tak tidur dan selalu ramai, pedagang pejalan kaki ramai memenuhi pinggir jalanan kota Paris
Bulan sengaja menarik kursi dengan kencang hingga suara kursi yang terseret itu mengeluarkan suara. Ia sengaja mencari perhatian Dean namun pria pendiam itu tak bergeming bahkan meliriknya pun tidak membuat Bulan geram ingin sekali menampar wajah yang so cool Dean
" Makanan apa yang enak disini?" tanya Bulan mencoba mencairkan suasana
" Lihatlah di menu, memangnya kau tidak bisa bahasa inggris. " saut Dean tanpa melihat Bulan
" Dasar pria gila, psikopat, Fedofil. " gerutu Bulan pelan mendengus kesal. Lalu ia mengambil menu diatas meja dan membuka halaman demi halamannya
" Dean pesankan aku macaron. "
" Pesanlah makan, kau dari tadi siang belum makan. " saut Dean
" Aku tidak tahu makanan yang enak disini. "
Dean menghela nafasnya lelah lalu ia berbalik pada Bulan menatap wajah yang polos itu sesaat sebelum merebut menu di tangan Bulan membuat Bulan melunak dan tersenyum pada Dean kemudian beringus bangun memutari meja, duduk disamping Dean. Ia ikut melihat menu berbagai makanan khas Prancis
" Dean sepertinya ini enak, tapi ini terbuat dari apa?"
" Sayuran. "
" Kalau begitu aku pesan yang ini saja. "
" Ini tidak akan membuatmu kenyang. "
" Kau berniat membuatku gemuk?"
" Hey, aku sudah bilang aku tidak suka yang kurus." saut Dean yang lagi membuat Bulan cemberut. Gadis itu melipat kedua tangannya didada dengan bibir maju kedepan
Dean tersenyum, ia cubit gemas bibir itu
" Kau jadi seperti bebek!" ejek Dean yang langsung mendapat tamparan pelan dipipinya
" Kau menyebalkan seperti Bryan. " umpat Bulan
Senyuman kembali menghiasi bibir Dean, ia merangkul bahu Bulan mendekat pada tubuhnya dan rangkulan tangan itu berpindah pada puncak kepala, Dean usapi dengan lembut hingga sang pemilik tersenyum hanya karena perlakuan manisnya
" Dean, apa kau sering datang kesini?. "
Dean menganggukan kepalanya
" Dengan siapa? apa sendiri? atau bersama Joe?"
" Bersama Iva, ini tempat favorite kami." senyuman dibibir Bulan menyurut tiba-tiba, ia juga menjauhkan kepalanya dari tangan Dean
" Aku tidak mau makan disini. " ucap Bulan tiba-tiba
" Kenapa?" tanya Dean langsung menatapnya
" Pokonya aku tidak mau!"
" Disini makanannya sangat enak, kau akan menyukainya nanti. "
" Tidak! aku tidak mau, aku mau pulang. "
" Berhenti manja, kau bukan anak kecil seperti Chesy. "
" Kau benar-benar menyebalkan. " gerutu Bulan dengan bibir yang kembali cemberut. Dean hanya menggelengkan kepala dan berpikir kenapa ada wanita seribet Bulan? mengesalkan, sifatnya yang mudah sekali berubah-ubah dalam sekejap dan Dean tidak mengerti apa yang membuatnya selalu merajuk tiba-tiba seperti sekarang
" Baiklah, ayo kita pergi. " ajak Dean mengalah berdiri menarik tangan Bulan. Sementara gadis itu hanya diam menurut dan bibirnya mendadak tersenyum, senyum puas karena Dean menurutinya
Dean tak membawa Bulan ke Restaurant ataupun tempat makan lainnya lagi. Pria itu membawa Bulan berjalan mengitari pinggir jalan dimana terdapat begitu banyak jajanan dan kuliner penggugah selera makanan asli Prancis
Dan Dean benar-benar heran, tadi saat diRestaurant Bulan pilih-pilih makanan karena takut gemuk. Tapi lihatlah sekarang, gadis itu malah memakan makanan yang banyak mengandung lemak dan karbohidrat
Seperti penduduk lainnya, mereka berjalan mengitari keramaian kota. Menjajal dari toko ke toko untuk mencicipi makanan disana. Dean tersenyum memperhatikan Bulan yang lahap memakan French creper ( kalau di Indonesia itu pancake) hingga lelehan coklat itu melebar keluar dari sudut bibirnya. Spontan Dean langsung mengusap dengan ibu jarinya, lagi Bulan tersipu dengan perlakuan manis Dean dan berubah manja jadi menggelayuti lengan lelaki itu
Sebelum melanjutkan langkah Dean memasukan tangan Bulan yang menggelayut manja pada lengannya kedalam saku mantelnya dan menggenggam jemari lentik itu didalam sana, malam ini terasa dingin karena musim dingin akan segera tiba, terpaan angin pun terasa mengikis pori-pori kulit mereka
Mereka terlihat seperti pasangan kekasih pada umumnya. Perlakuan manis Dean rupanya membuat Bulan terbawa suasana dan menikmati kebersamaan mereka begitu saja. Bulan juga tidak menyangka akan dekat dengan Dean secepat ini bila mengingat di awal bertemu mereka selalu bertengkar
Tanpa mereka tahu seseoarang dari dalam mobil melihat kebersmaaan mereka. Wanita itu menangis tersedu, seminggu kebelakang tangan itu masih menggenggam tangannya dan bibir itu masih memberikan senyuman serta ciuman untuknya. Rivana sungguh tidak rela, Dean adalah pria yang sangat baik yang pernah ia temui bahkan pria itu menerima Rivana apa adanya meski Dean tahu Rivana tidak sesuci dirinya
Setelah puas berkeliling dan membuat kaki mereka pegal. Keduanya kembali masuk kedalam mobil
" Dean, ternyata Paris menyenangkan. " ucao Bulan girang
" Kau menyukainya?" tanya Dean seraya memakaikan sabuk pengaman pada Bulan
" I like it so much. " Dean tersenyum, ia usap puncak kepala itu sebentar lalu Dean mulai melajukan mobilnya, seperti biasa pria itu selalu gila dalam mengemudi seolah ia mempunyai nyawa sembilan
Mereka telah tiba dan memasuki Apartement. Dean hanya mengikuti dibelakang Bulan, gadis itu terlihat riang hingga tak berhenti bersenandung. Padahal Bulan belum tahu, banyak hal yang lebih indah dan lebih romantis di Paris dibandingkan dengan kuliner-kuliner dipinggir jalan tadi
Dean berhenti karena Bulan yang berhenti mendadak di depan. Gadis itu menoleh padanya dan menunjuk pada seorang wanita yang berdiri lunglai didepan pintu rumah mereka
" Iva. " gumam Dean langsung menghampiri Rivana
" Dean. " teriak Rivana langsung menangis histeris berhambur memeluk tubuh Dean
" Dean, jangan tinggalkan aku. Aku tidak bisa hidup tanpamu. " ucap Rivana berurai airmata
" Iva, kamu mabuk. " ujar Dean mencoba mengurai pelukannya namun Rivana tak membiarkan itu tangannya menguat hingga Dean rasanya merasa sesak
" Tidak, aku tidak mabuk sayang, aku masih waras. " Dean menghela nafasnya ia melirik Bulan sejenak, gadis itu hanya memberikan senyum tipis padanya
" Aku tidak apa-apa." ucap Bula tanpa mengeluarkan suara
" Ayo kita masuk dulu kedalam. " ujar Dean menggandeng Rivana yang tak mau melepaskan pelukannya sama sekali
Dean membawa Rivana duduk di ruang keluarga, wanita terus menempel membuat Dean merasa tidak enak hati dengan Bulan, meskipun seorang bocah ingusan namun gadis itu tetaplah istrinya
" Sayang, aku merindukanmu. " ucap Rivana manja sambil menangis tersedu
" Iva, kau seharusnya mengerti dengan keputusanku. "
" Tidak, aku tidak bisa. Jangan tinggalkan aku kumohon. " Rivana mengurai pelukannya, menatapi wajah Dean dengan berurai airmata. Dean merasa tak tega, ia mengusap airmata itu berulang dan memberikan kecupan dikeningnya
" Lupakan aku Iva. " lirih Dean sendu
" Aku tidak bisa Dean, aku tidak apa-apa kamu menikah asalkan kamu masih bersamaku. " Rivana terus menggelengkan kepalanya
" Ada pria yang lebih baik dariku menantimu. Aku sudah menikah. "
" Kau mencintai bocah ingusan itu?" bentak Rivana sampai terdengar ditelinga Bulan yang masih berdiri diluar pintu. Gadis itu malas melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam, ia tak ingin melihat sesuatu yang membuat hatinya kesal dan akan marah-marah pada Dean, Bulan mencoba bersikap dewasa dan mengerti. Toh dirinya pun masih menjalin hubungan bersama James
-
-
-
Dean 😘😘😘
e
-
-
-