Anindya Yasmin tak pernah mengira akan jatuh cinta pada sosok pria bernama Daniello Lucas Dathan sang ketua OSIS yang sangat tampan.
Daniel dengan segala kelembutan dan perhatiannya membuat Yasmin benar benar jatuh cinta.
Tapi cinta mereka tidak bisa berjalan mulus, karena berbeda keyakinan. Walau Daniel sangat menghormati Yasmin dengan keyakinannya dan begitu juga dengan Yasmin.
Tapi orang tua merekalah yang tak bisa menerima semua perbedaan itu.
Apakah pada akhirnya Yasmin dan Daniel menyerah pada keadaan. Dan memilih berpisah.
Kisah ini terinspirasi dari kisah nyata seorang sahabat. Selamat membaca, semoga menghibur.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab Dua Puluh Tujuh
Dua bulan setelah pernikahan Daniel.
Arnetta tiba tiba merasakan mual yang tak tertahankan. Kepalanya sakit. Ia mencoba berjalan menuju dapur, ingin mengambil air minum.
Mama Daniel melihat Arnetta yang sangat pucat, sangat kuatir.
"Kamu kenapa Arnetta, wajahmu pucat banget"
"Nggak apa apa ma. Aku cuma sedikit pusing"
"Duduklah biar mama buat teh hangat"
Bibi di dapur sedang masak buat makan malam, dan menggoreng bawang merah, membuat Arnetta makin mual mrncium bau bawang merah goreng.
Ia akhirnya ke kamar mandi dan memuntahkan semua isi perutnya. Mama yang mendengar suara muntahan Arnetta menyusul masuk kamar mandi.
"Kamu muntah Arnetta..."
"Ya, ma. Mungkin aku masuk angin"
"Kamu sudah datang bulan ..."
"Maksud mama"
"Apa kamu hamil..."
Mendengar ucapan mama Daniel, Arnetta menjadi tambah gugup.
"Bagaimana ini. Aku tidak bisa terus menyembunyikan kehamilanku. Apa yang harus aku lakukan..."
"Aku nggak tahu ma..." ucap Arnetta pelan.
Daniel yang baru pulang kerja langsung menuju kamarnya. Sebelum masuk kamar Daniel mendengar suara mama yang memanggilnya.
"Daniel..."
"Ya, ada apa ma"
"Kamu sebaiknya bawa Arnetta ke rumah sakit. Kasihan istrimu, dari tadi mual dan muntah"
"Mama bisakan temani Arnetta, aku capek"
"Daniel, kali ini mama harap kamu juga harus ikut menemani Arnetta periksa ke dokter"
"Nggak usah tante, aku nggak apa apa. Paling juga masuk angin. Nanti juga sembuh"
"Daniel atau tante nggak boleh tahu jika saat ini aku sedang hamil..."
"Nggak Arnetta , kamu harus tetap periksa. Tante curiga kamu hamil" ucap mama membuat Daniel menjadi kaget.
"Hamiilll....." teriak Daniel
"Nggak usah teriak Daniel, kuping mama masih bagus. Kamu pasti sangat senangkan mendengar Arnetta hamil sampai histeris gitu, makanya temani Arnetta buat memastikan jika perkiraan mama benar"
"Kamu hamil Arnetta" tanya Daniel
"Itu hanya perkiraan mama, tapi aku rasa cuma masuk angin"
"Atau begini saja, mama minta teman mama yang dokter kandungan buat kesini ya. Tunggu mama hubungi dulu, tante Shintanya"
Mama Daniel langsung menghubungi dokter Shinta tanpa dapat dicegah oleh Arnetta.
"Jika aku menolak buat diperiksa pasti mama sangat curiga..."
"Daniel, kita boleh bicara ...." gumam Arnetta
"Aku juga mau bicara" ucap Daniel.
"Arnetta, kamu masuk aja ke kamar. Daniel pasti capek pulang kerja. Tante Shinta akan datang satu jam lagi"
"Ya, ma. Aku mau temani Daniel istirahat dulu" ucap Arnetta dan berjalan masuk ke kamar mengikuti Daniel.
Sampai di kamar ia melihat Daniel yang telah duduk di sofa dalam kamar. Arnetta lalu duduk di tepi ranjang.
"Bisa kamu jelaskan maksud ucapan mama" tanya Daniel
"Maafkan aku Daniel..."
"Maaf untuk apa..."
"Aku telah membohongi kamu dan keluarga"
"Aku nggak mengerti maksud kamu ..."
"Sebenarnya aku telah hamil sebelum menikah denganmu...."ucap Arnetta jujur. Karena tak mungkin lagi ia menyembunyikannya. Kehamilannya sudah tiga bulan dan Daniel belum pernah menyentuhnya. Jika suatu saatpun mereka berhubungan badan , pasti Daniel akan tahu juga jika anak yang dikandungnya bukan anak Daniel.
"Apaa..." ucap Daniel kaget
"Daniel, seminggu sebelum pernikahan aku baru tahu jika aku hamil. Aku telah mencari bapak dari anakku. Tapi teenyata ia telah kembali kekampungnya. Karena aku telah memutuskan hubungan kami seminggu sebelumnya. Aku tak bisa mengatakan kebenaran ini pada orang tuaku, mereka pasti sangat marah. Dan aku juga tak bisa membatalkan pernikahan kita, karena itu akan bisa membuat orang tua kamu dan orang tuaku malu"
"Kamu ingin menjebakku..."
"Tidak Daniel, aku tak pernah bermaksud begitu..."
"Kamu kira aku bodoh, seandainya kita pernga berhubungan badan, pasti kamu akan mengatakan jika itu anakku. Tapi untung aku belum pernah menyentuhmu"
"Daniel, aku tak pernah ingin menjebakmu. Aku ingin mengatakan semuanya. Tapi aku belum ada keberanian"
"Sekarang kamu katakan semuanya pada orang tuaku"
Arnetta berdiri dari duduknya dan mendekati Daniel. Ia bersujud di dekat Daniel.
"Daniel, aku mohon padamu...tolong aku. Sembunyikan kehamilanku ini pada semua orang. Aku tak mau dibunuh papa. Aku mohon Daniel"
"Bagaimana mungkin bisa disembunyikan, kehamilanmu pasti akan makin membesar"
"Daniel, aku akan mengaku jika aku hamil karena pernikahan kita. Aku minta tolong Daniel, tolong akui anak dalam kandungan ini anakmu. Aku akan melakukan apapun yang kamu pinta."
"Bagaimana mungkin aku mengakui itu anakku, kamu jangan ngawur"
"Daniel, ini hanya sampai anak ini lahir. Setelah itu kamu bisa menceraikan aku. Dan aku akan mengakui semuanya. Aku takut jika papa tahu aku hamil diluar nikah, ia akan meminta aku menggugurkan kandunganku. Aku tak mau membunuh anakku. Aku sudah banyak melakukan dosa, aku tak mau menambah dosa lagi"
"Aku nggak bisa, aku akan melindungi kamu. Sampai anak itu lahir. Tapi kamu tetap harus mengakui semuanya pada orang tuaku..."
"Maksud kamu apa..."
"Aku akan tetap mendampingimu sampai bayi dalam kandunganmu lahir. Aku akan menjaga kamu agar papamu tidak meminta kamu menggugurkan kandungan itu. Tapi kita akan tetap akan mengurus perceraian kita. Aku tak mau membohongi orang tuaku"
"Apa kamu yakin bisa melindungi aku dari papa. Jika kita sudah pisah pasti papa meminta aku kembali ke rumah, dan papa pasti akan bertanya alasan kita pisah..."
"Kamu akan tetap menjelaskan semuanya. Aku tak mungkin mengakui kehamilanmu, karena itu bukan darah dagingku.Tapi aku akan memohon pada orang tuaku untuk tetap mengizinkan kamu tinggal di rumah ini sampai bayi itu lahir"
"Jika orang tuamu tidak setuju bagaimana"
"Aku akan menyewa apartemen buatmu...tapi kita akan tetap bercerai..."
Obrolan Daniel dan Arnetta terhenti mendengar mama yang memanggil namanya.
"Daniel, boleh mama dan tente Shinta masuk"
"Silakan ma..."
Mama dan tante Shinta masuk ke kamar. Mama mengenalkan Arnetta dan menceritakan keluhan Arnetta.
Tante Shinta lalu bertanya tentang haids terakhir Arnetta. Mama keluar meminta bibi membuatkan minum.
Tante Shinta meminta Arnetta menampung aur seninya buat test pack.
Setelah diperiksa dan melihat dari hasil test pack yang garis merah dua, tante Shinta memastikan jika Arnetta hamil.
Tante Shinta menuliskan resep obat dan vitamin yang akan di konsumsi Arnetta dan memberikannya pada Daniel.
"Ini resep obatnya. Bisa kamu tebus di apotik. Sekali lagi selamat ya, kalian sebentar lagi akan menjadi ayah dan ibu" ucap Tante Shinta sebelum keluar ruangan.
"Baiklah Daniel ,aku akan menceritakan semuanya pada orang tuamu. Tapi kamu harus janji akan melindungiku dari papaku"
"Ya, aku janji...."
"Ya Tuhan ada apa dengan pernikahanku, aku harus mengakhiri pernikahan ini. Aku tak tahu apa reaksi papa setelah mendengar pengakuan Arnetta. Aku sebenarnya kasihan lihat Arnetta, tapi aku tak mungkin mengakui kehamilannya sebagai perbuatan dariku..."
**********************
Terima kasih
keren banget ceritanya mam.. 💞💞💞
akhirnya, setelah melewati segala rintangan, Yasmin dan Daniel bisa bersatu jg..
alhamdulillah Daniel mau masuk Islam..
luar biasa emang cinta Daniel ke Yasmin..
tapi tetap ya, yg pertama dan utama harus cinta kepada Allah..
selain Allah, cintai sewajarnya saja jgn berlebihan..
karena Allah itu pencemburu, dan biasanya kita akan diuji dg apa yg kita cintai..
buat Akhtar, emang gak ada manusia yg sempurna..
manusia tempat salah dan lupa..
yg penting selalu bertaubat dan sebisa mungkin untuk tidak mengulang kesalahan yg sama..
semoga sehat selalu ya mam..
tetap semangat dalam berkarya dan semoga sukses selalu..
😘🥰😍🤩💪🏻🙏🏻💞
.smpai maut memisahkan nenek kakek q
🤗🤗 nenek q iklas anak2 nya ikut agama islam smw..
.
dan untuk Akhtar semoga bahagia dengan Siska segera mendapatkan momongan
biarkan Rachel diasuh sama Daniel dan Yasmin mereka lebih berhak membesarkan Rachel cukup kalian saling menyayangi buka untuk merebutkan kasihanlah anak kecil tidak tau apa² harus dipisahkan oleh orang yang telah merawat dari kecil...
dan terakhir kisah arneta mengingatkan aku dengan masa lalu ku beruntungnya aku dulu tidak sampai hamil setelah berpisah emang benar pacaran hanya membawa penyesalan dan dosa 😭😠🤧
untung Daniel itu baik hati mengurus arneta dan merawat Rachel Seperi anak sendiri.. apa gk mikir si Siska itu kok egois banget padahal dia tau betul gimana Daniel menyayangi nya
miris Sekali Siska ini
tidak tau rasa balas Budi
untungnya Akhtar sadar diri dengan posisinya 😠
apa kabar dulu arneta saat hamil dan melahirkan. merasa sendiri tidak ada suami yang menemani 😭